
Pasukan kerajaan Dublin telah menduduki wilayah Count Feldberg. Ini bukan sebuah kebohongan yang digunakan untuk melemahkan lawan. Ini adalah kebenaran. Dua hari setelah Count Feldberg meninggalkan teritorialnya, kerajaan Dublin yang diam-diam telah memindahkan 5000 pasukannya berhasil menaklukan kota itu tanpa perlawanan yang berarti.
Ini sangat berkebalikan dengan informasi yang sampai ke telinga Duke Eisen dan Count Feldberg. Dalam surat yang selalu mereka terima, mata-mata mereka mengatakan kalau kerajaan Dublin sedang berada dalam kondisi terburuknya. Gagal panen, pemberontakan di bekas kerajaan Bucharest, kelaparan, dan berbagai masalah lainnya. Dengan kata lain, mereka tidak siap untuk berperang.
Siapa yang tahu kalau ternyata itu semua adalah berita palsu? Kerajaan Dublin, atau lebih tepatnya bekas kerajaan Dublin, tidak seburuk yang tertulis dalam surat-surat yang mereka baca. Sebaliknya, mereka jauh lebih makmur dan lebih kuat sekarang dibandingkan dengan negeri lain yang ada di barat Akkadia.
Dan inilah hasilnya. Sementara Count Feldberg dan Duke Eisen sedang berjuang untuk meneguhkan kekuasaan mereka masing-masing dengan menumpahkan darah satu sama lain, otoritas baru di Dublin bisa memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk keuntungan mereka sendiri.
Di bawah komando Rose, pasukan Dublin dengan cepat menduduki kota Feldberg tanpa perlawanan yang sulit. Mengingat hanya 100 orang ksatria dan puluhan milisi, mereka jelas bukan tandingan bagi 5000 pasukan Dublin yang disiplin dan terlatih.
Tidak ada perlawanan dari penduduk. Mereka lelah dan muak dengan semua ini sampai titik dimana mereka pasrah dengan apa yang musuh lakukan pada mereka.
Tapi tidak seperti yang ada di dalam ekspektasi mereka, Rose tidak memperlakukan mereka dengan buruk. Bahkan sebaliknya. Dia melarang pasukannya untuk membangun perkemahan di dalam kota dan melarang mereka untuk melakukan hal-hal yang buruk.
Ia juga berbaik hati untuk membantu penduduk yang kelaparan dengan memberikan mereka makanan. Itu adalah inisiatifnya sendiri. Dia tahu Jean tidak akan marah karena hal ini.
__ADS_1
Sebenarnya, selain karena kebaikan, Rose juga memiliki alasan pragmatis di balik tindakannya. Akan lebih mudah menjadikan penduduk kota sebagai sekutu dibandingkan musuh. Dia memerlukan wilayah ini sebagai pijakannya untuk meneruskan ekspansinya ke arah Nebelhorn City.
Dia juga membutuhkan kota Feldberg untuk menampung bala bantuan yang akan segera datang. Jadi, sebisa mungkin para penduduk kota harus menerima kedatangan yang lain.
"Aku sudah menjalankan peranku, tuan Jean. Sisanya aku serahkan padamu."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ti-tidak mungkin! Tidak mungkin itu terjadi! H-hei, katakan sesuatu! Apa yang kau barusan kau bilang adalah kebohongan, kan!?"
Count Feldberg masih tidak yakin dengan yang barusan ia dengar. Pasukan kerajaan Dublin telah menduduki wilayahnya? Bagaimana mungkin! Dengan kekuatan mereka yang sekarang, seharusnya semua sumber daya yang negeri ini miliki cukup untuk menggulung habis kerajaan Dublin! Tapi, kenapa mereka bisa bergerak di saat seperti ini!?
"Hmmm? Sudah saatnya aku berhenti bermain."
Secara mengejutkan, Goln yang telah mati dengan jantungnya yang tertikam, kembali berdiri. Dia telah mencabut pisau dari dadanya dan luka yang ia miliki telah tertutup. Yang tersisa hanyalah noda darah yang menempel di sekujur tubuh.
__ADS_1
"Ka-kau! Bukankah kau sudah mati!? Kenapa kau bisa kembali Hidup!!?"
Entah itu Count Feldberg maupun Duke Eisen sangat terkejut. Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka untuk melihat seseorang benar-benar bangkit dari kematian. Goln hanya tertawa saja melihat ekspresi mereka.
"Tebak saja. Tapi dengan otak dangkal kalian, aku rasa kalian tidak akan pernah bisa menebak misteri yang terjadi pada diriku."
Goln mengatakan itu sambil memainkan pisau yang ia pegang. Tatapannya tertuju pada Duke Eisen, yang memandanginya dengan eskpresi terkejut sekaligus penuh harap.
Goln tersenyum kecil. Perlahan-lahan, postur wajahnya berubah. Kulit yang tadinya keriput kini kembali kencang. Matanya yang tadi berwarna hijau berubah menjadi hitam. Tubuhnya yang kurus kering bertransformasi menjadi tubuh yang ideal. Goln benar-benar menjadi orang yang sama sekali berbeda!
"Tu-tuan Goln....a-pakah itu...anda?"
Tertatih-tatih, Duke Eisen mengatakan itu. Meski sebatang kara, ia memaksakan diri untuk bertanya. Adapun Goln tersenyum.
"Ah, benar. Aku dan Goln adalah orang yang sama. Mari kita ulangi perkenalannya, yang mulia. Nama saya Jean. Lebih tepatnya, Baron Jean De Ruhr. Senang bertemu dengan anda."
__ADS_1
Count Feldberg dan Duke Eisen membelakan mata mereka. Keduanya tahu siapa Baron De Ruhr. Orang yang berhasil menggulingkan pangeran Hans Cassilas Dublin dan menyingkirkan bangsawan pendukungnya serta mengokohkan kekuasaannya di sana.
Tidak ada yang bisa mencegah kehancuran yang akan menimpa mereka berdua.