Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Mengatur.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Keesokan hariya, sesuai dengan permintaan Carren, mereka semua berkumpul di ruko. Saat Carren tiba, rekan-rekan kerjanya sedang berdiri menunggunya di depan ruko.


Carren segera membuka pintu ruko dengan kunci yang diberikan oleh Maxi. Setelah pintu terbuka, mereka semua masuk dan melihat kondisi dalam ruko. Carren baru pernah datang ke ruko, jadi baru mengetahui kondisi dan isi ruko.


"Coba lihat, Ros. Apakah ada alat pembersih. Yang lain tolong lihat dan bantu Ros, ya. Kak Ichad, Kak Yogi dan Kak Akri, mari kita ke atas untuk periksa lantai atas. Mereka berempat naik ke lantai atas untuk memeriksa kondisi yang ada.


Saat melihat semua perlengkapan dekor yang ada di lantai atas, Carren menjadi sedih. Banyak perlengkapan dekor yang tidak terrawat dan mulai ada yang rusak.


"Kakak-kakak, tolong dirapikan dengan menyusun saja dulu, nanti setelah ini baru kita pikirkan untuk memperbaiki. Agar jangan sampai semuanya rusak." Carren mulai berpikir cepat dalam kondisi tersebut.


"Kak Akri, tolong berikan tempat untuk  perlengkapan dekor kita yang di rumah. Aku mau pindahkan ke sini, agar semuanya ada di satu tempat. Ini akan menjadi tempat kerja kita. Kakak-kakak tolong pikirkan dan sediakan tempat kosong untuk kita merangkai." Carren mulai berpikir untuk tempat bekerja.


"Ini ada ruangan kosong yang bagus dan bersih. Alangka baiknya menjadi ruang kerjamu. Masih ada tempat kosong di sebelah untuk merangkai." Usul Ichad, melihat satu ruangan dengan jendela menghadap ke jalanan.


"Ooh iya, Kak. Makasih. Ruangan di lantai bawah akan menjadi kantor dan tempat kita menerima client." Carren langsung berpikir untuk ruang kerja saat Ichad berbicara tentang ruang kerjanya.


"Di bawah ada meja dan ruangan tersendiri akan menjadi ruang kerja bagian administrasi dan keuangan. Kak Yogi dan Ichad tolong pikrkan meja untuk kita menerima client. Kak Akri, tolong desain logo dan huruf yang bagus untuk tulisan nama "Florens Wedding Organizer."


"Aku akan memberikan nama itu untuk mengenang Almh yang telah merintis ini sebagai tempat kerja kita bersama. Nanti setelah ini, aku akan minta Kak Maxi mengurus akta hukumnya, supaya bisa dipatenkan. Aku akan membuat nama itu di kop surat kerja sama dan lain-lain." Carren menyampaikan semua yang terpikirkan olehnya.


"Aku akan turun lihat yang di bawa, karena mau siapin tempat untuk kita berbicara dan makan siang setelah semua ini rapi." Ucap Carren lagi.


Saat turun dan melihat lantai bawa telah disapu dan dipel bersih, Carren merasa senang. Lantai bawa hampir menyerupai sebuah kantor. Melihat ada satu meja panjang, timbul Ide dipikiran Carren.


"Tolong angkat meja itu, letakan di tengah ruangan ini, ya. Kita akan makan siang bersama. Ros dan Hadi, tolong ke depan untuk beli satu dus air mineral. Aku akan pesan makan siang untuk kita." Carren mengambil dompet dan memberikan uang kepada Rosna.

__ADS_1


"Bagus, tolong ambil kursi plastik itu dan atur keliling meja ini untuk tempat duduk kita." Carren menunjuk tumpukan kursi plastik yang disusun di sudut ruangan. Rekan-rekan kerja yang lain bantu Bagus mengangkat, melap dan meletakan kursi tersebut di sekeliling meja seperti yang diinginkan Carren.


