
~•Happy Reading•~
Setelah makan siang bersama, Carren merapikan perangkat makan. Sedangkan Recky kembali turun ke lantai bawah sambil melihat-lihat ruang kerja dan tempat bekerja karyawan Florens. Banyak hal yang Recky tanyakan dan bicarakan dengan mereka.
Kemudian dia kembali duduk di meja pertemuan dengan client sambil termenung. Dia mulai mengerti dan memahami pekerjaan Carren setelah dijelaskan oleh para karyawan.
Saat melihat Carren telah turun tangga, Recky memberikan isyarat untuknya agar duduk di depannya. "Carren, setelah ini kau sibuk, ngga?" Tanya Recky setelah Carren duduk.
"Iyaa. Lumayan sibuk, karena mau mempersiapkan acaramu terlebih dulu. Setelah itu, baru yang lain." Jawab Carren sambil melihat Recky, karena tidak mengerti maksud pertanyaannya.
"Ini karena sudah siang, besok saja baru dikerjakan. Bagaimana kalau kita pergi kencan di sisa hari ini?" Tanya Recky, sambil memandang Carren serius.
"Kau kalau bicara suka benar." Jawab Carren tersenyum, untuk ngeledek Recky
"Memang aku sedang bicara benar. Ayooo, kita pergi. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Jadi kau sekalian pamit pada mereka." Ucap Recky, masih serius.
Ketika Carren melihat keseriusan Recky, dia mengangguk dan kembali ke atas untuk mengambil tasnya. Ada hal dalam diri Recky yang membuat dia tidak bisa menolak permintaannya. Saat turun kembali, dia bicara dengan Ichad, Akri dan pamit dari semua karyawan. Karena dia tahu, mungkin dia tidak akan kembali ke kantor, tetapi langsung pulang ke rumah.
Recky juga ikut pamit dengan semua karyawan satu persatu dan menitipkan Carren kepada mereka. "Tolong dukung dan semangati boss kalian, ya." Semua karyawan mengangguk, terharu. Mereka mulai mengerti apa yang sedang terjadi. Kemudian Recky berjalan keluar dari kantor Carren ke tempat parkir mobilnya.
Setelah pamit dengan karyawannya, Carren berjalan mengikuti Recky ke tempat parkir dengan hati bertanya-tanya. Hendak kemana mereka akan pergi kencan, menurut Recky.
"Pakai sabuk pengamanmu, lalu tolong info ke orang tuamu. Mungkin kau akan pulang agak malam, karena aku ngga bisa membawa mobil dengan cepat." Ucap Recky, sambil mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Aku hanya tinggal dengan Mama, nanti aku kasih tau kalau pulangnya agak telat dari jam kerja." Ucap Carren, dan Recky mengangguk mengerti. Kemudian dia membawa mobilnya masuk ke jalan tol Jagorawi dengan kecepatan normal.
"Kita mau ke mana, Recky?" Tanya Carren saat melihat Recky membawa mobil masuk ke jalam tol.
"Aku ingin membawamu ke suatu tempat. Tenang saja, supaya aku bisa konsentrasi. Tanganku lagi ngga normal, jadi aku butuh konsentrasi lebih untuk mengendalikan tangan kananku." Ucap Recky, sambil mengangkat tangan kanannya yang sedang sakit. Carren mengangguk mengerti.
Carren hanya memperhatikan jalan di sepanjang jalan tol, sambil berdoa dalam hati untuk perjalanan mereka. Dia menyadari kondisi tangan Recky yang sedang sakit. Tidak lama kemudian mereka keluar di pintu tol Sentul menuju tempat yang tidak diketahui oleh Carren.
Ketika tiba di suatu tempat yang sangat asri, Carren tertegun saat pintu gerbang dibuka. Halaman yang luas dengan sebuah bangunan mewah berwarna putih dengan atap berwarna merah di tengahnya. Di sekitar bangunan tersebut tumbuh banyak pohon rindang.
Recky memarkirkan mobilnya, lalu menarik nafas lega karena bisa tiba dengan selamat di tempat tujuan. "Ayooo, turun Carren. Kita sudah sampai." Recky keluar dari mobil dan mendekati orang yang membuka pintu gerbang.
"Pak, tolong buatkan juice dan bawa kepada kami di tepi danau, ya." Recky berkata kepada penjaga vila.
"Baik, tuan muda." Penjaga berkata sambil membungkuk. Kemudian Recky kembali mendekati Carren.
"Carren, aku ngga nyangka tempat ini bisa membuatmu begitu terpesona. Adakah sesuatu selain ini, yang bisa membuatmu seterpesona itu?" Tanya Recky sambil mendekati Carren.
