
~•Happy Reading•~
Keesokan harinya Carren bangun dengan hati yang bersyukur. Karena selain matahari bersinar terang, hatinya sangat senang. Sekarang banyak hal yang bisa dia rencakan dan kerjakan.
"Arra, sudah bangun rupanya. Bersihkan wajahmu, lalu buatkan minuman untuk kita. Mama sudah beli sarapan." Ucap Bu Nancy yang baru kembali dari tukang sayur dan melihat Carren sudah bangun. Beliau sudah beli lupis untuk sarapan mereka.
"Baik, Ma. Sebentar, ya." Carren mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi. Dia sekalian mau mandi, karena sudah berencana akan keluar.
Selesai mandi dan berganti pakaian, dia membuat minuman panas untuk sarapan mereka. "Arra mau keluar hari ini?" Tanya Bu Nancy, saat melihat Carren telah mandi dan berpakaian rapi.
"Iya, Ma. Hari ini Arra berencana mau hubungi Kak Akri untuk temani pergi lihat bunga kering. Biar bunga dan lainnya sudah bisa dicicil dari sekarang." Jawab Carren, karena sudah ada desain dan konsep dekor yang dibuatnya. Dia juga telah memegang dana yang lebih dari cukup, jadi dia akan mulai pergi membeli kebutuhan pekerjaannya.
Saat sedang sarapan, telepon Carren berbunyi. Mengetahui hal itu, Carren berdiri mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya. Saat melihat siapa yang menghubungi, Carren langsung meresponnya.
📱"Pagi Carren. Lagi sibuk?" Sapa Ichad saat Carren merespon panggilannya.
📱"Pagi, Kak Ichad. Ngga juga, Kak. Gimana?" Carren menjawab dan balik bertanya. Karena dia juga, sedang menunggu kabar kepastian dari Ichad.
📱"Sekarang aku mau ke rumah, ya. Ada yang mau aku bicarakan denganmu dan Tante Nancy." Ucap Ichad, karena ada yang harus dia sampaikan setelah bertemu dengan keluarga Almh. Bu Florens.
📱"Baik, Kak. Aku tunggu, ya. Sampai bertemu. Hati-hati di jalan." Ichad mengakhiri pembicaraan mereka, setelah membalas ucapan Carren.
"Ada apa Arra?" Tanya Bu Nancy, saat Carren kembali duduk di meja makan.
"Kak Ichad mau ke sini, Ma. Katanya, ada yang ingin Kak Ichad bicarakan dengan Mama dan Arra." Carren menjelaskan apa yang disampaikan oleh Ichad kepadanya.
"Kalau begitu, Carren pergi beli lupis lagi, supaya Ichad bisa sarapan di sini. Semoga masih ada, kalau sudah habis, Arra beli saja yang ada." Bu Nancy merasa senang Ichad mau datang, karena sudah lama tidak datang ke rumahnya.
__ADS_1
"Baik, Ma. Arra sekarang ke sana." Ucap Carren, lalu berdiri mengambil uang untuk pergi beli yang diperlukan. Dia tidak jadi menghubungi Akri seperti yang direncanakan, karena akan kedatangan Ichad dan pembicaraan mereka belum tahu kapan berakhirnya.
Setelah pulang dari membeli jajanan pasar (karena lupis sudah habis), Carren mempersiapkan semua yang dibeli di meja makan. Tidak lama kemudian, Ichad datang dan memarkirkan motornya di depan rumah Carren.
"Selamat pagi Tante. Apa kabar?" Sapa Ichad, saat Bu Nancy membuka pagar untuknya.
"Pagi, Ichad. Kami ada baik-baik. Mari masuk, Carren sudah menunggumu di dalam." Ucap Bu Nancy, sambil mempersilahkan Ichad masuk.
Saat mendengar suara motor parkir di depan rumahnya, Carren segera membuat kopi instan panas untuk Ichad. Karena dia tahu, Ichad telah datang dan suka minum kopi instan. Dia bersyukur masih ada kopi instan milik Mamanya. Karena Mamanya suka minum, kalau lagi banyak kerjaan dan harus tidur larut.
"Ayoo, Kak Ichad. Silahkan duduk dan sarapan dulu, baru kita berbicara." Carren mempersilahkan Ichad duduk di meja makan dan meletakan sarapan untuknya. Dia ingin mereka bisa berbicara dengan santai di meja makan. Ichad mengangguk dan duduk sarapan di meja makan.
"Begini Tante dan Carren, tadi malam aku pergi ke rumah Almh Tante Florens atas permintaan Sisil. Taunya itu, untuk bertemu dengan Pak Frans dan juga Kak Maxi. Di sana ....." Ichad menceritakan tentang semua yang terjadi dan dilakukan Sisil dalam pertemuan tersebut.
"Astaga, Kak Ichad. Aku tau Kak Sisil suka berbicara kasar, tetapi tidak menyangka dia bisa lakukan itu untuk karyawan yang membantunya. Dia bisa merusak semua pekerjaan yang telah dirintis oleh Almh." Carren dan Bu Nancy terkejut mendengar yang diceritakan oleh Ichad. Carren lalu menutup mulutnya dengan tangan sambil melihat Ichad. Sedangkan Bu Nancy hanya diam, tidak bisa berkata-kata.
"Kak Maxi mau menyerahkan kepada kami bertiga untuk meneruskannya, tetapi aku bilang kami bertiga sudah bekerja dengan Carren dan Tante Nancy. Mendengar itu, Kak Maxi tidak memaksaku lagi. Nanti Kak Maxi akan menghubungi Tante dan Carren." Ichad menyampaikan apa yang dikatakan oleh Maxi. Bu Nancy dan Carren kembali terdiam, mendengar pesan Maxi yang disampaikan Ichad.
