Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Rencana Franky 1.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Di tempat yang lain ; Franky yang telah selesai ujian dan lulus, sedang berbaring di kamar kostnya. Dia sedang berpikir, apa yang harus dikerjakan atau dilakukan sambil menunggu waktu wisuda. Dia tidak berkeinginan untuk pulang kampung atau pulang ke rumah Om nya.


Dia salah satu siswa yang berprestasi sehingga bisa mendapatkan beasiswa sekolah dan kuliah di Wangsa. Ketika mulai kuliah, dia sudah bisa tinggal di tempat kost dan hidupin dirinya sendiri.


Sejak sekolah dia biasa berkumpul dan bergaul dengan teman-temannya yang tajir, karena dia bisa menyesuaikan diri dan membuat dirinya seakan-akan dari keluaga tajir juga.


Teman-teman nongkrong melihat penampilannya, mereka berpikir dia anak orang kaya sama dengan mereka. Selain penampilan, dia biasa mengenakan pakaian, sepatu atau tas bermerek. Sehingga mereka sering mengajaknya nongkrong atau hangout bersama.


Jika di antara teman-temannya menanyakan tentang pekerjaan orangtuanya, dia akan mengatakan orang tuanya hanya pengusaha kecil di Sulawesi Utara. Jadi teman-temannya menganggap dia orang yang rendah hati. Tetapi tidaklah demikian, Papanya adalah seorang ASN yang tidak memiliki jabatan di satu departemen. Hanya pegawai biasa, sedangkan Mamanya adalah seorang IRT. Om dari Papanya mengajak dia tinggal di Jakarta, karena dia anak yang pintar.


Karena sering berkumpul dan bermain dengan kelompok anak-anak borjuis, membuat dia tidak bisa meninggalkan komunitas itu. Kesenangan dan kemewahan yang diperoleh membuat dia terus brpikir untuk tetap beranda di lingkungan tersebut. Dengan berbagai cara dia mendapatkan uang untuk membeli apa yang dibutuhkannya.


Untuk mengimbangi dan menutupi keadaan yang sesungguhnya, dia membeli semua kebutuhan bermerek seperti baju, sepatu atau tas bekas. Kemudian dicuci bersih dan disetrika yang rapi. Sehingga ketika dipakai, teman-temannya tidak menyadari bahwa yang dikenakannya adalah barang bekas.


Apalagi dia mulai memiliki perasaan suka pada Ayunna. Dia berusaha mendapatkan uang yang banyak, agar bisa bergaya seperti teman-teman nongkrong sekalangan dengan Ayunna. Kadang-kadang dia berusaha mentraktir mereka, jadi tidak melulu dia yang ditraktir. Semua itu dilakukan, agar lebih meyakinkan bahwa dia sekalangan dengan teman-temannya.


Mengingat Ayunna, dia teringat dengan perjanjian mereka. Dia segera mengambil ponsel untuk menghubungi Ayunna, sebelum kesempatan yang direncanakannya terbuang sia-sia.


📱"Alloo, Ayunna. Lagi ngapain?" Sapa Franky saat Ayunna merespon panggilannya.


📱Alloo, Franky. Lagi persiapan mau ujian. Ada apa kau menghubungiku?" Ayunna menjawab dan balik bertanya, karena dia merasa terganggu dengan telpon Franky. Walaupun kesal, dia harus menerima telpon Franky, karena mengingat perjanjian mereka.

__ADS_1


📱"Apa kau sudah lupa dengan kesepakatan kita? Ini sudah dekat waktu ujianmu. Kapan kau mau ambil CV ku dan serahkan ke Papamu? Aku kasih waktu sampai malam ini, ya. Kalau kau tidak kasih kabar, besok aku akan ke kampus dan sebarkan. Setelah itu, nanti kau akan lihat sendiri." Franky berkata serius, karena mendengar nada tidak senang Ayunna menerima telponnya. Franky berpikir, Ayunna akan mengingkari janjinya.


📱"Kau sedang mengancamku? Tidak tau diri sekali." Ayunna menggerutu, tetapi Franky mendengarnya. Hal itu membuat emosinya meluap dan melupakan keinginan hatinya untuk mendapatkan Ayunna. Otaknya yang dikenal encer, mulai mengalirkan rencana yang pernah dipikirkannya. ia mulai memainkan perannya.


📱"Aku tidak mengancammu. Aku hanya mengingatkan kembali pada kesepakatan saat itu. Jika kau ingkar, tidak masalah bagiku. Sampai bertemu di tempat yang syadu." Franky berucap sambil menahan rasa geramnya. Dia telah memegang banyak hal negatif dari Ayunna.


Ketika mendengar suara dan cara bicara Franky, Ayunna merubah sikapnya. Dia yang tadinya kesal berusaha berbicara dan bersikap baik, karena sebentar lagi akan ujian. Bisa berantakan rencananya, jika orang tuanya tahu.


📱"Baiklah, bawa CV mu sekarang ke tempatku. Aku tunggu, jangan lupa bawa semua buktinya padaku." Ayunna mengalah, karena dia sadar itu untuk kebaikannya. Kalau orang tuanya tahu, dia tidak akan bisa hidup seperti sekarang.


