Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Tetap Terkejut.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Di bagian bumi yang lain ; Aaric dan Jekob sedang sibuk membenahi Biantra Group yang sudah berada di tangannya. Setelah masalah hukum mulai bergulir, Pak Hutama menjual sahamnya kepada Aaric karena tidak mau bersinggungan lagi dengan Biantra Group. Jakob dan Sapta serta jajarannya juga sibuk membenahi banyak hal diberbagai bidang yang dipercayakan Aaric dalam pengelolahan mereka.


Aaric masih belum berkantor di Biantra Group, hanya sesekali datang untuk melihat hal-hal yang perlu dibenahi. Seperti hari ini, dia datang ke Biantra Group untuk meeting bersama jajaran Direksi yang baru. Ada banyak perubahan dan pergantian, terutama posisi Pak Haiman dan Bu Sunny yang sedang ditahan.


"Jekob, kau sudah selesai mengatur semuanya?" Tanya Aaric setelah mereka selesai meeting, tinggal Aaric dan Jekob masih berada dalam ruangan. Asisten dan sekretaris mereka telah diminta untuk meninggalkan ruangan, karena Aaric hendak berbicara secara pribadi dengan Jekob.


"Sudah, Pak. Bapak sudah menentukan tanggalnya? Saya hanya menunggu keputusan bapak." Ucap Jekob, yang mengerti maksud boss nya tentang rencana pernikahannya.


"Panjang umurnya..." Ucap Aaric, tiba-tiba ponselnya bergetar dan melihat siapa yang mengirim pesan untuknya. Aaric memberikan kode kepada Jekob, karena akan menelpon.


"Allooo, Arra." Aaric berbicara sambil menyandarkan punggungnya sedikit santai setelah melalui meeting yang melelahkan. Jekob telah meninggalkan boss nya seorang diri.


"Allooo, Kak. Makan siang di mana?" Tanya Carren, saat merespon panggilan Aaric.


"Aku baru mau menghubungimu untuk menanyakan hal yang sama. Kau mau makan di mana? Biar kita bertemu di tempatnya." Ucap Aaric sambil melihat jam tangannya, yang sudah hampir tiba waktu makan siang.


"Aku mau ke apartemen, karena membawa lauk. Tapi kalau tidak bisa, biar di mana yang kakak bisa saja." Ucap Carren ragu-ragu, karena Mamanya baru kirim masakan untuk makan siangnya. Dia ingin makan dengan Aaric, karena kesibukan membuat mereka jarang bertemu.

__ADS_1


"Tidak usah. Kita makan siang di apartemen saja, karena ada yang mau aku bicarakan denganmu. Ini jam sibuk, akan lama di jalan jika aku menjemputmu. Nanti ada yang menjemputmu, ya. Kita bertemu di apartemen." Ucap Aaric yang telah melihat jam, tidak keburu untuk menjemput Carren di kantornya.


"Iya, Kak. Sampai ketemu." Ucap Carren mengerti maksud Aaric, biar mereka tidak terlambat makan siang. Aaric mengakhiri pembicaraan mereka setelah membalas salam Carren


Carren segera menyiapkan semua yang akan dibawa, karena dia tahu tidak lama lagi akan dihubungi oleh karyawan Aaric yang akan menjemputnya. Kemudian dia berpamitan kepada Rosna, Akri dan Ichad, karena mau makan siang di luar. Mereka bertiga mengangguk dengan wajah tersenyum happy, karena tahu Carren akan pergi makan siang dengan siapa. Carren hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat mereka sedang ngeledekinnya.


Di sisi yang lain ; Aaric segera turun ke tempat parkir gedung Biantra bersama Jekob. Jekob juga akan pergi makan siang di luar. Dia naik mobilnya sendiri, karena Aaric akan pulang ke apartemen. "Jekob, nanti kita bertemu di Elimus. Tolong ditangani, jika saya agak terlambat." Ucap Aaric sebelum naik mobilnya. Jekob mengangguk mengerti dengan hormat.


Sopir Aaric segera menjalankan mobil keluar tempat parkir. Dia meminta sopirnya mencari jalan yang lebih lenggang. Sopirnya adalah salah seorang anggota keamanan Sapta, jadi sudah mengerti cara kerja Aaric dan jalan pintas untuk melancarkan perjalanan boss nya.