Menjelang istirahat siang, Carren memesan makan siang untuk mereka bersembilan. Dia melihat di aplikasi, ada warung padang terdekat dengan ruko. "Baigamana kalau makan siang kita, nasi padang?" Semua mengangguk setuju.


"Kalau begitu, tolong tulis di kertas ini, masing-masing mau makan nasi dengan apa." Carren meletakan sehelai kertas dan pulpen di atas meja, agar rekan-rekannya bisa tulis sesuai selera masing-masing.


Ketika Yogi, Ichad dan Akri turun dari lantai atas, mereka merasa senang melihat lantai bawah telah bersih dan rapi. "Waaah... Lantai bawah sudah seperti ruangan kantor." Ichad berkata sambil mengangkat dua jempol kepada rekan-rekannya.


"Memang ini akan menjadi kantor kita, Kak Ichad. Ayoo, Kakak-kakak. Silahkan tulis, mau makan nasi dengan apa. Makan siang kita, nasi padang." Carren memberikan kertas yang ada di atas meja.


Tidak lama kemudian Rosna dan Hadi pulang membawa air mineral dan mengaturnya di atas meja panjang. "Ayoo, mari kita minum dulu sambil menunggu makan siang. Ros dan Hadi silahkan tulis mau makan nasi dengan apa seperti yang lain." Carren berkata dan meletakan kertas dan pulpen di tangan Rosna.


"Apakah yang bawa motor, bisa bantu pergi membeli? Warung padangnya tidak jauh dari sini. Tetapi bawa motor saja, supaya bisa lebih cepat dan tidak berat membawanya." Ucap Carren lagi.


"Aku bawa motor, satu orang ikut untuk bisa membawa makanannya, ya." Ucap Akri dan Rizal mau ikut bersamanya. Carren memberikan uang kepada Akri dengan hati senang. Rekan kerjanya mulai bisa saling mengerti, tanpa diminta.


"Siapa diantara kita yang bisa membawa mobil dan punya SIM?" Carren bertanya, karena dia adalah pemimpin bagi mereka. Melihat sikapnya demikian, semua rekan mendengarkan dia. Ichad, Yogi dan Hadi mengangkat tangan.


"Sekarang Kak Ichad bawa motor?" Tanya Carren, melihat Ichad mengangkat tangan.


"Motorku sudah dijual untuk pindah ke tempat kost. Soalnya perempuan itu masih suka datang ke kost-kosanku. Aku sekarang kost tidak jauh dari tempat tinggalmu, agar lebih mudah ke rumahmu untuk bekerja." Ichad menjelaskan.


"Ooh, ok. Kalau Kak Yogi? Apakah hari ini bawah motor?" Tanya Carren lagi.


"Hari ini ngga bawa motor, karena lagi masuk bengkel." Yogi menjelaskan.


Kalau begitu, sekarang Kak Ichad dan Kak Yogi tolong ke rumah Kak Maxi untuk ambil mobil di sana. Tolong dua orang yang bawa motor antar Kak Ichad dan Kak Yogi ke sana, ya." Carren mengatur dengan cermat.

__ADS_1


Mobilnya di bawa ke sini dulu. Nanti setelah dari sini, kita akan bicarakan lagi. Kami akan rapikan yang masih belum rapi sampai tunggu kakak-kakak balik dari sana." Ucap Carren


Setelah Yogi dan Ichad kembali dengan mobil, Carren mengumpulkan mereka semua lagi. "Kak Yogi, Kak Ichad dan Bagus, tolong ke rumahku dengan mobil pik up itu, untuk membawa semua perlengkapan dekor di rumah ke sini, ya. Nanti kami akan siapkan tempat di atas, agar semua perlengkapan dekor bisa dijadikan satu." Melihat cukup besar ruko dan masih ada tempat yang kosong, Carren berpikir untuk langsung membawa perlengkapan dekor di rumahnya.