📱Baik. Share loc yang mau kudatangi, sekarang aku akan kesana." Ucap Franky, lalu mengakhiri pembicaraan mereka dengan senyuman kecil di sudut bibirnya.


Dia sudah tidak sabar bertemu dengan Ayunna, karena inilah waktu yang sudah ditunggu-tunggunya. Dia mempersiapkan semua yang dibutuhkan dan memasukan ke dalam ransel bermerek yang dipunyainya.


Setelah mendapat alamat yang dikirim oleh Ayunna, dia segera pesan mobil online. Dia mengenakan baju bermerek  yang bagus, karena dia tahu Ayunna sangat memperhatikan penampilan.


*Flashback*


Disaat berpikir bagaimana bisa mendapat uang yang banyak agar bisa bergaul dengan teman-temannya, peluang itu datang. Beberapa teman yang bukan dari keluarga berada, yang biasa-biasa saja seperti dirinya mengajaknya kerja sama.


Mereka mengetahui dia pintar dan berprestasi di sekolah dan kampus, sehingga mengajaknya bekerja sebagai joki skripsi. Mendengar penjelasan mereka dan pendapatan yang lumayan, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Hal itu cukup muda baginya yang berotak encer. Setelah beberapa waktu dilakukan, dia makin ketagihan dengan penghasilan yang didapatnya.


Peluangnya makin besar saat dia mengetahui ada email masuk dari seseorang bernama Ayunna. Teman sesama Joki memberitahukan hal itu kepadanya dan dia memeriksa calon client tersebut. Ketika mengetahui itu adalah Ayunna temannya, dia menghubunginya secara pribadi.

__ADS_1


Mereka membuat janji bertemu dan membicarakan perihal pembuatan skripsi secara pribadi. Setelah pertemuan mereka, Franky berjanji akan membuat skripsi Ayunna tanpa menerima bayaran. Tetapi ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh Ayunna.


Karena saat itu, Ayunna sudah ketahuan mau gunakan jasa joki skripsi, dia sudah tidak bisa mengelak. Karena merasa malu terhadap Franky, dia menyetujui saja semua syarat yang diajukan oleh Franky. Salah satunya, Ayunna harus memasukan dia untuk bekerja di perusahan orang tuanya sebelum Ayunna mengikuti ujian. Jika tidak, Franky akan membocorkan kepada pihak kampus dan orang tuanya tentang skripsinya.


Semua perjanjian itu direkam oleh Franky dan juga arsip skripsinya, karena dia khawatir Ayunna berubah pikiran dan mengingkari janjinya. Franky mempersiapkan semuanya dengan cermat, karena dia agak curiga kepada Ayunna.


Sudah dengan berbagai cara, dia membantu Ayunna pada saat sekolah dan awal kuliah agar bisa dekat dengannya, tetapi Ayunna tetap menjauh darinya. Tidak pernah sedikitpun, dia menanggapi perhatiannya.


Tadinya dia berpikir semuanya karena Recky. Pasti Recky yang membuat Ayunna tidak meliriknya. Tetapi setelah bertemu dengan Recky dan melihat sikapnya terhadap Ayunna, Franky tahu itu hanya sepihak dari Ayunna. Hal itu membuat dia harus berhati-hati terhadap Ayunna.


*Flash off*


Saat tiba di rumah Ayunna, Franky diantar masuk oleh security. Ayunna telah memberitahukan security di pos keamanan rumahnya tentang kedatangan temannya.


Melihat rumah Ayunna, Franky mencoba menyembunyikan rasa kagumnya dengan bersikap biasa saja. Hanya ada Ayunna di rumah, karena dia tidak diijinkan keluar oleh orang tuanya sebelum ujiannya selesai.


"Ayoo, masuk dan letakan saja CV mu di situ. Nanti Papa pulang baru aku kasih." Ayunna mempersilahkan Franky masuk dan menunjuk salah satu meja di ruang tamu, agar CV Franky diletakan di sana.


"Mengapa kau ngotot mau bekerja di perusahan Papaku? Bukankah orang tuamu ada punya perusahaan sendiri?" Tanya Ayunna, sambil berjalan bersama Franky ke samping rumahnya. Dimana dia sedang belajar di gazebo, dekat kolam renang.


"Pingin belajar bekerja, supaya mandiri dan bisa ngurusin perusahaan sendiri." Franky berkata dengan yakin, karena memang itu yang direncanakan dan diinginkannya.


Saat berjalan ke gazebo dimana tempat Ayunna belajar, tiba-tiba jalan Ayunna agak oleng membuat tangannya mendorong Franky di sampingnya sehingga jatuh dan masuk ke kolam renang.

__ADS_1


"Oooh, maaf Franky. Aku ngga sengaja." Ucap Ayunna dengan wajah terkejut, tetapi hatinya bersorak gembira. Pikirnya, ponsel atau semua bukti yang dimiliki Franky akan rusak saat masuk ke dalam kolam renang. Dia telah merencanakan semua itu, saat Franky diminta datang ke rumahnya.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡


__ADS_2