
...~•Happy Reading•~...
Aaric berjalan cepat dengan langkah panjangnya dengan hati was-was, sedangkan Carren berlari turun dengan hati riang. "Apa yang kau lakukan? Kau bisa jatuh." Ucap Aaric yang menjaga Carren di bawah tangga sambil membuka kedua tangannya, khawatir Carren jatuh. Carren langsung memeluknya erat dengan hati riang dan merindu, tanpa mengetahui Aaric sedang khawatir melihat yang dilakukannya.
"Kapan kakak pulang ke sini? Kenapa ngga kabari aku? Papa mana?" Tanya Carren yang sudah memeluk Aaric dengan erat. Aaric balas memeluknya dengan hati lega, karena Carren mendarat dengan baik di pelukannya.
"Belum jawab pertanyaanku, malah bertanya seperti gerbong kereta gandeng. Ternyata rindu bisa membuat akal sehat seseorang bisa di area tak bersinyal. Kau tadi tidak berpikir akan jatuh?" Ucap Aaric sambil memeluknya dengan erat lalu mencium puncak kepala Carren dengan sayang. Rosna melihat apa yang dilakukan Aaric, langsung menutup mulutnya dengan tangan, karena terkejut bossnya bermesraan di kantor, depannya.
"Hehehe... Tadi karena lihat kakak, aku lupa kalau ini tangga. Heehehe..." Ucap Carren sambil memukul pelan, punggang Aaric yang sedang dipeluknya dengan hati yang membuncah
"Sssstttt... Kita dilihat oleh karyawanmu. Mereka belum tahu?" Bisik Aaric, melihat Rosna sedang tertegun menatap mereka. Carren melepaskan pelukannya lalu mengangkat kedua jarinya ke arah Rosna tanda, peace.
Melihat apa yang dilakukan Carren sambil tersenyum, Rosna berteriak. "Kakaaaa Icaaad, Kakaaaa Akriiiii....!" Teriak Rosna saat melihat Carren tetap melingkarkan tangannya dipinggang Aaric dan Aaric melingkarkan tangannya ke lengan Carren sambil mengusapnya, pelan dengan sayang.
"Ada apa Rosna? Tadi Carren teriak, sekarang kau yang teriak. Kalian seperti lagi dikerjar singa di hutan rimba." Ucap Ichad dan Akri yang turun dari lantai atas dengan tergopoh-gopoh.
"Iya, Kak. Ngga dikejar, tapi ada singa tampan." Ucap Rosna pelan, sambil menunjuk ke arah Aaric dengan jempolnya dan wajah memerah. Icad dan Akri tertegun di tangga melihat Carren sedang dipeluk oleh seorang lelaki di kaki tangga.
"Peace..." Ucap Carren, sambil menunjuk dua jarinya ke arah Ichad dan Akri, yang bengong melihatnya sedang dipeluk.
__ADS_1
"Hi ... Saya Aaric. Saya mau mengajak tunangan saya makan siang, ya. Kalian silahkan pesan makan siang juga. Saya yang traktir kalian semua." Ucap Aaric senang, melihat karyawan Carren yang baik hati, hormat dan sayang kepada Carren.
"Bolehkah, kami pesan makanan enak?" Tanya Rosna memberanikan diri, ketika melihat Aaric bersikap baik, 'frendly', dan tajir melintir.
"Boleeeh... Silahkan pesan menu yang kalian sukai, nanti kirim billnya untuk boss kalian." Ucap Aaric santai dan tersenyum melihat Rosna yang ramah, imut dan lucu.
"Alhamdulillah... Kami semua akan makan enak hari ini. Terima kasih, Pak." Ucap Rosna dengan hati riang gembira.
"Sebentar, Kak. Aku ke atas ambil tasku dulu." Ucap Carren hendak melepaskan tangannya dari pinggang Aaric untuk naik ke ruang kerjanya.
"Tidak usah, Carren. Kau di situ saja. Kami yang ambil." Ucap Icad, lalu berdua Akri kembali naik tangga menuju ruang kerja Carren. Aaric hanya bisa tersenyum senang melihat mereka bertiga. Tidak lama kemudian, semua karyawan yang ada di lantai atas ikut turun, karena diberikan kode oleh Akri untuk turun. Supaya bisa berkenalan dengan orang yang sudah bertunangan dengan boss mereka dan juga minta terima kasih, akan ditraktir.
