
...~•Happy Reading•~...
Carren mengimbangi langkah Aaric, sambil memandang semua yang hadir dengan senyum manisnya. Dia sangat terharu melihat semua undangan memandang mereka dengan wajah yang tersenyum dan kagum. Dia menyadari siapa suaminya saat melihat para undangan yang hadir dengan gaun indah bagi para wanita dan para pria mengenakan jas.
Carren tertular rasa percaya diri suaminya yang sangat tampan dan menawan berjalan di sampingnya. Mereka berjalan melewati karpet merah bertaburan kelopak mawar broken white. Sehingga mereka bagaikan pangeran dan putri berjalan melewati semua itu. Cara mereka masuk ruangan sangat berbeda dengan Recky dan Liana. Semua mata terpesona memandang mereka yang berjalan pelan sambil bergandengan tangan diiringi lagu beautiful in white yang merdu nan syaduh.
Parry yang baru melihat suami Carren, jadi terkejut. Walaupun waktu telah lama berlalu, dia masih ingat wajah pacar kakaknya, Naina. Pak Hutama tidak pernah membicarakan Aaric kepadanya, jadi dia sangat terkejut melihatnya lagi. Biarpun Aaric sudah berubah banyak, tetapi senyum dan binar matanya tidak bisa Parry lupa. Dia sangat menyayangi dan menghormati pacar kakaknya, yang baik dan hangat memperlakukannya ketika itu.
Begitu juga dengan Ayunna dan Liana yang sedang memperhatikan mempelai wanita yang telah membuat banyak wanita dikalangan mereka penasaran. Mereka ingin tahu siapa wanita yang telah dipersunting oleh pemilik Elimus. Mereka fokus memperhatikan karena ingin tahu mempelai wanita yang tampil cantik dan anggun serta serasi dengan mempelai prianya. Saat makin mendekati tempat mereka berdiri, Ayunna dan Liana melihat dengan alis bertaut dan dahi berlipat. Mereka merasa pernah lihat dan sepertinya kenal dengan mempelai wanitanya.
Nama Carren yang ada di undangan, adalah seperti Carren teman mereka, setelah memperhatikan wajahnya. Ayunna yang sedang hamil langsung duduk kembali ketika melihat mempelai wanitanya mirip Carren. Begitu juga dengan Liana yang melihat Carren dengan mata membulat. Seakan tidak percaya itu adalah teman mereka. Wajah Carren agak berubah dari yang dikenalnya, karena telah didandan dengan cantik. Hal itu membuat mereka hampir tidak mengenalnya.
Kondisi mereka berbanding terbalik dengan Carren yang sedang berjalan sambil tersenyum di samping Aaric. Tetapi ketika Carren melihat Liana tidak bersama Recky, Carren langsung memperketat pegangannya pada lengan Aaric. Carren jadi berpikir, kemana Recky dan apa yang sedang terjadi. Kenapa Liana datang dengan pria lain. Aaric yang mengerti pandangan Carren saat memegang lengannya dengan kuat, dia jadi merindukan adiknya. Dia sangat mengerti apa yang dilakukan Carren dan bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.
__ADS_1
Aaric hanya mengelus tangan Carren di lengannya untuk menenangkannya. Menyadari situasi, Carren menarik nafas pelan dan dalam untuk mengembalikan konsentrasinya. Dia memang tidak berpikir Recky akan datang dalam acara resepsinya, karena tidak ada nama Recky dalam daftar undangan yang diberikan Jekob.
Dia tidak menyangka Ayunna dan Liana juga diundang oleh Aaric. Saat mereka telah duduk di pelaminan dan para tamu undangan diberikan kesempatan untuk memberikan selamat dan doa restu, Ayunna tidak berdiri untuk memberikan selamat. Dia hanya duduk termenung, karena dia percaya itu adalah Carren. Berbagai rasa di hatinya melihat Carren jalan berdampingan dengan suaminya bagaikan raja dan ratu.
Pesta pernikahannya dengan pesta pernikahan Carren, bagaikan bumi dan langit. Selain ruangan pesta, gaun pengantin yang dikenakan Carren benar-benar gaun yang cantik dan mewah. Gaun pengantin yang sangat pas dengan tubuhnya yang langsing dan berleher jenjang. Bagian leher gaun agak rendah, ditutupi brokat halus trasparan. Sehingga kalung yang di leher Carren jadi pusat perhatian. Liontinnya memancarkan sinar yang indah dan berwarna warni. Itu adalah kalung hadiah pertunangan dari Aaric yang dikenakan Carren.
