Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Peluang.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Pak Ariand melihat Parry dengan seksama, ketika mendengar apa yang dikatakan Parry tentang Carren. Beliau tidak menyangka wanita yang dekat dengan Parry tidak kuliah, mengingat apa yang disampaikan oleh Agra, Asistennya.


"Lalu sekarang dia melakukan apa?" Tanya Pak Ariand heran, dan mulai menyelidiki. Beliau merasa ini adalah kesempatan mencari keterangan tentang wanita yang dekat dengan putranya.


Orang yang menyelidiki Carren tidak mendapatkan informasi tentangnya. Karena dia tidak sering bertemu dengan Parry di Kampus, jadi mereka hanya melihatnya satu kali itu saja bertemu dengan Parry. Saat mereka sedang belajar, menurut pemantauan mereka.


"Sekarang dia membantu Mamanya dengan merangkai bunga, Pi." Ucap Parry, seperti yang dikatakan Carren. Pak Ariand kembali melihat Parry dengan heran, tetapi berpikir cepat.


"Kalau dia pintar seperti katamu, apakah dia tidak mau bekerja di kantor?" Tanya Pak Ariand, terbersit ide di pikirannya, karena semuanya beliau pikirkan menyangkut kehidupan putranya.


Parry melihat Papinya yang sedang bertanya kepadanya dengan serius. "Maksud Papi, Carren bekerja di kantor kita?" Tanya Parry terkejut, karena selama ini tidak terpikirkan olehnya.


"Kenapa tidak? Kau bisa bicara dan merekomendasikan dia ke HRD." Ucap Pak Ariand memberikan ide, karena melihat Parry tidak berpikir ke arah itu.


"Apakah Carren yang hanya lulusan SMU ngga papa, Pi?" Tanya Parry terkejut, dan masih belum bisa mengerti maksud Papinya. Dan juga, Carren akan diberikan jabatan apa dengan ijasahnya yang SMU.


"Silahkan kau bicara dengan HRD. Karena kau katakan dia pintar dan suka membantumu, kenapa kau tidak jadikan dia sekretarismu?" Tanya Pak Ariand, sambil terus memberikan ide untuk Parry.


"Sekretarisku? Apakah tidak bermasalah dengan sekreraris Kak Naina, Pi?" Tanya Parry, memikirkan karyawan di bagian Kakaknya.


"Yaa, terserah padamu. Sekarang kan, kau bossnya. Kau harus bekerja dengan orang yang bisa dipercaya olehmu. Apalagi Asisten dan Sekretarismu. Kalau Asisten, biarkan saja Asisten Kak Naina bersamamu. Karena Kak Naina sudah lama bersamanya dan mempercayainya." Ucap Pak Ariand memberikan ide untuk Parry dan membuka pikirannya.


"Baik, Pi. Nanti aku akan coba bicarakan dengan Carren, mungkin dia mau." Ucap Parry, tetapi tidak yakin. Karena dia tahu, Carren tidak akan mudah menerima bantuan darinya. Saat sekolah saja, dia akan berlelah-lelah mencari payung yang disembunyikan teman-temannya, daripada menerima payung yang dibelikan olehnya.

__ADS_1


"Bicaralah secepatnya dan putuskan, karena setelah kau selesai wisuda, Papi akan umumkan jabatanmu di sini." Ucap Pak Ariand tegas, agar Parry bisa konsentrasi dan serius menangani pekerjaan sesuai jabatannya nanti.


Pak Ariand Hutama, telah merencanakan akan mengumumkan jabatan Parry di Hutama N & P Corp, setelah dia menyelesaikan kuliah dan wisuda. Hal itu semakin dekat, sehingga Pak Ariand sering mengajak Parry datang ke kantor dan memperkenalkan dunia kerja kepada Parry.


Pak Ariand juga sering mengajak Parry  menemaninya dalam pertemuan-pertemuan serta diskusi membahas perkembangan bisnis dan perusahaan Hutama N & P Corp. Parry juga diperkenalkan tentang perusahaan mereka bergerak di bidang apa saja. Karena selama ini, Parry hanya tahu sekolah dan kuliah.


Pak Ariand juga melatih dan melihat kemampuan Parry, karena dia akan diberikan jabatan tertentu sesuai kemampuannya. Bukan jabatan apa saja karena dia anak pemilik perusahaan.


Parry mengerti semua yang dilakukan Papinya, karena sebelumnya dia berpikir Naina yang akan membantu Papinya. Setelah selesai kuliah di Indonesia, dia akan lanjutkan di Inggris. Karena Parry berpikir, dia akan gantian kuliah di sana setelah Kakaknya kembali membantu Papinya.


