Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Berselisih


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Ayunna dan Liana masih duduk menikmati dessert lezat dari Nine five Restaurant. Mereka masih belum ada kesibukan selain kuliah, jadi masih bisa duduk santai berjam-jam hanya untuk makan siang.


Saat ini, Ayunna masih duduk berlama-lama menikmati dessert bukan karena rasanya enak, tetapi lebih kepada suasana hatinya yang tidak enak. Hatinya masih mengganjal dengan sikap dan ucapan Liana di depan Sainy dan Riri.


Sehingga setelah ditinggal Sainy dan Riri, Ayunna melirik Liana yang duduk di sampingnya dengan gemas dan kesal. Sedangkan Liana tidak menyadari lirikan Ayunna, karena sedang menikmati dessertnya.


"Apa maksudmu menceritakan hubunganku dengan Recky yang ngga jelas di hadapan Sainy dan Riri? Kau sengaja merendahkanku di hadapan mereka?" Tanya Ayunna beruntun, karena dia sudah menyimpan dan menahannya dari tadi.


"Astaga, Ayunna. Kenapa kau berpikir begitu? Aku hanya menceritakan yang benar sesuai aku tau, saat Sainy bertanya. Bukankah terakhir kali bertemu dengan Recky, hubungan kalian belum jelas? Apakah sekarang kalian sudah resmi berpacaran? Kenapa kau ngga menceritakannya padaku?" Liana balik bertanya beruntun dengan santai, tetapi rasa ingin tahu tidak bisa ditahannya.


Melihat wajah dan mendengar pertanyaan Liana, membuat Ayunna naik level kesalnya. Dengan wajah memerah karena emosi, dia melihat Liana yang terlihat santai.


"Apakah aku harus begitu? Harus menceritakan semua hal pribadi denganmu? Mengenai hubunganku dengan Recky belum jelas atau sudah jelas, ngga perlu di umbar di depan orang lain. Kau temanku atau bukan?" Ayunna mengeluarkan semua yang sudah ditahannya, karena dia merasa malu di hadapan Sainy dan Riri.


Masa sekelas Ayunna Ollehart tidak bisa mempunyai hubungan yang jelas dengan seorang pria. Di luar sana banyak yang menginginkannya, bahkan ada yang terang-terangan berbicara dengan orang tuanya dan mau melamarnya. Hanya hatinya yang masih belum bisa berpaling dari Recky. Sehingga belum bisa membuka hati untuk orang lain.


Ayunna masih mengharapkan Recky bisa mengerti perasaannya dan minimal mulai menyukainya. Walaupun semua chat nya belum dibalas, dia terus berusaha menunjukan perhatiannya kepada Recky.


"Baiklah, sorry kalau tadi aku keceplosan bicara. Aku tadi melihat kau diam tidak menjawab pertanyaan Sainy, jadi bermaksud membantumu saja." Liana menjadi was-was, melihat Ayunna emosi dan kesal, karena dia tidak memiliki teman dekat, selain Ayunna. Yang lain itu hanya status teman, saat mereka butuh teman nongkrong sesama hedong. Atau jadi teman karena senang ditraktir.


"Pantesan kau belum selesai urusan dengan kuliahmu. Membantu dan merendahkan saja, ngga bisa dibedain. Mulutmu perlu pindah satu jalur dengan otakmu dan biarkan dua-duanya ikut kuliah." Ayunna emosi dan tidak turun level kesalnya, mendengar jawaban Liana.

__ADS_1


"Apa maksud lu, Ayunna? Lu lagi ngatain gue bodoh? Yang bodoh itu lu... Sudah tau Recky ngga suka, ngga nanggapi, ngga perduli, tapi berlagak punya hubungan. Bahkan halu, menganggapnya sebagai pacar." Liana emosi dan tersinggung dengan ucapan Ayunna yang menganggapnya bodoh.


"Kau ngga ngerti namanya usaha? Segala sesuatu itu perlu berusaha, termasuk pacar. Lalu kau sendiri sudah punya pacar, belum? Atau kau sedang menunggu orang tuamu membawanya di atas nampan untukmu?" Tanya Ayunna dengan nada yang naik level, karena emosi.


"Lebih baik gue begitu, diberikan orang tuaku di atas nampan emas. Daripada berusaha untuk sesuatu yang ngga jelas. Gue malas beradu mulut denganmu, karena mulutku mau pindah jalur." Karena emosi yang tidak terkendali, Liana langsung memanggil waiters untuk membawa bill.


Ayunna langsung berdiri, mengambil tasnya dan berjalan keluar dari restoran. Dia meninggalkan Liana yang bengong sendiri, menunggu waiters membawa bill untuknya.


.***.


Di sisi yang lain ; Sainy dan Riri sedang berdiri di lobby menunggu dijemput oleh supirnya Sainy. Saat mereka meninggalkan restoran, Sainy telah menghubungi sopirnya, agar menjemput mereka di lobby.


"Apa pendapatmu tentang wanita tadi, yang bersama Parry? Siapa namanya?" Tanya Sainy, mengajak Riri berbicara sambil menunggu. Dia ingin mengetahui pendapat Riri tentang wanita yang bersama Parry. Dia hanya memperhatikan Parry, sampai tidak mengingat nama Carren.


