
~•Happy Reading•~
Franky sangat terkejut, saat menyadari dia sudah berada dalam kolam renang. Ketika melihat semburat senyum di bibir Ayunna, Recky tahu Ayunna sengaja melakukannya. 'Mari kita bermain, kau telah menunjukan tandukmu. Kita akan lihat, siapa yang bisa menanduk.' Franky berkata dalam hati, lalu menyelam.
Dia tertawa senang di dalam kolam renang, kemudian muncul ke permukaan dan melihat Ayunna. "Sudah lama ngga berenang. Senang sekali, hari ini bisa berenang." Lalu Franky melepaskan ransel juga sneakersnya dan meletakan itu di pinggir kolam renang. Kemudian dia membuka kemejanya dan melepaskan celana panjangnya, lalu meletakan semuanya di samping ransel dan sneakersnya.
Dengan hanya mengenakan CD (cela** dal**), dia berenang gaya punggung kesukaannya. Hal itu membuat Ayunna terkejut dan melihatnya dengan mata melotot, tetapi hatinya panas dingin melihat Franky yang happy.
"Apa yang kau lakukan Franky? Lekas naik dan pakai bajumu." Ayunna tersentak melihat Franky berenang gaya punggung bolak balik dengan santai. Tindakan Franky yang tidak diduga oleh Ayunna, membuat wajahnya memerah melihat bentuk tubuh Franky. Franky makin senang memamerkan gaya renang kesukaannya.
"Silahkan pesan kemeja dan celanaku yang baru, juga ponselku yang telah kau rusakin." Ucap Franky, yang telah berenang mendekati Ayunna yang ada di pinggir kolam renang.
"Ngga usah khawatir, walaupun ponselku rusak tapi buktinya masih tersimpan rapih dan aman. Aku juga punya bukti tambahan, kau mandikan Carren dengan lumpur." Franky sudah menduga, Ayunna akan menghilangkan bukti perjanjian mereka. Tetapi tidak menyangka dia akan mendorongnya ke dalam kolam renamg.
"Kenapa kau bengong? Lekas pesan baju dan ponselku, atau kau mau aku tunggu sampai orang tuamu pulang?" Tanya Franky, lalu kembali berenang. Ayunna memanggil pelayan untuk membawa baju Franky untuk dikeringkan. Kemudian dia pesan ponsel baru untuk Franky.
"Jangan lupa pesan CD untukku. Atau kau mau melihatku berenang tel***ang? Biar semuanya ini dikeringkan pelayanmu?" Franky berenang mendekati Ayunna lagi dan menunjuk CD yang sedang dipakainya.
Ayunna tidak tahan melihat semua yang dilakukan Franky. Dia menelan salvinanya berkali-kali. Semuanya tidak luput dari perhatian Franky. Kemudian dia menyiram wajah Ayunna yang memerah melihat otot perutnya dari dekat.
Franky kembali menyelam dengan hati tersenyum. 'Kau lihat saja nanti.' Dia membatin, senang dengan kondisi yang tidak terduga dan sangat menguntungkanya.
Saat dia berbalik dan hendak berenang ke arah Ayunna, dia melihat Ayunna tidak ada di tempatnya. Dia mencari seputar kolam renang, tetapi Ayunna tidak terlihat. 'Kemana dia?' Tanyanya dalam hati, sambil terus mencari.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Ayunna datang sambil membawa bathrobe dan handuk putih di tangannya. "Ayoo, cepat naik dan kenakan ini." Ayunna mengangkat apa yang ada ditangannya.
Franky naik ke pinggir kolam renang dan mengambil bathrobe dari tangan Ayunna. Saat mengenakannya, dia menggoyangkan kepalanya sehingga air yang membasahi rambutnya menciprati wajah Ayunna yang tetap melihatnya.
"Kau sudah pesan CD untukku?" Tanya Franky, sambil mengambil handuk dari tangan Ayunna.
"Belum. Kalau begitu, kau tunggu di situ." Ucap Ayunna, lalu hendak berjalan untuk mengambil ponselnya.
"Kalau begitu, ngga usah. Ini saja dikeringkan." Franky melepaskan CD nya dengan santai dan mencelupnya ke kolan renang lalu meremasnya. Ayunna termagu, melihat apa yang dilakukan Franky di depannya.
"Iniii... Minta tolong pelayanmu mengeringkannya juga." Franky meletakan CD nya di tangan Ayunna yang masih termangu. Ayunna membawanya tanpa membantah, hal itu membuat Franky tertawa dalam hati.
Saat Ayunna kembali, Franky telah duduk di gazebo sambil melihat yang sedang dipelajari Ayunna. Dia mengeringkan rambutnya yang masih basah, tanpa menyadari kehadiran Ayunna di dekatnya.
Tanpa bisa dihindari, Ayunna jatuh meniban tubuh Franky. "Aauuu..." Franky merintih, karena punggungnya sakit kena lantai Gazebo. Tetapi kemudian dia tersenyum senang, melihat Ayunna ada di atasnya. Tanpa menunggu aba-aba, dia langsung memeluk Ayunna dan berputar. Ayunna yang jatuh tanpa gaya memudahkan Franky untuk melancarkan serangannya.
