Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Merangkul.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Saat tiba di rumah setelah pertemuan dengan Maxi, Bu Nancy duduk tertegun di ruang tamu. Begitu juga dengan Carren yang tidak bisa berkata-kata sepanjang jalan. Semua yang terjadi tidak terpikirkan oleh mereka.


Hal itu membuat mereka duduk terhenyak, sambil berpikir dan mencernah semua yang baru terjadi. "Arra, dengan apa yang diberikan Maxi, sekarang kau memiliki tanggung jawab lebih dari sebelumnya. Kau bukan saja memikirkan tanggung jawab terhadap kepercayaan keluarga Tante Florens, tetapi juga terhadap beberapa karyawan tambahan yang dipercayakan kepadamu." Bu Nancy berkata sambil melihat putrinya dengan serius.


"Iya, Ma. Ini sedang Arra pikirkan, mau mengerjakannya satu persatu dan akan memulainya dari mana. Karena ini sesuatu yang tidak Arra pikirkan sebelumnya." Carren melihat Mamanya dengan wajah yang masih heran, takjub dan seakan tidak percaya.


"Alangka baiknya, Arra mulai dari menghubungi orang-orang yang akan bekerja denganmu. Hubungi juga Ichad, Akri dan Ros. Nanti Arra akan tau, mau bagaimana selanjutnya." Bu Nancy memberikan saran untuk membuka pikiran putrinya.


"Iya, Ma. Makasih. Arra akan hubungi mereka, karena Kak Maxi sudah memberikan nomor telpon. Setelah mengetehui respon mereka, baru Arra bicara dengan Kak Ichad, Kak Akri dan Ros." Carren jadi bersemangat, mendengar saran Mamanya.


Carren masuk ke kamar, membuka bundelan surat perjanjiannya dengan Maxi. Dia mengambil nomor telepon karyawan tersebut. Setelah menyimpan surat perjanjiannya, dia menghubungi Yogi. Carren pernah bertemu dan bekerja dengannya, sebelum berhenti kerja di tempat Bu Florens. Jadi dia merasa lebih enak berbicara dengannya.


📱"Alloo, selamat siang. Kak Yogi, ini dengan Carren. Apa kabar?" Sapa Carren saat Yogi merespon panggilannya.


📱"Alloo, siang juga Carren. Lumayan baik. Apa kabarmu? Tumben menghubungiku. Dapat nomorku dari siapa?" Tanya Yogi beruntun. Dia pernah bekerja dengan Carren, jadi mengenal suaranya.


📱"Kabar kami lumayan baik, Kak. Nomor kakak dikasih sama Kak Maxi. Beliau minta Carren menghubungi Kak Yogi dan empat teman lainnya, mungkin mau bekerja bersama Carren. Kami masih mendekor seperti sebelumnya." Carren menjelaskan dengan tenang dan serius.


📱"Apa Carren telah menghubungi yang lain untuk membicarakan hal ini?" Tanya Yogi, karena dia merasa yang paling tua dari keempat teman lainnya.


📱"Belum, Kak Yogi. Carren lebih mengenal Kak Yogi dari yang lainnya, jadi Carren menghubumgi kakak lebih dulu. Kalau kakak bersedia bekerja bersama kami, kakak tolong hubungi keempat teman lainnya dan bicarakan hal ini. Jika mereka bersedia, kakak tolong info kepada Carren. Kami ada pekerjaan yang mau diselesaikan dalam waktu dekat ini." Ucap Carren serius.

__ADS_1


📱"Kalau bisa hari ini, karena Carren berencana besok mau ke ruko tempat Almh Bu Florens untuk dirapikan." Ucap Carren lagi, dan menyampaikan yang terpikirkan olehnya untuk merapikan ruko.


📱"Baik. Kalau begitu, matikan dulu telponnya. Sekarang aku akan hubungi mereka dan nanti kita bicara lagi." Ucap Yogi bersemangat saat mendengar keseriusan Carren.


📱"Baik, Kak. Makasih sebelumnya." Lalu Carren mengakhiri pembicaraan mereka.


Kemudian dia menghubungi Ichad, Akri dan Rosna bersamaan untuk membicarakan perkembangan yang terjadi. Dan akan ada rekan kerja yang baru. Mereka bertiga mendengar penjelasan Carren tentang permintaan Maxi dan mengerti.


Setelah Yogi berbicara dengan keempat rekan kerjanya, mereka sangat senang diajak bekerja lagi. Karena selain kebisaan mereka mendekor, sekarang mereka hanya kerja serabutan sendiri-sendiri. Mendengar antusias teman-temannya, Yogi menghubungi Carren untuk menyampaikan hasil pembicaraannya.


📱"Alloo, Carren. Aku sudah bicara dengan mereka dan mereka semua senang bisa diajak bekerja lagi. Kami tunggu kabar darimu, bagaimana selanjutnya." Ucap Yogi, saat Carren merespon panggilannya.


📱"Baik, kak Yogi. Kalau begitu, aku akan masukan Kak Yogi dan teman-teman di grup WA, agar kita bisa saling ngobrol dan mendapat info di sana. Kak Yogi tolong kirim nomor mereka, ya. Agar aku bisa masukan mereka di grup." Ucap Carren, tetap serius.


Selesai berbicara, Yogi mengirim nomor keempat rekan kerjanya. Carren memeriksa nomor yang dikirim, apakah sama dengan yang diberikan oleh Maxi. Carren khawatir, Yogi memberikan nomor orang lain. Mengetahui semuanya sesuai, Carren memasukan satu persatu di dalam grup WA Florens. Kemudian dia memberikan pengumunan di grup.


