Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Siap Tempur.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah mengetahui kondisi Pak Biantra telah membaik dan bisa ditinggal, Aaric menyerahkan proses pemyembuhan Papanya kepada dokter pribadi dan para pelayan yang melayani di rumah Aaric di Swiss. Pak Biantra menerima semua permintaan Aaric untuk beristirahat di rumahnya yang mega dengan halaman yang luas dan berlatar belakang pengunungan alpen.


Suatu suasana berbeda yang baru pernah dilihatnya. (Karena saat tiba di Swiss, Aaric langsung membawa Papanya ke rumah sakit). Walaupun selama ini beliau hidup sebagai petinggi di Biantra Group, tapi belum pernah berpergian ketempat-tempat seperti ini. Beliau hanya bepergian karena tugas kantor di Indonesia, dimana ada kantor cabang Biantra Group berada.


Pak Biantra menerima dengan senang hati, karena kondisi kesehatannya telah membaik. Dokter telah mengijinkan beliau pulang dari rumah sakit dan selanjutnya akan dirawat oleh dokter pribadi Aaric. Yang membuat Pak Biantra senang dan mau tinggal, Aaric berjanji akan membawa Recky untuk bertemu dengannya.


Pak Biantra diminta benar-benar istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Pergunakan waktu untuk refreshing dan memanjakan dirinya dengan berbagai fasilitas yang tersedia di rumah Aaric. Membaca berbagai buku milik Aaric yang ada di ruang baca. Semua itu membuat Pak Biantra makin senang, bisa nikmati sesuatu yang diimpikannya.


Aaric menyediakan mobil dan sopir untuk mengantar Pak Biantra kemana saja. Karena Pak Biantra bisa berbahasa Inggris dengan baik, jadi makin mempermudah jika akan jalan-jalan menikmati tempat-tempat wisata di Swiss. Tidak lupa juga Aaric menyiapkan dana pendukung jika dibutuhkan. Pak Biantra menerima semua yang disediakan Aaric sebagai bentuk kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.


Walaupun Pak Biantra ada memiliki uang, Aaric meminta untuk menyimpannya. Mungkin suatu waktu akan diperlukan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Pak Biantra mengerti maksud Aaric, karena dihatinya ingin mentraktir putra bungsunya makan enak, karena selama membantunya di kantor tidak pernah mau menerima bayaran. Semua uang itu Pak Biantra simpan dengan baik, karena beliau berpikir itu haknya. Jika nanti dia tidak mau menerima uang tunai, beliau akan membeli sesuatu yang berarti untuknya.


Pak Biantra percaya dan memegang janji Aaric, akan membawa Recky untuk bertemu dengannya. Sehingga beliau benar-benar memperhatikan semua yang diperintahkan dokter agar lekas pulih. Beliau sudah tidak sabar untuk betemu dengan putra bungsunya dan menikmati semua yang ada bersamanya.

__ADS_1


Walaupun begitu, pada saat Aaric pamit untuk kembali ke Indonesia, dengan berat hati Pak Biantra memeluknya. Beliau sudah terbiasa bersamanya, berbicara berbagai hal dengannya. Selama di Swiss dia pergi bekerja, selalu pulang ke rumah. Aaric balas memeluk Papanya, karena menyadari Papanya akan merasa suasana yang berbeda.


Dia tidak bisa membawa Papanya kembali pulang ke Indonesia, karena peristiwa yang akan terjadi dengan keluarganya. Aaric hanya mengatakan, dia harus segera kembali ke Indonesia untuk menghadiri rapat pemegang saham. Kehadirannya dibutuhkan untuk kelangsungan Biantra Group, sehingga meminta pengertian Papanya.


"Mungkin setelah tiba di Indonesia, aku akan sulit berkomunikasi dengan Papa. Jadi jika Papa perlu sesuatu, katakan saja kepada asistenku. Selain Papa bisa menghubunginya, dia juga akan datang setiap hari untuk bekerja dari rumah." Aaric berkata sambil memeluk Papanya untuk menenangkannya.


"Iya, hati-hati bekerja dan ambil keputusan. Jaga diri baik-baik, dan ingat Papa ada di tanah orang. Segeralah kembali bersama adikmu. Jika kalian berdua ada di sini, Papa tidak akan merasa ini tanah orang. Papa akan berdoa untuk penerbanganmu dan juga untuk rencanamu memulihkan Biantra Group. Jangan lupa libatkan Tuhan dalam mengambil semua keputusan." Ucap Pak Biantra, lalu melepaskan pelukannya.


