Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Tempat Franky.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Setelah meninggalkan restoran, Ayunna membawa mobilnya ke Ollehart Building. Dia telah menghubungi Papanya dan memberitahukan akan datang ke kantor untuk menemuinya. Setelah mendengar Riri sudah bekerja, dia jadi tertarik ingin melihat-lihat perusahaan dan kantor Papanya.


Saat tiba di lobby, Ayunna melihat Franky sedang berbicara dengan sesama karyawan Ollehart Group. Franky tidak melihat kehadirannya, karena dia mengambil tempat yang agak terlindung dari pandangan Franky. 'Mungkin mereka baru pulang istirahat siang.' Ayunna membantin.


Franky telah diterima dan bekerja di perusahaan Papanya. Itulah yang dikatakan Papanya, karena Franky orang yang pintar dan memiliki kemampuan berbicara yang baik. Ayunna terus melihat Franky yang asyik berbicara dengan beberapa karyawan wanita dan pria. Melihat itu, dia mendapat ide lalu mengirim pesan kepada Franky.


"Kau di bagian apa?" Isi pesan Ayunna kepada Franky. Setelah pesannya terkirim, dia melihat Franky mengambil ponsel dari saku celananya. Setelah dia membacanya, bukan membalas tetapi langsung melihat di sekitarnya.


Karena tidak melihat yang dicari, Franky membalas pesannya. "Di Pemasaran. Kau ada di mana?" Balasan pesan Franky yang curiga, menerima pesan Ayunna yang tiba-tiba. Setelah dibaca, Ayunna tidak membalasnya tetapi naik menuju ruang kerja Papanya.


Setelah sampai di ruang kerja Papanya, dia disambut dengan pandangan heran. "Angin apa yang membawamu ke kantor Papa?" Tanya Pak Ollehart, saat melihat Ayunna telah berada dalam ruang kerjanya.


"Ayunna mau lihat-lihat kantor Papa, siapa tahu tertarik pingin belajar kerja. Ayunna sekarang kan, sudah selesai kuliah. Jadi pingin belajar kerja, mengenal perusahaan Papa." Ayunna menjawab sambil tersenyum.


"Baguslah, kalau kau berpikir begitu. Walaupun perempuan, kau harus tahu pekerjaan dan perusahaan orang tuamu. Kau mau kerja di bagian mana?" Tanya Pak Ollehart sambil berpikir, dan melihat Ayunna.


"Lebih baik, kau kerja dibidang yang sama dengan temanmu itu saja. Kau bisa minta dia membantumu. Karena menurut asisten Papa, dia pintar dan cepat belajar. Sekarang dia sudah menjadi Manager Pemasaran. Jadi kau bisa belajar banyak darinya." Papa Ayunna mengusulkan, sebelum Ayunna meminta.


Hatinya sangat senang, karena tidak perlu memintanya lagi. Karena memang dia berniat ditempatkan di bagian pemasaran bersama Franky. Makanya tadi dia menanyakan bagian kerjanya.


"Baiklah, Pa. Ayunna di bagian itu saja, supaya lebih mudah belajar dan bekerja dengan yang sudah dikenal. Kalau bisa, Ayunna secepatnya mulai kerja, ya, Pa." Jawab Ayunna senang dan bersemangat.


"Secepat itu? Kau tidak istirshat dulu? Bukannya kau belum lama ujian. Pergunakan waktumu untuk rileks sejenak." Saran Pak Ollehart, mengingat putrinya baru selesai ujian.


"Ngga usah, Pa. Mumpung lagi semangat mau kerja, jadi langsung saja. Daripada otak keburu adem, dan juga sudah lama istirahat di rumah." Ayunna berkata dengan yakin dan tegas, agar Papanya percaya bshwa dia serius.


"Baiklah... Papa akan bicara dengan asisten agar memanggil temanmu ke sini untuk membicarakannya." Ayunna mengangguk dengan hati tersenyum senang.


.***.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian, Franky telah berada di ruang kerja pimpinan Ollehart. Dia bergegas datang ketika diminta oleh asisten boss besar Ollehart. Dia berjalan dengan hati yang was-was, dan terus bertanya ada apa. Dia berpikir, mungkin telah melakukan kesalahan sehingga dipanggil menghadap pimpinan tertinggi Ollehat.


Saat masuk dan melihat Ayunna ada dalam ruangan tersebut, dahinya berkerut sambil melihat Ayunna. Dia buru-buru mengendalikan dirinya, saat mendengar Pak Ollehart memanggil namamya. Dia mendengar semua yang dikatakan dengan diam. Walaupun hatinya bertanya-tanya, tentang tugas untuk membantu Ayunna saat bekerja di bagian pemasaran.


Setelah selesai berbicara, Frsnky kembali ke ruang kerjanya dan duduk terhenyak. Sekarang baru bisa bernafas lega setelah mengetahui maksud dari pemanggilan boss besarnya. 'Pantesan tadi dia tanya aku di bagian apa.' Franky membatin. Dia mulai tersenyum, melihat jalan yang baik bagimya.


Setelah bisa bernafas lega, dia mengirim pesan kepada Ayunna. "Kenapa ngga kasih tau aku, kalau sudah selesai ujian?" Franky bertanya demikian, karena melihat Ayunna telah keluar rumah, berarti dia sudah selesai ujian.


Dia melihat pesannya dibaca, tetapi tidak dibalas. Hal itu membuatnya kesal, tetapi ditahannya dengan mencoba sabar. Dia kembali mengirim pesan. "Aku tunggu di tempatku." Kembali pesannya dibaca, tetapi tidak dibalas.


