Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Iris Tipis 2.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Aaric melihat wajah tidak mengerti Jekob, segera beralih kepada Sapta yang sedang melihat juga ke arah Jekob. "Sapta, tolong jelaskan kepada Pak Jekob agar jangan kau yang mengiris lelaki gatal itu, tetapi Pak Jekob yang pingsan membayangkan pisau dapur dan kapak sedang beraksi membantai." Ucap Aaric serius, sambil menunjuk kearah Jekob yang belum paham maksudnya.


Sambil tersenyum dalam hati, Sapta mengangguk mengerti lalu menjelaskan kepada Jekob tentang maksud boss besar mereka. "Begini, Pak Jekob. Dalam perjalanan ke sini tadi, bapak katakan kepada saya ada terjadi kepanikan di kantor pusat Biantra Group. Direktur itu dan Ibu Biantra beserta saudaranya buru-buru pulang hampir bersamaan. Itu akibat jurus tiup telinga yang saya lakukan." Sapta mulai menjelaskan.


"Saat saya lakukan penyelidikan seperti yang bapak perintahkan, saya mengetahui Direktur keuangan itu yang main api dengan Ibu Biantra. Ketika saya mendengar mereka mulai resah dan tidak terima ada pergantian para Direktur, saya langsung katakan saja akan ada pergantian Direktur Keuangan untuk melihat pergerakan."


"Saya sengaja menyampaikan kepada beberapa orang yang sudah saya sebarkan di perusahaan itu, bahwa Komisaris baru sedang menyiapkan Direktur Keuangan untuk menggantikan Direktur Keuangan yang ada. Dengan cepat berita itu sampai ke telinga Ibu Biantra dan Direktur Keuangan. Maka mereka segera cari cara untuk menyelamatkan diri agar bisa bertahan di perusahaan. Itu bagian dari irisan tipis yang dimaksudkan Pak Aaric." Sapta meneruskan penjelasannya.


"Tetapi saya terlalu cepat mengelusnya dengan kapak. Seharusnya saya mengusap dia dengan pisau dapur, supaya bisa ngeri-ngeri sedap." Ucap Sapta lagi, lalu Jekob menepok dahinya karena sudah mengerti maksud bossnya dengan mengiris tipis-tipis.


"Oooh... Kalau saya, terserah kau mau pakai alat apa untuk mengelus. Yang penting, judulnya mengiris tipiiisss... Saya akan gabung jurus denganmu." Ucap Jekob tersenyum, mulai memahami.

__ADS_1


"Hal yang dikatakan Sapta itu, mau saya laporkan kepada bapak. Tadi salah satu Direktur yang baru kita tempatkan di Biantra Group menghubungi saya dan mengatakan Nyonya di rumah dan Direktur Keuangan tiba-tiba pulang. Diikuti juga oleh Om dan sepupuh bapak, mungkin terjadi sesuatu. Ternyata akibat jurus tiup telinga Sapta." Jekob mulai mengerti dan meneruskan laporan kepada bossnya.


"Juga ada kabar, Pak Sunijaya sudah mulai sehat setelah beberapa waktu yang lalu beliau dirawat di rumah sakit akibat tekanan darahnya naik. Beliau mungkin tidak menyangka, kondisi perusahaannya sangat bergantung kepada Biantra Group dan juga mungkin telah mengetahui apa yang dilakukan oleh Nyonya di rumah dan Direktur keuangan itu." Jekob menjelaskan tentang informasi yang diterimanya.


"Kita tinggalkan para hewan pengerat itu bersama dayang-dayangnya. Setelah ini, saya akan berikan kesempatan kepada Sapta untuk mengiris mereka mulai dari buntut. Lalu Jekob, bagaimana dengan urusan kebrangkatan kami?" Aaric bertanya kepada Jekob, karena dia ingin segera berangkat untuk memeriksakan kondisi kesehatan Pak Biantra.


"Semua sudah beres, Pak. Dua hari lagi bapak sudah bisa berangkat. Selanjutnya, kami akan menunggu perintah bapak untuk menentukan rapat pemegang saham dan juga eksekusi Direktur Keuangan. Saya akan siapkan penggantinya, sambil menunggu keputusan bapak." Ucap Jekob selanjutnya dengan cepat.