"Jadi nanti Tante dan Carren siap-siap saja, mungkin Kak Maxi akan memghubungi dalam waktu dekat ini. Aku sudah berikan nomor telepon Carren untuknya." Ichad melanjutkan keterangannya.
"Kalau begitu, kami tunggu saja. Kak Ichad selesaikan sarapannya, karena kita sudah mulai bekerja. Tadinya Aku mau telpon Kak Akri untuk mengantarku melihat-lihat bunga kering untuk rencana dekor. Tetapi karena Kak Ichad sudah di sini, apakah Kakak bisa mengantarku?" Carren bertanya, karena sudah mendapat kepastian dari Ichad, bahwa dia tetap bekerja bersama Carren, Akri dan Rosna.
"Iyaa, bisa. Untung tadi aku bawa helm cadangan." Ucap Ichad dengan hati senang, karena mereka sudah mulai kerja lagi. Sambil menunggu Ichad menyelesaikan sarapannya, Carren masuk ke kamar untuk memgambil tasnya dengan hati bersyukur. Karena Ichad tetap pilih bekerja bersamanya. Persoalan kedua yang mengganggunya, bisa terselesaikan.
Saat keluar dari kamar, ponselnya kembali berdering. Carren mengambil ponselnya dari dalam tas untuk melihat siapa yang memghubunginya. Ketika melihat nama di layar ponselnya, Carren menerimanya dengan hati senang.
📱"Pagi, Carren. Lagi bikin apa?" Tanya Akri, saat Carren merespon panggilannya.
__ADS_1
📱"Pagi, Kak Akri. Ini mau keluar lihat-lihat bunga kering. Bagaimana, Kak?" Tanya Carren, karena tidak biasa Akri menghubunginya pada jam-jam seperti sekarang ini.
📱"Begini, Carren. Ini tetanggaku mau mengadakan Ijab Kabul dan Resepsi pernikahan di rumah. Karena tau aku suka mendekor, mereka datang ke rumah dan bertanya: Apakah bisa mendekor untuk acara pernikahan putrinya?" Akri menjelaskan tujuannya menelpon Carren.
📱"Ooh, bisa Kak. Sekarang saja kita pergi menemui orangnya, supaya bisa melihat rumahnya." Carren sangat antusias mendengar yang dikatakan Akri, karena ada tawaran pekerjaan baru lagi.
📱"Kalau begitu, sekarang aku menjemputmu atau bagaimana?" Tanya Akri bersemangat mendengar suara Carren yang senang dan bersemangat.
📱"Ngga usah, Kak Akri. Nanti aku ke situ bersama Kak Ichad saja. Kalau bisa, Kakak jemput Ros, agar kita berempat pergi lihat lokasinya. Karena ini pertama kali untuk kita berempat bekerja." Carren makin bersemangat dengan apa yang terlintas dipikirannya.
📱"Baik, aku akan hubungi Rosna untuk siap-siap, karena dia belum tau." Ucap Akri, bersemangat dengan pekerjaan yang mulai mereka lakukan bersama.
📱"Baik, Kak. Jangan lupa kirim titik lokasi kita bertemu sebelum kita ke tempat orangnya. Tolong juga, Kak Akri ke rumah orang yang mau pakai jasa kita dan sampaikan tentang kedatangan kita hari ini." Ucap Carren, detail.
📱"Baik. Aku akan kirim titik lokasi sebelum jemput Rosna. Bilang Kak Ichad, hati-hati di jalan. Sampai bertemu." Akri mengakhiri pembicaraan mereka, setelah Carren membalas ucapannya.
"Ada apa Carren? Apakah itu Akri yang menelpon?" Tanya Ichad, saat mendengar namanya disebut. Carren mengamgguk dan kembali duduk di meja makan bersama Ichad dan Mamanya.
Kemudian Carren menceritakan apa yang disampaikan oleh Akri kepada Mamanya dan Ichad. Dia juga menyampaikan rencana untuk ke tempat Akri dengan Ichad.
"Kak Ichad, kita tunda dulu pergi melihat bunga kering. Nanti selesai dari sana baru kita rencanakan lagi." Ucap Carren, bersemangat. Begitu juga dengan Ichad dan Bu Nancy.
"Mama setuju denganmu. Kalian pergi melihat tempat yang dimaksudkan Akri dan gunakan waktu sisa dari sana untuk kalian berempat berbicara tentang pertemuan dengan Maxi. Agar Akri dan Ros juga tau, jangan sampai mereka bertanya-tanya sendiri tentang pertemuan Ichad dengan Sisil." Saran Bu Nancy, karena senang melihat semangat mereka, jangan sampai terganggu atau rusak oleh hal yang mengganjal.
"Iya, Tante. Ada yang mau aku sampaikan juga untuk Akri dan Rosna. Jadi aku setuju dengan saran Tante, karena kami akan bekerja bersama-sama. Terima kasih." Ichad sangat senang dan setuju dengan saran Bu Nancy, karena sekalian dia akan memberikan upah Akri dan Rosna yang diterima dari Maxi.
Carren masuk ke kamar lagi mengambil semua yang diperlukan untuk memulai pekerjaannya. Termasuk surat perjanjian kerja sama, karena dia berpikir akan diperlukan jika clientnya setuju untuk menggunakan jasa mereka.
__ADS_1
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