
~β’Happy Readingβ’~
Mendengar yang dikatakan Recky, jantung Carren makin berdetak kencang. Dia mengangkat tangannya dan memegang dadanya.
π±"Recky. Kalau kau lihat aku bersayap, aku bisa terbang ngga? Hehehe..." Ucap Carren, tertawa menutupi rasa was-wasnya dan mencoba menenangkan hatinya.
π±"Aku serius, Carren. Aku yang cemas, kau mala tertawa. Emangnya kau capung?" Ucap Recky masih serius, agar Carren bisa mengerti yang dirasakannya.
π±"Astaga Recky, kalau aku bersayap, kerenan dikiiittt... Burung apa gitu, masa seperti capung?" Carren mencoba mengalihkan pembicaraan Recky, karena dia sendiri sedang berpikir tentang apa yang diceritakan Recky.
π±"Abis aku lagi serius, kau mala bercanda. Karena mimpiku semalam, aku jadi berpikir. Setelah selesai ujian, aku akan kembali ke Indonesia. Awas! Kalau kau menjauh dariku, aku akan patahkan sayapmu." Ucap Recky serius, tapi jadi was-was mendengar ucapannya sendiri. Dia berharap Carren tidak tersinggung dengan ucapannya.
π±"Bagaimana kau bisa patahkan sayapku, kalau aku sudah terbang, Recky." Ucap Carren asal, karena terkejut mendengar ucapan Recky dan berusaha membuatnya jadi candaan.
π±"Aku akan menangkapmu sebelum kau bisa terbang. Lagian yang aku lihat tadi malam, sayapmu baru tumbuh jadi belum bisa terbang." Ucap Recky lagi, tetapi agak senang mengingat mimpinya dan candaan Carren.
π±"Sudah, mari berhenti bicara seputar sayap. Sekarang bicara seputar isi kepalamu yang sudah hampir penuh. Jangan berpikir yang aneh-aneh, fokus saja untuk ujianmu dan juga tunggu sampai selesai proses kuliahmu baru kembali ke sini. Yaa, sampai wisudalah, supaya orang tuamu senang dan bangga kau sudah selesai dan menerima hasilnya." Ucap Carren serius, agar Recky juga bisa serius.
π±"Carrennn... Kau bicara begini, mala aku semakin curiga, kau sedang menghindariku. Aku pulang bukan untuk melamarmu, kita berteman begini saja aku sudah happy. Apalagi ... ('bisa jadi pacarmu atau melamarmu.' Recky membantin)." Recky berucap serius lagi, karena dia khawatir Carren salah menterjemahkan niat pulangnya. Jadi dia buru-buru mengoreksinya, agar Carren tetap mau berhubungan dengannya.
π±"Astaga, Recky. Kenapa kau berpikir begitu? Aku katakan begitu, karena ikut senang jika kau bisa berhasil dalam studymu. Dan orang tuamu juga pasti akan sangat senang." Ucap Carren terkejut mendengar ucapan Recky.
π±"Carren. Aku berpikir begitu, karena kau sedang berbicara dengan siapa? Ini Recky Biantra. Setelah ujian, aku bisa pulang ke Indonesia dulu baru balik lagi ke Aussie." Ucap Recky serius menjelaskan.
π±"Oooh, iya, lupa. Yang aku katakan tadi, aku melihat dari sisiku. Soriiii..." Ucap Carren, baru menyadari Recky dari kalangan yang berbeda darinya, sehingga bisa dengan mudah bolak balik Australia atau kemana saja.
__ADS_1
π±"Aku seharusnya sorry, karena tadi berpikir yang lain. Kau sedang berusaha menjauhiku." Ucap Recky, mulai menyadari dan berpikir dengan cepat.
π±"Aku sering pulang ke Jakarta, tetapi ngga bisa bertemu denganmu. Karena hanya sebentar bertemu dengan Papaku di kantor dan kembali lagi ke Aussie." Ucap Recky, mulai sadar keberadaan Carren dan cara berpikirnya.
π±"Oh iya, ngga papa. Aku juga agak sibuk bantu Mama, jadi ngga bisa kemana-mana." Ucap Carren, mulai mengerti. Ternyata Recky bukan saja kuliah, tetapi juga bekerja.
π±"Kalau aku cuma satu hari di sana, kadang ngga sampai satu hari. Aku ngga mau bilang padamu, karena seharian bantu Papa di kantor dan harus kembali lagi. Jadi percuma juga aku bilang ada di situ, selain ngga bisa bertemu denganmu, ngga bisa berkomunikasi juga. Bisa kirim chat buatmu, aku sudah di Aussie lagi." Ucap Recky lebih lanjut.
π±"Iya, ngga papa. Yang penting kita semua ada baik-baik dan sehat. Semua yang kita kerjakan berjalan dengan baik dan diberkati. Sekarang kau fokus untuk ujianmu dulu, karena sayang sudah kuliah lama ngga dapat gelarnya." Ucap Carren, menyadari sebenarnya Recky tidak perlu gelar untuk bisa bekerja.
π±Iya, thanks. Aku minta maaf, kalau ada kataku yang kasar. Aku khawatir saja, kita ngga bisa seperti sekarang. Aku belum bisa bicara lebih dari ini, nanti kalau sudah bertemu baru kita bicara lebih baik." Ucap Recky, agak tenang.