Dia langsung mencium pipi dan kemudian bergeser ke bibir Ayunna. Mengetahui Ayunna tidak menolak yang dilakukannya, Franky meneruskan aksinya melu**t bi**r Ayunna. Ketika Ayunna merespon dan membalas apa yang dilakukannya, Franky seperti mendapat durian runtuh.
Franky makin berani ke daerah yang sebelumnya hanya di dalam khayalnya saja. Saat berada di leher Ayunna, Franky bergerser ke telinga Ayunna dan berbisik. "Hati-hati, dibalik bathrobe ini tidak ada penutupnya." Mendengar itu, Ayunna tersentak dan mendorong tubuh Franky lalu berdiri menjauh. Franky merapikan bathrobenya sambil melirik Ayunna.
"Hahahaha... Ngga usah ngambek. Sebentar lagi pelayanmu akan membawa bajuku. Kau mau mereka melihat kita bergumul di sini?" Franky tertawa, untuk meredam gelora dalam dirinya juga sekaligus menggoda Ayunna yang menjauh darinya dengan wajah memerah.
Ayunna terdiam dan duduk tanpa melihat Franky. Dia terkejut dengan reaksi dan sensasi yang dirasakannya saat berci***man dengan Franky. Dia mengira tidak menyukai Franky, tetapi tadi saat mereka melakukannya, dia menyukai dan menikmati yang dilakukan Franky. Hal itu membuat dia terkejut dan malu dengan apa yang baru dilakukan dan dirasakannya.
__ADS_1
"Benar kan, yang aku katakan. Ituuu, pelayanmu sudah membawa pakaianku." Franky menunjuk dengan wajahnya ke arah pelayan yang sedang mendatangi mereka sambil membawa pakain di tangannya.
"Ini pakaiannya, Nona. Temannya Nona mau minum apa?" Tanya pelayan setelah menyerahkan pakaian Franky kepada Ayunna. Franky menggelengkan kepalanya, karena dia ingin segera pulang dari tempat Ayunna. Dia khawatir terjadi sesuatu, jika berlama-lama. Atau orang tua Ayunna tiba-tiba pulang, sehingga rencananya berantakan.
"Di mana kamar mandimu? Aku mau mandi dan ganti baju." Ucap Franky, setelah pelayan Ayunna meninggalkan mereka. Dia mengambil bajunya, karena melihat Ayunna yang hanya duduk diam termangu. Ayunna tersentak, saat mendengar pertanyaan Franky.
"Itu di sana. Mari ikut aku." Ucap Ayunna, lalu berdiri berjalan ke arah kamar mandi yang tidak jauh dari gazebo. Franky berjalan mengikutinya dari belakang. Dia tidak menyangka itu adalah kamar mandi, karena seperti bangunan tersendiri yang cukup luas.
"Ini kamar mandinya, nanti aku ambil handuk lain untukmu." Ucap Ayunna, lalu berjalan ke satu ruangan di samping deretan kamar mandi. Franky menunggunya di depan pintu kamar mandi, sambil memegang pakaiannya.
Ketika melihat Ayunna kembali dengan handuk di tangannya, pikiran nakal mengganggunya lagi. Saat Ayunna menyerahkan handuk kepadanya, dia langsung menarik tangan Ayunna untuk ikut masuk ke kamar mandi bersamanya.
Ayunna yang terkejut, tetapi tidak berontak membuat Franky makin berani. "Kita teruskan yang tadi terganggu." Franky kembali meneruskan perjuangannya. Dia memegang tengkuk Ayunna, lalu kembali melu**t bi**rnya tanpa memberikan kesempatan baginya untuk berucap.
Sambil berc***an, dia mendorong tubuh Ayunna hingga punggungnya menyentuh tembok. Ayunna menerima yang dilakukan Franky dan membalasnya dengan gelora yang sama.
Pada titik yang berbahaya, Franky berhenti. Sambil memeluk Ayunna, dia berbisik. "Cukup sampai di sini, kalau tidak kita akan melakukannya di lantai. Nanti setelah selesai ujianmu, datang ke tempatku." Franky merapikan pakaian Ayunna yang diam terpaku, karena terkejut atas tindakan Franky yang tiba-tiba berhenti.
"Konsentrasi untuk ujianmu dulu. Nanti baru kita bicarakan dan teruskan yang tadi." Franky kembali mencium bi**r Ayunna yang masih melihat Franky seakan tidak percaya.
Dipikiran Ayunna, bagaimana bisa berkonsetrssi dalam situasi seperti ini. Dia kembali membalas yang dilakukan Franky, karena dia sangat menyukai cara Franky memperlakukannya.
"Ternyata kau sangat doyan, ya. Cukup sampai di sini, sebelum orang tuamu pulang." Ucap Franky, masih bisa menahan dirinya. Dia khawatir rencananya gagal di awal, karena tidak bisa mengendalikan na*sunya. Dengan kesal dan wajah memerah serta nafas tidak teratur, Ayunna mendorong tubuh Franky, lalu keluar dari kamar mandi sambil membanting pintu.
__ADS_1
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