Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Parry Hutama 1.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Setelah berbicara dengan Recky, mereka mulai sering chat atau telpon jika sedang tidak sibuk. Walau pun Recky telah kembali untuk menyelesaikan kuliahnya di Australia, dia masih menghubungi Carren. Carren tetap berkomunikasi dengan Recky, karena dia tetap sopan dan baik terhadapnya.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Parry, mereka sering berkomunikasi. Kadang-kadang Parry mengajak Carren berdiskusi tentang jurusan Ekonomi dan Bisnis yang diambil oleh Parry di Kampusnya.


Dia mengambil jurusan tersebut, karena akan meneruskan usaha orang tuanya. Apalagi sekarang Kakaknya Naina sudah tidak ada. Semua bisnis orang tuanya akan diteruskan oleh Parry.


Hal itu membuat Parry, serius belajar di kampus dan juga di Perusahaan orang tuanya. Dia sudah mulai bekerja bersama Papinya untuk belajar mempraktekan pelajaran yang diperoleh dari Kampusnya dan juga mengenal bisnis Papinya.


Setelah pulang ke rumah, Parry merasa rumahnya sangat sepi. Karena orang tuannya sedang di luar negeri untuk mengawasi bisnis mereka di Singapura. Parry diajak untuk ikut bersama mereka, tetapi dia tidak bisa ikut karena sedang mempersiapkan materi diskusi di Kampus. Mengingat akan itu, dia langsung menghubungi Carren.


📱"Malam, Carren. Lagi sibuk?" Tanya Parry senang, karena Carren merespon panggilannya. Biasanya Carren akan memgirim pesan kemudian, kalau dia dalam kondisi tidak bisa menelpon.


📱"Malam, Parry. Ngga juga, ini sudah selesai." Jawab Carren, saat merespon panggilan Parry. Dia baru selesai mandi setelah seharian membantu Mamanya. Merapikan bagian depan rumahnya.


📱"Ooh, ok. Besok sibuk, ngga? Aku mau minta tolong." Ucap Parry, langsung pada intinya. Karena dia memang sedang memerlukan bantuan Carren lebih dari sebelumnya.


📱"Mau minta tolong apa?"Tanya Carren, karena dia tahu Parry kalau minta tolong tidak jauh dari kuliahnya. Karena tidak mungkin Parry akan minta tolong yang berhubungan dengan uang.


📱"Aku sedang menyiapkan materi untuk diskusi di kampus. Kau bantu melihat materiku dan latihan diskusi, ya." Ucap Parry, berharap. Karena selama ini, dia biasanya berlatih dengan Almh. Kakaknya, Naina.


📱"Ooh, ok. Kapan mau latihannya?" Tanya Carren senang, karena saat latihan dengan Parry, diam-diam dia juga ikut belajar pelajaran Parry. Oleh sebab itu, Carren sangat senang jika Parry minta tolong yang berhubungan dengan kuliahnya.


📱"Kalau bisa, besok pagi jam sepuluh kita bertemu. Biar kau pulangnya ngga terlalu sore. Bagaimana?" Tanya Parry, untuk memastikan. Karena besok pagi dia hanya ke kantor Papinya untuk bertemu dengan Pak Agra, Asisten Papinya.

__ADS_1


📱"Iya, bisa. Kita mau bertemu di mana?" Tanya Carren, agar dia bisa mengatur waktu berangkat dari rumahnya.


📱"Aku rencana mau ke suatu tempat di Jakarta Selatan. Agar bisa tenang saat kita berdiskusi. Kau mau aku jemput di mana? Atau mau dijemput di rumah?" Tanya Parry, biar dia akan meminta sopir untuk menjemput Carren.


📱"Ngga usah, Parry. Kau bisa menjemputku di Halte Stasiun Sudirman?" Tanya Carren, karena dia berencara mau naik kereta commuterline.


📱"Bisa, pake bangeett... Kalau begitu sampai bertemu besok, ya." Ucap Parry, tersenyum senang. Karena dia sendiri yang akan menjemput Carren, sebab Stasiun Sudirman lebih dekat dengan kantor Papinya yang berlokasi di Sudirman Central Business (SCB).


📱"Baik, sampai bertemu besok." Ucap Carren dan hendak pamit. Tetapi dia mendengar Parry memanggil namanya.


📱"Carren, jangan lupa bawa laptopmu, ya." Ucap Parry teringat, saat Carren hendak mengakhiri pembicaraan.


📱"Baik. Ada lagi yang harus kubawa?" Tanya Carren, mungkin ada lagi yang terlupakan oleh Parry.


📱"Mmmm... Hanya itu, karena yang kuperlukan sudah ada dalam kepalamu. Hhhhhh..." Ucap Parry, tertawa senang.


📱"Ok, gd night." Ucap Parry, dan mengakhiri pembicaraan mereka. Setelah itu Parry menghubungi Asisten Papinya.


