
...~•Happy Reading•~...
Setelah selesai membicarakan rencana acara Recky dan apa yang akan dilakukan Aaric terhadap Biantra Group, Aaric mengajak Recky dan Papanya tetap tinggal, karena mau membicarakan tentang Mama mereka yang telah menceraikan Papanya dan juga perkembangan kasus hukum yang sedang di jalaninya. Recky hanya diam sambil mengelus punggung Papanya untuk menenangkan.
Mereka hanya bisa menghibur Papanya, karena tidak tahu apa yang ada dalam pikiran dan hati Papanya. "Kakak, aku tahu apa yang kakak atur untuk kebaikan kita. Jadi aku nurut apa yang sudah kakak atur. Terima kasih untuk semuanya. Malam ini aku akan tidur dengan Papa." Ucap Recky dengan hati lega, melihat Papanya bisa menerima semuanya.
"Baik, nanti setelah makan malam kita akan melanjutkan pembicaraan tentang rencana pernikahanmu. Papa tenang, ada kami berdua bersama Papa. Jangan pikirkan yang lain, selain rencana pernikahan Recky. Kali ini Papa harus terlibat, karena Papa yang akan datang melamar putri orang untuk putra Papa." Ucap Aaric, lalu mengecek kepala pelayan untuk makan malam mereka.
Carren tidak jadi istirahat di kamar Aaric, tetapi istirahat di kamar Mamanya. Ada hal yang ingin dibicarakan, terutama tentang Recky. Dia tidak mau Mamanya mendengar dari orang lain, agar tidak terjadi salah paham.
Setelah makan malam, mereka semua duduk di ruang keluarga untuk membicarakan rencana keberangkatan mereka ke Australia. Pak Biantra melihat kedua putranya dengan hati membuncah dan mata berembun. Beliau sangat bersyukur, melihat Aaric telah menjadi kakak yang baik dan bijaksana melindungi dan mendukung adiknya.
Empat hari kemudian, mereka telah tiba di rumah Aaric di Australia. Walaupun tidak besar, tetapi sangat nyaman dan cukup untuk mereka tinggal bersama. Kamar kerja Recky dipakai untuk tempat tidur Sapta. Sedangkan Recky tidur bersama Papanya, karena ada yang ingin dia bicarakan dengan Papanya.
Pada malam harinya, mereka langsung ke keluarga Ace untuk melamarnya. Aaric telah berbicara dengan Daddy Ace, sehingga semuanya telah disiapkan oleh Pak Robert. Beliau merasa tenang, Ace berada dalam lindungan keluarga Recky. Beliau berharap tidak ada lagi yang akan merongrong atau menerornya, jika Ace telah menikah. Sehingga dengan senang hati merelakan putrinya menikah dengan Recky.
Pak Robert sendiri yang menyiapkan semua untuk keperluan pernikahan putrinya, walau Aaric dan Recky telah mendesak untuk menyiapkannya. 'Putirku hanya satu-satunya, jadi biarkan aku melakukannya.' Pak Robert memohon, saat Aaric dan Recky mendesak untuk menyiapkan semuanya.
Setelah pernikahan Recky berlangsung, mereka akan segera kembali ke Jakarta. Jekob telah mendengar kabar dari pengacara, persidangan Bu Sunny dan lainnya sudah berlangsung dan sedang menunggu keputusan sidang.
"Papa, alangka baiknya Papa kembali ke rumah. Apalagi sekarang Mama sudah ditahan. Jangan sampai rumah itu tidak bertuan." Ucap Aaric yang sedang duduk di teras belakang bersama Recky dan Pak Biantra. Sedangkan Carren bersama Ace dan Bu Nancy sedang bercakap-cakap di ruang keluarga. Jekob dan Sapta telah kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum boss mereka tiba di Jakarta.
"Aku setuju dengan kakak, Pak. Jika aku ke Jakarta, akan tinggal bersama Papa." Ucap Recky untuk meyakinkan Papanya, agar mau tinggal di rumahnya.
__ADS_1
"Aku setuju dengan Recky. Jika aku ada di Jakarta, Papa bisa datang tinggal dengan kami di apartemen." Ucap Aaric yang belum membicarakan hal itu dengan Carren untuk tempat tinggal mereka.
"Papa ikut apa yang kalian atur. Bagaimana baiknya, menurut kalian. Sekarang kalian sudah punya kehidupan sendiri-sendiri. Papa akan kunjungi kalian di saat kalian tidak sibuk." Ucap Pak Biantra mengerti. Anak-anaknya sudah punya kehidupan sendiri.
"Kenapa Papa bilang kami sibuk? Papa juga akan sibuk. Apakah Papa tidak mengerti saat aku mengembilkan saham Papa? Sekarang Papa akan kembali bekerja, jadi mungkin Papa akan lebih sibuk dari kami, jika sudah punya cucu." Ucap Aaric menyemangati Papanya sambil tersenyum.
"Apa kau tidak pergi bulan madu dulu baru pulang ke Jakarta?" Tanya Pak Biantra melihat Recky tidak mengatakan mau pergi ke suatu tempat. Beliau akan memberikan uang Recky yang disimpannya. Recky melihat kakaknya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nanti setelah dari Jakarta baru kita semua pergi, Pak. Aku tau tempat yang dia inginkan. Kita selesaikan yang di Jakarta dulu, supaya dia bisa bulan madu dengan tenang. Dia sudah tidak bisa seperti dulu lagi, hanya datang dan pergi. Sekarang dia sudah punya tanggung jawab, dan tidak bisa katakan tidak." Ucap Aaric serius.
