Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Empat Serangkai


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Carren memakai jacket yang agak tebal, karena akan naik motor dengan Ichad ke tempat yang dimaksudkan Akri. Bu Nancy melihat semangat kerja mereka dengan hati yang bersyukur. Setelah mereka berangkat, Bu Nancy menutup pintu pagar, lalu masuk dan berdoa untuk perjalanan dan rencana kerja mereka berempat.


Ichad memacu motornya dengan kecepatan normal ke titik pertemuan yang telah dikirim oleh Akri. Dia membawa motornya dengan sangat hati-hati, karena Carren ada ikut bersamanya.


.***.


Di sisi yang lain ; Akri sedang menghubungi Rosna untuk rencana pertemuan mereka.


📱"Assalamualaikum, Ros." Salam Akri, saat Rosna merespon panggilannya.


📱"Waalaikumsalam, Kak Akri. Tumben nih, telpon pagi-pagi." Ucap Rosna setelah membalas salam Akri.


📱"Iya, Ros. Kalau ngga ada kegiatan hari ini, aku mau menjemputmu. Pagi ini kita akan bertemu dengan Kak Ichad dan Carren, karena kita sudah mulai bekerja." Akri menjelaskan rencananya.


📱"Ooh, Alhamdulillah. Iya Kak, aku akan siap-siap sekarang. Kak Akri hati-hati di jalan, ya." Rosna memeggang dadanya dengan hati bersyukur, karena mereka akan mulai bekerja.


📱"Ok. Sampai bertemu. Sekarang aku sudah mau berangkat ke tempatmu." Lalu Akri mengakhiri pembicaraan mereka, setelah saling memberikan salam.


Selesai berbicara dengan Akri, Rosna meminta ijin kepada orang tuanya untuk pergi bekerja bersama rekan-rekannya. Kedua orang tuanya merasa senang mengetahui Akri akan datang menjemput Rosna untuk pergi bekerja. Mereka menyiapkan tahu isi untuk dibawa oleh Akri, karena 'Nya Rosna baru membuat tahu isi yang agak banyak untuk Babe Rosna.


Setelah berbicara dengan Rosna, Akri pergi ketempat keluarga yang akan mengadakan hajatan pernikahan untuk memberitahukan kedatangan Carren. Keluarga tersebut merasa senang mendengar mereka akan datang.


Keluarga calon pengantin wanita agak panik saat yang mendekor sebelumnya, tiba-tiba tidak bisa mendekor. Ada keluarganya sedang tertimpah musibah, sehingga mereka datang minta maaf dan mengembalikan uang muka yang telah diterima.


Dalam waktu yang sangat mendesak untuk mencari pengganti, Ibu calon pengantin bertemu dengan Ibunya Akri dan menceritakan masalah yang sedang dihadapi. Ibu Akri menceritakan tentang kerjaan anaknya, sehingga mereka mendatangi Akri untuk minta tolong.

__ADS_1


Selesai berbicara dengan keluarga calon pengantin, Akri memacu motornya ke tempat tinggal Rosna untuk menjemputnya. Saat Akri tiba di rumah Rosna, kedua orang tua Rosna juga sudah menunggunya.


Melihat Rosna telah rapi dan siap berangkat bersamanya, dia memberikan salam dan minta ijin kepada orang tua Rosna. Setelah mendapat ijin dan juga tahu isi, Akri dan Rosna segera berangkat ke tempat titik pertemuan yang disampaikan kepada Ichad.


Saat tiba di titik pertemuan, Akri dan Rosna masih harus menunggu, karena Ichad dan Carren belum datang. "Kak Akri, sebenarnya kita mau kemana? Kenapa kita tunggu di sini?" Rosna bertanya, karena tadi Akri hanya mengatakan akan pergi bekerja. Tapi saat berhenti menunggu, dia jadi bertanya-tanya.