"Mmmmm, mungkin balon udara. Pasti sangat menakjubkan jika bisa melihat dari atas suatu tempat yang indah begini." Ucap Carren pelan, tanpa mengalihkan pandangsnnya dari danau dan sekitarnya.
"Recky, terima kasih telah membawaku ke sini. Tempat ini sangat indah, sejuk dan menenangkan." Ucap Carren yang terus memandang danau dan sekitarnya sambil memegang dadanya.
"Mari duduk di sampingku, Carren. Aku ingin berbicara denganmu." Ucap Recky sambil menepuk tempat duduk di sampingnya. Carren berbalik dan duduk di samping Recky dengan suasana hati yang berbeda, sulit digambarkan.
__ADS_1
Recky memberikan juice jeruk yang telah disediakan penjaga vila kepada Carren. Kemudian mereka menikmati keindahan sekitar sambil minum juice tanpa suara. Recky menarik nafas panjang dan dalam. Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Carren yang duduk di sampingnya.
"Aku sebenarnya ingin membawamu ke sini saat melamarmu. Tetapi karena semuanya berubah, tadi aku berpikir lebih baik membawamu berkencan di sini, daripada tidak sama sekali." Ucap Recky pelan.
Carren tertunduk diam sambil memegang gelas juice jeruk dengan kedua tangannya. Dia tidak bisa berkata apapum mendengar yang dikatakan Recky. Dia hanya bisa menunduk dalam diam.
"Mungkin ini terakhir kita bisa berbicara seperti ini, jadi aku harap kau mau dengarkan aku baik-baik. Besok aku akan kembali ke Aussie, dan kembali ke sini satu hari sebelum hari H. Semua yang akan terjadi pada hari itu, aku serahkan padamu." Recky berkata pelan, tetapi serius.
"Aku percaya, kau akan mengatur semuanya dengan baik, seperti yang aku inginkan. Karena kau mengerti dengan jelas perasaanku menghadapi peristiwa ini. Jadi hal itu tidak akan menggangguku lagi." Recky tetap berbicara pelan dan serius.
"Saat ini aku hanya mau berbicara tentang kita." Recky meletakan gelas juice Carren di atas meja di sampingnya lalu meletakan kedua tangan Carren di atas tangan kirinya. Dia meletakan tangan kanannya yang sakit di atas tangan Carren.
Hal itu membuat posisi mereka hampir berhadapan. "Saat kita berpisah, pergunakan uang yang kau terima untuk kembangkan usahamu. Aku berharap dikemudian hari kau akan lebih sukses dari sekarang." Ucap Recky sambil mengusap tangan Carren dengan sayang. Pandangannya hanya pada tangan Carran dalam genggamannya.
"Aku bersyukur mencintaimu. Karena dengan mencintaimu, aku bisa hidup teratur seperti sekarang ini. Aku bisa fokus bekerja dan menata hidupku dengan baik untuk bisa bersamamu. Aku tidak tahu bagaimana hidupku, jika tidak mencintaimu. Mungkin karierku tidak akan sesukses sekarang." Recky berkata, lalu menghembuskan nafasnya perlahan.
"Aku tahu, kedepan sangat berat jalan yang akan kutempuh karena keputusanku ini. Tapi aku bersyukur, Tuhan memberikan hari ini bisa bersamamu di tempat ini. Sedikit banyak, aku bisa menikmati tempat ini sejenak bersamamu. Ini adalah bagian berarti yang tertinggal dari perjalanan hubungan kita." Recky terus menelus tangan Carren.
"Mariii... Berikan aku pelukan, agar aku kuat melangkah saat menempuh jalan yang telah kupilih ini." Ucap Recky sambil berdiri, tanpa melepaskan tangan Carren dari genggamannya. Carren berdiri dan langsung memeluknya dengan erat.
"Aku percaya, kau akan hidup dengan baik walau tidak bersamaku. Karena kau cerdas dan memiliki hati yang baik. Banyak orang akan sayang dan melindungimu, terutama Tuhan akan menjagamu." Recky berkata sambil mengusap punggung Carren dengan sayang. Carren menangis sesungkan dalam pelukan Recky, tanpa bisa berkata-kata.
"Terima kasih untuk semua yang kau lakukan untukku hari ini. Mari kita pulang, sebelum terlalu sore dan malam di jalan.." Recky berkata lalu mencium puncak kepala Carren lama dan dalam. Carren terus menangis dalam pelukan Recky. Dia makin sedih, mengingat keputusan yang dipilih Recky, adalah bagian dari menyelamatkannya juga.
__ADS_1
Recky melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Carren sambil berjalan mengelilingi danau, dengan hati yang beraneka rasa, sebagaimana teratai beraneka warna. Kemudian dengan langkah yang berat, mereka berjalan ke tempat mobil Recky diparkir.
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