Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Prepare For Another Trip


__ADS_3

Pergolakan internal di (bekas) kerajaan Dublin serta penaklukan kilat kerajaan Bucharest telah tersebar ke hampir seluruh bagian barat benua Akkadia. Setidaknya enam bulan setelah kedua peristiwa besar itu terjadi secara berurutan.


Benua barat Akkadia terdiri dari banyak kerajaan kecil dan sedang. Termasuk wilayah-wilayah yang dikuasai oleh para Duke maupun para count. Reaksi mereka bermacam-macam. Tapi tidak ada satupun yang menganggap itu adalah hal yang serius.


Ya, bisa dibilang kalau pertempuran adalah hal yang lumrah. Setiap wilayah memiliki ambisi untuk mendominasi satu sama lain. Entah itu karena alasan perut atau gengsi.


Dengan kata lain, mereka telah terbiasa dengan hal ini. Kalaupun target penaklukan selanjutnya adalah mereka, tidak perlu takut. Toh, mereka jauh lebih kuat daripada (bekas) kerajaan Dublin itu. Atau setidaknya, mereka lebih siap.


Tentu saja, tidak semuanya seperti itu. Kerajaan Vilnius misalnya. Setelah melihat bagaimana sisa-sisa kerajaan Dublin menghapus kerajaan Bucharest dari peta dalam waktu kurang dari dua hari, membuat kerajaan kecil yang terletak di timur Bucharest ini menjadi sangat waspada.


Mereka berusaha mengumpulkan kekuatan dengan mencari bantuan ke sekutu-sekutunya. Berhasil atau tidaknya, itu adalah masalah lain.


Tidak hanya kerajaan Vilnius yang berada di tepi pantai, beberapa kerajaan dan dukedom yang menempati pegunungan Ural juga merasakan tanda bahaya dari (bekas) kerajaan Dublin. Sejauh ini, tidak ada permusuhan yang terpancar dari mereka.


Bahkan, perusahaan dagang terbesar, HuCas, masih menjalin hubungan baik dengan mereka sebagai penguasa lokal. Tapi tidak ada yang tahu kapan serigala itu akan menyerang. Bersiap sekarang lebih baik daripada menyesal di kemudian hari.


Permulaan era baru bagi seluruh benua Akkadia, tidak, bagi seluruh dunia telah dimulai. Angin yang membawa api perselisihan, konflik, kebencian, dan kebiadaban telah berhembus ke bagian barat. Siap membakar mereka kapan saja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


"Eh, respon mereka tidak setanggap yang aku kira. Apa jangan-jangan mereka menganggap kalau semua yang terjadi hanyalah candaan belaka ya?"


Jean sedang duduk di istana Dublin sambil membaca semua informasi yang berhasil dikumpulkan dari berbagai negeri. Mulai dari sobekan kertas kecil hingga satu lembar penuh surat berserakan di mejanya.


Dia tidak sendiri. Mar sedang menemaninya. Dia menyortir dan merapihkan kertas-kertas yang berserakan di meja Jean.


"Fufufu. Apakah anda tersinggung dengan cara bagaimana mereka menanggapi fakta ini, tuan?"


Alih-alih marah, Jean hanya tertawa kecil. Dia meletakan kertas yang ada di tangannya ke atas meja dan menyenderkan punggungnya ke kursi yang sedang dia duduki.


"Tersinggung? Tidak juga. Sebaliknya, aku malah bersyukur kalau mereka menganggap ini semua hanya candaan belaka. Bagiku, akan lebih baik jika mereka lengah."


"Ngomong-ngomong tuan Jean. Saya rasa anda harus segera menobatkan diri anda sebagai seorang penguasa baru. Vakumnya pemimpin akan membuat situasi menjadi tidak terkendali."


Apa yang Mar katakan ada benarnya. Sudah saatnya bagi Jean untuk menjadi monarki yang baru. Tidak hanya untuk urusan internal, ini juga penting bagi urusan eksternal seperti diplomasi dan lain-lain.


"Kau benar, Mar. Tapi aku ingin menikmati kebebasan yang ada sebelum akhirnya diikat oleh rantai emas."


Mar menghela nafas. Bahkan jika Jean menjadi raja, dia akan tetap seenaknya. Tidak ada aturan manapun yang bisa mengikat Jean kecuali aturan yang dia buat sendiri. Untungnya, Mar memahami kalau Jean punya pengendalian diri yang sangat bagus. Yang entah dalam banyak hal, justru membuat Jean menjadi sosok yang sangat berbahaya.

__ADS_1


"Mar, aku akan melakukan perjalanan lain. Kali ini aku akan pergi ke pegunungan Ural. Aku ingin melihat sendiri seperti apa tempat itu. Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana orang-orang bertahan hidup di sana, bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dan banyak hal lainnya."


Mar menghela nafas lagi. Kan, Jean benar-benar seenaknya. Tapi pada akhirnya, Mar tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Dia akan bertanggung jawab untuk keamanan internal.


Jean akan membawa seseorang menemani dirinya. Tentu saja, Jean sudah mendapatkan siapa yang harus dia bawa bersamanya.


Mulai dari sini, petualangan Jean menuju kawasan pegunungan Ural telah dimulai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan Author;


Akhirnya arc perang sipil di kerajaan Dublin dan ekspansi ke kerajaan Bucharest sudah selesai. Mulai Chapter selanjutnya, saya akan mencoba untuk membawa Jean bertualang. Tentu bersama salah satu Heroinenya.


Saya yakin kalau masih banyak plot hole di sana-sini. Seiring dengan kemajuan cerita ini, saya akan berusaha memperbaikinya agar kualitas cerita ini semakin baik.


Terimakasih kepada para pembaca yang telah mendukung saya sampai sejauh ini. Terimakasih untuk like dan komentar yang kalian berikan. Dukung terus agar author dapat menyajikan cerita berkualitas untuk kalian.


Salam

__ADS_1


Mawangsyah


__ADS_2