
...~•Happy Reading•~...
Keesokan harinya, Jekob dan Sapta datang ke apartemen untuk menjemput Aaric dan Recky untuk berangkat ke rumah orang tua mereka. Setelah tiba di depan gerbang rumah dan melihat security tidak mau membuka gerbang untuk mobil mereka masuk, Recky membuka pintu mobil lalu segera turun dan berjalan ke gerbang rumah.
Ketika security melihat siapa yang turun dari mobil, mereka segera membuka gerbang agar mobil yang dikendarai tuan mudanya bisa masuk ke halaman rumah. "Jangan masuk dulu. Tunggu aba-aba dari Recky, baru kita masuk." Ucap Aaric mengingatkan Sapta yang hendak memasukan mobil setelah melihat gerbang dibuka.
Recky yang sudah masuk ke halaman rumah, menuju pos keamanan. "Selamat pagi. Di mana Pak Tony?" Tanya Recky, karena melihat kepala keamanan tidak ada di pos security.
"Selamat pagi, tuan muda. Mohon maaf, tadi kami tidak tau itu mobil tuan muda. Pak Tony sedang di dalam untuk mengambil kopi, tuan muda." Jawab salah seorang anggota keamanan dengan hormat karena mengenal Recky.
"Tolong hubungi Pak Tony minta ke sini, ya. Saya tunggu di sini." Ucap Recky serius. Dia lakukan seperti petunjuk yang disampaikan Aaric padanya tadi malam sebelum tidur. Anggota keamaman segera menghubungi pimpinan mereka.
Pak Tony, kepala keamanan keluarga berjalan cepat mendekati Recky dengan tergesa-gesa. Beliau tidak memyangka tuan muda keluarga akan datang ke rumah. Recky mengajaknya menjauh dari pos untuk berbicara secara pribadi. "Pak Tony, tolong matikan cctv dan saya minta semua rekaman cctv yang ada, ya." Ucap Recky serius. Pak Tony mengangguk mengerti, lalu segera melakukan yang diminta oleh Recky.
"Ini, tuan muda dan semua cctv sudah saya matikan." Ucap kepala security dengan sopan dan hormat kepada Recky. Pak Tony mengenal Recky dengan baik, jadi mengikuti semua yang dikatakan Recky.
__ADS_1
"Baik, Pak. Terima kasih. Bapak tolong sampaikan kepada kepala pelayan, agar berdua tunggu kami di ruang makan." Ucap Recky, sambil mengambil rekaman cctv dari tangan kepala keamanan. Kemudian, Recky memberikan isyarat kepada Sapta untuk masuk ke halaman rumah.
Pak Tony yang sudah dengar kabar tentang Nyonya besar ada ditahanan, merasa sedikit lega melihat kedatangan Recky. Beberapa hari ini mereka tidak tahu harus melakukan apa, karena pemilik rumah tidak ada. Mereka tidak tahu siapa saja yang boleh masuk dan tidak boleh masuk ke rumah. Sehingga kehadiran Recky membuat Pak Tony dan juga anggotanya agak tenang.
Apalagi ketika melihat Aaric turun dari mobil dan mendekati pos keamanan. "Selamat pagi tuan muda Aaric. Kami bersyukur tuan muda berdua sudah datang hari ini. Kami ..." Kepala keamanan tidak meneruskan ucapannya karena Aaric mengangkat tangan untuk menghentikannya.
"Nanti kita bicarakan di dalam, Pak Tony. Tolong berkumpul dengan kepala pelayan di ruang makan. Kami ada perlu di dalam, jadi sekarang tolong minta semua anggota keamanan tidak boleh membuka pintu gerbang untuk siapa pun. Selama kami di dalam, tolong jaga keamanan di luar." Ucap Aaric tegas lalu mengajak Recky masuk ke dalam rumah. Sedangkan Jekob dan Sapta tetap berada di dalam mobil sambil memantau situasi.
Aaric dan Recky berjalan dalam diam menuju pintu rumah, karena halaman mereka cukup luas. Para pelayan yang mengetahui tuan muda keluarga ada datang, langsung menyambut mereka. Recky memberikan isyarat kepada kepala pelayan untuk berbicara dengan kepala keamanan, karena Aaric telah naik ke lantai atas.