"Kita tunggu Kak Ichad dan Carren di sini, karena Carren akan melihat tempat dekor di tetanggaku. Nanti kalau mereka sudah datang, baru kita ngobrol lagi lebih detail." Ucap Akri, karena dia mau Carren yang akan menjelaskan kerjaannya untuk mereka bertiga.


"Ooh iya, Kak. Ros ngerti. Kalau begitu, mari Ros pegang kotak tahunya." Kemudian Rosna mengambil kotak tahu yang dipegang Akri, kerena masih menunggu Ichad dan Carren.


Tidak lama kemudian, terlihat Ichad dan Carren mendekati mereka. "Ayoo, naik Ros. Kak Ichad, ikut aku, ya." Ucap Akri, lalu naik motornya. Begitu juga dengan Rosna, lalu Akri menjalankan motornya dan diikuti oleh Ichad.


Setelah tiba di rumah Akri, Ichad dan Akri memarkir motornya di depan rumah dan masuk ke rumah Akri yang sangat sejuk. Di halaman rumahnya masih ada banyak pohon besar, sehingga sangat adem. Akri memperkenalkan Ichad, Carren dan Rosna kepada kedua orang tuanya. Sekalian menyerahkan tahu titipan orang tua Rosna kepada Ibunya.


Mereka bersama-sama ke rumah calon pengantin yang telah menunggu. Carren berbicara dengan calon pengantin wanita dan keluarga untuk mengetahui konsep acara dan dekor yang mereka inginkan. Ichad dan Akri mengukur tempat yang akan dipakai, sedangkan Rosna bagian mencatat semua ukuran yang dikatakan Ichad atau Akri.


Selesai berbicara dengan calon pengantin wanita dan keluarga, Carren menghubungi pemilik tenda yang telah menjadi langganan saat bekerja bersama Mamanya. Dia ingin menanyakan semua keperluan untuk acara Ijab Kabul dan resepsi calon pengantin.


Setelah Ichad dan Akri selesai mengukur, Carren mulai  menghitung budget yang diperlukan oleh calon pengantin jika mau menyewa jasa mereka. Karena semua yang dibutuhkan telah disiapkan oleh Carren.


"Ini budget yang diperlukan jika menggunakan tenda biasa dan dekorasi bunga kering. Ini tenda dengan menggunakan alat pendingin dan dekorasi menggunakan bunga segar atau bunga kering." Carren menghitung semuanya dengan rinci, karena catering dan kursi sudah disiapkan oleh keluarga. Jadi hanya itu yang perlu disiapkan oleh Carren.


Calon pengantin memilih memakai tenda dengan pendingin dan dekorasi bunga kering. Mendengar itu Carren bersyukur dalam hati, karena dia memiliki banyak bunga kering di rumah bernuansa sesuai dengan yang diminta oleh calon pengantin. Sehingga hanya perlu menambah sedikit lagi bunga kering, sebab luasnya ruangan yang akan didekor.


"Kami setuju dengan budget juga desain dekor tenda dan kursi pengantinnya. Jadi bagaimana caranya kami membayar, Mba'?" Calon pengantin wanita menanyakan cara membayar, karena waktu yang makin mendekat dia butuh kepastian yang mengikat.


Mendengar itu, Carren mengeluarkan kontrak kerja sama yang telah disiapkan dan memberikan kepada calon pengantin wanita untuk dibaca. Carren menjelaskan poin-poinnya, karena pekerjaan mereka akan dilakukan tidak seperti umumnya. Mereka akan melakukan Ijab Kabul dan resepsinya di bulan depan, tidak sampai satu bulan.

__ADS_1


"Baik, Mba' Carren. Kami akan membayar uang muka sekarang dan sisanya sepuluh hari kerja sebelum hari H. Kami membayar uang muka secara tunai ya, karena sudah ada uangnya pada kami." Calon pengantin wanita menjelaskan dan Carren mengangguk mengerti.