Setelah mereka berangkat, Carren menghubungi Mamanya tentang kedatangan rekan kerjanya. Kemudian dia dengan rekan yang tersisa mulai membersihkan lantai atas yang telah dirapikan sebelumnya. Disapu bersih dan dipel.


Sambil yang lain bersih di lantai atas, Carren memeriksa pintu geser dan kaca jendela ruko. Dia mengajak Rosna dan Cindy membersihkan kaca sebisanya. Bagian yang tinggi dibersihkan oleh karyawan lelaki dengan menggunakan tangga.


Tidak lama kemudian, Yogi dan Ichad datang membawa perlekapan dekor dari rumah Carren dan meletakan semuanya di lantai atas. Setelah melihat semuanya sudah diletakan dengan rapi, Carren mengajak mereka untuk kumpul kembali di lantai bawah.


"Terima kasih sudah bekerja hari ini, sehingga ruko ini telah bisa menjadi tempat kerja yang nyaman. Selanjutnya, Ros tolong duduk dekatku sini, agar bisa catat yang kita bicarakan berikut ini." Carren berkata sambil menunjuk kursi di dekatnya, agar Rosana bisa duduk dekat dengannya. Dia memberikan kertas dan pulpen untuk Rosna mencatat.


"Pertama ; Hari kerja dari Senin s/d Jumat. Jam kerja dari jam delapan pagi s/d jam empat sore. Jika mendekor diluar jam itu dihitung lembur. Kalian akan menerima gaji setiap bulan tanggal 26 pada hari kerja. Jika 26 jatuh pada hari libur, gajian akan maju atau mundur pada tanggal yang terdekat. Lembur diterima setiap dua minggu sekali. Gaji belum belum bisa sesuai UMR, karena kita baru saja memulai usaha. Nanti seiring waktu akan diperbaiki sesuai kemajuan usaha kita."


"Kedua ; Rosna akan membantu saya dibagian administrasi. Besok baru saya bicarakan detailnya. Sedangkan bagian keuangan di pegang oleh Kak Ichad, karena pernah kuliah diakuntasi. Jadi nanti tolong bantu persiapkan semua yang terkait dengan itu."


"Ketiga, mobil pik up tolong dibawa dan dirawat oleh Kak Yogi, karena di sini tidak ada tempat parkir untuk menyimpan mobil. Sedangkan mobil Avan, akan parkir di rumahku. Jadi sementara ini, Kak Ichad tolong bantu aku untuk membawanya ke rumah."


"Keempat ; Beberapa hari kedepan kita skan mendekor gedung Hirakku. Persiapannya sudah hampir selesai. Kita bukan saja mendekor, tapi juga menyediakan catering. Jadi nanti yang mengawasi dan mengecek persiapan petugas catering adalah Cindy dan Rizal. Hari H mereka tidak mendekor, tetapi bertugas mengawasi petugas catering, agar semua makanan yang dipesan, dikeluarkan oleh petugas catering."


"Kelima ; Dalam waktu dekat, Kak Maxi akan menikah di Malang. Jadi yang ikut aku dan Mama ke Malang, adalah Kak Ichad dan Kak Yogi. Kita akan mendekor Gereja di sana dan juga agar mereka bisa bergantian bawa mobilnya.


Itu dulu yang perlu diketahui diawal kerja kita ini, nanti setelah ini aku akan buat semuanya secara tertulis agar kita bisa bekerja bersama-sama dengan baik. Kalau ada hal yang tidak berkenan di hati, tolong sampaikan langsung padaku. Agar kita bisa menyelesaikannya bersama.


"Mulai sekarang, kita bersembilan akan bekerja bersama. Mungkin saja ada tambahan pegawai seiring dengan bertambahnya pekerjaan. Tetapi kita bersembilan ini harus sehati dan kompak, agar yang datang tidak bisa mengganggu kita." Selesai berkata, Carren bersyukur melihat wajah ceria rekan kerjanya.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2