Semua karyawan ngantri bersalaman dengan sopan dan hormat, karena melihat sikap Aaric baik dan hangat. "Ros, pesan makan siang untuk semua, ya. Nanti pulang baru kita bicarakan." Ucap Carren setelah mengambil tas dari tangan Ichad.
Aaric dan Carren meninggalkan kantor dengan tatapan senang dan takjub dari para karyawan Carren. Terutama Ichad, Akri dan Rosna yang telah bersama-sama denganya sejak awal perjalanan karier mereka di Florens WO.
"Kakak belum jawab pertanyaanku. Kapan kakak tiba di sini dan kenapa tidak mengabariku?" Carren kembali mengulang pertanyaannya, setelah duduk di dalam mobil bersama Aaric dan mulai keluar dari tempat parkir kantornya. Dia sangat penasaran, karena tidak tahu sama sekali, Aaric sudah di Jakarta.
"Aku sudah tiba beberapa hari lalu, karena ada masalah dengan perusahaan, jadi harus segera kembali ke sini. Aku tidak memberitahumu, karena banyak persoalan yang menyita waktu dan pemikiranku. Ini sudah mulai baik, jadi aku datang untuk mengajakmu makan siang." Ucap Aaric mencoba menjelaskan. Carren terdiam, mencoba menyimak dan memahami apa yang disampaikan Aaric.
__ADS_1
"Kak, kita mau ke mana?" Tanya Carren melihat Aaric membawa mobil ke arah jalan yang tidak seperti biasanya ke apartemen. Carren berpikir, mereka akan makan siang di apartemen Aaric.
"Kita mau makan siang. Tadi aku sudah katakan, mau mengajakmu makan siang. Kau belum lapar?" Jawab dan tanya Aaric, karena tidak mengerti maksud pertanyaan Carren.
"Kita tidak makan siang di apartemen? Lalu Papa makan siang dengan siapa?" Tanya Carren, karena mengira Pak Biantra sudah kembali juga bersama Aaric ke Jakarta.
"Kita akan makan siang di restoran dan Papa belum kembali ke sini karena belum pulih sepenuhnya. Papa sudah keluar dari rumah sakit, tapi masih dipantau oleh dokter di rumah sampai pulih." Aaric menjelaskan, dia tahu Carren juga merindukan Papanya.
"Ooh, aku kira Papa sudah kembali bersama kakak. Apakah adik kakak menemaninya selain dokter?" Tanya Carren, karena Aaric pernah mengatakan adiknya ada di luar negeri dan Carren mengira tinggal di Swiss juga. Sedangkan Mamanya, Aaric belum bercerita tinggal di mana. Kembali Carren mengingat Ibu yang datang menemuinya dan mengatakan dirinya adalah Mama Aaric.
"Tidak. Papa bersama dokter dan orang-orang kepercayaanku. Setelah semua sudah selesai dibereskan, baru Papa kembali ke sini. Nanti tiba direstoran baru aku ceritakan sedikit, agar kau bisa pahami situasi saat ini. Kenapa Papa tidak kembali dulu." Ucap Aaric pelan saat sudah tiba di tempat parkir restoran. Carren terdiam dan mencoba bersabar, karena sangat penasaran dengan gambaran sekilas yang disampaikan Aaric.
"Begini, aku akan menceritakan sedikit persoalan yang sedang terjadi beberapa hari lalu, saat aku tiba di sini. Aku berharap kau tetap melihatku dan tetap bersamaku setelah mengetahui ini." Ucap Aaric serius, setelah mereka selesai makan dan menunggu dessert di sajikan oleh pelayan. Carren mengangguk kuat untuk meyakinkan Aaric.
"Mamaku sedang tersangkut masalah hukum dan kemaren sudah ditahan di kantor polisi. Masalah hukumnya nanti aku ceritakan di rumah, karena butuh tempat dan suasana yang nyaman untuk menceritakan semuanya. Selain itu, dua hari lalu aku baru ketahui, dia telah bercerai dengan Papa. Itu sedikit gambaran tentang permasalahan keluargaku yang perlu dibereskan." Ucap Aaric sambil menarik nafas berat, tanpa menatap Carren.
"Yang berikutnya, masalah perusahaan. Ada banyak tikus dan cecurut yang menggerogoti, sehingga perlu berurusan juga dengan hukum. Semuanya sekarang sedang di tangani oleh pihak berwajib." Carren melihat Aaric dengan berbagai rasa di hati. Ternyata persoalan yang sedang dihadapi Aaric tidaklah mudah dan biasa-biasa saja.
...~●○♡○●~...
__ADS_1