Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Berbagai Rasa Hati 4


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Carren mengingat malam dimana jantungnya berdetak tidak beraturan karena ditatap oleh seorang pria yang pernah menolongnya ketika terluka. Pria yang walau belum dikenalnya, mampu mengusai dunia sekitarnya. Semua tamu yang hadir memperhatikan Aaric dan Recky, menanti lagu apa yang akan dinyanyikan oleh mereka berdua.


Maka mengalunlah lagu 'I am your Man' by. Seal. Lagu tersebut dinyanyikan oleh Aaric dan Recky dengan kompak. Semua undangan jadi terhipnotis mendemgar suara merdu mereka. Terutama Carren yang memang menyukai lagu itu dan memiliki kenangan bersama Aaric dengan lagu tersebut. Walaupun lagu telah selesai dinyanyikan, para undangan masih bertepuk tangan. Tanpa sadar, mereka bersorak sambil mengatakan more ... more ..


Aaric dan Recky tersenyum melihat respon para undangan yang melihat mereka bernyanyi. "Kak, sisanya serahkan padaku. Sepertinya Carren belum bisa menerima ini, walau Parry telah menghiburnya. Lebih baik kakak yang menghiburnya, supaya Carren lebih tenang sebelum acara ini berakhir." Ucap Recky meminta Aaric kembali ke pelaminan untuk menemani Carren.


Aaric setuju dengan usul Recky lalu meletakan mike dan menepuk pundak Recky dengan sayang. Aaric turun lalu berjalan cepat ke pelaminan. Dia khawatir Carren masih shock dan menahannya sendiri di tengah keramaian. Sesampainya di pelaminan, Parry segera berdiri dan menyamhut Aaric, lalu memeluknya dengan erat. "Kakak, sudah lama baru melihat kakak lagi. Aku tidak menyangka, kakak mengenal Carren." Parry berkata pelan. Aaric memeluknya dengan sayang sambil menepuk punggungnya pelan.


"Sekarang kau sudah sangat berbeda dan sangat tampan. Jika tadi Recky tidak memanggil namamu, aku tidak akan mengenalmu. Terima kasih sudah jaga Carren selama ini." Ucap Aaric tulus menyayangi Parry yang hampir menjadi adik iparnya. Parry sangat berbeda menurut Aaric, karena saat dia berpacaran dengan Naina, kakaknya, Parry sangat lemah sebagai pria. Sehingga Naina selalu menjadi tameng untuk melindunginya.


Parry, mengangguk. "Titip Carren, ya, Kak. Dia hanya bersama Mamanya selama ini. Aku jadi tenang dan bahagia, dia telah bersama kakak." Ucap Parry dengan tulus dan juga terharu.


"Nanti setelah ini, kapan-kapan kita makan malam bersama. Kita selesaikan acara ini dulu." Ucap Aaric, lalu Parry mengangguk mengerti. Parry dan Riri segera pamit kepada Carren dan Aaric. Carren jadi berdiri dan minta terima kasih kepada Riri dan Parry yang telah menemaninya.

__ADS_1


Setelah Parry dan Riri turun, Aaric menggapai pundak Carren lalu memeluknya dengan erat. "Kenapa dengan wajahmu? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Aaric pelan, menyadari kondisi Carren yang masih shock. Carren hanya memeluk Aaric erat tanpa bisa berkata-kata. Banyak hal yang terjadi beruntun mengguncang hati dan perasaannya.


"Tenanglah, Arra... Nanti setelah acara ini, baru kita bicarakan semuanya. Kita tidak bisa membicarakannya di sini. Jika kau belum tenang, adikku tidak akan bernyanyi hibur kita. Kau tidak ingin mendengarnya bernyanyi untuk kita?" Bisik Aaric sambil mengelus punggung Carren untuk menenangkannya. Carren mengangguk kuat, dalam pelukan Aaric. "Maafkan aku, Kak." Bisik Carren sambil menahan tangis dan coba menenangkan hatinya.


"Nanti setelah ini, kau boleh memangis sepuasnya. Aku akan berikan bahu, dada, atau yang lainnya, pilih saja..." Ucap Aaric becanda untuk menenangkan Carren. Setelah merasa Carren sudah lebih tenang, Arric mengangkat tangannya dan memberikan isyarat 'OK' kepada Recky di panggung lalu mengajak Carren duduk kembali.


