Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Penggalan Persoalan.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Di sisi yang lain ; Aaric telah bangun dan berolah raga ringan di Apartemennya yang mewah. Sepanjang malam dia bekerja bersama Jekob untuk menyelesaikan beberapa persoalan menyangkut perkembangan perusahaan tambangnya di Indonesia.


Untuk persoalan Recky, Aaric merasa sudah tidak bermasalah. Tinggal dia mengeluarkannya dari Indonesia, tanpa sepengetahuan keluarga Liana dan keluarga Mamanya.


Keamanan yang bertugas di bandara telah memberikan laporan, kedua keluarga tersebut sedang mencari Recky di bandara. Mereka menjadi sangat panik, ketika mengetahui Recky tidak ada dalam penerbangan ke Australia.


Mereka telah bekerja sama dengan petugas di bandara, agar memberitahukan kepada mereka jika penumpang yang bernama Recky Biantra cek in. Tetapi sampai pesawat telah take off, Recky tidak muncul di bandara.


Mengetahui hal itu, Pak Biantra merasa lega. Beliau sangat yakin, Aaric telah menolong adiknya. Pelukan Recky dan Aaric di ruang resepsi, makin meyakinkannya. Kedua putranya telah berdamai dan Aaric tidak akan meninggalkan adiknya.


Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian resmi untuk ke kantor, Aaric keluar dari kamarnya untuk sarapan. Dia mengambil ponsel dan menghubungi Sapta, agar mengambil mobilnya di hotel dan membawanya ke apartemen. Dia juga menghubungi Jekob untuk datang ke apartemennya.


Ketika selesai menghubungi Jekob, dia teringat untuk menghubungi nomor yang diberikan Sapta kepadanya. Dia ingin mengecek kebenaran nomor tersebut.


📱"Halloo. Selamat pagi. Florens Wedding Organizer di sini. Ada yang bisa kami bantu?" Respon seorang wanita terhapad panggilan telponnya.


📱"Halloo. Selamat pagi. Bisa bicara dengan Ibu Carren?" Tanya Aaric, setelah berpikir sejenak. Karena dia tidak terbiasa melakukan hal seperti itu.


📱"Maaf, Pak. Ini dari mana dan dengan siapa?" Tanya wanita yang merespon panggilannya. Hal itu membuat Aaric kebingungan, karena dia tidak mungkin mengatakan namanya.


📱"Katakan saja, saya mau menggunakan jasanya." Aaric berpikir cepat, agar dia bisa berbicara dengan Carren.

__ADS_1


📱"Maaf, Pak. Hari ini Bu Carren tidak masuk kantor, jadi bapak bisa berbicara dengan kami." Jawab wanita yang merespon panggilannya.


📱"Baik. Kalau begitu, nanti saya telpon lagi." Ucap Aaric, lalu mengakhiri pembicaraannya. Dia mau meminta nomor telpon pribadi Carren, tapi itu sama saja dengan lakukan hal yang percuma. Karena dirinya sendiri melarang Jekob membeikan nomor telpon pribadi tanpa ijinnya.


Aaric menarik nafas panjang lalu menikmati sarapan yang telah disediakan oleh bibi yang datang melayani jika dia ada di Jakarta. Karena Aaric tidak mengijinkan orang lain ada di apartemennya jika dia tidak ada di tempat.


Jadi biasanya setelah rapi membersihkan dan menyiapkan yang diperlukan Aaric, bibinya akan melinggalkan apartemen. Seperti sekarang, saat dia keluar dari kamar dan melihat semua sudah rapi, yang dibutuhkan juga sudah tersedia, Aaric meminta bibinya meninggalkan dia sendiri.


Tidak lama kemudian, Jekob datang dan disusul oleh Sapta lalu menyerahkan kunci mobil. Karena mobilnya telah parkir di tempat parkir khusus apartemen.


"Bagaimana kondisi bandara saat ini, Sapta?" Tanya Aaric setelah mereka duduk di ruang tamu apartemen.


"Seperti yang diprediksi, Pak. Mereka menjaga ketat bandara dibagian penerbangan luar negeri. Mereka juga bekerja sama dengan petugas di bagian itu, untuk memberitahukan kedatangan tuan muda Recky." Sapta melaporkan apa yang disampaikan anggota keamanan.


Tadinya dia berpikir, akan akan berangkat dengan pesawat komersial, jika terjadi masalah dengan team keamanannya. Tetapi karena sudah bisa ditangani oleh Sapta sebagai kepala keamanan, dia merasa lega untuk meninggalkan Jakarta. Apalagi tadi tidak bisa berkomunikasi dengan Carren. Sehingga tidak ada yang bisa menahannya untuk berlama-lama di Jakarta.


