Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Tawaran Pekerjaan.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Keesokan harinya, Carren dibangunkan alaram seperti yang dipesan oleh Mamanya. Karena ada orang yang datang pagi-pagi untuk mengambil jahitan yang dikerjakan oleh Bu Nancy.


Carren bekerja bersama Mamanya, sehingga semua pesanan bisa selesai tetap waktu. Setelah semua pesananan diambil oleh yang punya, Carren menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Sedangkan Bu Nancy ke tukang sayur untuk membeli keperluan mereka.


Setelah selesai sarapan dan membantu Mamanya, Carren segera siap-siap untuk pergi bertemu Parry. Karena dia akan naik commuterline, jam sepuluh Carren sudah harus berangkat dari rumah. Dia khawatir Parry menunggunya terlalu lama, apalagi di tempat terbuka.


Jadi tidak menunggu kereta kosong lagi, tetapi saat kereta masuk stasiun, dia langsung naik. Walaupun penumpang sangat penuh, dia tetap naik dan berdiri berdesakan dengan penumpang lainnya. Dia bersyukur hanya mengenakan cardigan yang tipis untuk menutupi kaos dan memakai sneakers. Jadi mempermudah dia berdiri diantara padatnya penumpang.


Saat turun di stasiun Gondangdia, dari jauh Carren sudah melihat Parry sedang menunggunya. Walaupun Parry memakai kaos, jeans, sneakers dan juga masker, tidak bisa menutupi auranya. Semua yang dikenakannya bermerek, sehingga dia tetap menjadi perhatian orang yang sedang keluar dari stasiun.


Carren merasa bersalah, meminta dia menunggu di pintu keluar stasiun. Walaupun dia berusaha tidak melihat sekitar, tetapi terlihat jelas dia merasa tidak nyaman dengan sekitarnya. Itu bisa terlihat dari cara berdiri dan dia mencoba mengabaikan sekitar dengan konsentrasi pada ponsel di tangannya.


Carren segera berjalan cepat untuk menemuinya, agar mereka bisa keluar dari depan pintu keluar stasiun. "Sorry, sudah lama menunggu, ya." Ucap Carren, mengejutkan Parry yang sedang memperhatikan ponselnya.


"Ooh, ngga juga. Aku belum lama tiba di sini. Tadi aku tunggu di mobil dulu, sebelum ke sini." Ucap Parry, sambil melihat Carren yang sudah ada di dekatnya tanpa dia sadari.


"Ayoo, mari kita keluar dari sini." Ucap Carren, sambil mengajak Parry berjalan keluar dari stasiun dengan rasa bersalah. Dia melihat Parry berusaha santai seperti dirinya.


"Saat kau meminta aku tunggu di pintu keluar stasiun, aku kira kita akan pergi naik kereta." Parry mengatakan yang dipikirkannya, sambil berjalan di samping Carren.


"Ngga, aku akan mentraktirmu minum di dekat stasiun ini." Ucap Carren pelan, karena makin merasa bersalah melihat Parry berjalan dan menghindari orang yang berpapasan dengannya.


"Apakah penampilanku sudah cukup biasa menurutmu?" Tanya Parry, berusaha berjalan pelan agar bisa berjalan bersisian dengan Carren.


"Ngga usah membahasnya lagi. Apapun yang kau pakai, ngga bisa mengurangi atau menghilangkan keberadaanmu sebagai anak sultan. Jadi mari kita cepat keluar dari tempat ini, sebelum terjadi sesuatu denganmu." Ucap Carren berbisik, sambil berjalan menuruni anak tangga stasiun.

__ADS_1


Saat sampai di kedai tempat minuman yang dimaksudkan, Carren tertegun. Karena saat hendak masuk, dia melihat tempatnya sudah penuh. Carren makin jadi tidak enak hati dengan Parry.


"Parry, tempatnya telah penuh. Jadi sekarang terserah kau mau minum di mana, aku ikut denganmu." Ucap Carren berbisik, sambil menunjuk kedai minum yang dimaksudnya ramai dan penuh dikunjungi orang.


"Ooh itu, tempatnya... Kalau begitu, kau tunggu sebentar, ya. Aku akan telpon sopir untuk kembali menjemput kita. Lebih baik kita sekalian cari tempat untuk makan, karena sebentar lagi sudah waktunya makan siang." Ucap Parry, lalu menghubungi sopirnya. Carren mengangguk mengiyakan apa yang dimaksudkan Parry.


"Pak Husin, tolong antar kami ke GI dan tunggu kami di sana, ya. Karena kami hanya akan makan siang." Ucap Parry, kepada sopirnya setelah mereka duduk di dalam mobil.


.***.


Di sisi yang lain ; Ferdy yang mengikuti mobil Parry semenjak keluar dari kantor sangat terkejut dan khawatir melihat Parry turun di stasiun Gondangdia dan masuk ke dalam stasiun.


