
~•Happy Reading•~
Carren sedang sibuk di kantornya, karena FLorens WO telah dikenal banyak kalangan. Pekerjaan yang makin bertambah membuatnya sibuk sepanjang waktu. Sekarang jasanya bukan hanya digunakan oleh client di Jabodetabek, tetapi juga di luar Jabodetabek, bahkan sampai di Bali.
Hal itu membuat dia bekerja tidak kenal waktu. Kadang dia ikut lembur dengan karyawan lainnya, untuk memastikan semua perkerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan maksimal sesuai dengan yang dia inginkan dan rencanakan.
Semua kerja kerasnya telah membuat usahanya mulai stabil. Kehidupan ekonominya dan para karyawan mulai membaik. Bu Nancy tidak lagi menerima jahitan dari orang lain, tetapi hanya menjahit dan menyiapkan semua kebutuhan Florens WO.
Dalam berbagai kesibukannya, kadang dia merasa ada bagian yang kosong dalam hidupnya. Apalagi saat didatangi oleh berbagai orang dari berbagai kalangan untuk membicarakam rencana pernikahan mereka. Hatinya sering bertanya, mungkinkah selama ini dia terlalu cuek atau memikirkan orang lain sehingga lupa memikirkan dirinya sendiri.
Semenjak kepergian Recky yang tidak ada kabarnya dan juga tidak dengar beritanya, Carren kembali berpikir untuk semua yang terjadi tiba-tiba dalam hidupnya. Tiba-tiba merasa dicintai begitu besar, sekaligus juga tiba-tiba harus kehilangan. Hal itu membuatnya terhenyak. Hidupnya seperti berada di roller coaster, tiba-tiba sudah di puncak dan tiba-tiba terjun bebas dan terhempas. 'Apakah perasaannya kepada Recky tidak sebesar Recky, sehingga tidak berusaha menghentikannya?' Kadang dia bertanya sendiri.
Ada kekosongan yang dirasakan dan membuatnya kadang bersedih. Dia berusaha menutupi rasa sedihnya dengan menyibukan diri dalam berbagai pekerjaan. Agar tidak terlalu memikirkan keputusan yang telah dibuatnya bersama Recky.
Walaupun pertemuannya dengan Recky begitu singkat, ada banyak hal yang ditinggalkan Recky baginya. Sehingga disaat-saat tertentu saat memikirkan Recky, dia berharap semoga dia baik-baik saja dan bisa berbahagia.
"Ayooo, Carren kita pulang. Masih ada hari esok untuk dikerjakan. Badan juga perlu istirahat." Ichad yang sudah berdiri di depan pintu ruang kerjanya, mengajaknya pulang. Dia mengkhawtirkan keadaan Carren yang bekerja tanpa kenal waktu.
Ada perubahan sikap Carren yang dia tahu itu terjadi sejak Recky menikah. Dia menyibukan diri dalam berbagai pekerjaan. Kadang dia pergi keluar kota sendiri menemui client, ketika ada tawaran pekerjaan di luar kota.
Menurut Ichad, semua yang dilakukannya memang baik untuk kemajuan usahanya. Sekarang usahanya makin maju dan dikenal. Bahkan ada beberapa artis yang menggunakan jasanya, saat mereka menikah. Sehingga para karyawan bisa hidup dengan baik. Tetapi kadang juga, semua yang dilakukan Carren mengkhawatirkan para karyawan yang sudah dari awal bekerja dengannya.
__ADS_1
"Ooh iya, Kak. Makasih sudah ingatkan. Mari kita pulang. Badanku sebentar lagi rontok satu demi satu. Hehehe..." Carren berkata dan tertawa sendiri mendengar yang diucapkannya. Dia merasa sangat lelah, sehingga dalam perjalanan pulang dia mengirim pesan untuk Mamanya, agar menyiapkan air panas untuknya. Dia ingin mandi air hangat sebelum tidur, untuk mengurangi rasa penat dan kelelahannnya.
Ichad hanya bisa geleng kepala melihat Carren duduk diam di sampingnya, tanpa banyak bicara. 'Kesibukan pekerjaan membuat dia tidak sempat untuk bergembira.' Itu yang ada dalam pemikiran Ichad. Sebenarnya bisa saja dia bergembira, tetapi dia tidak mau melakukannya.
Setelah tiba di rumah, dia langsung mandi dan minum segelas susu panas yang telah disediakan Mamanya. Kemudian dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang dirindukannya sepanjang hari.
Akhir-akhir ini dia mudah merasa lelah dan yang membuatnya mudah lelah, karena pikirannya yang tidak tenang. Semenjak Zull menghubunginya dan kemudian bertemu untuk menyerahkan surat mobil, ada yang mengganggu pikirannya. Karena diantara surat-surat itu terdapat surat jual beli mobil, dimana mobil itu telah dibeli olehnya dari Recky. Jadi mobil itu benar-benar telah menjadi miliknya.