📱"Selamat malam, Pak Agra. Besok pagi-pagi kita bertemu di kantor, ya. Saya ada keperluan lain yang harus saya lakukan jam sepuluh. Jadi Pak Agra tolong datang pagi-pagi ke kantor, ya." Ucap Parry, saat Asisten Papinya merespon panggilannya.


📱"Baik, tuan muda. Saya akan ke kantor pagi-pagi dan menunggu tuan muda di sana sambil menyiapkan semua yang diperlukan." Ucap Agra, hormat. Karena jika Pak Ariand tidak ada di tempat, semua urusan bisnis dibicarakan dengan Parry.


📱"Baik, sampai bertemu besok Pak Agra." Ucap Parry dan mengakhiri pembicaraan mereka. Kemudian dia mengatur alaram pada ponselnya, agar tidak kesiangan.


.***.

__ADS_1


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali sebelum jam sepuluh Parry telah menyelesaikan semua yang harus ditangani selama Papinya masih berada di luar negeri. Dia hanya sebentar bertemu dengan Asisten Papinya untuk menyerahkan jadwal dan waktu kuliahnya. Karena dia harus mengatur schedule nya di kantor selama Papinya tidak ada.


Sambil berbicara dengan Asisten Papinya, Parry memparhatikan ponselnya. Karena dia sedang memunggu kabar dari Carren. Beberapa saat kemudian, pesan masuk dari Carren bahwa dia telah sampai di Stasiun Manggarai, dan akan menuju ke Stasiun Sudirman. Parry segera meninggalkan kantor menuju ke Halte Stasiun Sudirman seperti yang dikatakan Carren.


Setelah Parry meninggalkan Hutama Building yang merupakan kantor pusat Hutama N & P Corp, Arga langsung menghubungi boss besarnya, Pak Ariand Hutama. "Hallo,Tuan. Tuan muda Parry sedang pergi, tetapi memakai mobil tuan. Saya tidak tau tuan muda mau memakai mobil tuan." Ucap Asisten Pak Ariand, melapor.


"Kenapa dia memakai mobil saya? Kalau begitu, segera suruh Ferdy  mengikutinya. Katakan ikut kemana saja dia pergi. Lain kali pasang GPS Tracker di mobil saya juga." Ucap Pak Ariand, khawatir. Semenjak Naina meninggal, Pak Ariand memperketat penjagaan kepada keluarganya terutama, Parry.


"Baik tuan, saya akan pasang GPS Tracker setelah tuan muda kembali dengan mobilmya. Saya sudah menyuruh Ferdy mengikuti mobil tuan. Jadi sementara ini kami akan terus memantau tuan muda dan akan memberikan laporan kepada tuan." Ucap Agra was-was, karena tidak menyangka Parry akan memakai mobil boss besarnya.


Mereka hanya memasang alat penyadap di mobil Parry, untuk mengetahui keberadaannya atas perintah Pak Ariand. Tetapi tadi Agra tidak bisa menolak saat Parry mengatakan mau memakai mobil Papinya.


Hal itu membuat Agra panik dan segera menghubungi Ferdy, kepala keamanan keluarga Hutama untuk mengikuti mobil Pak Ariand yang dikendarai oleh Parry. Setelah itu baru menghubungi Pak Ariand untuk melapor.


"Apakah tuan muda katakan mau kemana? Bukankah hari ini dia harus ke kantor?" Tanya Pak Ariand, ingin tahu yang dilakukan putranya.


"Iya, tuan. Tadi pagi tuan muda sudah datang ke kantor dan mengatur schedulenya dengan saya. Setelah selesai, tuan muda katakan mau keluar karena ada janji untuk menyelesaikan tugas kuliah." Ucap Agra, menyampaikan yang dikatakan Parry.


"Jadi dia akan pergi dengan seseorang?" Tanya Pak Ariand lagi, masih khawatir.


"Iya, tuan. Tetapi tuan tidak usah khawatir, saya sudah suruh Ferdy untuk mengikuti tuan muda. Jadi sekarang Ferdy sedang mengikutinya." Ucap Agra menjelaskan, untuk menenangkan Pak Ariand.


"Bilang Ferdy, jangan sampai tuan muda tau sedang diikuti atau diawasi. Nanti dia tidak mau kemana-mana lagi." Ucap Pak Ariand, khawatir Parry kembali menjadi pribadi seperti sebelumnya. Anak Mami dan tidak mau keluar rumah.


"Baik, tuan. Ini Ferdy baru melapor, tuan muda menjemput seorang wanita di halte Stasiun Sudirman dan sekarang mereka sedang menuju ke arah Kebayoran." Ucap Arga melapor, setelah mendapat laporan dari Ferdy.

__ADS_1


"Baik, saya tunggu laporannya dan tolong cek, siapa wanita itu." Ucap Pak Ariand khawatir, dan bertanya-tanya tentang siapa wanita yang sedang pergi bersama putranya, sehingga Parry mau menggunakan mobilnya.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡


__ADS_2