Aaric ingin tiba di apartemen sebelum Carren, agar Carren tidak lama menunggunya. Walaupun sudah berusaha, Carren sudah menunggunya saat tiba di lobby apartemen. "Sudah lama menunggu?" Tanya Aaric yang telah masuk di lobby. Carren menggeleng sambil tersenyum, melihat kedatangan Aaric. Aaric mengambil paper bag dari tangan Carren lalu mengajaknya ke lift.


Carren jadi berhenti dan membalas pelukan Aaric. "Lagi banyak kerjaan, Kak?" Carren bertanya, karena melihat wajah Aaric agak tirus dari terakhir bertemu dengannya.


"Yaaa... banyak kerja, banyak masalah, banyak kejutan, membuat tenaga berkurang. Makanya ini minta tenaga tambahan darimu." Ucap Aaric sambil mengelus punggung Carren dengan sayang, sambil mengingat Recky, adiknya. Dia menarik nafas panjang. Semenjak kedatangan Recky, ini pertama kali bertemu dengan Carren.


Carren melakukan hal yang sama karena merindukan Aaric. Walaupun setiap malam mereka sering berbagi kabar, tetapi perasaan sangat berbeda jika bertemu langsung dan bisa melihat keadaan satu dengan yang lain.


"Kita makan dulu, karena ada yang mau aku bicarakan dan aku ada meeting setelah ini." Ucap Aaric menyadarkan dirinya lalu melepaskan pelukannya. Carren juga melepaskan pelukannya lalu menuju dapur dengan wajah memerah. Dia lupa tujuannya untuk makan siang bersama, saat sudah berpelukan. Dengan cepat dia menyajikan semua yang dikirim Mamanya di atas meja makan. Mamanya mengirim nasi dan lauk, jadi tidak perlu repot untuk masak nasi lagi.

__ADS_1


"Kak, sepertinya ini hanya untuk makan siang. Jadi kakak mesti cari makan malam sendiri." Ucap Carren setelah melihat yang dibawanya.


"Iyaa, dihabiskan saja. Nanti malam aku ada pertemuan dengan rekan bisnis sekalian makan malam. Jadi nanti malam tidak usah menungguku. Jika sudah ngantuk, istirahat saja." Ucap Aaric mengingat Carren suka menyapanya sebelum tidur.


"Iya, Kak. Jangan lupa istirahat, kalau sudah capek." Ucap Carren karena melihat wajah Aaric yang tidak segar. Dia mengambil nasi dan laut untuk Aaric setelah mereka bersyukur untuk makanan yang tersedia. Aaric mengangguk mengerti maksud Carren.


Setelah makan, Carren membersihkan semua perangkat makan lalu mengikuti Aaric yang sedang menunggunya di ruang tamu sambil memegang ipad di tangan. "Mari duduk di sini sebentar sebelum kita pergi. Nanti aku tidak bisa mengantarmu, ya. Aku ditunggu Jekob untuk meeting." Ucap Aaric sambil menepuk sofa di sampingnya.


Carren mendekati Aaric dan duduk di sampingnya. "Arra... Kalian penah menangani event pernikahan paling cepat, berapa lama waktu yang dibutuhkan?" Tanya Aaric serius setelah Carren duduk di sampingnya.


"Pernah kami tangani, paling cepat dua bulan Kak. Tapi itu tidak banyak permintaannya. Hanya acara sederhana di gedung yang tidak terlalu besar dan tidak terkenal. Jadi kami bisa dengan cepat dapat gedungnya. Ada apa, Kak?" Tanya Carren tidak mengerti maksud pertanyaan Aaric.


"Kalian tidak bisa mempersiapkannya dalam dua minggu?" Tanya Aaric serius, karena dua bulan baginya terlalu lama.


"Kami belum pernah, Kak. Tapi nanti aku bicara dengan karyawan dan rekan usana yang lain. Siapa yang mau menikah, Kak." Tanya Carren serius menanggapi pertanyaan Aaric. Dia berpikir, ada rekan bisnis Aaric yang akan menikah.


"Kita yang akan menikah." Ucap Aaric sambil menatap Carren serius.


"Kakak kalau berkata suka benar." Ucap Carren bercanda, tetapi langsung berhenti tersenyum melihat keseriuan Aaric membicarakan hal itu. Dia sudah paham jika Aaric sedang bercanda atau serius membicarakan sesuatu. Menyadari hal itu Carren melihat Aaric dengan mata membulat, karena terkejut.

__ADS_1


...~●○♡○●~...


__ADS_2