"Iya, Pa. Terima kasih sudah memgingatkan." Ucap Aaric yang mulai mendekatkan diri kepada Tuhan setelah bertemu dengan Carren. Karena setelah meninggalkan rumah karena kecewa dengan orang tuanya, ditambah dengan kehilangan Naina, dia melupakan Tuhan. Sekarang dia merasa berbeda, saat menyadari kesalahan dengan meninggalkan Tuhan. Sekarang hatinya lebih tenang dalam mengambil keputusan.


Aaric tidak memberitahukan kedatangannya kepada Carren, karena dia sedang mempersiapkam diri untuk rapat pemegang saham. Ketika Jekob melapor bahwa pihak Sunijaya sedang menyelidiki siapa sebenarnya Elimus, Aaric segera mempercepat rapat pemegang saham setelah berbicara dengan dokter pribadi dan melihat kondisi Papanya sudah bisa ditinggal.


Jekob mengatakan bahwa pihak Sunijaya sedang merencanakan sesuatu, karena tidak menemukan Pak Biantra. Mereka mulai panik dan frustasi, karena melihat pergerakan dan perubahan pemilikan saham Pak Biantra. Apalagi ketika mengetahui saham Pak Biantra telah berpindah tangan kepada Komisaris Biantra Group yang baru, mereka mulai curiga dan melakukan penyelidikan. Siapa sebenarnya Komisaris baru Biantra Group dan apa hubungannya dengan Pak Biantra.


Begitu juga dengan saham milik Pak Yogi yang telah berpindah tangan. Mereka makin frustasi karena belum menemukan siapa sebenarnya Pak Yogi, sahamnya sudah berpindah tangan, berganti pemilikan. Mereka mulai menyadari, ada pergerakan secara masif dan sistimatis dalam hal memperoleh saham Biantra Group. Harapan mereka untuk menguasai kembali saham mayoritas makin menipis, ketika melihat peluang itu hanya ada pada pihak Hutama.

__ADS_1


Yang membuat Jekob dan Sapta waspada, sehingga melapor dan mendesak boss besar mengadakan rapat pemegang saham, saat mengetahui Pak Sunijaya menjual beberapa properti potensialnya dengan harga yang tidak semestinya. Jekob dan Sapta curiga mereka sedang merencanakan sesuatu sehingga membutuhkan dana tunai dalam waktu cepat.


Langkah dan strategi yang diputuskan Aaric membuat Pak Sunijaya dan keluarganya mulai melakukan berbagai cara untuk balik menyerang. Minimal mencari cara untuk bisa lolos dan menyelamatkan diri, jika situasi tidak menguntungkan pihak mereka.


Jekob tidak lagi pulang ke rumah, karena dia merasa ada yang mengawasinya. Sehingga ketika pulang kantor, salah seorang anggota keamanan Sapta akan membawa mobilnya pulang ke arah rumahnya, sedangkan dia bersama Sapta pulang ke Sero.


Semua itu diperintahkan oleh Aaric saat Jekob melapor situasi yang sedang terjadi dan Aaric belum ada di Jakarta. 'Lebih baik mencegah terjadi sesuatu yang buruk dengan dirimu. Orang yang jahat, pasti akan merencanakan hal yang jahat. Apalagi dalam situasi panik dan frustasi, pasti mereka akan mengeluarkan tanduknya.' Itu yang dikatakan Aaric saat Jekob melapor.


Berdasarkan gambaran situasi yang disampaikan Jekob dan Sapta, Aaric segera memutuskan untuk terbang kembali ke Indonesia untuk mengadakan rapat pemegang saham. Karena dia merasa sudah waktunya berhadapan dengan keluarganya. Papa dan adiknya sudah berada di tempat yang aman, tetapi tidak dengan Jekob dan Sapta.


Aaric sudah memerintahkan Jekob dan Sapta bersiap-siap untuk melaksanakan apa yang direncanakannya. Dia tidak ingin semuanya terlambat, karena yang akan dihadapi bukan anak kemarin sore. Tetapi singa tua yang telah berkelana di rimba bisnis puluhan tahun. Tidak akan mudah menyerah atau kurang taktik untuk menyerang dan menggigit bahkan mungkin mencabik-cabik lawannya. Itulah yang dilakukannya selama ini, sehingga bisa bertahan dan berkuasa puluhan tahun.


Oleh sebab itu, Aaric harus bergerak cepat dan minimal harus satu langkah di depan para lawan yang siap menghabisinya jika sudah mengetahui siapa dia. Setelah semuanya yang diperintahkan kepada Jekob dan Sapta telah dilakukan, Aaric langsung terbang ke Indonesia.


...~●○♡○●~...

__ADS_1


__ADS_2