
...~•Happy Reading•~...
Aaric melihat Recky sambil berpikir, apa yang baik bagi mereka berdua. "Apa kau jadi kembali ke Aussie besok? Biar aku akan menghubungi Jekob untuk mengurus keberangkatan dan Sapta akan mengantarmu. Aku dan Jekob belum bisa mengantarmu, karena ada permasalahan yang belum selesai. Kami juga harus mengurus masalah ini." Aaric berkata serius, karena perkembangan pembicaraan dengan Recky membuatnya harus berbicara dengan Carren.
"Iya, kak. Aku serahkan semuanya kepada kakak. Ooh iyaa... Karena sekarang kakak sudah bertunangan dengan Carren dan kakak berduit, duit... Kakak bayar pajak mobil yang dipakai Carren, ya." Recky berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Padahal dia bisa membayarnya, tetapi dia mau terbuka kepada kakaknya tentang semua yang berhubungan dengan Carren, agar tidak salah paham di antara mereka. Aaric kembali melihatnya dengan heran dan terkejut.
"Kenapa dengan pajak mobil Carren? Apa kau membayar pajak mobilnya?" Tanya Aaric, tidak mengerti maksud yang dikatakan Recky, tiba-tiba bicarakan mobil Carren.
"Aku membayarnya, karena itu mobilku. Waktu itu, aku mau memberikan padanya, tetapi dia tidak mau terima dengan alasan tidak bisa membayar pajaknya. Jadi aku bilang, aku yang akan bayar pajaknya. Jadilah dia menerimanya, karena tidak punya alasan untuk menolaknya." Ucap Recky lagi, membuat Aaric melihatnya dengan serius.
Aaric pernah melihat mobil itu, bahkan pernah membawanya saat mau meminta nomor telpon Carren pertama kali. Tetapi tidak menyangkah itu mobil Recky. Ketika Recky melihat kakaknya sedang melihatnya dengan serius, dia buru-buru menjelaskan agar tidak terjadi salah paham.
"Aku berikan mobil itu untuk Carren, karena aku mengira tidak akan kembali lagi ke sini setelah menikah dengan iblis itu. Tidak taunya, kakak datang malam itu dan menolongku. Yaaa, akhirnya aku bisa kembali lagi ke sini seperti sekarang." Recky berkata sambil membuka kedua tangannya.
"Mobil itu sekarang miliknya, Kak. Karena surat-suratnya sudah lengkap atas namanya. Aku minta tolong orang bengkel mengurus surat-surat dan mengganti plat nomornya. Aku sengaja mengganti semuanya, karena orang-orang itu pasti mencari mobilku setelah aku pergi." Ucap Recky.
__ADS_1
"Terutama iblis di rumah, pasti mengenal mobil itu. Aku minta orang bengkel cat ulang, ganti warnanya supaya Carren tidak diganggu karena mobil itu, tetapi dia tidak mau ganti warnanya. Menurut orang bengkel, dia bilang, 'biarkan saja warnanya seperti itu. Jika suatu hari Recky kembali ke sini, dia bisa memakainya." Recky bercerita panjang dan lebar tentang mobil yang diberikannya kepada Carren.
Aaric mengangguk, karena mulai mengerti yang terjadi. "Pantas dia tidak sering pakai mobil itu. Pertama kali, aku pikir ada apa dengannya. Punya mobil mewah, kenapa pakai mobil online saat datang menemuiku untuk makan malam. Aku sempat bertanya, tetapi dia bilang mobilnya dipakai hanya untuk keperluan tertentu saja. Dia akan pakai mobil itu, saat bertemu client yang selevel dengan mobil itu. Kalau sehari-hari, dia ke kantor pakai mobil kantornya." Aaric berkata sambil mengingat apa yang dikatakan Carren.
"Iya, Kak. Aku sengaja tinggalin mobil itu untuknya, agar dia memakainya saat bertemu client seperti iblis-iblis itu. Supaya mereka tidak merendahkannya, karena dalam usahanya orang akan melihat penampilannya. Setelah penjelasan panjang dan lebar, akhirnya dia mau menerimanya dengan baik." Ucap Recky lagi.
"Aku berharap dia bisa dapatkan client yang berduit tebal dan membayar jasanya tidak pakai hitungan. Itu juga kenapa aku membiarkan dia mengurusi acara resepsi pernikahanku. Selain menerima pembayaran besar dari keluarga iblis itu, dia juga bisa pergunakan acara itu untuk mempromosikan pekerjaannya." Recky menjelaskan rencananya saat itu untuk mendukung pekerjaan Carren.