"Baik, Pak. Apakah bapak akan ke kantor hari ini?" Tanya Jekob, karena melihat bossnya sudah mengenakan kemeja dan jasnya sudah diletakan di atas kursi.


"Iyaa. Saya akan ke kantor pagi ini dan tolong kau kumpulkan para Direktur. Saya akan berbicara dengan mereka. Dan jangan lupa juga bagian keuangan dari Hermin dan Ukaku Mineralindo." Aaric memberikan instruksi.


"Baik, Pak. Saya akan mengumpulkan mereka semua, sebelum kita datang. Apakah bapak akan mengganti bagian keuangan yang bermasalah di Hermin Mineralindo?" Tanya Jekob, karena bagian keungan di perusahaan batubara tersebut bermasalah dan telah diberikan SP tiga.


"Apakah kau percaya dengan bagian keuangan di Ukaku Mineralindo?" Tanya Aaric serius.

__ADS_1


"Saya percaya, Pak. Beliau sudah hampir tujuh tahun bekerja di sana dan kinerjanya sangat baik. Terutama juga, beliau bisa dipercaya dan jujur." Jawab Jekob, meyakinkan bossnya.


"Kalau begitu, naikin jabatannya agar bisa pegang keuangan di dua perusahaan tersebut. Kau berikan orang yang jujur dan bisa dipercaya sebagai bawahannya. Kita singkirkan para pencuri itu, tanpa pesangon. Jika mereka protes, katakan saya berikan pilihan. Dipecat tanpa pesangon, atau saya menyeret mereka ke penjara. Sudah diberikan gaji dan tunjangan yang besar, tapi tidak merasa cukup. Malah jadi pencuri berdasi." Aaric berkata serius dan sudah mulai emosi.


"Baik, Pak. Saya akan persiapkan semua sebelum kita terbang, agar kembali nanti sudah selesai." Ucap Jekob, mengerti dengan keinginan bossnya.


"Ooh, iya. Siapa nama bagian keuangan dari Ukaku Mineralindo?" Tanya Aaric serius, karena belakangan ini dia dipusingkan dengan bagian keuangan Hermin Mineralindo. Beberapa karyawan dibagian itu melakukan korupsi berjamaa dengan memanipulasi angka keuangan perusahaan.


"Bu Anova, Pak. Karena beliau masih bisa dibilang muda, saya yakin beliau bisa memegang keuangan kedua perusahaan tersebut." Jekob berkata serius untuk meyakinkan bossnya. Jekob telah melihat cara kerjanya dan juga Direktunya mengakui dan menyetujui penilaian Jekob.


"Kalau begitu, minta Bu Anova ke ruanganku sebelum meeting dengan yang lain. Saya mau berbicara secara pribadi dengannya sebelum beliau memegang keuangan di Ukaku." Aaric masih serius memikirkan perusahaan batubara yang sedang bermasalah.


Setelah berbicara dengan Aaric, Sapta dan Jekob yang masih di apartemen Aaric mulai bekerja menyiapkan semua yang dikatakan boss besarnya. Aaric masuk ke kamar untuk persiapan ke kantor. Dia teringat belum menghubungi adiknya, Recky.


📱"Halloo, Recky. Kau bisa beristirahat tadi malam?" Tanya Aaric, saat Recky merespon panggilannya.


📱"Halloo, Kak. Tidak bisa tidur nyenyak, karena tanganku masih kurang nyaman. Apakah aku bisa kembali ke Aussie hari ini? Aku mau periksa tanganku, Kak. Mungkin kemaren ada gerakan tanganku yang tidak pas, jadi makin ngga enak dalam berbagai posisi." Jawab Recky, karena dia sudah menunggu telpon kakaknya dari pagi.


📱"Baik. Tidak usah panik. Kau bertahan di situ sampai siang, karena aku akan mengantarmu ke Aussie. Setelah meeting aku dan Jekob akan ke tempatmu. Kau makan siang dulu, sambil menunggu kami." Aaric berkata tenang, agar bisa menenangkan Recky yang mulai gelisah.


Aaric segera keluar kamar dan mengajak Jekob dan Sapta untuk berangkat ke kantor. Kondisi tangan Recky mulai membuatnya khawatir. Jika tangannya biasa saja, Recky tidak akan meminta kembali ke Australia dalam kondisi dia sedang dicari.


"Jekob, tolong usahakan jetnya bisa kita gunakan setelah makan siang. Kondisi tangan Recky agak mengkhawatirkanku. Jadi meeting hanya untuk membereskan bagian keuangan. Sedangkan yang lain tunggu saya kembali dari Aussie." Aaric berkata serius, lalu menghubungi dokter Bernad, dokter pribadinya di Australia.

__ADS_1


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡


__ADS_2