"Baik. Kami akan berangkat sesuai schedule. Saya akan putuskan rapatnya setelah ada kepastian kondisi kesehatan Papa. Sementara itu, kau jangan memasukan orang baru sebagai Direktur Keuangan." Ucap Aaric serius, mulai mengatur strategi. Dia khawatir, Jekob akan mengangkat Bu Anova menjadi Direktur keuangan yang baru di Biantra Group.


"Baik, Pak. Saya mengerti. Saya akan mencari orang lain secepatnya sebagai pengganti, karena Sapta sudah mulai menyebar isu itu, saya segera melakukan pergantian setelah melapor kepada bapak. Saya sempat berpikir akan menempatkan Bu Anova untuk menggantikan Direktur Keuangan itu." Ucap Jekob menjelaskan dan mengakui insting bossnya tentang penempatan Bu Anova sebagai pengganti Pak Haiman.


"Lebih baik, sementara ini kau dan Sapta menyelidiki karyawan bagian keuangan di Biantra Group pusat atau cabang yang bisa dipercaya untuk ditempatkan sebagai penggantinya. Terutama yang mengetahui kinerja tikus mondok itu sebagai Direktur Keuangan."

__ADS_1


"Sapta, kau segera menyelidiki pekerjaannya selama ini sebagai Direktur Keuangan di Biantra Group. Saya curiga dia ambil bagian bersama iblis dan keluarganya dalam mengatur aliran dana perusahaan ke tempat-tempat yang tidak semestinya, sehingga membuat perusahaan oleng. Kau boleh mulai mengirisnya tipis dari situ." Ucap Aaric lagi.


"Baik, Pak. Saya mengerti. Saya akan mencari, mungkin ada lubang yang sudah digali. Saya akan menutup lubangnya dan membersihkan sekitarnya, sebelum saya mengiris tipis dengan pisau dapur seperti orang mengiris bawang." Ucap Sapta dengan sigap. Jekob mengangguk mengiyakan, karena sudah mengerti apa yang dimaksudkan Sapta dan bossnya.


"Baik. Saya serahkan tikus mondok itu kepadamu. Jekob, semua saham Papa dan kakek, jangan digabungkan dengan milik saya. Saya berencana mau memberikan itu kepada Recky. Tetapi untuk sementara ini jangan ada nama Recky sebagai pemegang saham di Biantra Group. Saham Papa dipegang olehmu dan atas namamu. Sedangkan saham kakek dipegang oleh Sapta dan atas namanya. Agar kalian bisa ikut dalam rapat pemegang saham. Nanti setelah semuanya beres, baru kau pindahkan semua saham itu kepada Recky." Ucap Aaric menjelaskan rencananya.


"Baik, Pak. Saya mengerti. Besok akan saya siapkan dokumennya sebelum bapak dan Pak Biantra berangkat ke Swiss." Ucap Jekob yang mulai mengerti rencana bossnya.


"Mengenai saham Biantra Group yang dipegang oleh Pak Hutama, kau tidak usah membelinya. Kau cukup berbicara dan memintanya untuk berada di pihak kita. Saya ingin Pak Hutama hadir saat rapat pemegang saham nanti. Kau tolong atur itu, dan yakinkan Pak Hutama sendiri yang hadir. Jangan mengirimkan asistennya atau orang lain untuk mewakilinya." Ucap Aaric tegas, karena dia sudah punya rencana lain.


"Apakah Gungun tetap jadi diserahkan, jika kita tidak memiliki saham Pak Hutama, Pak?" Tanya Jekob yang belum memahami perubahan rencana bossnya.


"Tetap kita serahkan sebagaimana janji kita kapada Pak Hutama. Sekarang kasus itu berdiri sendiri, nanti pada saatnya akan saya gabungkan. Kau pastikan saja, kehadiran Pak Hutama dan beliau ada di pihak kita sebagai barter untuk menyerahkan Gungun. Saat ini, posisi kita sudah benar-benar aman di perusahaan dengan saham Papa dan kakek ada pada kita, tanpa harus memiliki saham Pak Hutama." Ucap Aaric serius sambil berpikir tentang rencana yang telah disusunnya.

__ADS_1


"Karena ada peristiwa dengan kedua tikus mondok itu, saya akan mengembangkan rencana dan strategi sedikit meleber ke arah yang tidak terduga." Aaric sudah memikirkan rencana baru untuk menghadapi Opah, Mama dan juga saudara-saudaranya. Termasuk memberikan pelajaran kepada Haiman.


...~●○♡○●~...


__ADS_2