Kemudian Recky naik menyusul kakaknya yang sudah naik menuju kamarnya. Ternyata pintu kamar Recky tidak terkunci, jadi Aaric segera masuk dan melihat keadaan kamar adiknya. Recky yang baru masuk ke kamarnya, ikut melayangkan pandangannya untuk mencari tempat dimana kira-kira Papa mereka menyimpan sertifikat rumah.
"Kakak, mungkin di lemari yang baru di tambahkan Papa ini. Saat aku kembali dari Aussie untuk membantunya, Papa katakan ada membuat lemari tambahan di kamarku. Karena pakaianku terlalu banyak dan menumpuk." Ucap Recky lalu mengambil kunci dari tempat yang disimpannya. Dia mengeluarkan semua pakaian yang ada dalam lemari, lalu meletakannya di atas tempat tidur. Aaric memeriksa semua pakaian yang dikeluarkan satu persatu, sedangkan Recky memeriksa isi lemari.
Ternyata ada semacam kotak tambahan di dasar lantai lemari. Jika tidak memgangkat pakaian dan memperhatikan dengan baik, ruang itu tidak terlihat. Recky segera keluar kamar dan turun ke dapur untuk mengambil pisau, agar bisa mengangkat tutupmya. Aaric memperhatikan isi lemari pakaian Recky yang sudah kosong. Recky kembali membawa pisau yang agak tipis, agar bisa mencungkil tutup kotak yang ada di dasar lemari.
__ADS_1
Ketika bisa diangkat tutupnya, Recky melihat ada beberapa bundelan. Recky mengeluarkan bundelannya dan letakan di lantai. Kemudian dia dan Aaric memeriksa setiap bundelan untuk mencari sertifikat rumah. Ternyata ada banyak sertifikat yang disimpan Pak Biantra dalam kotak tersebut. Termasuk sertifikat rumah dan tanah di Malang. Ada juga berbagai sertifikat dan piagam yang diperoleh Aaric dan Recky saat mengikuti kegiatan di sekolah dari masa kecil mereka.
Aaric yang sudah ikut duduk di lantai bersama Recky jadi tersenyum melihat berbagai foto mereka saat masih kecil. Foto-foto mereka saat mengikuti berbagai perlombaan dan memenangkannya sambil mengangkat piala.
"Papa menyimpan semua ini? Astagaaa..." Ucap Recky tersenyum sambil gelengkan kepalanya.
"Tidak usah periksa semuanya, yang penting sudah ada sertifikat rumah ini. Sekarang masukan semua ke dalam tas, nanti kita periksa di apartemen." Ucap Aaric dengan hati lega. Recky berdiri untuk mengambil salah satu tasnya, lalu memberikannya kepada kakaknya. Sedangkan dia sendiri memasukan semua pakaian yang dikeluarkannya ke dalam lemari kembali.
"Kau rapikan lemari ini dan kunci semua lemarinya. Kau bawa tasnya, karena kita perlu bicara dengan yang tinggal di rumah ini. Kamarku masih kosong?" Tanya Aaric, saat buka pintu kamar Recky dan hendak menuju ke kamarnya dulu.
"Tidak usah ke sana, Kak. Kamar kakak sudah dijadikan tempat meletakan semua pakaian dan barang-barang pribadi wanita itu." Ucap Recky mecegah, karena khawatir kakaknya akan kecewa melihat kamarnya bukan seperti dulu lagi. Aaric tidak jadi melangkah ke kamarnya tetapi turun ke ruang makan.
Recky mengambil tas berisi sertifikat lalu mengunci lemari dan menutup pintu kamarnya. Kemudian turun menyusul kakaknya ke ruamg makan.
Recky melihat di ruang makan sudah ada Pak Tony dan Bu Lisye, kepala pelayan duduk di depan kakaknya. Dia melihat juga di atas meja makan sudah ada minuman hangat dan makanan ringan. Dia meletakan tas di atas meja makan lalu duduk di samping kakaknya.
__ADS_1
"Pak Tony dan Bu Lisye, mungkin sudah tau apa yang terjadi dengan Nyonya besar. Jadi saya berharap tetap tenang dan bekerja seperti biasanya. Semua yang akan kami bicarakan ini, tolong sampaikan kepada semua karyawan di rumah ini." Uacap Aaric setelah Recky duduk di sampingnya.
...~●○♡○●~...