Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Gangguan.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Carren minum air mineral yang tersedia sebelum menjawab pertanyaan Aaric yang sedang menatapnya dengan tajam. "Aku ke kantor tidak pernah memakai mobil itu, Kak. Hanya pada waktu tertentu, atau saat bertemu dengan client tertentu baru memakai mobilnya." Jawab Carren pelan, melihat wajah Aaric yang serius bertanya padanya.


"Jadi kau ke kantor memakai apa?" Tanya Aaric terkejut mendengar penjelasan Carren. Dia belum bisa mengerti yang disampaikan oleh Carren.


"Ada karyawan yang menjemput dengan mobil kantor, Kak. Tadi dia tidak bisa antar ke sini karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal. Jadi aku pesan mobil online untuk mengantarku ke sini." Carren menjelaskan dengan suara pelan, menghindari tatapan Aaric. Ada hal dalam diri Aaric membuat Carren harus bisa menjelaskan dengan baik dan benar.


"Kenapa tadi tidak mengatakan hal itu padaku, agar bisa menjemputmu? Lain kali, katakan terus terang padaku. Jika aku tidak bisa menjemputmu, ada orang lain yang bisa menjemputmu." Aaric berkata tegas sambil menatap Carren dengan serius.


Carren balik menatap Aaric, karena kurang nyaman mendengar apa yang dikatakannya. "Maaf, Kak. Aku sudah terbiasa melakukan itu selama ini. Aku akan sangat terbebani, jika merepotkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang bisa aku lakukan sendiri. Apalagi harus meminta Kakak menjemputku, padahal baru tadi malam berbicara dengan kakak. Aku merasa tidak sopan dan tidak tahu diri." Carren berkata pelan, tetapi tegas.


"Masa untuk datang ke sini, aku harus membuat kakak melakukan perjalanan entah jauh atau dekat, entah macet atau tidak untuk menjemputku. Tadi kalau orang kantor tidak sibuk, mereka akan mengantarku, Kak." Carren terus berkata dan Aaric terus melihatnya.


Aaric baru tersadar mendengar penjelasan Carren. Dia belum mengenal Carren dan yang dia katakan hanya melihat dari sisinya. Dia tidak terbiasa berada dalam situasi yang tidak terkontrol.


"Baik, aku mengerti. Nanti ke depan kita bicarakan lagi. Mari kita makan, karena kita kesini untuk makan malam." Ucap Aaric lalu memberikan isyarat kepada waiters untuk melayani mereka.


Waiters yang telah menunggu untuk melayani mereka segera mendekat dan mencatat apa yang akan dipesan oleh Aaric dan Carren. "Saya yang ini, dan minumnya ini." Aaric menunjuk daftar menu dan dicatat oleh waiters. Arra, mau yang mana?" Tanya Aaric setelah waiters mencatat menu yang diinginkannya untuk makan malam.

__ADS_1


Carren tidak memesan, tetapi memberikan isyarat kepada Aaric untuk menunduk. Carren mendekatkan wajah sambil menunduk ke arah Aaric. Melihat itu, Aaric segera meminta waiters meninggalkan mereka. Dia berpikir, Carren mau membicarakan sesuatu yang tidak boleh diketahui waiters. "Ada apa, Arra?" Tanya Aaric, agak membungkuk ke arah Carren.


"Kak, bolehkah aku mencoba menu yang Kakak pesan? Kalau aku bisa memakannya, baru aku pesan sama seperti Kakak." Carren berbicara pelanan, cendrung berbisik. Dia berharap Aaric bisa mengerti maksudnya. Saat dengan Parry, dia tidak tahu menu yang mana dimakan oleh Parry.


Aaric melihat Carren dengan heran tapi cepat mengerti apa yang dimaksudkan oleh Carren. Aaric mengangguk dan kembali memanggil waiters untuk mendekati mereka. "Bawa menu yang saya pesan tadi. Tambahkan piring kecil dan juga alat makan tambahan." Waiters mengerti yang dimaksudkan Aaric, lalu beranjak meninggalkan mereka. Kemudian kembali membawa semua yang diminta oleh Aaric.