Ketika Jekob mengatakan semuanya sudah siap, Aaric, Carren, Recky, Ace, Bu Nancy dan Pak Biantra terbang ke Jakarta. Setelah tiba di Jakarta, Aaric tidak menyangka Carren meminta mereka semua ikut Pak Biantra pulang ke rumah. Bu Nancy telah berbicara dengan Carren, agar jangan tinggalkan Pak Biantra sendiri di rumah. Biar bergantian saja, karena sudah tahu kisah tentang Mama Aaric. Bu Nancy tidak mau ikut campur, hanya bisa memberikan saran kepada Carren.
Sebelum beraktivitas, Pak Biantra mengajak kedua putranya mengunjungi Bu Sunny di Penjara. Tetapi sebelumnya, mereka mengunjungi Pak Sunijaya di rumah sakit untuk melihat kondisinya.
Hal yang sama juga saat mereka ke penjara. Bu Sunny tidak mau bertemu dengan mereka. Jadi mereka menitipkan bawaan mereka kepada Sipir. Pak Biantra meminta Aaric membeli friend chiken dan french fries kesukaan Bu Sunny. Lalu memberikan surat yang telah mereka siapkan.
Pak Biantra telah mengingatkan mereka untuk menulis pesan untuk berjaga-jaga, jika kehadiran mereka tidak diterima. Ketika Sipir memberikan itu kepada Bu Sunny, beliau meleparnya dengan marah. Teman satu selnya tertegun. "Jika tidak mau menerima pemberian keluargamu, berikan kepada kami. Dan dengar ini pesan yang mengirim semua ini untukmu." Ucap teman satu selnya, sambil menghindar dari tangan Bu Sunny yang mau merobek amplop yang ada bersama titipan. Dia membuka amplopnya dan membaca isinya dengan suara lantang.
^^^'Sunny, aku minta maaf tidak bisa menjadi suami sesuai keinginanmu. Terima kasih sudah melahirkan dua orang putra yang baik untukku. Semoga kau menemukan kebahagiaan dengan pilihanmu.' Ttd. Danang Biantra.^^^
^^^"Mama, aku minta maaf telah berkata kasar padamu. Jika semua ini berlalu, tetaplah jadi Mama kami. Karena tidak ada bekas Mama atau bekas anak. Kiranya masih ada kesempatan untuk kita bertemu. Hati-hati di situ dan jaga kesehatan. Ttd. Recky Biantra.^^^
^^^"Mama, aku minta maaf untuk semua yang aku lakukan dan ucapan yang menyakitimu. Jika telah menemukan jalan kembali, kami tetap berada di tempat yang sama. Ttd. Aaric Biantra.^^^
__ADS_1
Bu Sunny merebut semua suratnya dan merobeknya menjadi sobekan kecil lalu menginjaknya seakan sedang melakukannya kepada yang empunya surat. Kemarahannya menutupi pendengaran dan akalnya. Yang membaca pesan tertegun, melihat tindakan Bu Sunny. Dia jadi berhati-hati terhadapnya.
Setelah sampai di rumah, Carren dan Ace menunggu mereka dengan cemas. Mereka ingin tahu apa yang terjadi dan apakah kunjungan mereka berhasil baik. Melihat wajah mereka yang datar dan tidak happy, Carren tidak bertanya lagi tapi langsung menyiapkan minuman.
Keesokan harinya, mereka semua menuju Biantra Group, karena Jekob dan Sapta bersama staff sudah mempersiapkan penyambutan untuk Komisaris Utama dan Direktur Utama serta pemilik Biantra Group. Akhirnya, Biantra group benar-benar jadi milik keluarga Biantra.
Aaric telah meminta Jekob untuk mengembalikan Jabatan Papanya sebagai Direktur Utama. Sedangkan Recky mengantikan Jekob sebagai Komisari Utama, karena Jekob lebih fokus di Elimus dan tambang. Aaric sebagai pemegang saham mayoritas, tetap hadir bersama. Jadi ketika masuk di lobby Biantra Group, mereka bagaikan 'Three Musketeers' berjas tanpa pedang. Pak Biantra berjalan di depan sedangkan Aaric dan Recky berjalan di belakangnya.
Carren, Ace dan Bu Nancy yang ada di lobby menunggu kehadiran mereka jadi terharu, saat melihat Pak Biantra dan kedua putranya masuk ke dalam lobby disambut para petinggi, staff dan karyawan Biantra Group. Pak Biantra memeluk kedua putranya dengan mata berembun, saat telah berada di ruang kerjanya.
"Sekarang Papa bisa bekerja dengan senang hati. Jangan tertekan atau terbebani lagi. Semua ini telah menjadi milik kita, jadi mari bekerja dengan baik dan sepenuh hati." Ucap Aaric yang masih dipeluk Papanya.
Setelah selesai acara; Aaric, Carren, Recky, Grace, Pak Biantra, Bu Nancy, Jekob dan Sapta terbang ke Bali. Aaric memberikan hadiah bulan madu untuk adiknya yang sangat menyukai laut. Dia juga ingin mengenang kisahnya dan Carren di tempat pertama kali melamarnya.
...~●○♡○●~...
..."Meskipun 1000 tangan manusia berusaha menarikmu jatuh.......
...Percayalah...! Tangan Tuhan akan mengangkatmu jauh lebih tinggi."...
...~●○♡○●~...
...The End...
__ADS_1
...~●○♡○●...