"Saat melihat wanita tadi, ada dua kata dibenakku. Dia cantik dan smart. Kalau ngga salah, namanya Carren." Ucap Riri, sambil mengingat Carren dan kesan pertama saat melihatnya.


"Kalau cantik, iya. Tapi darimana kau tau, dia smart?" Tanya Sainy, heran mendengar penilaian Riri terhadap Carren.


"Dari matanya. Mata dan sikapnya menunjukan, dia wanita cerdas. Dia menjaga pria di sampingnya dengan caranya sendiri. Hanya wanita cerdas yang percaya diri, bisa berdiri dengan tenang di samping pria seperti Parry." Riri tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya kepada Carren.


"Dia tidak mengganggap mata wanita yang mengagumi pacarnya sebagai saingan. Karena dia tahu kemampuan dirinya, sehingga dia tidak perlu mananggapi berlebihan wanita yang mengagumi pacarnya." Ucap Riri lagi.


"Pantesan Ayunna tidak menyukainya. Karena dia akan menjadi saingan berat, jika berhadapan dengan pria yang menginginkan pasangannya bukan saja cantik, tetapi juga smart. Aku tidak tau seperti apa Recky, karena belum pernah bertemu dengannya. Tetapi mendengar yang dikatakan Liana, sepertinya Recky tipe pria seperti itu." Riri mengakui, ada banyak pria yang menginginkan wanita demikian.

__ADS_1


"Apakah Parry juga termasuk pria seperti itu?" Tanya Sainy yang tidak bisa membendung rasa ingin tahunya. Karena dia tahu, Riri yang akan menjadi seorang psikolog bisa dipercaya penilaiannya.


"Yaaa... sepertinya, sama saja. Kalau melihat mereka tadi, Parry ngga terlalu pentingkan bungkusnya, tetapi isinya. Karena kalau bungkus, dia tinggal beli di mana saja. Seperti ke D'Sainy Boutique, pilih yang cocok dan bungkusin orangnya. Kalau isi, ngga dijual dimana saja, termasuk tempatmu kan?" Jawab Riri dan balik bertanya sambil tersenyum tipis. Dia menyadari, Sainy sangat tertarik dengan Parry dan Carren.


Ada sesuatu yang kuat dalam diri Carren membuat Riri penasaran dan ingin bertemu dengannya lagi. Dia ingin mengenalnya lebih baik. Karena bagi Riri, Carren memiliki pribadi yang sangat menarik.


"Iya, Parry bisa membawanya kemana saja dan membungkusnya. Dia akan menjadi seorang wanita yang sangat cantik." Sainy menilai dan mengakui dari sisi fashion.


"Yaaa... Dia akan menjadi wanita yang cantik luar dalam. Itulah Tuhan, adil dalam segala hal. Tetapi dia akan sangat berat berhadapan dengan keluarga Biantra atau Hutama." Riri mengutarakan pendapatnya berdasarkan kasus yang dijumpai, karena dia mengenal karakter orang-orang dari kalangannya. Termasuk orang tuanya yang sangat marah dan tidak terima, saat mengetahui Kakaknya menyukai wanita yang tidak dari kalangan mereka.


Tidak lama kemudian, Sopir Sainy telah menjemput mereka di Lobby. Riri ikut naik mobil Sainy, karena mobilnya ada di tempat parkir butik Sainy. Tadi Riri ke butik menjemput Sainy, agar mereka bisa bersama ke GI untuk bertemu dengan Ayunna dan Liana. Tetapi Sainy meminta Riri ikut mobilnya, karena akan diantar oleh sopir


Saat mereka sudah di dalam mobil untuk kembali ke butik, Sainy dan Riri hanya duduk diam dengan pikiran masing-masing. Tidak seperti saat mereka berangkat ke GI. Banyak hal yang mereka bicarakan, terutama tentang bisnis keluarga dan butik Sainy.


Tetapi saat ini, karena Riri telah tahu siapa yang telah membuatnya terpesona. Makin jelas incarannya, sehingga banyak rencana di kepalanya untuk bisa bertemu dengan Parry. Karena mereka ada di satu komunitas, berdasarkan kondisi orang tua masing-masing.


Suasana hati Sainy tidak jauh berbeda, dia telah jatuh hati saat melihat dan bersalaman dengan Parry pertama kali. Walaupun mereka sama-sama anak konglomerat, tetapi belum pernah bertemu dalam satu frame. Hal itu membuat dia terkesima dan jatuh hati saat melihat Parry.


Dia mengambil ponsel dan mengirim pesan untuk Mommynya agar tetap di butiknya. Dia mau meminta bantuan Mommynya, agar bisa mengatur pertemuan dengan Mamanya Parry. Selama ini mereka pernah bertemu hanya sebatas pertemuan bisnis. Tetapi kali ini, dia akan melakukan bisnis yang lain, bisnis hati.


Jika Riri tahu Sainy telah satu langkah di depannya untuk mendapatkan Parry, bisa terjadi ketegangan dan kekacauan pertemanan dalam mobil. Sebagaimana yang terjadi di Nine Five Restaurant.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2