Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Recky Biantra 2


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Andy yang tidak menyadari apa yang sedang terjadi, dia tersenyum senang dan menceritakan apa yang disampaikan Parry kepada teman-temannya, terutama Recky yang sedang tertarik mendengar ceritanya.


"Waktu gue tau dari grup WA, Carren ngga ikut ujian masuk di Wangsa, gue tanya ama Parry waktu bertemu dengannya. Dia bilang, Carren ngga bisa ikut ujian masuk karena ada axcident yang ... aauuu... Ada apa denganmu Ayunna?" Ucapan Andy terhenti ceritanya, saat Ayunna menginjak kakinya.


Ayunna jadi terkejut, mendengar ucapan Andy. Dia menjadi takut, Carren telah memceritakan kejadian yang dialaminya kepada Parry. Dan Parry telah menceritakannya kepada Andy.


Karena Recky sangat serius memperhatikan pembicaraan Andi, Ayunna sengaja menghentikan cerita Andy dengan menginjak kakinya. Tetapi dia tidak menyangka kalau Andy akan merespon isyaratnya, dengan demikian. Dia lupa kalau sedang memakai sepatu hak yang agak lancip, sehingga akan sakit.


Recky langsung melihat Ayunna dengan tatapan yang tajam, saat mengetahui dia memotong pembicaraan Andy dengan sengaja menginjak kakinya. Rasa curiganya makin naik level.


"Gue berharap kalian berdua ngga melakukan sesuatu kepadanya. Jika demikian, kalian akan menerima akibatnya." Ucap Recky serius dan dingin. Rahangnya mulai mengeras, saat berbicara dan menatap Ayunna dan Liana bergantian.


Mendengar yang dikatakan Recky, Liana menyenggol lengan Ayunna tetapi dia mengabaikannya. Dia khawatir Recky makin curiga, jika dia menanggapi senggolan tangan Liana.


"Mengingat apa yang pernah kalian lakukan padanya saat sekolah dulu, semoga sekarang kalian tidak terlibat dalam gagal kuliahnya. Kalau mau bersaing, yang sehat. Jangan orang sedang susah, makin dibuat susah." Ucap Recky, sambil terus melihat Ayunna dan Liana dengan serius.


"Kami ngga melakukan apa-apa kepadanya, ko'. Kenapa lu nuduh kami?" Tanya Ayunna tidak terima. Lebih tepatnya, mau menutupi rasa cemas dan was-wasnya. Apalagi melihat kemarahan di mata Recky.


"Gue ngga menuduh, tetapi gue ingatkan saja. Mau bersaing, yang sehat, sesuai level. Kalau mau bersaing dengan Carren, lihat isi kepala. Jika isi kepala kalian kosong, sana pergi beli kapas yang banyak dan isi, baru bersaing. Jangan menjadi banteng, menyeruduk orang yang sedang terjatuh." Ucap Recky, serius dan tajam.


"Kalau mau bersaing soal wajah yang cantik, kalian jangan beli skincare untuk wajah saja. Tetapi beli skincare yang banyak juga untuk hati, supaya bisa jadi manusia." Ucap Recky dingin dan serius. Karena melihat reaksi tubuh Liana, dia menyadari mereka telah melakukan sesuatu kepada Carren.


Sofyan, Andy dan Franky tertegun mendengar yang dikatakan Recky, sambil melihat Ayunna dan Liana bergantian dengan wajah serius juga.


"Gue setuju dengan yang dikatakan Recky. Mengingat kelakuan kalian dulu di sekolah, semoga kalian tidak melakukan sesuatu terhadap Carren. Karena dia tidak pernah melakukan sesuatu yang merugikan kalian." Ucap Sofyan serius, sambil melihat Ayunna dan Liana.


"Kenapa kalian seperti jaksa yang sedang mendakwa kami?" Ucap Liana, untuk menutupi rasa paniknya. Tetapi apa yang diucapkannya, agak bergetar saat melihat tatapan marah Recky kepadanya.

__ADS_1


"Kami ngga mendakwa. Gue mendukung yang dikatakan Sofyan dan Recky. Bersaing yang sehat. Kalau soal perasaan Recky, kalian juga harus bersaing yang sehat untuk mendapatkannya. Karena bukan salah Carren, jika Recky menyukainya. Lebih baik tanya saja sendiri sama Recky, kenapa tidak memyukai kalian. Daripada recokin orang yang ngga tau apa-apa." Ucap Franky yang sejak tadi, hanya diam mendengar.


"Astagaaa, semoga yang kalian bicarakan ngga benar. Gue berharap demikian, hanya itu yang bisa gue harapkan. Karena gue tau bagaimana dia melakukan persiapan untuk bisa ikut ujian masuk lewat jalur beasiswa di Wangsa itu." Ucap Andi baru tersadar, saat mendengar percakapan yang lain.


Mendengar itu, Recky makin emosi mengingat semua yang terjadi dengan Carren dulu. Dia makin merasa bersalah, tidak berusaha menolongnya. Sikap cueknya yang kelewatan dulu, telah membuat dia harus berusaha keras sekarang jika ingin mendapatkan Carren.


Dulu dia terlalu sibuk melayani banyak gadis yang tergila-gila padanya, sampai tidak fokus dengan keinginan hatinya. Dia beranggapan perasaannya pada Carren hanya rasa penasaran, karena Carren tidak pernah menanggapi dan memberikan kesempatan untuk mendekatinya.


