Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Babak Baru.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


"Baiklah. Kau atur pertemuan saya dengan pengacara. Apakah dengan keluarga Hutama sudah tidak bermasalah? Apakah mereka bisa menerima, saat kau sampaikan informasi yang kau peroleh dari Gungun tentang apa yang dilakukannya dan keluarga saya terhadap Nona Naina?" Tanya Aaric penasaran tentang pertemuan Jekob dengan Pak Hutama.


"Tidak baik, Pak. Kami bertemu dua kali untuk membicarakan semuanya. Di pertemuan pertama, Pak Hutama terlihat sangat shock saat mendengar apa yang saya sampaikan tentang Gungun dan keluarga bapak lakukan terhadap Nona Naina. Beliau terdiam sambil melihatku dengan wajah sedih bercampur marah dan geram. Kemudian beliau mengatakan akan menghubungi saya lagi untuk membicarakan selanjutnya, lalu pamit." Jekob menceritakan pertemuannya dengan Pak Hutama. Dia teringat wajah sedih bercampur kemarahan saat meninggalkannya.


"Sepertinya beliau membutuhkan waktu untuk memikirkan informasi yang saya katakan. Dua hari kemudian baru Pak Hutama menghubungiku untuk membicarakan kelanjutan informasi yang saya sampaikan. Saat pertemuan kedua, beliau sudah lebih tenang saat membicarakan tentang kematian Nona Naina, Pak." Ucap Jekob lebih lanjut tentang pertemuannya dengan Pak Hutama.


"Beliau tidak minta bertemu dengan saya?" Tanya Aaric, dia merasa tidak nyaman untuk bertemu dengan Pak Hutama, karena keluarganyalah yang mengakibatkan kematian Naina. Walaupun dia tidak terlibat, bahkan tidak tahu menahu soal penyebab kematian Naina. Dia tetap merasa tidak nyaman berhadapan dengan keluarga Hutama.


"Pak Hutama tidak membicarakannya, sebab beliau tidak tahu kalau bapak terlibat dalam proses menemukan Gungun. Beliau minta terima kasih, karena kita sudah bantu menyingkapkan peristiwa yang membebani mereka selama ini. Setelah mengetahui siapa yang mencelakai putrinya, beliau merasa lega. Karena selama ini mereka menyangka ada orang yang ingin mencelakai keluarganya, terutama anak-anaknya. Sehingga beliau belum memperkenalkan putra mereka kepada publik." Aaric melihat Jekob dengan serius saat dia menjelaskan pertemuannya dengan Pak Hutama.


"Dengan mengetahui kejadian yang sebenarnya, beliau putuskan untuk memperkenalkan putra mereka kepada publik. Walau Gungun belum diproses secara hukum, beliau percaya yang saya sampaikan. Beliau katakan, ini adalah momen yang sangat pas, karena putranya baru saja bertunangan. Jadi mereka bisa memperkenalkannya kepada publik saat dia menikah nanti." Jekob menyampaikan apa yang diketahui tentang keluarga Hutama.


"Baik. Kita bersiap-siap jika Pak Hutama mau memproses hukum semuanya. Kau atur dan dampingi Gungun saat diserahkan kepada pihak berwajib. Lalu bagaimana dengan penyelidikanmu terhadap Biantra Group?" Tanya Aaric, mulai merinci persoalan yang akan dihadapi.


"Sekarang yang memegang Biantra Group, sepupu Nyonya besar dan sepupu bapak. Mereka sepertinya ditunjuk oleh Pak Sunijaya untuk mengambil alih pengelolahan perusahaan, sebab Nyonya besar tidak bisa menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi di Biantra Group. Selama ini, Papa bapak yang mengatasi persoalan yang ditimbulkan oleh Mama dan Opah bapak." Jekob menyapaikan semua yang dia peroleh dari hasil penyelidikannya, Sapta dan team keamanan.

__ADS_1


"Baik. Biarkan mereka sementara merasa senang di sana. Rapat pemegang saham nanti kau tetap hadir mewakili Elimus. Saya akan melihat mereka saat selesai rapat pemegang saham." Aaric berkata serius dan dingin.


"Lalu bagaimana dengan penyelidikanmu tentang Papa? Apakah Papa bermasalah dengan perusahaan yang dikelolahnya selama ini?" Tanya Aaric, mengingat dia meminta Jekob menyekidiki Papanya setelah berbicara dengan Recky di Australia.


"Pak Biantra tidak bermasalah saat bekerja di sana, Pak. Justru selama ini, beliau menutupi banyak kebocoran yang dilakukan oleh Bu Biantra dan Pak Sunijaya. Mereka menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi. Sepertinya mereka membayar orang untuk lakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan perusahaan. Belakangan ini, Pak Biantra membiarkan semua terjadi karena mungkin sudah tidak kuat menutupinya lagi, sehingga ketahuan kondisi perusahaan yang sakit." Ucap Jekob lebih lanjut.