Saat Liana mendekati mereka bersama calon suaminya, Carren kembali tertegun. Dia hanya bisa ucapkan terima kasih sambil berpikir dengan berbagai rasa di hati. 'Apa yang terjadi dengan pernikahan Recky dan Liana?' Begitu juga Liana yang telah berdiri di dekatnya dan memastikan itu adalah Carren. Penampilan Carren yang anggun dan elegan, membuatnya hampir tidak bisa percaya, bahwa dia adalah Carren yang pernah mereka bully karena mengenakan tas jahitan selama bersekolah di Wangsa.
Tatapan Carren di ruang ganti saat dia menikah dengan Recky tidak pernah Liana lupa. Matanya mengisyaratkan banyak tanya dan juga gundah. Apalagi tadi melihat calon suaminya, alis Carren bertaut seakan heran dia datang tidak bersama Recky. 'Mungkin Carren belum tahu, dia telah bercerai dengan Recky.' Pikir Liana dalam hati.
Ayunna hanya diam mendengar apa yang dikatakan Liana. Dia tidak tahu mau menjawab apa, saat Liana mengatakan itu benar Carren. Berbagai rasa di hati dan pikirannya. Dia tahu siapa suami Carren adalah kakak Recky. Tetapi Liana tidak tahu, karena Ayunna pernah bertemu dengannya dan mau dijodohkan dengannya oleh Mama Aaric. 'Ternyata dia pemilik Elimus.' Ayunna membantin.
Ketika mendapat undangan dan tahu yang akan menikah adalah pemilik Elimus, dia penasaran dan ingin tahu. Siapa pemilik Elimus yang terkenal di kalangan mereka. Dia tidak menyangka dia adalah kakak Recky dan telah menjadi suami Carren.
__ADS_1
Carren benar-benar beruntung. Tidak dapat Recky, malah dapat kakaknya tang tajir melintir tir tir... Hal itu membuat Ayunna diam dan tidak berkata apapun kapada Liana atau Franky, suaminya, yang sedang memandangnya.
Setelah hampir selesai para undangan memberikan selamat dan doa restu, Leon tiba di ruang resepsi lalu mendekati meja orang tuannya diantar oleh among tamu. Dia mencium pipi Bu Linna dan Riri. Tidak lupa mengusap pelan punggung Ayahnya, lalu mengangguk hormat kepada Pak Hutama dan Ibu Hutama serta tersenyum kepada Parry.
"Apakah kalian sudah memberikan selamat kepada mempelai?" Tanya Leon kepada orang tuanya dan Riri. Mereka mengangguk mengiyakan. Leon jadi melihat sekeliling ruangan untuk melihat, mungkin ada yang belum sehingga dia bisa ada teman jalan ke depan. Tetapi semua tamu sedang menikmati hidangan yang tersedia.
Dengan percaya diri, karena tidak enak dengan Aaric yang belum lihat wajanya, Leon berjalan ke tempat pelaminan sebelum makan bersama keluarganya. Leon menjadi pusat perhatian tamu undangan yang melihatnya berjalan di antara meja para tamu menuju pelaminan.
Terutama Mama Sainy yang telah melihat kehadirannya, langsung menyenggol Sainy yang sedang makan dan menunjuk Leon dengan matanya. Sainy mengikuti arah tatapan mata Mommynya lalu melihat kakak Riri sedang berjalan sendiri ke pelaminan. Sainy tertunduk malu, karena telah berlaku tidak sopan pada Leon di butiknya.
Dia tidak bisa menanggapi keinginan Mommynya, karena dia sudah tahu sikap kakak Riri kepadanya. Tidak mungkin kakak Riri akan menanggapinya setelah berlaku tidak sopan dan cendrung merendahkanya. Inilah yang dikatakan, sesal kemudian tidak ada gunanya. Dia telah mengetahui dari pembicaraan teman-temannya. Kakak Riri sangat baik, tapi sangat tegas dalam hal-hal tertentu. Sehingga bisa menjadi pengusaha sukses menggantikan Ayahnya.
...~●○♡○●~...
__ADS_1