Aaric tertegun mendengar apa yang dikatakan Recky. Adiknya menyayangi Carren dengan caranya yang luar biasa. Mendukungnya dalam hidup dan kariernya. Aaric bertemu dengan Carren dalam kondisi yang berbeda, dia sudah sebagai pemilik WO. Sehingga Aaric tidak tahu kesulitannya dan belum bisa membahas pekerjaan Carren.
Dia hanya mau interfensi, jika Carren bekerja lembur sampai malam. Sehingga sering dia katakan akan mengirimkan karyawan, jika masih mau lembur. Tetapi itu tidak pernah terjadi, karena Carren mengerti maksudnya dan mulai jarang lembur jika tidak urgent.
"Mobil itu ada di bawah? Kenapa dia menitipkannya di sini? Apakah ada yang rusak?" Tanya Recky beruntun. Dia lupa memberitahukan Bang Zull, agar katakan kepada Carren, jika terjadi sesuatu, Carren bisa membawa mobil itu ke bengkelnya.
"Selalu saja, jika terkejut pertanyaanmu seperti truk gandeng. Satu, satu tanyanya. Dia menitipkan di sini, karena rumahnya mau diperbaiki dan dia khawatir mobil itu berdebu atau lecet kesenggol tukang." Ucap Aaric sambil gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Yaaa, seperti yang kau bilang, mungkin dia menjaganya agar kau bisa memakainya lagi jika kembali ke sini. Dia pakai dan menjaganya dengan hati-hati." Ucap Aaric, makin mengerti Carren.
"Padahal mobil itu sudah jadi miliknya, karena aku sudah memberikan surat-surat mobilnya, termasuk akta jual belinya. Aku minta orang bengkel membuat surat itu, agar jika terjadi sesuatu, dia bisa menunjukan surat itu, bahwa aku telah menjual untuknya."
"Pada saat aku pergi, para keamanan itu mungkin melihat cctv di parkiran hotel, jadi mereka ke bengkel untuk menanyakan mobil itu. Dia bilang, aku menitipkan mobil itu untuk dijual, tapi sepertinya mereka tidak percaya. Jadi terus mengawasi bengkel itu."
Aaric melihat adiknya dengan sayang. "Saat kembali ke Aussie, kau pergi ke showroom mobil, lalu pilih mobil lain sebagai ganti mobil yang sudah kau berikan kepada Carren." Ucap Aaric senang, adiknya tetap memiliki hati yang baik dalam situasi seperti itu. Padahal dia bisa menjualnya.
"Tidak usah, Kak. Ngapain beli mobil lagi. Mobil kakak yang ada di garasi lebih sering kesepian ditinggal kakak. Nanti aku pakai itu saja saat ingin bergaya, jual tampang. Siapa tau ada yang melirik." Ucap Recky, asal sambil mengusap rambutnya dan memainkan mata dan wajahnya.
Aaric jadi tersenyum melihat Recky membuat mimik wajah seperti pragawan. "Saat kau memakai mobil itu dan ada wanita yang melirikmu atau menggodamu, segera coret dari daftar. Itu pertanda buruk untuk masa depan kantongmu." Ucap Aaric serius, walaupun tahu Recky sedang ngledekinnya.
"Astaga, kakak. Hari-hari aku pakai mobilku. Hanya saat jalan-jalan, ingin menikmati pantai dengan mobil mewah, baru aku pakai mobil kakak. Aku lebih suka pakai mobilku yang sekarang untuk pergi kerja. Kalau mobil Carren, kakak berikan saja sopir untuknya. Biar dia bisa kemana-mana pakai mobil itu, termasuk ke kantor." Saran Recky, karena dia tidak berniat mengambil kembali mobilnya.
"Iyaa... Biarkan seperti sekarang dulu. Jika sudah menikah nanti, dia pasti akan gunakan mobil itu. Aku akan berikan sopir untuknya." Ucap Aaric serius, memikirkan usulan Recky.
__ADS_1
"Sekarang, kau duduk di sini, di sampingku." Ucap Aaric, sambil menepuk kursi sofa yang didudukinya. Recky melihat kakaknya dengan wajah tidak mengerti, kerena tiba-tiba memintanya untuk duduk di sampingnya dengan wajah yang serius.
...~●○♡○●~...