"Baik. Kalau begitu, tolong tanda tangan surat kontrak kerja sama ini. Agar kita bisa bekerja  bersama dengan baik." Carren memberikan pulpen dan surat kontrak rangkap satu untuk ditanda tangani. Ketiga rekannya hanya duduk diam mendengarkan dan memperhatikan.


Calon pengantin wanita memberikan uang muka kepada Carren. Kemudian Carren memberikan kepada Rosna untuk dihitung jumlahnya. Setelah semua sesuai, Rosna memasukan lagi ke amplop dan menyerahkan kembali kepada Carren. Tidak lama kemudian, mereka pamit dari keluarga calon pengantin.


"Carren, kita ke mall terdekat untuk makan siang, ya. Ada yang mau aku bicarakan dengan Akri dan Rosna." Ucap Ichad, saat mereka kembali ke rumah Akri untuk ambil motor dan pamit kepada orang tua Akri. Dalam perjalanan tadi, dia melihat ada Mall yang lumayan besar dan bagus.


"Iya, Kak Ichad. Sekalian mau tabung uang yang tadi, agar bisa tenang di jalan pulang." Ucap Carren, Akri dan Rosna setuju lalu mereka ke Mall terdekat untuk makan siang bersama.


Saat tiba di Mall Terapan, mereka mencari restoran yang agak tenang dan nyaman untuk mereka makan siang. Karena selain makan, mereka akan berbicara dan berdiskusi tentang pekerjaan yang baru dimulai.


Selesai makan, Ichad menceritakan pertemuannya dengan Sisil dan keluarga Almh Bu Florens sebagaimana yang disampaikan kepada Carren dan Bu Nancy. "Sepertinya, Sisil sudah tidak dipercayakan lagi untuk mengurus kerjaan Tante Florens." Ucap Ichad sambil melihat ketiga rekannya.


"Kenapa Kak Ichad bisa berpikir begitu?" Tanya Akri, terkejut mendengar yang diceritakan Ichad.


"Aku berpikir begitu, karena tadinya pekerjaan itu mau diserahkan untuk dikelolah oleh kita bertiga. Selain itu, Sisil tidak bisa bekerja dengan baik dan nakal. Dia menahan upah para karyawan. Salah satunya, upah kita bertiga saat Tante Florens sakit." Ichad menjelaskan.


"Kemaren Kak Maxi sudah membayar upah kita dan minta maaf, karena lumayan lama upah kita tidak diberikan. Kak Maxi berjanji, akan menghubungi kalian berdua secara pribadi." Selesai menyampaikan pesan Maxi, Ichad mengeluarkan dua amplop dari ransel yang dibawanya dan diberikan kepada Akri dan Rosna.


Akri dan Rosna menerima amplop tersebut dengan ragu-ragu. Mereka sebenarnya sudah ikhlas dan tidak memikirkannya lagi. Tetapi sudah diberikan, mereka menerimanya dengan hati bersyukur.


"Baik, soal Sisil dan yang berhubungan dengannya akan kita bicarakan nanti. Sekarang kita bicarakan dekor yang akan kita kerjakan, karena ada tambahan pekerjaan yang baru kita terima. Jadi mari kita lihat desain kasar yang tadi diminta calon pengantin, agar kita bisa lebih cepat menyiapkan yang diperlukan. Tolong Kak Ichad dan Kak Akri lihat, nanti Ros tolong catat tambahan atau koreksinya, ya." Carren menginginkan mereka terlibat, belajar dan bekerja bersama. Lalu dia mengambil tasnya.


"Oooh... Jadi ini yang kau bilang pergi bekerja?" Tiba-tiba suara seorang wanita menegur mereka dengan suara yang cukup keras. Membuat mereka berempat sontak melihat ke arah sumber suara dengan wajah terheran-heran. Begitu pun dengan beberapa orang yang sedang makan dalam restoran tersebut melihat ke arah mereka.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2