
~•Happy Reading•~
Carren perlahan minum air mineral yang tersedia. Dia menyadari sedang terjadi sesuatu, sehingga Aaric harus pergi. "Kak, tidak usah. Kalau ada yang mau dikerjakan, kakak urusin kerjaan saja dulu. Nanti aku pesan mobil online untuk pulang." Ucap Carren yang tidak mengerti situasi, hanya tidak mau merepotkan Aaric.
"Tidaakkk." Aaric berkata tegas, sambil menatap Carren dengan serius. "Kali ini kau harus mendengarku. Atau aku akan menghajar seseorang malam ini. Tunggu di sini, nanti ada yang datang menjemputmu." Aaric berkata tegas lagi, dan tidak mau dibantah. Hal itu membuat Carren terdiam.
Aaric memberikan isyarat untuk waiters agar membawa bill. Setelah selesai membayar makan malam mereka, Aaric berdiri. "Aku keluar terlebih dulu." Aaric berkata sambil memegang tangan Carren di atas meja untuk menenangkannya. Carren mengangguk mengiyakan, berusaha mengerti.
Tiba-tiba Aaric kembali duduk dan berkata pelan. "Kau takut padaku? Atau kau takut ditinggal sendiri?" Tanya Aaric sambil mencondongkan wajahnya ke arah Carren. Mendengar itu, Carren langsung menggeleng cepat.
"Lalu kenapa tanganmu sangat dingin?" Tanya Aaric lagi. Karena tadi saat menyentuh tangan Carren sangat dingin. Carren secara refleks menurunkan tangannya ke atas pagkuannya.
"Mungkin ruangan ini, agak dingin. Kakak ngurusin saja yang mau dikerjakan. Nanti aku lakukan seperti yang kakak minta." Carren berkata pelan, tapi dengan nada meyakinkan Aaric.
"Baik. Nanti aku akan menghubungimu. Kalau sudah sampai rumah, kabari aku." Aaric berkata, sambil menatap Carren berharap Carren bisa mengerti yang dia minta. Carren memgangguk kuat untuk meyakinkan Aaric.
Setelah kepergian Aaric, Carren mencoba bersikap tenang dengan menghabiskan dessertnya sambil menunggu orang yang akan menjemputnya. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi dia menyadari pasti sesuatu yang serius sedang terjadi, sehingga Aaric mau pergi begitu saja.
Tidak lama kemudian, Carren dikejutkan dengan seseorang yang datang menyapanya. "Selamat malam Nona Carren, saya Sapta yang akan menemani dan mengantar Nona malam ini." Sapta memperkenalkan diri dan duduk di depan Carren.
"Iya, Pak. Terima kasih." Ucap Carren lalu mengulurkan tangan untuk menyalami Sapta. Melihat itu, Sapta langsung meletakan tangan tangan di dadanya dan mengangguk hormat. Dia menghindari bersentuhan dengan Carren.
__ADS_1
"Nona tidak usah begitu. Nona cukup memanggil saya Sapta. Jangan ada embel-embel di depannya seperti yang Nona katakan tadi. Kita berbicara sebentar di sini sebelum keluar, ya. Kita tunggu kabar dari Pak Aaric." Sapta menjelaskan, lalu Carren mengangguk mengerti.
"Mulai sekarang, Nona harus terbiasa dengan kehadiran saya di sekitar Nona. Jadi Nona jangan terkejut, jika saya berada di sekitar Nona." Sapta menjelaskan lagi. Dia yakin bukan sekarang saja diminta mengawal Carren.
Dia sangat yakin itu, karena selama ini bossnya tidak pernah pergi makan malam dengan seorang wanita selain rekan bisnisnya. Ini kali pertama dia melihatnya, selama bossnya ada di Indonesia. Oleh sebab itu, dia sangat berhati-hati bersikap kepada Carren.
.***.
Di sisi yang lain ; Bu Biantra sedang datang makan malam bersama Ayunna di Goropaku Restaurant. Bu Biantra minta Ayunna menjemputnya untuk makan malam bersama.
Beliau tidak menyangka pernikahan Recky dan Liana membuat semua rencana untuk mempertahankan perusahaan makin mengkhawatirkan dirinya dan keluarga. Oleh sebab itu, rasa ketertarikan Ayunna pada Aaric malam itu membuat dirinya ingin mendekati Ayunna. Walaupun hanya bayangan Aaric yang ditawarkan kepada keluarga Ollehart, Bu Biantra mencoba melakukannya sebagai usaha terakhirnya.
