
~•Happy Reading•~
Beberapa saat kemudian, Nusa mengangkat kursinya dan duduk di depan meja kerja Riri. Dia menjelaskan apa saja yang akan dikerjakan oleh Riri sebagai sekretsris Parry. Riri berkonsentrasi agar bisa fokus dengan apa yang dikatakan Nusa. Setelah selesai menjelaskan, Nusa mengangkat kursinya kembali ke mejanya.
Kemudian Riri dan Nusa bekerja di meja masing-masing dalam diam. Menjelang makan siang Riri telah menyelesaikan semua yang diminta oleh asisten Parry. "Pak Nusa, ini sudah selesai. Apakah masih ada yang akan saya kerjakan lagi?" Riri bertanya sambil meletakan semua yang telah dikerjakannya di meja kerja Nusa untuk diperiksa.
Nusa terkejut melihat hasil kerja Riri yang begitu cepat dan rapi. Dia memeriksa semuanya dengan teliti. "Sudah Nona Alle, semuanya sudah sesuai. Terima kasih. Nanti setelah istirahat siang, ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan dengan Nona Alle. Jadi kalau sekarang mau istirahat, silahkan." Ucap Nusa, karena hampir tiba waktu istirahat siang.
"Saya menunggu Pak Nusa saja, karena saya belum mengenal lingkungan kantor ini. Apakah ada kantin atau restoran di sekitar sini, Pak?" Riri jadi bingung, tadinya dia berpikir mau langsung pulang dan makan siang dengan kakaknya. Tetapi ada yang mau dibicarakan lagi oleh Nusa, jadi dia harus tetap tinggal dan makan siang di kantin atau sekitar kantor.
Tiba-tiba Riri melihat ada lampu kecil yang menyala di sudut meja Nusa. Sepintas tidak akan terlihat, kecuali orang yang memperhatikan dengan cermat. "Sebentar ya Nona Alle, saya dipanggil oleh Pak Parry." Riri mengangguk lalu balik ke meja kerjanya. Dia melihat ada alat yang sama di mejanya. 'Mungkinkah ini juga kode yang sama, jika Parry membutuhkannya?' Tanya Riri dalam hati dan dia berpikir untuk menanyakannya kepada Nusa.
"Pak Nusa, tadi saya lupa mengatakan kalau Alle bisa pulang setelah dia selesai kerjakan berkas yang tadi saya berikan untuknya. Besok baru dia masuk kerja sebagaimana pegawai lainnya." Parry menjelaskan kepada Nusa yang sudah berada di ruangannya. Dia khawatir Nusa akan membiarkan Riri pulang sebagaimana pegawai lainnya.
"Ooh. Baik, Pak. Berarti sekarang Nona Alle sudah bisa pulang, karena tugas yang diberikan kepadanya sudah selesai dikerjakan, Pak." Nusa menjelaskan. Mendengar itu, Parry melihat Nusa seakan tidak percaya. Lalu dia melihat Riri yang sedang duduk menulis di mejanya.
"Benarkah Alle sudah selesai mengerjakannya?" Tanya Parry heran, karena dia berpikir tugasnya itu akan selesai setelah istirahat siang, tetapi sebelum jam bubar kantor.
"Sudah, Pak. Saya sudah memeriksanya. Semuanya benar dan rapi." Ucap Nusa sambil memberikan isyarat OK dengan jarinya. Parry kembali melihat ke arah Riri yang masih duduk menunggu di mejanya. Dia merasa senang, bisa mendapatkan sekretaris yang pintar dan cekatan.
"Baiklah, Pak Nusa. Kalau begitu, Alle sudah bisa pulang saat waktu istirahat siang. Biar dia punya waktu persiapan untuk bekerja besok." Ucap Parry senang dan lega.
__ADS_1
"Baik, Pak. Apakah bapak mau makan siang di luar atau di sini?" Tanya Nusa, mengingat Parry lebih sering makan siang di ruangannya daripada di luar.
"Saya makan di sini saja, dan tolong pesan juga untuk kalian berdua. Mungkin Alle belum tau letak kantin atau restoran di sekitar sini." Ucap Parry, mengingat Riri masih baru dengan lingkungan kerjanya.
"Baik, Pak. Tadi Nona Alle juga sudah menanyakan hal itu saat bapak memanggil saya." Nusa menjelaskan dan senang Parry memintanya demikian. Semuanya mempermudah dirinya berbicara dengan Riri.
Setelah selesai bicara dengan Parry, Nusa keluar ruangan menuju meja kerjanya dan mendekati meja Riri. "Nona Alle, nanti kita makan siang di sini saja. Jadi Nona tolong pesan menu ini dari restoran ini untuk Pak Parry, saya yang ini. Kalau untuk Nona silahkan pilih sendiri. Saya akan hubungi security untuk mengantarnya ke sini." Nusa memberikan nama restoran dan menunjuk daftar menu yang disimpannya.
"Baik, Pak. Jawab Riri, sambil mengambil daftar menu lalu mencatat menu yang akan dipesan.
