Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Tercabik.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Recky menatap Mamanya dengan nanar, karena kemarahan masih menguasainya. Walaupun tangannya telah terluka, tetapi itu belum bisa mengurangi amarah di dadanya. Ingin rasanya dia membuang dirinya ke lantai bawah, tetapi dia melihat Papanya sedang berdiri di bawah sambil memandangnya dengan wajah yang sangat khawatir.


"Papaaaaa... Apakah wanita ini yang melahirkanku? Apa benar dia Mamaku? Tolong jawab aku, Papaaa..." Recky bertanya dan berkata kepada Pak Biantra, sambil berlari menuruni tangga. Dia tidak sanggup menerima perlakuan Mamanya dan berdiri di dekatnya.


Pak Biantra hanya bisa mengangguk dengan mata berembun melihat putranya yang sedang memandang dan mengharapkan pembelaannya. "Ini hidupku, Papa. Bukan hidup kalian. Aku sendiri yang akan menjalani dan merasakannya." Recky berkata sambil membanting kakinya, karena marah dan kecewa.


"Papa sendiri tau, aku tidak bisa melakukan sesuatu kepada hantu ini. Tetapi kenapa Papa diam saja? Papa pernah melarikanku ke Rumah Sakit karena tidak sadarkan diri, akibat minum alkohol yang berlebihan. Apakah dalam keadaan seperti itu, aku bisa melakukan sesuatu kepada hantu itu?" Recky bertanya sambil menunjuk dadanya dengan kedua tangannya.


"Reckiiii... Kenapa kau menyebut anak orang dengan hantu? Dia manusia sepertimu, jadi jaga ucapanmu." Teriak Bu Biantra sambil berjalan menuruni tangga.


"Bagiku, dia hantu. Bukan manusia. Orang yang menjebak orang lain dalam kelemahannya adalah hantu. Karena tidak memiliki perasaan. Termasuk kau yang mengaku sebagai Mamaku. Kau telah menjebakku dengan mengatakan Papaku sakit. Kau juga sekarang hantu bagiku." Recky sudah tidak memandang hormat lagi kepada Mamanya.


"Reckiii, kami orang tuamu. Hormati orang tuamu." Bu Biantra berkata, setelah berada di lantai bawah bersama dengan suami dan Recky.


"Jangan katakan itu padaku. Jangan memakai perintah Tuhan untuk membenarkan tindakan kalian yang tidak berperasaan. Apakah kalian tidak tau, Tuhan juga perintahkan untuk orang tua jangan menyakiti hati anak-anaknya?" Recky menatap Mamanya dengan amarah yang kembali meluap.


"Sekarang baru aku tahu, kenapa kakak pergi meninggalkan rumah ini. Aku tadinya berpikir kakak adalah anak durhaka, sehingga marah dan tidak mau berhubungan dengannya. Tetapi sekarang baru aku rasakan penderitaan kakak, akibat perbuatan kalian yang mengaku orang tua bagi kami." Ucap Recky berapi-api dan emosi, mengingat kakaknya.


"Jangan membawa-bawa kakakmu yang kurangajar, tidak tau diri dan tidak tau menghormati orang tua itu. Selamanya dia tidak akan kembali ke rumah ini." Bu Biantra makin emosi ketika menyebut putra tertuanya.

__ADS_1


"Hampir sepuluh tahun kakak pergi, apakah kakak pernah kembali ke rumah ini? Kalian bukan saja menyakiti hati anak-anakmu, tetapi membunuh dengan mencabik-cabik hati dan perasaan kami." Recky berkata sambil menatap kedua orang tuannya bergantian dengan mata yang sudah memerah.


"Jika Tuhan kalian sama dengan dengan Tuhan yang aku sembah, kalian akan menerima ganjarannya. Karena kalian orang tua yang tidak tahu diri. Memakai anak-anak kalian sebagai umpan untuk mewujudkan hawa nafsu kalian." Dalam kemarahannya dia mulai berpikir dan menyadari apa yang terjadi.


"Kalian tidak usah berputar-putar dengan mengatakan harus menikah dengan hantu itu karena aku menidurinya. Karena kalian sendiri tahu, aku tidak melakukannya. Jangan menambah dosa dengan berbohong dan menipu." Recky berkata, tanpa melihat yang di depannya adalah orang tuanya.


"Kalian, terutama kau. Iya, kau sedang menggunakanku untuk menyalamatkan perusahaanmu. Ini adalah tindakan sama, yang kau lakukan untuk kakak, saat perusahaanmu mulai goyang. Sekarang aku tahu, kami anak-anak hanya aset di matamu. Aset yang bisa kau gadaikan untuk menyelamatkan perusahaanmu. Atau aset yang bisa kau jual untuk menguatkan hawa nafsu berkuasamu." Recky berkata sambil menunjuk Mamanya dengan marah.


"Aku bersyukur, aku tumbuh dan besar di luar sana sehingga tidak mencontohi tindakan kalian yang tidak takut Tuhan ini. Ingatlah, segala sesuatu ada batasnya. Aku akan menanti dengan sabar melihat sampai dimana kekuatanmu berakhir." Recky berkata dengan rahang mengeras, sambil mendekati wajah Mamanya.


"Saat tidak ada lagi anak yang bisa kau jual atau gadaikan untuk menguatkan perusahanmu, kau akan gadaikan dan jual nyawamu untuk mempertahankan perusahaanmu." Recky berkata dengan geram di depan wajah Mamanya. Membuat Bu Biantra mundur menjauhkan wajahnya dari Recky.


