Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Perlahan Terkuak.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Walaupun kepalanya sudah mulai sakit, Aaric tidak bisa diam dan berhenti berpikir. Dia telah menduga semuanya, tetepi mengetahui kenyataan yang sebenarnya tetap membuatnya shock dan terguncang. Keluarganya terlibat dalam kematian Naina tetap menguncang hati dan perasaannya.


Selama bertahun-tahun dia mencoba melupakan peristiwa itu, saat mendengar Naina mengalami kecelakaan dan meninggal. Dia tidak berada di Indonesia, sehingga tidak bisa bertemu dengannya untuk terakhir kali.


Dia berusaha untuk kembali, tetapi ketika mendengar Naina telah dikremasi, hatinya benar-benar hancur. Karena untuk kembali dalam waktu cepat ke Indonesia tidak bisa dilakukannya seperti sekarang. Dia baru mulai meniti kariernya di Eropa.


Dia berusaha dan bekerja keras di Eropa, agar bisa bersama Naina dan diterima oleh keluarga Hutama. Karena Nainalah dia pergi meninggalkan rumah, setelah ribut dengan Mamanya yang tidak menerima dia berpacaran dengan Naina. Mamanya mengancam tidak akan membiayai kuliah S2 yang hampir selesai di Inggris, jika tidak menuruti kemauannya.


Oleh sebab itu, dia meninggalkan rumah dan tidak menyelesaikan kuliahnya. Dia memilih bekerja, kemudian baru menyelesaikan kuliahnya. Sedangkan Naina kembali ke Indonesia setelah selesai kuliahnya di Inggris. Aaric telah berjanji kepada Naina, akan kembali ke Indonesia untuk melamarnya setelah dia dipandang layak berhadapan dengan keluarga Hutama.


Dia tidak mengharapkan status sosial orang tuanya, untuk datang melamar Naina. Karena dia sudah tahu, pasti Mamanya dan keluarga besarnya tidak akan menyetujui hubungan mereka. Entah apa alasannya, mereka semua sangat ngotot melarangnya berhubungan dengan Naina.


Ternyata kepergiannya membuat Mamanya dan keluarganya menyalahkan Naina atas apa yang dilakukannya. Aaric tidak pernah tahu tentang apa yang dilakukan keluarga Mamanya kepada Naina, karena Naina tidak pernah menceritakan apapun kepadanya. Sehingga Aaric merasa semuanya baik-baik saja setelah kepergiannya.

__ADS_1


Aaric mengingat kembali peristiwa yang sudah mau dilupakannya, saat dia pulang liburan semester bersama Naina dari Inggris. Dia harus ribut dengan Mamanya karena bertemu dengannya dan Naina sedang makan malam. Mamanya marah besar dan terus mengancamnya, akan pergunakan segala cara untuk memisahkan mereka. Aaric yang masih muda, mengabaikan semua peringatan Mamanya dengan tetap berpacaran dengan Naina. Tetapi melihat keseriusan Mamanya menentang, dia mengambil keputusan untuk pergi dari rumah dan tidak kembali ke Inggris.


Dia berpikir, dengan tidak ada di Indonesia dan Inggris lagi, mereka akan beranggapan dia telah putus dengan Naina. Dia memilih pergi untuk menghindari ribut dan mengamankan Naina. Dia tidak pernah pulang lagi dan memutuskan komunikasi dengan keluarganya.


Apalagi setelah memgetahui Naina meninggal, dia makin tidak mau kembali ke Indonesia. Tetapi kemarahan Mamanya dan keluarganya saat mengetahui dia berpacaran dengan Naina, selalu menghantui pikirannya bertahun-tahun. Ada bagian dalam hatinya berusaha melupakan, ada bagian dalam pikirannya yang ingin mengetahui alasannya. Karena Naina wanita baik-baik dan dari keluarga baik-baik.


Akhirnya secara diam-diam dia kembali ke Indonesia untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Dia mulai membangun perusahaanya di Indonesia, tanpa diketahui oleh keluarganya. Karena semenjak keluar dari rumah, dia tidak pernah memakai nama belakangnya. Dia menambah nama Elimus di tengah namanya dan itu dipakai untuk semua perusahaannya.


