Pesona Di Balik Kabut

Pesona Di Balik Kabut
Rencana Carren & Parry.


__ADS_3

~•Happy Reading•~


Kembali hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, bagi Carren yang sedang sibuk memantapkan usaha bersama rekan-rekannya.


Florens WO telah dikenal oleh berbagai kalangan. Banyak diantara mereka mempergunakan jasa Florens WO untuk mengatur acara resepsi pernikahan. Hal itu membuat Carren super sibuk dan menjadi lebih kreaktif dalam mengembangkan usahanya.


Sekarang Florens WO bukan saja mendekor gedung, rumah atau Gereja untuk acara pernikahan. Tetapi Carren sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melengkapi usaha Florens WO.


Carren sudah bekerja sama dengan pemilik catering untuk berbagai kalangan. Dari yang sederhana sampai yang mahal, dia sediakan. Begitu juga dengan gedung, dari gedung yang kecil sampai yang besar. Dari yang sederhana sampai yang mewah.


Carren menyediakan juga MC untuk acara pernikahan. Baik untuk acara yang digunakan secara adat atau umum. Begitu juga dengan pemain musik. Dia bisa menyediakan untuk musik daerah atau umum, jika butuhkan. Dia bekerja sama juga dengan penyedia pakaian pengantin tradisioal, nasional, sampai internasinal.


Begitu juga dengan penata rias pengantin tradisional dari berbagai daerah atau umum. Tidak lupa juga baju para pengiring pengantin, Carren telah bekerja sama dengan penyedianya. Jadi ketika calon pengantin memerlukan lengkap satu paket, Carren dengan mudah menyediakan seperti yang diminta oleh calon pengantin dan keluarganya.


Carren hanya mengangkat telpon untuk membuat janji bertemu dan berkoordinasi. Setelah itu karyawan Florens WO hanya dekor dan sebagai pengawas pada hari H. Begitu banyak pekerjaan dan orang yang berhubungan dengannya, membuat Carren dan rekan-rekannya harus bekerja lebih ekstra keras.


Para karyawan tetap bersemangat dan mengerjakan semuanya dengan senang hati, karena penghasilan mereka dari hari ke hari makin meningkat. Membuat kehidupan ekonomi mereka dan keluarga makin lebih baik.


Hari ini, Carren sedang di kantor bersama rekan-rekannya, karena ada yang ingin dia bicarakan dengan mereka. Sehingga dia hanya menerima client di kantornya.


Selesai istirahat siang, Carren bersama rekan-rekannya kumpul di meja penerima client di lantai bawah. Setelah semua berkumpul, Carren membuka pembicaraan. Seperti biasa, Rosna duduk di sampingnya untuk mencatat semua hasil pembicaraan.


"Begini Kakak dan adik semua, seperti yang pernah aku janjikan untuk pergi libur bersama. Hari Selasa Minggu depan adalah hari libur, jadi kita akan pergunakan itu untuk pergi libur bersama di Ciater. Jadi tolong kosongkan acara di hari itu. Sebagaimana aku sudah kosongkan semua kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan kita. Jadi kita benar-benar pergi berlibur menikmati hasil kerja kita selama ini." Carren berkata, dan senang melihat wajah-wajah ceria dari rekan kerjanya.

__ADS_1


"Kak Yogi, tolong sewah satu mobil lagi untuk tambah mobil kita yang ada. Kita akan pergi dengan dua mobil, karena aku akan mengajak Mama untuk pergi bersama kita." Carren berkata serius dan tegas.


"Mobil yang ada, akan dibawa oleh Kak Ichad bergantian dengan yang bisa bawa mobil dan memiliki SIM. Kak Ichad tolong mengaturnya, agar hari selasa nanti semuanya sudah beres. Kita semua akan berkumpul jam lima pagi di tempat ini, untuk berangkat bersama-sama." Carren menyampaikan yang sudah direncanakannya.


"Mungkin ada yang mau bertanya tentang rencana yang baru disampaikan? Silahkan, sebelum aku bicarakan yang lain lagi." Carren bertanya sambil melihat rekan-rekannya. Ketika Akri mengangkat tangan untuk bertanya, Carren mempersilahkan.


"Begini Carren; Karena akan berangkat jam lima pagi, apakah kami yang tinggal agak jauh bisa nginap di sini?" Tanya Akri, membuat Carren cepat berpikir tentang hal yang tidak terpikirkan olehnya. Jika hanya mereka yang berkumpul, Akri atau yang lebih tua usianya dari Carren akan memanggil namanya saja. Tetapi jika ada tamu atau di hadapan client, mereka semua memanggilnya dengan Mba' Carren.


"Terima kasih Kak Akri telah menanyakan itu. Bisa saja kalian nginap di sini, tapi akan tidur dimana?" Tanya Carren, lalu melihat sekeliling ruangan yang ada. Apakah ada tempat untuk mereka bisa istirahat.


"Ngga papa, Carren. Nanti kami istirahat dimana saja, yang penting sudah diijinkan untuk nginap di sini. Nanti diantara kami yang mau mennginap akan mengaturnya." Ucap Akri lagi, karena dia dan beberapa rekannya ada tinggal di tempat yang agak jauh.