"Nona Alle pesan pakai kartu saya dulu, nanti setelah ini saya akan mengurus kartu Nona dan kartu pegawai. Agar Nona besok bisa langsung masuk ke sini dan membeli keperluan kantor." Nusa memberikan kartunya kepada Riri untuk pesan makan siang mereka.
"Baik, Pak. Terima kasih." Riri memgambil kartu Nusa dan langsung pesan makan siang mereka.
Sedangkan ini untuk minuman Pak Parry, jika beliau mau minum minuman panas/hangat. Jangan mengambil minuman instan di pantry untuk Pak Parry. Semua yang dikonsumsinya akan disediakan oleh kita." Ucap Nusa, lalu menyerahkan beberapa sachet minuman instan dari beberapa merek. Riri menyimpan semuanya dalam laci meja kerjanya tanpa bertanya.
Saat pesanan makanan mereka diantar oleh security, Nusa mengambilnya dan menyerahkan kepada Riri. Kemudian Nusa membuka laci meja kerjanya. "Ini perangkat makan Pak Parry, Nona Alle. Tolong disiapkan dan diantar ke ruangan beliau." Riri mengambil perangkat makan yang diberikan oleh Nusa dengan terheran-heran, karena semuanya diambil dari laci meja kerja Nusa.
"Maaf, Pak Nusa. Bisa bantu saya mempersiapkan ini? Saya khawatir salah dalam menyajikannya." Ucap Riri, setelah melap perangkat makan Parry dengan tissu. Dia minta tolong Nusa, sebab tidak mahir menyiapkan makanan. Oleh karena selama ini, di rumah dia selalu dilayani oleh para pelayan.
Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh Parry, Riri masuk mengantar makan siangnya. "Ini makan siangnya, Pak. Selamat makan." Ucap Riri setelah menata makan siang Parry di meja sofa dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Alle, kau makan siang dimana?" Tanya Parry, saat Riri hendak meninggalkan ruangannya.
"Di pantry bersama Pak Nusa, Pak." Jawab Riri, lalu meninggalkan ruangan Parry setelah melihat Parry mengangguk mengiyakan. Dia tau, di pantry ada meja dan kursi kecil untuk para asisten dan sekretaris yang mau makan atau minum.
Sambil jalan ke pantry, Riri memperhatikan sekitarnya. Ternyata hampir semua ruangan di lantai 23 sama bentuknya. Hanya ada satu ruangan yang besar dan berbeda dari lainnya dan dia melihat Agra dan seorang wanita berada di balik ruangan kaca seperti mereka.
Riri tersenyum ke arah Agra yang sedang melihat ke arahnya dan Agra membalas dengan mengangkat jempolnya. Riri makin tersenyum dan mengangguk hormat. Dia memperhatikan semua tulisan di bagian depan ruangan kaca yang dilewati tertulis dengan Direktur.
Ternyata lantai 23 gedung Hutama berisi ruang kerja para Direktur. Hal itu membuat dia kembali dari Pantry dan memperhatikan ruangan dimana tempatnya bekerja bersama Parry dan Nusa tertulis Direktur Pengembang. Tulisan itu tidak diperhatikan saat datang pertama kali bersama Agra.
Saat dia sedang menata semua peralatan kerja dan merapikan meja kerjanya, dia melihat lampu kecil di sudut mejanya menyala. Dia langsung melihat ke arah Nusa. Nusa mengangguk dan memberikan isyarat bahwa dia sedang dipanggil bossnya.
Riri mengetuk pintu dan masuk setelah mendengar Parry mempersilahkannya masuk. "Alle, tolong rapikan ini dan kau sudah bisa pulang. Sampai bertemu besok." Ucap Parry, sambil menunjuk perlengkapan makan di meja.
"Baik, Pak. Kalau begitu, saya sekalian pamit pulang, Pak." Ucap Riri, setelah mengangkat semua perlengkapan makan. Melihat Parry, mengangguk mengiyakan, Riri keluar ruangan menuju pantry untuk mencuci semua perlengkapan makan Parry. Untuk hal ini, dia lama melakukannya. 'Aku harus belajar sama pelayanku di rumah, kalau tidak mau membuang banyak waktu untuk membersihkan ini.' Riri berkata dalam hati.
"Nona Alle, ini kartu sebagai pegawai dan juga sekretaris Pak Parry. Semua ini harus dijaga dengan hati-hati." Ucap Nusa, setelah menerima kartu Riri dari bagian kepegawaian yang telah mengantarnya.
"Besok saya akan mengantar anda ke lantai 10 dimana semua pegawai pengembang bekerja. Saya akan memperkenalkan Nona kepada Manager Pengembang. Jika beliau memerlukan sesuatu, hanya berhubungan dengan saya dan Nona. Tidak berhubungan langsung dengan Pak Parry." Nusa kembali menjelaskan hal yang akan dilakukan Riri.
"Baik, Pak. Terima kasih." Ucap Riri lalu mengambil semua kartu dan disimpan dalam tasnya. Riri langsung meminta ijin dari Nusa untuk pulang terlebih dulu. Dengan kartu akses yang diterima, dia bisa turun ke lobby dan menunggu mobil online yang telah dipesannya.
__ADS_1
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