Recky yang mengerti maksud isyarat Aaric, langsung meneruskan acaranya. "Sekarang mari kita teruskan. Bagi yang berpasangan dan mau dance, silahkan melantai semuanya. Saya akan bernyanyi untuk mengiringi yang mau melantai." Ucap Recky, sambil tersenyum mengingat tadi melihat Ayunna sedang hamil dan Franky duduk di sampingnya. 'Ternyata rencana Franky untuk mendapatkan Ayunna berhasil.' Recky membatin.


Maka mengalunlah suara merdu Recky diiringi mainan musik yang apik. Semua tamu yang memang suka dance, langsung melantai di tempat yang sengaja disiapkan Jekob untuk acara tersebut. Berbagai lagu indah dan merdu dinyanyikan Recky menghibur dan mengajak semua orang melantai.


Setelah acara resepsi berakhir, Aaric dan Carren ke kamar yang telah disediakan di hotel tersebut untuk semua keluarga pengantin. Aaric meminta Jekob untuk booking banyak kamar di lantai itu untuk semua yang berhubungan dengan mereka, termasuk Mama Carren juga Ichad, Akri dan Rosna. Sedangkan semua karyawan Carren yang bertugas di ruang resepsi, diberikan bonus khusus oleh Aaric.


Saat Aaric dan Carren telah di kamar, Aaric melepaskan tuxedonya dan Carren duduk dengan masih mengenakan gaun pengantin di kursi meja rias untuk melepaskan jepitan di rambutnya satu, persatu. "Kak, pria yang pernah aku ceritakan di Bali waktu itu, adalah Recky." Ucap Carren pelan, karena merasa tidak enak hati terhadap suaminya. Dia menyadari, tadi tidak bisa mengendalikan hati dan pikirannya.


Aaric mengangguk mengerti. "Sejak kapan kakak sudah tau, aku ada hubungan Recky?" Tanya Carren penasaran. Dari sikap Aaric, dia yakin suaminya sudah tahu dia ada hubungan khusus dengan Recky. Bukan sebagai kakak dan adik ipar, karena Aaric belum pernah memperkenalkan mereka.

__ADS_1


"Bebetapa waktu lalu, saat Recky datang ke sini dan aku ingin memperkenalkan dia kepada tunanganku. Tetapi saat mengetahui tunanganku bernama Carren dan meminta fotomu, yaaa... saat itu dia ceritakan hubungan kalian." Aaric menceritakan semua yang terjadi saat Recky mengetahui Carren telah jadi tunangannya.


Ketika Aaric bercerita, Carren jadi mengerti. Berarti Aaric belum lama mengetahui, dia berhubungan dengan Recky, karena Aaric mau memperkenalkan dia dengan Recky setelah mereka bertunangan. Sedangkan mereka belum lama bertunangan. "Mungkinkah saat kembali dari Swiss?" Carren membatin.


Kemudian dia teringat saat melihat wajah Aaric yang terlihat agak tidak segar beberapa waktu lalu saat mereka makan siang di apartemen. 'Mungkin saat itu baru mengetahui hubungannya dengan Recky, sehingga membuatnya kepikiran.' Carren membantin dengan hati terharu. Carren makin mencintai suaminya yang tidak membahas itu atau mempersoalkannya, sehingga jadi konflik di antara mereka.


Ketika Carren hendak berdiri mendekati suaminya yang sedang menuang air mineral untuk memeluknya, tiba-tiba pintu kamar mereka diketok. Aaric memberikan isyarat agar Carren duduk, lalu dia berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang mengetok.


Ketika melihat siapa yang mengetok, Aaric langsung membuka pintu untuk adiknya. Recky sengaja datang ke kamar Aaric, karena ingin berbicara dengan Carren agar tidak terjadi salah paham diantara mereka dan juga dia ada perlu dengan kakaknya.


Recky yang baru masuk kamar kakaknya, langsung melempar tubuhnya ke tempat tidur bertaburan kelopak mawar broken white dan red yang disediakan khusus untuk pengantin. Aaric hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap adiknya. Dia tahu, disaat tertentu Recky suka iseng dan mengganggunya.


"Carren, jangan melihatku seperti itu. Seharusnya aku yang tidur di sini bersamamu." Ucap Recky, mulai mengganggu Carren membuat Carren yang sedang berusaha melepaskan rambutnya jadi terdiam, lalu melihat Aaric dengan wajah cemas.


...~●○♡○●~...

__ADS_1


__ADS_2