"Kau bicara apa? Kenapa kau balik menuduh kami untuk membenarkan perbuatanmu?" Bu Biantra mencoba membela diri, tetapi hatinya was-was melihat wajah Recky yang tidak pernah dilihatnya.


Setelah ditinggal Recky, Pak Biantra tersentak lalu berjalan cepat untuk menyusul putranya. Tetapi Bu Biantara menahannya. "Kau mau kemana?" sambil memegang lengan Pak Biantra.


"Kau yang memulai ini semua, jadi kau selesaikan sendiri. Aku sudah katakan wanita itu berbohong, saat bilang Recky mabuk dan menidurinya. Kau tau aku harus menunggunya di Rumah Sakit hampir dua malam karena tidak sadarkan diri. Tetapi kau pergunakan cerita bohong wanita itu, sebagai jalan untuk menguatkan perusahaanmu. Silahkan selamatkan perusahaanmu, aku mau selamatkan putraku." Pak Biantra berkata, lalu mengibaskan tangan istrinya dengan kasar dari lengannya.


Saat telah keluar di halaman rumah dan melihat mobil yang dibawa Recky, Pak Biantra sedikit lega. Karena dia menggunakan mobil Bu Biantra, yang telah dipasang GPRS. Hal itu membuat Pak Biantra bisa tahu posisi putranya.


Hampir tengah malam, Pak Biantra tiba di Vila mereka dan melihat putranya sedang duduk sendiri di tepi danau buatan sambil menunduk dan mencengkram rambutnya dengan kuat.

__ADS_1


Pak Biantra menyuruh penjaga vila untuk menyiapkan minuman hangat bagi mereka. Beliau tahu, Recky belum makan sesuatu dari sore. Dengan langkah pelan, Pak Biantra mendekati Recky dan memegang punggunya. Recky terkejut dan berbalik melihat siapa yang menyentuh punggungnya.


Melihat siapa yang menyentuhnya, dia langsung berdiri dan memeluk Pak Biantra. "Papaaa... Mengapa Papa biarkan Mama melakukan ini kepada kami. Kami berdua anak Papa bukan?" Recky sudah tidak kuat menahan kesedihannya. Pak Biantra mengangguk sambil terseduh dan menepuk punggung putranya.


"Papaaa, aku tidak kuat jalani ini semua. Ini terlalu berat bagiku, harus hidup bersama hantu itu. Ada wanita yang aku cintai, bagaimana aku bisa meninggalkan dia dan hidup dengan hantu itu?" Rasa cemas dan sedih membuat pertahanannya jebol. Dia menangis dalam pelukan Papanya.


"Papaaa, aku mohon sekali ini, saja. Tolong selamatkan aku dari rencana Mama. Aku bisa saja lakukan seperti kakak, meninggalkan tempat ini. Tetapi aku tidak bisa meninggalkan Papa sendiri bersama Mama." Pak Biantra makin terseduh, karena tahu putranya sangat menyayanginya.


Pak Biantra jadi mengingat yang dilakukan Recky padanya. Jika sedang mengalami kesulitan di perusahaan, Recky dengan cepat terbang pulang ke Jakarta hanya untuk membantunya. Walau itu hanya satu hari dan kembali lagi ke Australia. Pak Biantra sangat tahu, putranya sangat menyayanginya.


Pak Biantra mengusap punggung Recky dan melepaskan pelukannya. Kemudian mengajak Recky duduk di sampingnya untuk berbicara dengan baik dan pelan.


Sambil menepuk pelan paha Recky, Pak Biantra berkata. "Papa tahu, kau sudah sangat dewasa dalam membuat keputusan. Papa sendiri sedang berusaha mengambil keputusan penting bagi kehidupan Papa. Setelah puluhan tahun menjalani kehidupan orang lain, seperti yang kau tau. Papa sudah pada titik harus menentukan apa yang terbaik untuk Papa jalani."


"Puluhan tahun Papa bersabar menjalani semua ini, karena kalian berdua. Papa ingin melihat kalian berdua bisa hidup dengan baik. Sampai saat ini kakakmu tidak kembali, Papa percaya dia sudah hidup dengan baik. Papa tidak mencarinya, bukan karena tidak menyayanginya, tetapi Papa tidak mau dia terluka lagi jika kembali."


"Papa membiarkan kakakmu menentukan yang terbaik baginya, agar dia bisa bertahan dan berjuang. Sekarang hal yang sama, akan Papa lakukan padamu. Berjuanglah untuk hidupmu sendiri. Jangan pikirkan Papa, karena ada saatnya juga Papa akan meninggalkan semua ini. Jangan jalani hidup seperti Papa, tidak bisa menentukan atau memutuskan sesuatu untuk anak-anaknya karena menikah dengan wanita kaya dan berkuasa."


"Jika kau sudah putuskan menjalani keputusan Mamamu, Papa tau kau akan menemukan cara melepaskan diri dari semua itu. Karena kau berbeda dengan Papa. Kau memiliki banyak hal luar biasa, yang tidak dimiliki Papa. Kecerdasan dan kekayaan yang kau peroleh sendiri, membuat kau tidak bisa diatur oleh orang lain." Pak Biantra berbicara dan tetap menepuk pelan paha Recky.


"Papa hanya orang sederhana, dengan gelar akademik yang baik. Tanpa dukungan finansial yang cukup saat menikah dengan Mamamu. Jadinya seperti ini, hanya bisa datang berbicara denganmu dan juga dengan kakakmu di tempat seperti ini." Ucap Pak Biantra terharu, lalu mengangkat tangannya, mengusap pelan punggung Recky yang sedang tertunduk untuk menenangkannya.

__ADS_1


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡


__ADS_2