Keberadaan adiknya juga yang lebih mendorong Aaric untuk kembali ke Indonesia. Dia khawatir tentang Recky yang terlalu baik hati dan selalu menuruti kemauan Mamanya. Apalagi selama ini, adiknya selalu bergantung padanya. Bertanya tentang segala sesuatu yang akan dilakukannya. Yang selalu meminta pendapatnya, membuat dia memikirkan adiknya. Apalagi setelah mendengar adiknya telah menjadi pribadi yang berubah, dengan bersikap cuek dan tidak peduli dengan orang di sekitarnya.


Dia tidak mau hal yang menimpah dirinya, dialami oleh adiknya. Oleh sebab itu, ketika mendengar adiknya memutuskan kuliah di Sydney dia merasa sedikit lega. Berarti dia akan jauh dari Mamanya dan keluarganya. Hal itu juga mempermudah Aaric untuk menolong dan mendukung yang dilakukan adiknya.


Tetapi tadi setelah berbicara dengan Gungun, dan mengetahui apa yang dilakukannya terhadap Naina, rasanya Aaric mau menembak mati Gungun di tempat. Namun akal sehatnya masih bisa mengendalikan emosinya. Kematian Gugun tidak menyelesaikan masalah, karena otaknya masih hidup dan berkeliaran. Sehingga dia menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang bisa merugikannya.


Gungun telah mengakui semua perbuatannya dan juga keluarganya. Aaric percaya yang disampaikan, karena Gungun telah bekerja secara tersembunyi sejak lama pada keluarga Mamanya.

__ADS_1


Melihat bossnya tetap diam sambil berjalan dalam ruang tamu, Jekob berdiri dan berjalan ke dapur untuk mengambil air mineral. "Pak, minum ini dulu. Nanti saya buatkan kopi, jika bapak mau." Ucap Jekob sambil menyerahkan segelas air mineral untuk bossnya.


Aaric mengambil gelas dari tangan Jekob dan meminumnya dalam sekali tarikan nafas. Sejak tadi tenggorokannya terasa kering, tetapi dia tidak ingat untuk mencari atau meminta minuman dari Jekob.


Setalah melihat bossnya tidak melarangnya untuk membuat kopi, Jekob memanaskan air. Dia juga minum air mineral, lalu membuat dua cangkir kopi instan untuk Aaric dan dirinya juga. Dia sendiri merasa tegang, bukan saja karena apa yang disampaikan bossnya, tetapi juga karena melihat sikap dan wajah Aaric yang tidak seperti biasanya.


Dia meletakan dua cangkir kopi di atas meja makan lalu mengajak bossnya untuk duduk dan minum. Karena dia tahu, bossnya dalam suasana hati yang buruk. Dia tidak mau berbicara apapun diluar yang dibicarakan bossnya.


"Jekob, kau tidur saja di sini. Jadi kalau saya perlukan sesuatu, kau tidak perlu mondar mandir. Ambil saja baju saya untuk ganti bajumu." Ucap Aaric sambil duduk di meja makan dan melihat Jekob dengan serius.


"Tidak mengapa, Pak. Saya akan tidur di sini, tapi pakai yang di dalam ini saja. Ada kaos dibalik jacket dan kemeja ini." Jekob menjelaskan, agar bossnya tidak usah memikirkannya. Dia tidak mau menambah lagi beban pemikiran bossnya.


Sebelum meminum kopinya, tiba-tiba ada notif pesan masuk di ponsel pribadinya. Aaric mengambil ponsel dari kantong jacket untuk melihat siapa yang mengirim pesan untuknya. "Slmt malam, Kak. Ini aku sudah sampai di rumah. Smg kakak baik-baik saja." Isi pesan Carren.


Ketika membaca pesan itu, Aaric langsung mengusap wajahnya. Dia melihat jam yang tertera di ponselnya dan terkejut. 'Jam segini baru pulang kantor?' Karena jam menunjukan sudah lewat dari setengah dua belas malam.

__ADS_1


"Jekob. Kalau sudah mengantuk, tidur duluan. Saya mau ke kamar sebentar." Ucap Aaric lalu berjalan masuk ke kamarnya. Jakob mengangguk, tetapi hatinya cemas dan berharap, semoga pesan yang masuk tidak memperburuk suasana hati bossnya.


~●●♡●●~


__ADS_2