
~β’Happy Readingβ’~
Aaric keluar dari restoran tanpa melihat sekelilingnya. Dia langsung berjalan cepat menuju ke tempat parkir. Setelah di dalam mobil dia menelpon Sapta untuk berkoordinasi dan mengatur strategi.
π±"Sapta, ada berapa mobil yang kau tempatkan di sini?" Tanya Aaric untuk mengecek anggota keamanan yang ada di restoran.
π±"Tiga mobil dengan mobil saya, Pak. Dua mobil lainnya masing-masing berisi empat orang, termasuk sopir." Jawab Sapta, menjelaskan tentang anggota keamanan yang dipersiapkannya.
π±"Kau masuk untuk menemani Nona Carren dan mengantarnya pulang. Aku percayakan pengamannya padamu, sedangkan dua mobil lainnya ikut denganku. Jangan biarkan ada orang yang mengikutimu." Aaric memberi petintah, karena dia tahu, Bu Biantra sedang mencarinya. Sapta memperhatikan mobil bossnya.
π±"Baik, Pak. Setelah bapak berangkat, aku akan masuk menemui Nona Carren. Saya akan melihat, berapa mobil yang mengikuti bapak. Jika anggota kita kurang, saya akan mengirim tabahan untuk menyusul. Apakah saya perlu menghubungi Pak Jekob, Pak?" Tanya Sapta, menyadari keseriusan tanggapan bossnya terhadap peristiwa yang terjadi.
π±"Nanti saya yang hubungi Pak Jekob. Kau konsentrasi amankan Nona Carren dan antarkan ke tempat tujuanmya. Setelah masuk, tidak usah berkomunikasi dengan kami. Kau cukup mendengar, jangan membuat Nona Carren mengetahui yang sedang terjadi. Biarkan saya yang mengatur dengan anggotamu." Aaric berkata serius.
π±"Siap, Pak. Saya mengerti. Saya tidak akan berkomunikasi, jika tidak dalam keadaan darurat. Silahkan bapak tinggalkan tempat ini, agar aku bisa melihat dan segera masuk menemui Nona." Sapta segera memyiapkan anggotanya mengawal boss mereka.
Setelah Aaric meninggalkan tempat parkir, Sapta merasa lega saat melihat mobil yang mengikuti bossnya. π± "Aman, Pak. Hanya dua mobil yang mengikuti bapak. Selanjutnya saya serahkan kepada bapak. Saya sekarang akan masuk menemui Nona Carren." Ucap Sapta tenang.
π±"Ok, hati-hati. Nanti setelah saya merasa aman, saya akan memberitahukanmu untuk segera tinggalkan restoran." Ucap Aaric tenang, sambil memperhatikan mobil yang mengikutinya.
Aaric tidak menjalankan mobilnya ke arah jalan pulang ke apartemennya. Dia berjalan memutar, mencari tempat yang cukup sepi dan aman untuk berhenti. Setelah melihat benar, hanya dua mobil yang mengikutinya. Dia memberikan perintah untuk semua anggota keamannya untuk mengurung mobil yang mengikutinya agar tidak bisa melarikan diri.
__ADS_1
π±"Kalian semua turun dan amankan semua yang ada dalam mobil. Ambil semua alat komunikasi mereka dan berikan kepadaku. Tutup mata mereka dan bawa ke markas. Amankan mereka di sana sampai saya datang. Jangan lupa pecahkan semua ban mobil." Aaric memberi perintah tanpa turun dari mobilnya.
Keamanannya turun dengan semua perlengkapan untuk memecahkan kaca mobil, jika diperlukan. Walaupun terjadi perlawanan, kedua mobil tidak bisa berjalan lagi karena keempat ban mobil mereka sudah dipecahkan oleh kedelapan orang keamanan Aaric yang bertubuh kekar.
Kedua orang keamanan Aaric yang membawa senjata api langsung mengancam orang yang ada dalam dua mobil untuk turun. Yang lain sudah siap untuk menyekap mereka. Setelah turun, alat komunikasi mereka dilucuti, lalu dikumpulkan jadi satu. Kemudian diserahkan kepada Aaric yang sedang tunggu di dalam mobil.
