
...~•Happy Reading•~...
Kemudian Aaric berdiri dan mendekati Recky yang masih duduk dengan posisi yang sama. Aaric memegang kepadanya dan mengacak rambutnya dengan sayang. Dia bisa merasakan kesedihan adiknya, karena dia sendiri sedang berusaha mengendalikan perasaannya.
Recky mengangkat kepalanya lalu meletakan kepalanya di perut kakaknya dan memeluk pinggangnya dengan erat. Dia tidak bisa menyalahkan kakaknya, karena kakaknya tidak merebut Carren darinya. "Tuhan akan memberikan seorang gadis yang istimewa untukmu, karena kau adikku yang istimewa." Aaric mengusap belakang kepala Recky dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menepuk pelan punggung Recky.
"Seperti yang kau katakan, jodoh dari Tuhan itu tidak terselami. Kita akan menerimanya dengan cara atau peristiwa yang unik. Jangan menyerah, teruslah meminta pada-Nya. Aku yang tidak meminta setelah apa yang kualami dengan Naina, Tuhan memberikan Carren untukku. Apalagi jika kau terus meminta. Sebagaimana ucapanmu tentang cara Tuhan, aku tahu kau mengenal-Nya dengan baik." Aaric berkata sambil terus mengusap kepala Recky yang sedang memeluknya.
"Bisakah kita berbicara dengan tenang sekarang? Ada banyak hal yang tidak kupahami. Terutama keputusan kalian berdua. Aku bisa merasakan kesedihan Carren saat berbicara tentangmu. Dia terus menunduk, ketika berbicara tentangmu." Aaric berkata lalu Recky melepaskan pelukannya dan mengangguk.
Aaric mengambil dua gelas air mineral dan memberikan gelas satunya kepada Recky. "Kenapa kau menyakiti kalian berdua dengan membuat dia mengurus pernikahanmu. Dari tadi aku belum bisa pahami keputusanmu, yang bukan seperti dirimu." Aaric membuka percakapan dengan pelan dan tenang, agar mereka bisa berbicara dengan baik.
"Bukan aku yang memintanya, Kak. Aku memang tahu Carren tidak kuliah, tetapi pekerjaannya aku tidak tau. Walaupun aku sering berkomunikasi dengan Carren, aku tidak pernah menanyakan apa pekerjaannya. Tetapi kedua iblis betina itu yang menggirimku ke kantornya." Ucapa Recky pelan, sambil mengingat apa yang terjadi saat itu.
"Setelah aku setujuh untuk menikah, mereka mengirim pesan, agar aku ke tempat WO untuk membicarakan apa yang mau dilakukan. Saat aku tiba di tempat dan Iblis itu mengatakan mau berbicara dengan Carren, aku sangat terkejut. Begitu juga dengan Carren yang baru turun dari tangga dan melihatku. Karena itu adalah pertemuan pertama dia denganku setelah berkomunikasi dengan baik. Aku langsung naik tangga dan mengajaknya naik ke ruang kerjanya untuk berbicara." Recky jadi emosi saat menceritakannya.
__ADS_1
"Aku masih marah dengan semua yang kualami, termasuk dengan Carren yang berpacaran dengan Parry. Saat itu, yang ada dalam pikiranku. Dalam kemarahanku, aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya tentang hubungannya dengan Parry. Dia menatapku dengan terkejut dan heran lalu hanya berkata: 'Kau tau, Parry sudah seperti saudaraku.' Aku percaya ucapannya, karena saat itu tiba-tiba Parry menelponnya dan berbicara biasa saja, untuk mempromosikan pekerjaannya."
"Kakak tau betapa menyesalnya aku saat itu? Aku sempat meragukannya, sehingga terjebak dengan iblis itu. Aku memukul tembok ruang kerjanya dan itu untuk kedua kalinya aku memukul tembok dalam dua puluh empat jam, karena kebodohanku. Makanya tanganku jadi cedera para seperti itu."
"Carren menarikku dan memelukku sambil memohon agar aku berhenti lakukan itu. Dia mengajakku duduk lalu memegang tanganku yang sudah berdarah sambil berkata, 'apa yang kau lakukan, Recky. Aku menceritakan kenapa bisa datang dengan iblis itu ke kantornya. Dia tidak berkata apapun, kakak. Dia hanya meneteskan air mata sambil menunduk dan mengusap tanganku yang sudah bengkak."