"Baiklah, nanti setelah ini kalian bicarakan bagaimana baiknya. Agar hari Selasa nanti kita bisa berlibur dalam kondisi yang baik. Jangan lupa bawa baju ganti, ya. Jangan sampai ada yang mau mandi atau basah." Carren mengingatkan dan semua itu ditulis oleh Rosna.


"Kalau merka ijinkan, hari senin kau masuk kantor sudah membawa semua keperluan jalan-jalannya." Carren memikirkan Rosna, saat Akri bertanya tentang menginap di kantor. Kalau Cindy, bisa datang dari rumahnya karena tinggal tidak jauh dari kantor.


"Iya, Kak Carren. Terima kasih. Tapi apakah Kakak bisa bicara dengan Abah? Agar mereka tahu, benar aku nginap di rumah Kakak." Tanya Rosna, untuk meminta tolong Carren. Karena dia yakin, kalau Carren yang bicara, orang tuanya akan ijinkan.


"Ooh, baiklah. Kalau begitu kau telpon saja sekarang, jangan sampai lupa karena sudah sibuk." Rosna langsung menghubungi Abahnya, lalu Carren berbicara untuk minta ijin. Mendengar yang dikatakan Carren, kedua orang tua Rosna mengijinkan dan minta terima kasih.


Setelah berbicara dengan orang tua Rosna, telpon pribadi Carren bergetar (Carren memiliki ponsel juga dari Bu Florens yang digunakan untuk semua yang berhubungan dengan pekerjaan). Melihat siapa yang menelpon, Carren segera meresponnya. Rosna segera keluar dari ruang kerja Carren, saat mengetahui ada yang menghubungi Carren.


📱"Alloo, Carren. Lagi sibuk?" Tanya Parry, saat Carren merespon panggilannya.

__ADS_1


📱"Alloo, Parry. Iya, nih. Lumayan sibuk. Tumben telpon disaat jam kantor. Gimana?" Carren menjawab dan balik bertanya. Karena Parry jarang menelponnya di jam kantor. Biasanya setelah di rumah baru menghubunginya untuk berbicara apa saja yang ingin dibicarakan.


📱"Iyaa, aku menghubungimu mumpung lagi ngga terlalu sibuk. Aku hanya mau mengingatkanmu, tentang rencana perayaan Ulang Tahunku. Jangan sampai kau sibuk dan lupa." Parry berkata dengan nada serius.


📱Yaaa, ngga lah. Masa aku lupa, secara hampir setiap tahun kau ngga pernah absen merayakannya." Carren berkata sambil tersenyum dalam hati, karena dia lupa menanyakan tempat perayaan pada Parry.


📱"Memang tidak lupa tanggalnya, tapi lupa menanyakan tempat perayaannya." Parry menyatakan protesnya.


📱"Parry, hari ulang tahunmu masih besok, jadi besok baru aku tanyakan tempatnya, tidak mengapa. Kecuali kau ingin aku ngurusi tempat perayaannya, aku akan menanyakannya sebulan lalu." Carren bercanda untuk menenangkan Parry.


📱"Baiklah, kau menang. Besok aku jemput atau bagaimana?" Tanya Parry yang sudah tenang, mendengar penjelasan Carren. Karena dia menunggu sepanjang hari, Carren tidak menghubungi atau kirim pesan menanyakan tempat perayaan ulang tahunnya.


📱"Ngga usah dijemput, Parry. Aku akan kesana sendiri saja. Kau tolong share loc tempatnya, ya. Dan juga tolong kirim waktu tepatnya. Jangan sampai aku terlambat, sehingga kau dan keluargamu kering menungguku." Ucap Carren bercanda untuk mencairkan suasana.


📱"Baiklah. Setelah ini aku akan share loc dan kirim waktunya. Kita akan makan malam, jadi pakai baju yang bagus, ya." Parry mengingatkan, karena teringat dengan rencananya.


📱"Baju yang bagus itu, bagaimana Parry?" Tanya Carren, karena dia belum tahu tempat perayaan Parry. Dia berencana besok pulang kantor langsung ke tempat perayaan.


📱"Sudahlah. Aku sendiri tidak bisa mendefenisikannya. Nanti aku kirim tempatnya dan kau tinggal sesuaikan saja. Atau kau mau nanti sore aku menjemputmu saat pulang kerja untuk pergi mencari baju?" Tanya Parry, ragu-ragu.


📱"Ngga usah Parry. Aku sudah siapkan, jadi tenang saja. Aku ngga akan mempermalukanmu di tengah-tengah keluargamu." Ucap Carren, karena memang dia sudah siapkan. Dia tahu Parry akan merayakan ulang tahunnya yang tidak dilakukan tahun lalu karena sibuk.


📱"Baiklah. Kalau begitu sampai ketemu besok. Jika ada perubahan, kasih tau aku, ya." Parry berkata dengan hati lega, karena dia sudah lama merencakannya. Parry mengakhiri pembicaraan mereka, dengan hati senang dan wajah tersenyum.

__ADS_1


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡


__ADS_2