"Bawa mereka dan tunggu saya dan Pak Sapta di sana. Jangan ada yang menyentu mereka, biarkan mereka makan atau berikan minum." Aaric beri perintah, karena ada yang dia rencanakan dengan orang-orang dari keamanan Mamanya.
"Baik, Pak. Siap laksanakan. Silahkan bapak tinggalkan tempat ini, jangan sampai ada yang melihat bapak di dini." Aaric langsung meninggalkan anggota keamanannya. Kemudian menghubungi Sapta agar segera meninggalkan restoran.
Setelah itu dia menghubungi Jekob untuk datang menjemputnya di apartemen. Dia berencana akan pergi bersama Jekob ke tempat tinggal team keamanannya.
.***.
"Iya, saya mengerti. Saya akan berbicara apa saja sambil jalan keluar." Ucap Carren yang mulai memahami situasi. "Saya akan menjelaskan alamat tempat kerja saya saja, karena saya mau ke tempat kerja." Ucap Carren lagi dan Sapta mengangguk mengerti.
Carren mengambil tasnya dan berjalan keluar restoran mengikuti Sapta sambil berbicara, kenapa dia minta diantar ke kantor. Sapta menanggapi dengan mengangguk dan bersikap santai.
Sebelum sampai ke tempat mobil Sapta di parkir, Carren tertegun dan secara spontan berdiri. "Ada apa Nona?" Tanya Sapta, menyadari perubahan sikap Carren.
"Maaf, Sapta. Nanti di mobil baru saya ceritakan. Tapi tolong lirik ke kiri, ya. Saya kenal salah satu wanita itu." Sapta ikut yang dikatakan Carren dan diapun terkejut melihat Bu Biantra dan Ayunna sedang menuju mobil mereka.
__ADS_1
Setelah sampai di mobil, Sapta membuka pintu mobil kepada Carren. Hal itu membuat Carren terkejut, tetapi dia mencoba menerima perlakuan itu dengan mengucapkan terima kasih.
"Nona mengenal yang mana dari kedua wanita tadi?" Tanya Sapta, setelah mereka berada di dalam mobil.
"Saya mengenal yang lebih muda. Dia dulu teman sekolahku." Carren menjelaskan tentang Ayunna.
"Apakah dia tahu tempat kerja Nona?" Tanya Sapta mulai bersikap waspada dengan perkembangan terbaru yang diketahuinya.
"Sepertinya, dia tau. Karena beberapa waktu lalu kami pernah ngurusin pernikahan temannya." Jawab Carren, mengingat Liana tahu tempat kerja, sama saja dengan Ayunna tahu tempat kerjanya.
Sapta mengangguk mendengar penjelasan Carren. Hal itu membuat dia tidak perlu lagi mencari jalan lain jika ada yang mengikutinya. Sebab tempat tujuan Carren tidak perlu disembunyikan lagi dari mereka.
Dia menjalankan mobilnya dengan tenang, tanpa berusaha mengelabui yang sedang mengikutinya. Sesampai di tempat kerja, Carren pamit dan turun meninggalkan Sapta dengan tenang, karena dia telah sampai di kantor tanpa suatu halangan.
Setelah melihat Carren telah masuk ke kantornya, Sapta menjalankan mobil meninggalkan tempat parkir kantor Carren. Dia tahu ada yang mengikutinya, sehingga dia memutar mobilnya lewat jalan yang tidak seharusnya ke tempat tinggalnya.
.***.
Di sisi yang lain ; Di saat Bu Biantra dan Ayunna meninggalkan restoran, mereka melihat Carren sudah pulang dan naik mobil pria yang bersamanya. Hal itu membuat hati Ayunna tenang. Dia berpikir, itu adalah rekan bisnis atau teman spesial Carren. Sedangkan Bu Biantra berjalan ke tempat parkir dalam diam.
Sudah berkali-kali beliau menghubungi anggota keamanannya tapi tidak ada respon. Hal itu membuatnya tidak bisa berkonsentrasi dengan Ayunna dan yang dibicarakannya. Bu Biantra sedang memikirkan anggota keamanan yang diminta mengikuti Aaric belum ada kabar dan tidak bisa di hubungi.
__ADS_1
~βββ‘ββ~