π±"Aku juga minta maaf. Jaga kesehatan, supaya bisa ujian dengan baik. Night." Ucap Carren, dan Recky mengakhiri pembicaraan mereka setelah membalas salam Carren.
Recky meletakan ponselnya di meja kerja dan melihat desain gambar bangunan yang sedang dibuatnya. Dia mulai bisa konsentrasi untuk memperhatikan hasil desainnya setelah sepanjang hari terganggu dengan mimpinya tentang Carren.
Kalau di Indonesia, dia hanya bekerja membantu orang tuanya, jika diperlukan. Jadi dia lebih banyak berkarier di Australia. Sehingga dia agak terlambat menyelesaikan kuliahnya.
Sekarang dia ingin menyelesaikan kuliahnya, agar bisa lebih cepat kembali ke Indonesia untuk memperjelas hubungannya dengan Carren. Setelah ada keputusan dari Carren, baru dia bisa memutuskan untuk tetap berkarier di Australia atau Indonesia.
Setelah merasa lelah dan mulai mengantuk, dia meninggalkan meja kerja, menutup laptop lalu berjalan ke balkon apartemennya. Sambil memandang kerlap kerlip lampu bangunan kota Sydney di tengah malam. Dia duduk bersandar di kursi santainya dan terus memikirkan Carren.
Dia kembali memikirkan mimpinya tentang Carren yang mengganggunya. Memang mereka belum resmi berpacaran, tetapi Carren memiliki tempat spesial di hatinya. Dia tidak sering mengingat atau merindukan Carren, apalagi jika sedang sibuk. Tetapi jika sedang sendiri, dia sangat rindu untuk bertemu dan berbicara dengannya.
Recky menerima, jika Carren tidak bersedia melakukan VC dengannya. Ada hal-hal yang belum bisa dia tuntut dari Carren, karena akan berbeda jika mereka telah berpacaran.
__ADS_1
Dengan mimpinya tersebut, seandainya saat ini tidak dalam masa persiapan ujian, mungkin dia akan pulang ke Jakarta untuk menemui Carren. Agar bisa memperjelas hubungannya dengan Carren. Dia berat memikirkan dan memutuskan, karena ujiannya telah tertunda berkali-kali disebabkan pekerjaannya yang harus selesai tepat waktu.
Recky selalu menguatkan hati dan mengingatkan dirinya, agar tidak menyinggung tentang rasa hatinya terhadap Carren saat berbicara di telpon. Dia tidak mau terulang, melakukan hal yang sangat pribadi dan sensitif dengan sembrono.
Oleh sebab itu dia menahan diri dan ucapannya saat berbicara di telepon. Dia mau berbicara dengan Carren secara pribadi, agar bisa melihat wajah dan reaksi Carren, saat menerima atau menolaknya.
Tetapi setelah bermimpi tadi malam, statusnya dengan Carren yang belum jelas membuat dia sangat kepikiran. Apalagi saat melihat Carren menjauh dan berbalik darinya, itu sangat mencemaskannya.
'Semoga itu hanya bunga tidur seperti yang dikatakan Carren. Hal itu ngga terjadi di dunia nyata.' Ucap Recky dalam hati dan berharap, karena mimpinya terlihat sangat nyata baginya.
.***.
Di bagian bumi yang lain ; Carren yang selesai berbicara dengan Recky, langsung duduk diam di tempat tidur. Dia terus memikirkan mimpi yang diceritakan Recky.
Karena baru pertama kali mendengar orang lain bermimpi tentang dirinya. Mengingat keseriusan Recky mengecek keadaannya dan juga menceritakan mimpinya, Carren jadi berpikir dan merenunginya.
Selama berteman dengan Recky, dia sering bercanda, kadang serius tetapi tidak seserius tadi. Carren sudah memahami dan mulai mengerti Recky. Kadang dia bicara sesukanya, tetapi nantinya dia akan menyadarinya dan tidak segan untuk meminta maaf.
Carren mengingat kembali tentang Recky yang dikenalnya dulu saat di sekolah. Dia tidak perduli dengan perasaan orang. Mau marah, mau tersinggung atas ucapan atau tindakannya dia akan pergi meninggalkan orang tersebut dengan cueknya.
Tetapi sekarang dia sudah berubah, walaupun itu hanya lewat telpon. Carren bisa tahu Recky sedang bercanda, iseng atau serius. Karena saat-saat tertentu, Carren merasa Recky menahan ucapannya agar tidak menyakitinya.
Untuk orang seperti Recky, minta maaf adalah suatu kata yang sangat sulit diucapkan. Tetapi sekarang dia bisa mengucapkannya dengan tenang dan serius. Itu adalah perubahan yang sangat dirasakan Carren.
Ketika mengingat lagi mimpi Recky, timbul lagi kecemasan di hatinya. 'Ya, Tuhan, kiranya mimpi Recky hanya bunga tidur. Tolong tenangkan hati kami yang cemas, agar bisa berkonsentrasi untuk hal yang kami kerjakan. Tetapi jika itu suatu tanda, biarlah itu pertanda baik.'
__ADS_1
β‘β’~Jangan lupa like, komen, vote danΒ favorit, yaa... ππ» Makasih~β’β‘