"Rekan-rekan yang baru masuk grup, tolong sebutkan namanya, ya. Supaya kita bisa saling menyimpan nomor dan saling menyapa dengan baik." Carren mulai dengan saling mengakrabkan diri. Dia berharap bisa seperti dirinya dengan Ichad, Akri dan Rosna. Dia tersenyum senang melihat mereka semua menyebutkan nama mereka masing-masing dan saling menyapa.


"Kalau sudah menyimpan nomor, aku mau kasih pengumuman, ya. Jadi jangan bertanya dulu." Carren memberikan jeda waktu untuk melihat reaksi mereka. Ternyata mereka semua mendengarnya dengan mengikuti permintaannya untuk tidak bertanya. Kekhawatirannya sirna. Dia makin semangat bekerja bersama rekan kerjanya yang baru.


"🍁Pengumuman🍁


Besok pagi jam sepuluh kita semua bertemu di Ruko Bu Florens. Kita akan membersihkan dan merapikan Ruko tersebut untuk menjadi tempat kerja yang nyaman. Bagi yang tidak bisa hadir, tolong kasih info dari sekarang, ya. Agar aku bisa tahu kekuatan, dan apa yang perlu dipersiapkan."

__ADS_1


Carren menunggu beberapa lama untuk menghitung berapa yang bisa hadir. Ternyata semua bisa hadir, membuat hatinya senang dan makin bersemangat. Kemudian dia melanjutkan pembicaraan di grup lagi.


"Makasih, semua bisa hadir. Kalau begitu, silahkan lanjutkan obrolannya. Aku mau bicara dengan Mama, jadi tidak bisa nimbrung."🙏🏻


Carren meletakan ponselnya di atas tempat tidur, lalu keluar kamar menemui Mamanya. " Sudah, Ma. Mereka semua bisa kumpul di ruko besok pagi. Jadi besok kita ikut Ibadah yang paling pagi, ya. Biar bisa punya waktu untuk menyiapkan minuman dan kue untuk kami bekerja." Carren menjelaskan apa yang direncakan bersama rekan-rekannya.


"Bagus, kalau begitu. Arra atur dengan baik, agar mereka semua dapat bekerja dengan senang hati. Arra juga harus pikirkan bagaimana cara membayar mereka. Mungkin mereka akan masuk setiap hari seperti Ichad, Akri dan Ros. Bukan seperti yang dilakukan Tante Florens, membayar mereka saat ada kerjaan saja." Bu Nancy mengingatkan putrinya, dengan tanggung jawab yang lain lagi setelah memberikan mereka pekerjaan.


"Iya, Ma. Nanti besok setelah ruko dibersihkan dan dirapikan, Arra akan mengatur itu. Supaya mereka semua tahu, bagaimana nanti mereka dibayar untuk pekerjaan mereka." Carren mulai memikirkan semua yang berkaitan dengan usaha dan pegawai yang bekerja bersamanya.


"Ooh, iya Arra. Segera hubungi Kak Maxi lagi, mungkin kalian bisa dekor untuk pernikahannya. Tadi sangking terkejut, Mama ngga perhatikan apa yang dikatakan Maxi tentang rencana pernikahannya. Minimal kalian dekor Gereja, sebagai ungkapan terima kasih." Bu Nancy baru teringat ucapan Maxi tentang pernikahannya.


"Astaga, Ma. Arra juga ngga konsen tentang rencana pernikahan Kak Maxi. Sekarang Arra akan hubungi, agar ngga lupa karena sudah sibuk." Carren berkata dan segera ke kamar untuk mengambil ponselnya.


📱"Alloo, Kak Maxi. Maaf, mengganggu. Tadi sangking terkejut, sampai lupa tanya tentang rencana pernikahan Kakak. Ini baru bicara dengan Mama. Bagaimana kalau kami mendekor tempat acara pernikahan Kakak?" Carren berbicara pelan dan berharap disetujui.


📱"Hahaha...Terima kasih untuk tawarannya Carren. Tetapi aku menikah di Malang, karena calon istri orang sana. Semua yang berhubungan dengan acara pernikahan, gedung dan lainnya di urus oleh calon istri dan keluarganya. Bilang Tante, terima kasih." Maxi tersenyum mendengar apa yang dikatakan Carren. Dia mengerti mengapa Carren tadi tidak fokus tentang rencana pernikahannya.


📱"Oooh, begitu ya, Kak. Kalau begitu, Kakak tolong bilang sama calon istrinya. Di Gereja kami yang dekor saja. Kami akan datang di acara pernikahan kakak. Kalau sudah bayar DP untuk dekor di Gereja, kami akan ganti. Biarkan kami mendekor Gereja saja, Kak. Demi kasih sayang Tante untuk kami, please." Carren sangat berharap, sebagaimana dengan Bu Nancy.


📱"Baik, aku mengerti. Nanti aku bicara dengan calon istri agar menyerahkan dekor Gereja kepada kalian. Nanti setelah ini, dia akan menghubungimu untuk membicarakan detailnya." Maxi mengerti yang disampaikan Carren dan langsung memutuskan.


📱"Makasih, Kak Maxi. Tolong kirim tanggal pernikahannya, ya, Kak. Besok kami semua akan bertemu dan akan membicarakannya." Ucap Carren dengan hati riang. Maxi mengakhiri pembicaraan mereka dan mengirimkan tanggal pernikahannya kepada Carren.

__ADS_1


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡


__ADS_2