Tetapi semua yang terjadi, tidak sesuai dengan rencana dirinya dan kedua orang tuanya. Akhirnya Pak Ariand merubah rencana, Parry langsung terjun memegang jabatan di perusahaan. Untuk kuliah selanjutnya akan dipikirkan kemudian.


Apalagi sekarang dia telah selesai menyusun skripsi dan menunggu ujian. Parry lebih sering diminta masuk kantor untuk bekerja bersama Papinya. Karena Papinya menginginkan dia diperkenalkan sebagai penerusnya.


"Papi berharap, kau mulai belajar tegas dalam memutuskan sesuatu. Memiliki hati yang baik itu harus, tetapi juga harus tegas dalam bersikap. Apalagi jika kau akan menjadi seorang pemimpin." Ucap Pak Ariand, karena menyadari pribadi putranya setelah Naina meninggal.


Selama ini beliau lebih fokus membimbing Naina, karena Parry terlalu dimanjakan Maminya. Hal itu membentuk pribadinya yang selalu bergantung kepada Maminya atau Kakaknya. Sehingga kadang-kadang dia tidak memiliki keinginan sendiri.


Apa yang dikatakan Maminya atau Kakaknya, dia akan dengar dan ikut tanpa berbantah atau protes. Hal itu sangat dikhawatirkan oleh Pak Ariand, jika dia memegang perusahaan.


Oleh sebab itu, Pak Ariand mulai meluangkan banyak waktu untuk bisa bersamanya. Terutama setelah Naina meninggal, beliau lebih sering mengajak Parry ikut dengannya jika sedang tidak kuliah.


Bahkan Pak Ariand membayar seorang mentor untuk membentuk pribadinya sebagai seorang laki-laki yang kuat. Karena terlalu dekat dengan Mami dan Kakaknya, dia menjadi sangat lemah dan terlalu lembut sebagai laki-laki.


Sehingga melihat perkembangan yang sekarang, Pak Ariand merasa sedikit lega. Dia sudah bisa menentuhkan sikapnya, jika Maminya bilang A tetapi dia mau B, dia akan katakan itu kepada Maminya dengan argumentasi atau pertimbangan sendiri kenapa dia mau B.

__ADS_1


"Iya Pi. Aku akan berusaha belajar dengan cepat, agar bisa bekerja dengan baik." Ucap Parry, mengerti keinginan Papinya dan tidak mau mengecewakan Papinya yang telah bekerja keras membangun bisnisnya.


"Papi juga berharap, itu tidak menjadi beban untukmu. Belajar n bekerja, karena kau mencintai semua ini, bukan karena keterpaksaan. Sesuatu yang dilakukan dengan terpaksa, hasilnya akan tidak maksimal bahkan mungkin buruk. Karena kau sendiri akan merasa terbebani dan mungkin tersiksa karenanya.


"Iya, Pi. Akan aku ingat yang Papi katakan." Ucap Parry mengerti, agar Papinya tidak terlalu khawatir.


"Kalau begitu, kau ke ruanganmu dulu, nanti Pak Agra akan menjelaskan tentang pertemuan kita nanti malam." Ucap Pak Ariand, dan Parry mengangguk mengiyakan. Lalu dia keluar dari ruangan Papinya, menuju ruangan yang akan terus menjadi ruang kerjanya.


.***.


Di sisi yang lain ; Agra yang telah kembali ke ruang kerjanya, segera menghubungi Ferdy. Dia tahu maksud dari penjelasan boss besarnya bahwa Parry ada bersamanya dari sebelum makan siang.


📱"Ferdy, kau di mana?" Tanya Agra, saat Ferdy merespon panggilannya.


📱"Kami sedang di rumah duka, memantau mobil tuan muda. Tetapi sepertinya tuan muda tidak turun dari mobil, Pak." Jawab Ferdy yang terus memantau bersama seorang anak buah dan sopirnya.


📱"Segeralah kalian kembali ke Pos, karena tuan muda ada di kantor bersama boss besar." Ucap Agra, pelan dan tegas.


📱"Tapi ini benar mobil tuan muda dan ada sopirnya, Pak. Kami sudah memantau saat keluar dari rumah. Dan yang turun dari mobil, wanita yang pernah bersama tuan muda waktu itu, Pak." Ucap Ferdy meyakinkan.


📱"Iya. Kalian segera tinggalkan saja, karena tuan muda tidak di sana. Mungkin hanya sopir tuan muda dengan wanita itu. Tidak usah dipikirkan, cepat kembali ke Pos. Jangan sampai sopirnya curiga dan melapor kepada tuan muda." Ucap Agra pelan, tetapi serius dan tegas.


Mendengar yang dikatakan Agra, Ferdy segera meminta sopirnya untuk meninggalkan tempat parkir untuk kembali ke Pos. Walaupun demikian, mereka tetap memantau ke mana mobil Parry lewat alat penyadap yang telah dipasang.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2