Ketika Ayunna mengundangnya untuk makan malam, Bu Biantra menerima dan meminta untuk menjemputnya. Beliau berusaha mengakrabkan diri dengan Ayunna, sebagai jembatan untuk mendekati orang tuanya. Beliau tidak menyangka, akan bertemu dengan Aaric saat tiba direstoran. Karena setelah tiba di restoran, tidak lama kemudian Aaric tiba dengan seorang wanita untuk makan malam.
"Mereka hanya rekan bisnis. Jadi tidak usah kau hiraukan. Nanti setelah ini, kita akan makan malam dengannya. Yang penting, kau harus pintar-pintar mendekatinya. Jangan terlalu over, karena Aaric tidak suka wanita yang agresif." Bu Biantra mulai memperkenalkan Aaric kepada Ayunna.
"Iya, Tante. Apa Tante yakin wanita itu rekan bisnis Aaric?" Tanya Ayunna, karena dia mengenal Carren dan pekerjaannya. Jadi sebenarnya apa pekerjaan Aaric sehingga bisa berbisnis dengan Carren. Tapi melihat Carren bisa mendekati Aaric, hati Ayunna jadi gerundel. Apapun alasannya, Carren bisa mendekati Aaric dan makan malam bersama.
"Tante yakin, karena tidak mungkin Aaric bisa datang makan malam dengan wanita sembarangan." Bu Biantra berkata untuk meyakinkan Ayunna.
"Tapi aku mengenal wanita itu, Tante. Dia teman sekolahku. Dia memiliki WO dan dia yang mengurus pernikahan Recky dan Liana." Ayunna menjelaskan dengan yakin. Bu Biantra terkejut mendengar penjelasan Ayunna.
__ADS_1
'Apa mereka bertemu saat Recky menikah?' Suatu kekhawatiran terlintas dalam pemikiran Bu Biantra, tetapi tidak mau menunjukannya di hadapan Ayunna. Bu Biantra langsung mengirim pesan kepada keamanan keluarga untuk datang ke Restoran. Beliau ingin ada yang mengikuti Aaric dengan Carren untuk memgetahui hubungan mereka.
"Kau tahu tempat tinggal atau tempat kerja wanita itu?" Tanya Bu Biantra kepada Ayunna, karena diam-diam beliau ingin tahu siapa sebenarnya wanita tersebut.
Bu Biantra telah memberi perintah agar keamanannya mengikuti Aaric, karena beliau tidak tahu tempat tinggal Aaric di Jakarta. Selama ini, Bu Biantra tahu Aaric tinggal di luar negeri.
Ketika melihat Aaric keluar sendiri, Bu Biantra tersenyum senang. Apa yang dipikirkannya, benar. Mereka hanya rekan bisnis. "Sudah kau lihat kan, mereka hanya rekan bisnis. Kalau mereka memiliki hubungan khusus, Aaric tidak akan meninggalkan wanita itu." Ucap Bu Biantra untuk meyakinkan Ayunna.
Ayunna sedikit merasa lega dan tersenyum dalam hati, saat melihat Aaric telah keluar meninggalkan Carren. Dia mulai percaya yang dikatakan oleh Bu Biantra. Tante sebentar ya, Ayunna mau ke toilet dulu." Ucap Ayunna, lalu berdiri. Dia ingin melihat Carren sedang melakukan apa, karena dia tidak bisa melihat Carren dari tempat duduknya.
Saat melihat Carren sedang berbicara dengan seorang pria, dia makin yakin. Carren datang ke Goropaku Restaurant hanya pertemuan bisnis. Dia kembali dari toilet dengan hati yang agak lega.
Ayunna merasa heran, saat duduk kembali di depan Bu Biantra. Wajah Bu Biantra tidak seperti saat dia pergi ke toilet. "Ada apa, Tante? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Ayunna penasaran.
"Tidak mengapa, Ayunna. Kau masih mau makan lagi?" Tanya Bu Biantra mengalihkan dari pertanyaan dan perhatian Ayunna terhadap kepanikannya.
"Tidak lagi, Tante. Aku sudah cukup makan malamnya. Apakah Tante sudah mau pulang?" Tanya Ayunna, melihat Bu Biantra yang agak tidak tenang.
"Kalau begitu, mari kita pulang. Karena kau harus mengantar Tante pulang. Ooh iya, tolong berikan alamat WO wanita yang tadi ya. Tante ingin mengetahui jenis usahanya, apakah menjanjikan." Ucap Bu Biantra, ingin tahu.
Ayunna mengambil dompet dan mengeluarkan kartu nama WO Carren dan menunjukannya kepada Bu Biantra. Sambil Bu Biantra menyimpan nomor telpon dan alamat tempat kerja Carren di ponselnya, Ayunna memberikan isyarat kepada waiters untuk membawa bill.
__ADS_1
~●●♡●●~