Zull menawarkan untuk mengganti warna mobilnya, tetapi Carren berkeras tidak mau melakukannya. Dia masih berharap suatu hari nanti jika Recky kembali ke Jakarta bisa menggunakannya. Sehingga dia tidak mau merubah warna catnya.
Walaupun Zull mengatakan Recky baik-baik saja dan tangannya sudah sembuh, Carren belum merasa lega. Berkali kali dia ingin menghubungi Recky, tetapi dia membatalkannya setelah pernah kirim pesan dan tidak dibalas oleh Recky. Dia hendak menghubungi tetapi khawatir salah penerimaan jika diketahui oleh Liana. Dia berpikir, Recky telah pergi dengan Liana setelah acara resepsi.
Tiba-tiba, telponnya bergetar. Ketika melihat siapa yang menghubunginya, Carren langsung merespon.
📱"Allooo, Parry. Malam." Sapa Carren. Karena terkejut, mengetahui Parry menghubunginya, saat dia sendiri sedang memikirkannya.
📱"Allooo, Carren. Sudah mau istirahat?" Tanya Parry, mendengar suara Carren yang pelan dan tidak bersemangat.
📱"Iya, Parry. Baru baring-baring, mau istirahat. Bagaimana?" Tanya Carren, mungkin Parry ada perlu dengannya. Karena kalau tidak perlu, tidak mungkin menghubunginya di waktu yang agak malam seperti ini.
📱"Sorry, aku sibuk sepanjang hari jadi baru bisa menghubungimu. Apa kau sudah baca info di grup WA sekolah?" Parry bertanya cepat, karena mungkin Carren mau istirahat, pikirnya.
__ADS_1
📱"Belum dan aku tidak pernah baca Parry. Karena saat buka sudah banyak chat, jadi langsung dihapus. Bagaimana, ada info apa?" Carren balik bertanya.
📱"Sabtu besok ada acara reuni. Mereka sudah buat acaranya di grup. Karena kau belum respon untuk dilist, aku sudah daftar namamu bersamaku. Kau bisa hadir kan?" Tanya Parry ragu-ragu, khawatir Carren tidak setuju.
📱"Apakah banyak yang hadir?" Tanya Carren lagi. Mengingat jumlah murid yang banyak.
📱"Ngga juga. Yang suka pada ngumpul seperti dulu saja. Bagaimana, kau mau ikut ngga?" Tanya Parry lagi.
📱"Baiklah. Nanti kau share loc ya. Aku ada acara sorenya, biar langsung ke sana." Carren menyetujui, karena tidak ada beban lagi jika bertemu dengan teman-temannya. Dia juga ingin mengetahui kabar Recky. Siapa tahu dia dan Liana bisa datang. Carren tidak enak mau menanyakan kehadiran mereka kepada Parry.
📱"Aku menjemputmu, ya." Parry berharap Carren mau dijemput. Karena belakangan Carren berusaha untuk tidak bertemu dengannya. Hal itu mengganggunya. Parry telah berterus terang tentang hubungannya dengan Riri, tapi berharap Carren tetap bisa seperti dulu. Karena Riri juga sudah tau mereka berteman dekat. Tetapi Carren berusaha menjaga jarak dengannya.
📱"Ngga usah Parry. Aku akan langsung sendiri ke sana. Tenang saja, sekarang aku ada yang antar, jadi aman. Makasih, ya." Carren berusaha berbicara santai, agar Parry tidak kecewa.
📱"Baiklah, kita bertemu di sana." Ucap Parry, lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah balasan salam dari Carren. Dia tidak pergi bersama Riri, karena Riri sekolah tidak sama dengannya.
Setelah berbicara dengan Parry, Carren jadi bangun dan memperhatikan lemari pakaiannya. Karena dia ingin tampil tidak memalukan seperti dulu, sehingga dengan gampangnya dibully. Kemudian dia menghubungi Pak Kusman yang mau menjadi sopirnya jika diperlukan. Carren tidak menggunakan mobil Recky setiap hari. Hanya pada saat-saat tertentu, baru dia gunakan. Seperti ke tempat berkelas untuk bertemu dengan client berkelas, seperti yang dikatakan Recky. Saat itulah dia membutuhkan Pak Kusman untuk mengantarnya.
Mengingat semua pesan Recky padanya, air matanya mengalir. 'Semoga kau baik-baik saja dimanapun kau berada. Aku tidak bisa membalas semua yang kau lakukan untukku. Kiranya Tuhan memberikan segala yang baik untukmu.' Carren berkata dalam hati dengan air mata yang terus mengalir.
~~~~~~~●●♡●●~~~~~~~
__ADS_1