"Saat itulah aku katakan padanya jika aku mencintainya. Aku mengatakan mencintainya saat datang dengan iblis itu untuk bicarakan acara pernikahan. Dia hanya menunduk sambil menangis dan berkata: 'Jangan ucapkan kata-kata yang makin menyakiti kita.' Karena dia tahu, arti aku datang ke tempatnya dengan iblis itu." Recky menceritakan semua yang dia rasakan dengan emosi yang campur aduk.
"Oooh iya, kakak. Besok aku akan kembali ke Aussie. Segeralah kakak menikah dengannya, sebelum dia mengetahui aku adikmu. Segeralah kakak, aku mengenalnya. Lebih baik dia bersama Kakak, daripada tidak sama sekali." Ucap Recky dengan tatapan memohon kepada kakaknya.
"Jika dia mengetahui aku adikmu, dia akan mundur, kakak. Percayalah padaku. Biarlah dia ada diantara kita. Sudah cukup selama ini dia menderita. Biarkan dia ada dalam perlindungan, kakak." Ucap Recky memohon, membuat Aaric terkejut dan menatapnya dengan serius.
"Tetapi dia memohon padaku sehingga aku pergi meninggalkannya. Kakak tau apa yang dia katakan? 'Recky, aku mohon padamu, tolong aku. Jika kau seorang Biantra saja bisa mereka jebak, apalagi aku. Jangan hanya melihatku, tapi tolong kasihani karyawanku. Mereka ada yang sudah berkeluarga dan ada keluarga yang harus mereka hidupi."
"Kakak lihat, dia tau Iblis-iblis itu sudah tahu tempat kerjanya, dan mereka bisa menghancurkannya dan juga usahanya. Dia masih memikirkan karyawannya, padahal jika dia egois sedikit saja, dia bisa bersamaku. Tapi dia tau, mungkin dia bisa hidup dengan baik bersamaku, tapi bagaimana dengan karyawannya."
__ADS_1
"Apa yang dia katakan, bagaikan palu menghantam kepalaku. Karena pada saat itu, aku sudah berpikir lain setelah tau dia tidak berpacaran dengan Parry. Aku akan membawanya ke Aussie, tetapi dia tidak memperjuangkanku kakak. Jika dia sedikit saja menarikku, aku tidak akan menikah dengan iblis itu. Kakak tau, aku hidup dan bekerja di Aussie, tanpa bergantung dengan iblis di rumah itu."
"Hari itu, jika dia tidak berdoa untukku mungkin aku tidak akan bertemu dengan kakak lagi. Aku sangat frustasi dengan keadaan yang ada dan tidak bisa mengambil keputusan. Setelah memikikan semua yang dia ucapkan, aku kembali keesokan harinya lalu menerima dan mengikuti permintaannya. Aku tau, tidak mudah dia memulai usahanya itu dan aku tau, betapa jahatnya para iblis itu."
"Maka jadilah dia mengurus acara resepsi pernikahan itu dengan berbagai syarat yang aku minta. Termasuk kepada iblis itu, dia harus menerima semua yang diatur oleh Carren." Recky menceritakan semuanya.
"Jadi kakak, setelah aku kembali ke Aussie, secepatnya kakak mengikatnya. Jika sudah menikah, baru dia mengetahui aku adikmu, dia sudah tidak bisa mundur lagi." Recky kembali memberikan saran dan sedikit mendesak.
"Ini bukan karena meragukan cinta Carren kepada kakak atau dia mencintaiku. Tetapi dia bisa mengorbankan diri dan kebahagiaannya, karena tidak mau menyakiti kita. Dia akan menahan semuanya, karena dia pernah berada di situasi yang sulit, dia akan melakukannya." Ucap Recky dengan sungguh-sungguh untuk meyakinkan kakaknya.
"Tungguuu, nanti lanjutkan lagi. Aku harus menghubungi Jekob." Aaric berkata serius, karena percaya yang dikatakan Recky. Dia sendiri sudah melihat cara dan sikap Carren. Benar, Carren bisa melakukannya.
📱"Jekob, berhenti merilis para petinggi Biantra Group. Semua yang ada namaku, ditahan. Tunggu sampai ada persetujuan dariku." Ucap Aaric saat Jekob merespon panggilannya.
📱"Ooh, untung dikasih tau sekarang, Pak. Ini bagian IT sedang mengerjakannya, karena mau dirilis sesuai permintaan bapak." Ucap Jekob terkejut, tapi jadi bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1
📱"Baik, tahan semuanya. Tetap pakai dokumenku yang sebelumnya. Jangan dulu dirubah, sebelum ada persetujuan dariku." Ucap Aaric sambil menarik nafas lega. Recky melihat kakaknya dengan wajah tidak mengerti.
...~●○♡○●~...