"Ooh, syukur kalau begitu. Jadi saya bisa teruskan rencana yang sebelumnya. Saya sempat berpikir untuk merubah rencana, jika Papa terlibat. Recky meminta saya mengutamakan kesehatan Papa, jika beliau melakukan sesuatu yang tidak patut." Ucap Aaric, mengingat pembicaraan terakhirnya dengan Recky sebelum meninggalkan Sydney.


Aaric jadi berpikir lagi tentang apa yang dikatakan Recky, Papanya bertahan bekerja di Biantra selama ini karena menjaga kehidupan mereka berdua. Papa mereka tetap sabar dan menerima semua perlakuan yang tidak enak dari keluarga Mama mereka, agar hidup mereka berdua baik-baik saja.


Aaric jadi rindu untuk bertemu dengan Papanya setelah mendengar semua yang dilakukan Papanya selama ini untuk mereka berdua. Dalam kemarahannya, dia telah salah pahami semua tindakan Papanya terhadap mereka.


"Lalu bagaimana dengan kasus Recky?" Tanya Aaric, mengingat Jekob belum melaporkan perkembangan persoalan yang ditimbulkan Recky dan pernikahannya.


"Mengenai kasus tuan muda Recky, sepertinya berjalan sesuai dengan perkiraan bapak. Keluarga Tarikalla mau menggugat cerai tuan muda, karena mau menikahkan istri tuan muda dengan orang lain untuk menyelamatkan perusahaan mereka. Gugatan cerai dari keluarga Tarikalla sudah didaftarkan ke pengadilan negeri. Mungkin surat panggilan kepada tuan muda Recky akan dikirimkan ke alamat rumah tuan muda Recky." Jawab Jekob, menjelaskan yang diketahuinya.


"Baik. Biarkan mereka kirim ke alamat rumah dan tidak usah terlibat. Biarkan iblis di rumah yang akan selesaikan apa yang dia mulai. Dia yang mulai, dia yang selesaikan sendiri." Ucap Aaric dingin dan serius.

__ADS_1


"Baik, Pak. Saya akan membicarakan itu dengan pengacara. Agar tidak usah ikut campur, jika keluarga Tarikalla telah menggugat tuan muda." Ucap Jekob mengerti maksud bossnya.


"Keputussn cerai dari pengadilan pasti akan dikirim ke rumah. Kau tolong bicarakan dengan pengacara, agar kita bisa dapatkan salinannya. Saya ingin mengirimnya ke Recky, agar dia bisa tenang dan bisa bepergian, terutama ke sini." Ucap Aaric serius, tapi hatinya sedikit lega.


"Baik, Pak. Saya akan usahakan agar sesegera mungkin mendapatkan salinannya setelah ada keputusan cerai dari pengadilan." Jekob mengerti yang dimaksudkan bossnya.


"Saya serahkan padamu dan pengacara untuk tangani kasus ini sampai selesai. Semoga sudah selesai setelah rapat pemegang saham di Biantra." Ucap Aaric serius.


"Besok saya bicara dengan Carren untuk atur pertemuan berikutnya. Setelah itu, kau segera atur penerbanganku ke Malang. Aku mau bertemu dengan Papa dan mengajaknya ke sini. Kita bertiga akan pergi melamar Carren." Ucap Aaric serius, karena dia merasa lega mendengar laporan Jekob bahwa Papanya tidak terlibat dalam masalah yang terjadi dalam perusahaan Biantra.


Dia akan mengajak Papanya, untuk melamar Carren bersama Jekob. Dia merasa sedikit lega, ada memiliki keluarga yang baik selain adiknya Recky. Dia belum bisa mengajak Recky untuk menemaninya, karena persoalan Recky belum selesai. Mereka masih harus menunggu keputusan pengadilan, sedangkan dia ingin secepatnya meresmikan hubungannya dengan Carren.


"Baik, Pak. Saya akan mengaturnya. Saya menunggu keputusan bapak, setelah berbicara dengan Nona Carren." Ucap Jekob serius, karena melihat bossnya sedang berpikir serius. Dia juga merasa bersyukur, bossnya akan melibatkan Papanya dalam peristiwa penting dalam hidupnya.


Tanpa perlu banyak kata, Jekob mengetahui bossnya sudah memaafkan Papanya sehingga mau bertemu dengannya. "Saya hanya melibatkannya untuk melamar Carren. Setelah itu saya akan membawanya pergi, agar Papa tidak ada di sini, saat iblis di rumah dan keluarganya diseret ke pengadilan." Ucap Aaric serius dan dengan rahang yang mengeras.


~●○♡○●~

__ADS_1


__ADS_2