"Arra, silahkan dicoba." Ucap Aaric dan menyodorkan piring kecil ke arah Carren. Aaric memperhatikan yang dilakukan Carren sambil berpikir. Dia merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Carren. 'Dia memiliki mobil mewah, tetapi belum mencoba menu di restoran ini?' Itu yang ada dalam pikirannya.


"Bagaimana, kau bisa makan itu?" Tanya Arric sambil terus menatap Carren. Carren mengangguk, karena dia bisa makan menu pasta yang dipesan oleh Aaric. "Kalau begitu, kau makan yang itu saja. Nanti aku pesan yang lain untukku." Aaric memanggil kembali waiters untuk melayaninya


"Kau bisa makan duluan." Ucap Aaric, saat melihat Carren diam menunggu.


Setelah menu pesanan Aaric disajikan, Carren menundukankan kepala untuk bersyukur sebelum makan. Aaric yang tadinya hendak makan jadi tertegun, lalu ikut menunduk untuk bersyukur. Sesuatu yang sangat lama tidak dilakukannya.


Aaric memotong sepotong kecil daging dan meletakannya di piring Carren. "Coba cicipi yang ini juga, agar bisa menambah daftar menu yang bisa kau makan di sini." Ucap Aaric, lalu melihat Carren sedang mencoba potongan daging yang diberikannya. Carren mengangguk setelah memakannya.


Melihat itu, Aaric memotong setengah dari potongan dagingnya menjadi kecil-kecil dan meletakannya di piring Carren. Carren terkejut, tetapi menerimanya, karena dagingnya sangat lezat. "Kakak mau makan yang ini? Karena semua ini terlalu banyak untukku." Ucap Carren, sambi menunjuk menu di piringnya. Dia berpikir, pasti Aaric mau memakannya karena itu menu pesanannya.


"Letakan saja ke piringku." Aaric berkata sambil mendorong piringnya ke arah Carren agar Carren lebih mudah memindahkan menu dari piringnya. Kemudian mereka menikmati makan malam dalam diam, dengan pikiran dan perasaan masing-masing yang tidak bisa mereka definisikan.

__ADS_1


"Kau mau dessert yang mana?" Tanya Aaric setelah mereka selesai menyantap. Carren menunjuk yang pernah dimakannya bersama Parry. Kemudian Aaric memberikan isyarat kepada waiters untuk melayani mereka.


Disaat mereka sedang menikmati dessert, tiba-tiba Aaric menyentuh telinganya dan berbicara. Dia memberikan isyarat agar, Carren jangan mengajaknya berbicara.


📱"Yaa..." Aaric berbicara dengan seseorang lewat earphone yang dipakainya.


📱"Pak, Nyonya Biantra sedang ada di dalam. Ini keamanannya ada datang." Jawab Sapta yang sedang berjaga di luar restoran.


📱"Kenapa baru katakan sekarang?" Tanya Aaric, jadi emosi.


📱"Sepertinya Nyonya tidak menggunakan mobilnya, Pak. Saya sudah periksa, tidak ada mobilnya di sini." Jawab Sapta cepat, karena dia tahu bossnya akan marah jika dia tidak teliti dalam hal ini.


📱"Baik. Mungkin dia sudah melihat saya. Kau gantikan saya di sini, saya mau lihat yang dia lakukan." Jawab Aaric kemudian mengakhiri pembicaraannya dengan Sapta.


Aaric terkejut, saat sedang menikmati dessert dia merasakan getaran pada ponsel di saku celananya. Getaran yang dia telah mengaturnya dan tahu siapa yang menghubunginya. Ketika tahu Sapta yang menghubunginya, dia segera merespon karena mungkin ada terjadi sesuatu di luar atau ada info penting yang harus dia ketahui.


Aaric melihat sekelilingnya yang bisa dilihatnya. Sepanjang mata memandang, dia tidak melihat orang yang dikenal. Dia tidak bisa menghubungi Jekob, karena dia tidak mau terlihat bersama Jekob sebelum rapat pemegang saham dilaksanakan.


"Arra, aku akan meninggalkanmu di sini, nanti ada yang datang menjemput dan mengantarmu. Dia orang kepercayaanku, jadi kau ikuti saja dia." Ucap Aaric pelan dan tegas. Carren langsung melihatnya dengan mata membulat, karena terkejut.

__ADS_1


~●●♡●●~


__ADS_2