Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Usaha.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Di tempat yang lain ; Sainy diam-diam tanpa sepengatahuan Mommynya mulai cari tahu siapa sebenarnya Parry yang dimaksudkan oleh Ayunna dan Liana. Apalagi dia telah selesai ujian, membuat dia memiliki waktu lowong disela-sela kesibukan butik untuk mencari tahu.


Ketika masih tidak menemukan nama Parry di media sosial, dia merasa heran dan makin penasaran. Satu-satunya jalan, dia harus menghubungi Ayunna atau Liana untuk bertanya. Dia memikirkan cara yang tepat untuk bertanya, tanpa menununjukan bahwa dia sedang mencari tahu tentang Parry.


Sebelum waktu makan siang, dia mengambil ponsel dan  menghubungi Ayunna.


📱"Alloo, Ayunna. Lagi ngapain?" Tanya Sainy, saat Ayunna merespon panggilannya.


📱"Alloo, Sainy. Lagi belajar, nih. Apa kabarmu?" Ayunna menjawab dan balik bertanya.


📱"Kabarku, baik. Hari ini aku mau mengajakmu makan siang di Goropaku Restaurant. Di sana ada menu baru yang enak dan aku ingin coba bersamamu." Sainy berusaha agar Ayunna mau bertemu dan menemaninya makan siang.


📱"Oooh, aku tidak diijinkan orang tuaku untuk kemana-mana sebelum selesai ujian dan lulus. Jadi sementara ini, aku hanya belajar dan beraktivitas di rumah. Nanti selesai ujian, aku akan mentraktirmu makan di sana, ya." Ucap Ayunna senang, karena Sainy duluan menghubunginya.


Hubungannya dengan Liana masih panas dan belum genjatan omongan, membuat dia sangat senang ketika Sainy mau mengajaknya makan siang. Biasanya yang menghubungi Sainy untuk datang berkumpul adalah Liana.


📱"Ooh, kau belum ujian? Kalau begitu, nanti kita bicara lagi setelah kau sudah diijinkan keluar, ya. Semangat dan sampai bertemu." Sainy mengakhiri pembicaraan mereka setelah Ayunna membalas salamnya.


Walaupun kecewa, Sainy mencoba tetap berpikir positif. Dia mau bertanya tentang Parry, tetapi sangat malu. Ayunna akan berpikir tidak-tidak tentang pertanyaannya yang tiba-tiba.


Tidak putus asa, dia mencoba hubungi Liana. Dia berharap Liana bisa pergi makan siang bersamanya, sekalian mendapat informasi tentang Parry.


📱"Alloo, Liana. Lagi ngapain?" Tanya Sainy saat Liana merespon panggilannya.

__ADS_1


📱"Alloo, Sainy. Aku lagi belajar, mau ujian. Bagaimana denganmu?" Jawab Liana dan balik bertanya kepada Sainy.


📱"Ooh, aku sudah selesai ujian dan lulus. Jadi aku mau mengajakmu makan siang di Goropaku Restaurant. Sekarang ada menu baru yang lezat, aku pingin kita mencobanya." Sainy mencoba menawarkan Liana, mungkin dia mau makan siang bersamanya.


📱"Waaah, aku sih, senang sekali. Cuma ini lagi dilarang keluar rumah dalam semua bentuk, sebelum ujian selesai. Nanti kalau sudah selesai, aku akan mencobanya dan kita pergi makan di sana ya." Liana berkata kepada Sainy dengan kecewa.


📱"Iya, ngga papa. Lain kali saja, sekarang kau konsen untuk ujianmu dulu. Nanti kita bicarakan lagi. Semoga semuanya lancar dan sukses." Sainy mengakhiri pembicaraan mereka setelah Liana mengucapkan salam.


Sainy duduk terhenyak di kursi, karena yang dipikirkan tidak berjalan baik dan lancar. Dia jadi tidak berselerah untuk makan di luar. Kemudian dia keluar dari ruang kerjanya untuk melihat para karyawan yang sedang bekerja.


Ketika melihat asistennya sedang melayani konsumen yang datang ke butik, dia mendekatinya untuk meminta tolong membeli makan siangnya. "Ada apa ini, Risa?" Tanya Sainy kepada asistennya, saat melihat dia sedang sibuk berbicara dengan sepasang pria dan wanita.


"Begini, Bu. Mba' ini mencari jas dan baju untuk temannya juga. Mereka mengira di sini ada busana untuk pria, jadi sekalian bisa belanja di sini, tidak usah ke tempat lain lagi." Asistennya menjelaskan maksud dari konsumen tersebut.


Kemudian Sainy masuk ke ruang kerjanya diikuti oleh asistennya untuk membicarakan menu makan siang Sainy.


.***.


Di tempat yang lain ; Liana sedang belajar di teras rumahnya. "Siapa yang menelponmu tadi?" Tanya Franky, karena dia mengira Ayunna yang menelpon Liana.