Franky tidak perduli dengan sikap Ayunna. Dia langsung share loc tempat tinggalnya. Kemudian mulai konsen mengerjakan pekerjaan yang belum selesai dikerjakan menunggu waktu pulang kantor.


Setelah pulang kantor, Franky mandi dan beristirahat walau hari masih sore. Dia sangat lelah, karena banyaknya pekerjaan yang dikerjakan. Apalagi sekarang dia telah menjabat sebagai Manager Pemasaran. Hal itu membuat dia sangat sibuk dan menguras energi.


Ketika dia mulai terlelap, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kostnya. Franky perlahan membuka matanya dan mengumpulkan kesadarannya. Dia mulai menyadari, pintu kamarnya yang diketuk.


Dengan rasa kesal karena telah menganggu tidurnya, Franky berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang datang ke tempat tinggalnya. Saat melihat siapa yang datang, Franky makin kesal.


"Kau tinggal di tempat seperti ini? Apa ngga salah ini?" Tanya Ayunna heran, sambil melihat isi dan luas kamar Franky. Kamarnya tidak lebih besar dari kamar mandi di kamarnya.


"Ngga ada yang salah, Ayunna. Kalau mau belajar mandiri tu, jangan tanggung-tanggung. Silahkan duduk sesukamu saja. Mau minum, ambil sendiri di kulkas. Kau parkir mobilmu di mana?" Tanya Franky, mengingat Ayunna suka bawa mobil.


"Itu di depan, kau tinggal bukan saja di rumah yang sempit, tetapi juga jalannya. Aku susah masuk ke sini dengan mobil." Ayunna menggerutu.


"Kasih kuncinya ke sini, aku akan parkirin di luar sana." Ucap Franky, karena di depan (jalan utama) ada tempat yang bisa dipakai untuk parkir mobil.


Saat Franky kembali, Ayunna telah duduk di atas kasur yang Franky letakan di atas lantai beralaskan karpet. Dia melihat Ayunna telah mengambil soft drink kaleng yang ada di kulkas.


"Kau sudah selesai ujian, ngga kasih tau aku. Kau lulus ngga?" Tanya Franky sambil duduk di samping Ayunna dengan minuman kaleng di tangannya.


"Yaa, luluslah. Kalau ngga lulus, mana mungkin bisa keluar rumah." Ayunna jawab, lalu minun soft drink yang ada di tangannya. Melihat itu, Franky langsung ambil minuman dari tangan Ayunna. Dia langsung menc**m bi2rnya lembut dan lalu melu**tnya.

__ADS_1


"Kalau aku tanya itu, jawab. Tadi sudah di kantor, main rahasia-rahasiaan." Ucap Franky, lalu kembali  menc**m dan melu**t bi**r Ayunna. Ketika mendapat balasan yang sama dari Ayunna, Franky menjadi liar. Dia mulai menyerang daerah sensitif Ayunna.


Franky membaringkan Ayunna di atas kasurnya, karena sudah tidak bisa menahan naf*unya. Hal itu membuat Ayunna terkejut dan langsung mendorong tubuh Franky dan bangun. Franky pun ikut terkejut dengan tindakan Ayunna yang tiba-tiba.


Dengan mata yang memerah dan nanar, Franky mencoba mengendalikan naf*unya. "Apa yang kau lakukan Ayunna?" Franky berkata sambil tidur tertelungkup.


"Aku ngga mau lakukan itu di sini. Di tempat seperti ini." Ayunna berkata sambil menunjuk kasur Franky.


"Kau pikir, kasur ini berkuman? Sudah, sana pulang. Mobilmu ada di luar sana." Franky menjadi emosi, tetapi tetap dengan posisi tengkurap untuk meredam gelora dalam dirinya.


"Kau tidak keluar mengantarku?" Tanya Ayunna, heran melihat Franky tetap tidur tengkurap. Ayunna sendiri sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat apa yang dilakukannya bersama Franky.


"Kau mau aku mengantarmu sambil membawa monas?" Tanya Franky kesal, tetap dalam posisi tubuh tengkurap.


"Bawa monas? Apa maksudmu, Franky?" Tanya Ayunna, tidak mengerti yang dimaksudkan Franky.


Franky tidak menjawab, tetapi membalikan badannya, lalu menunjuk di bawa perutnya. "Dasar omes." Ucap Ayunna, lalu mengalihkan pandangannya dari bagian tubuh Franky.


"Apa itu omes?" Franky melihat Ayunna dengan dahi berlipat.


"Otak mesum." Jawab Ayunna, sambil tersenyum. Mendengar itu, Franky jadi kesal.


"Oooh, kau bilang aku omas, tetapi kau sendiri mutan." Franky tidak mau kalah, karena melihat Ayunna juga sedang berusaha menenangkan gejolak dalam dirinya.


"Apa itu, mutan?" Ayunna melihat Franky dengan mata melotot.


"Mulut tandus, karena kau menelan air liurmu berulang kali. Sebentar lagi mulutmu kering kerontang." Mendengar hal itu, Ayunna hampir melempar Franky dengan apa yang ada di dekatnya. Karena dia merasa malu, ketahuan sama bern*sunya.


"Sana jalan keluar duluan, berdiri di luar pintu itu. Aku akan keluar menyusulmu. Jangan tinggal lebih lama lagi di dalam sini. Karena berikutnya, kau tidak akan bisa menghentikanku." Franky berkata serius, lalu bangun dari kasurnya.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2