Ferdy langsung menghubungi Agra untuk memberitahukan posisi Parry. Kemudian dia memerintahkan salah seorang anggota yang bersamanya turun mengamankan Parry yang telah masuk ke dalam stasiun. Ferdy merekam semua yang ada disekitar Parry untuk dikirim kepada Agra.


Mereka semua heran melihat Parry turun dan masuk ke stasiun. Mereka sangat repot mengamankan Parry, saat ada kereta yang masuk di stasiun. Banyak penumpang yang turun dan Parry sangat berdekatan dengan banyak orang.


Semua gerak-gerik Parry dan orang disekitarnya diawasi. Saat melihat Carren yang baru keluar dari stasiun dan mendekati Parry, Ferdy memintanya menjauh. Semua pengamatan tersebut dilaporkan kepada Agra, Asisten Pak Ariand Hutama.


.***.


Di sisi yang lain ; Parry dan Carren telah tiba di GI. Carren mengikuti dalam diam, kemana saja Parry akan membawanya ke tempat makan siang.


"Aku akan mentraktirmu makanan yang baru, dan lumayan enak. Beberapa waktu lalu aku pernah makan dengan Papi di sini. Kalau kau merasa ngga cocok dengan menunya, kau bisa minta yang lain." Ucap Parry saat mereka telah duduk di Nine Five Restaurant.


"Baik, aku mengerti maksudmu. Kau pesan satu untukmu dan aku akan coba sedikit dari punyamu. Kalau cocok, baru kau pesan lagi untukku." Ucap Carren, mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Dan dia tidak mau asal pesan saja, karena khawatir tidak bisa makan menu yang dipesan dan harus dibuang.


Walaupun itu tidak masalah bagi Parry, tetapi Carren sangat menyayangkan makanan yang harus dibuang karena keteledorannya. Dia mengikuti yang dikatakan Parry, karena tidak mau mengecewakannya.

__ADS_1


"Ok. Nanti kau coba dulu, kalau ngga ada yang cocok di sini juga, kita pindah ke tempat lain." Ucap Parry, mengerti maksud Carren. Setelah makanan yang dipesan Parry datang dan Carren bisa memakannya, Parry merasa lega.


"Kalau begitu, kau makan yang ini saja, nanti aku pesan lagi untukku." Ucap Parry, melihat Carren bisa memakannya.


"Ngga usah pesan lagi, Parry. Aku ambil sedikit dari ini saja, karena aku pingin coba dessertnya." Ucap Carren, sambil mengambil sedikit dari makanan Parry.


"Baiklah. Kalau begitu, nanti pesan dessertnya double. Pilih saja yang mau kau coba." Ucap Parry, lalu membiarkan Carren melihat dan memilih dessert yang dia inginkan.


"Baik, makasih. Aku mau coba yang ini dan ini." Ucap Carren, sambil menunjuk dessert yang menurutnya enak kepada Parry. Kemudiaan Parry memberikan isyarat kepada waiters untuk mendekati mejanya.


Setelah pesan dessert untuk mereka berdua, Parry juga meminta piring kecil untuk Carren. Dia tahu, Carren bisa makan menu yang dipesannya tetapi tidak banyak. Sehingga dia akan mengambil sedikit dari punyanya.


"Carren, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Parry, saat mereka menikmati dessert terkenal dari Nine Five Restaurant.


"Iyaa, kau telah mengatakan itu beberapa kali. Jadi bicarakan saja, aku dengar." Ucap Carren pelan, saat menyadari wajah Parry serius menatapnya. Berarti yang akan dibicarakan adalah sesuatu yang penting.


"Begini Carren, ini mengenai pekerjaan. Apakah kau tidak pernah berpikir untuk bekerja di kantor?" Tanya Parry pelan dan serius.


"Pernah, sih... Dulu aku pernah membayangkan bisa bekerja di kantor. Tetapi setelah ngga kuliah, aku sudah melupakan bayangan itu." Ucap Carren juga serius, sambil melihat Parry.


"Oooh, begitu. Jika sekarang ada yang menawarimu untuk bekerja di kantor, apakah kau bersedia?" Tanya Parry, lagi. Dia tetap serius melihat Carren, karena apa yang dikatakan Carren membuatnya sedikit berharap.


"Astaga, Parry. Kau bicara apa? Kalau ada yang menawariku untuk bekerja di kantor dengan ijasah SMU, mau bekerja apa? Sekarang Sarjana bertebaran di mana-mana, jadi ngga usah bertanya tentang itu." Ucap Carren, sambil mengibaskan tangannya. Karena dia belum mengerti tujuan Parry bertanya kepadanya.


"Aku serius, Carren. Aku sedang menawarkan pekerjaan di kantor kami untukmu. Kalau kau mau, jadilah sekretarisku." Ucap Parry serius, sambil memandang Carren dengan penuh harap, semoga Carren bersedia menjadi sekretarisnya.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2