"Teman mau ajak makan siang. Kau tidak mengenalnya, karena bukan dari Wangsa." Jawab Liana menjelaskan. Mendengar itu, Franky bernafas lega, berarti itu bukan Ayunna.


"Baiklah, sekarang konsen lagi untuk belajar karena aku ngga bisa lama-lama di sini." Franky sedang mempersiapkan Liana untuk ujian skripsi. Itu adalah bagian dari perjanjian mereka, saat Liana mengirim email untuknya dan teman-temannya.


Dia membutuhkan joki skripsi dan menghubungi tempat Franky. Akhirnya Franky membuat skripsi untuknya dengan bayaran yang tinggi. Tetapi untuk persiapan ujiannya, Franky membantu tanpa bayaran. Hanya persyaratannya dia harus menceritakan apa yang terjadi dengan Carren saat dia hendak ke kampus untuk ujian masuk kuliah.

__ADS_1


Walaupun dengan berat hati, Liana menceritakan semuanya kepada Franky. Dengan persyaratan tidak boleh ceritakan kepada Carren, Ayunna dan juga Recky. Franky menyetujui hal itu, oleh sebab itu dia tahu semua yang terjadi dengan Carren dari Liana.


"Apa maksudnya ngga bisa lama-lama? Aku belum ngerti yang kau jelaskan dari tadi." Liana protes, karena Franky hendak pergi tidak melanjutkan belajarnya.


"Makanya, kalau aku lagi jelaskan, pikiranmu jangan kemana-mana. Aku hanya memberikan garis besarnya, sisanya kau yang belajar sendiri. Kau harus belajar sendiri, karena saat ujian skripsi kau yang maju sendiri." Ucap Franky dan Liana melihatnya dengan terkejut.


"Iya, yaa. Bagaimana aku bisa melakukannya sendiri? Apakah tidak ada metode lain yang bisa membantuku? Aku sudah membaca berulang kali skripsimu, tapi sampai sekarang belum mengerti setenganya." Liana berkata sambil melihat Franky yang sedang memandangnya dengan takjub.


"Astaga, Liana. Bagaimana kau bisa kuliah sampai semester akhir ini dengan otak yang seperempat itu? Atau sekarang otakmu belum balik ke tempatnya?" Tanya Franky heran, mendengar yang dikatakan Liana.


"Aku dan Ayunna mendapat bantuan khusus saat tidak lulus ujian semester. Makanya kami bisa sampai semester akhir ini." Liana bercerita dengan tidak malu lagi kepada Franky, karena dia sudah ketahuan mau menyewa joki skripsi.


"Astaga, kalian mau jadi apa dengan kemampuan seperti itu? Untung kalian perempuan dan orang tua kaya. Dengan kondisi kalian seperti ini, kalian seperti manekin bernafas." Franky berkata sambil melihat Liana yang sedang melihatnya, tidak mengerti.


"Kalau begitu, kenapa kalian tidak meminta bantuan khusus itu untuk bisa lulus ujian skripsi? Daripada kau seperti ini, belajar sudah berhari-hari, tetapi ngga ada yang nempel di otakmu." Franky masih merasa heran, dengan kondisi Liana. Karena bagi dia, skripsi Liana gampang dipelajari dan mudah dimengerti.


"Sudah ngga bisa bantu lagi dan orang tua kami ngga mau bantu, jadi kami harus berjuang sendiri. Aku akan membayarmu ekstra, jika mau membimbingku sampai ujian skripsi." Ucap Liana menawarkan dan mengharapkan bantuan Franky.


"Begini Liana, ini waktu ujian makin dekat. Kau harus belajar sendiri, karena kau yang akan maju berhadapan dengan penguji tanpa pemandu sorak. Jadi mulai sekarang, berusahalah atau kau akan ucapkan selamat tinggal untuk wisuda." Franky berkata tegas, karena dia menyadari akan sangat sulit mengajari Liana. Apalagi sekarang dia telah interview di perusahaan orang tua Ayunna dan sedang menunggu hasilnya.


"Jadi kau benar-benar tidak mau membantuku?" Tanya Liana, berharap dapat menggugah hati Franky sehingga berubah pikiran.


"Aku tidak mau, karena masih punya hati nurani untuk tidak mengambil uangmu. Kau harus belajar dari sekarang, uang tidak bisa menyelesaikan segala sesuatu. Ini belum terlambat untuk mengisi otakmu dengan sesuatu yang bermanfaat. Jika sudah berusaha dan tidak bisa juga, mungkin kau bisa lakukan saran Recky. Isi otakmu dengan kapas, mungkin itu bisa menerbangkanmu ke tempat dimana kau bisa berguna." Franky berkata lalu berdiri mengambil ranselnya dan segera pamit. Dia menyadari, kehadirannya untuk mengajari Liana tidak bermanfaat.


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡

__ADS_1


__ADS_2