"Apakah kalian ngga punya topik lain untuk dibicarakan, selain membicarakan wanita kam... maksud gue Carren? Bukannya tanya kuliah atau kegiatan Recky yang baru bertemu. Mala bicarakan orang yang ngga ada di sini." Ucap Ayunna kesal, sambil minum minuman yang ada di depannya untuk menutupi rasa gugupnya.


"Ngga ada yang bagus dari gue untuk dibicarakan. Sekarang gue pamit pulang duluan, karena gue malas duduk berlama-lama dengan orang yang hatinya paiiit. Gue kira sudah pada kuliah, isi kepala sudah pindah jalur." Ucap Recky serius, sambil menatap Ayunna dan Liana.


"Ternyata kalian masih di zona yang sama. Percuma punya duit, kalau isi kepala hanya sikut-menyikut dan bagaimana cara jadi barbar." Ucap Recky, langsung berdiri meninggalkan mereka berlima yang diam melongo.


Sofyan tidak bisa mencegah kepergian Recky. Karena dia tahu, Ayunna dan Liana memberikan aura yang tidak nyaman bagi Recky. Hal itu bisa dilihat saat Recky datang dan melihat ada mereka berdua. Wajah Recky yang tadinya cerah, langsung memudar.


Ayunna dan Liana pergi ke kasir untuk membayar dengan hati yang kesal. Karena usaha mereka untuk bisa berkumpul dengan Recky telah gagal dan berakhir dengan kecemasan.


.***.


Recky mengenderai mobilnya di atas kecepatan normal, karena ingin segera sampai di rumah untuk menghubungi Carren. Dia merasa bersalah, setelah bertemu dengan teman-temannya tadi.


Saat tiba di rumah, Recky mengirim pesan kepada Carren. "Malam Carren, lagi ngapain?" Isi pesan Recky. Tidak lama kemudian, Carren membalas pesannya. "Malam Recky, mau istirahat."


Recky langsung menghubunginya, saat Carren mengatakan mau istirahat. Karena dia khawatir Carren akan tidur dan tidak membalas chat nya.


📱"Malam Carren. Sorry, ganggu." Sapa Recky, saat Carren merespon panggilannya.


📱"Malam Recky. Ngga papa, ini baru mau istirahat." Jawab Carren, sambil bertanya-tanya dalam hati, ada apa Recky menghubunginya lagi.

__ADS_1


📱"Begini Carren, kenapa tadi malam kau ngga bilang, mau ujian masuk ke Wangsa? Aku baru dapat info, dari teman-teman kalau kau ngga jadi ikut ujian masuk ke Wangsa. Boleh aku tau, apa penyebabnya?" Tanya Recky yang telah penasaran sejak pulang dari Kemang.


📱"Ada acident saja, tetapi aku sudah melupakannya dan ngga mau membicarakan lagi. Sudah berlalu, jadi ngga usah di bahas." Ucap Carren, yang sudah tidak ingin mengingat peristiwa yang sudah terjadi.


📱"Kau tidak percaya, kalau aku serius mau menolongmu?" Tanya Recky, tegas dan serius.


📱"Ini bukan soal percaya atau tidak, Recky. Tetapi aku sudah menerima semua yang terjadi." Ucap Carren, pelan.


📱"Aku berharap, sekarang kau memberikanku kesempatan untuk menolongmu. Jangan seperti dulu, selalu saja ngga menanggapiku." Ucap Recky, serius dan berharap Carren percaya padanya.


📱"Aku minta maaf, Recky. Bukan ngga mau menerima bantuanmu, tetapi memang sekarang aku sudah merasa cocok dengan aktivitasku. Jadi aku berharap, ngga usah dibicarakan lagi soal kuliah." Ucap Carren pelan, dengan harapan tidak menyinggung Recky.


📱"Kalau mau berteman, mari berteman saja. Jangan sampai ada yang mengatakan aku mau berteman karena kau mau membantuku. Semoga kau bisa mengerti maksudku." Ucap Carren pelan, karena dia merasakan sikap Recky yang berbeda dari sebelumnya.


📱"Baiklah, aku mengerti maksudmu. Aku mungkin ngga lama di sini, karena besok atau lusa sudah kembali ke Aussie. Aku berharap, kita bisa berhubungan baik seperti sekarang. Aku minta maaf untuk sikapku yang lalu-lalu kepadamu." Ucap Recky, yang makin menyadari, Carren bukan seperti wanita yang pernah dekat dengannya.


Jangankan ditawarkan, mereka tidak segan meminta apa saja darinya tanpa rasa malu. Mala kadang ngambek, jika tidak diikuti maunya.


📱"Iya, ngga papa. Aku sudah melupakan semuanya." Ucap Carren pelan, karena mulai mengantuk.


📱"Ok, thank u. Gd night." Ucap Recky, menyadari waktu yang sudah malam.


📱"Gd night." Ucap Carren, dan Recky mengakhiri pembicaraan mereka dengan hati lega.


Dia tidak berpikir untuk mengungkit lagi soal kuliah, karena sikap Carren padanya saat ini merupakan awal yang baik baginya. Itu yang ada dalam pikiran Recky sambil berbaring.


Sedangkan bagi Carren, dia tidak ingin memperpanjang persoalan dengan menceritakan hal-hal yang sudah berlalu. Jangankan Recky yang baru menjadi temannya, Parry yang begitu lama menjadi temannya saja, dia tidak pernah menceritakan padanya.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2