
Dua hari kemudian, kerajaan Warsawa digemparkan dengan kematian beberapa eselon atas mereka di lingkungan istana. Perdana menteri, menteri keuangan, dan beberapa pejabat lainnya yang berasal dari keluarga Mietzsko telah terbunuh.
Penjagaan istana di perketat. Khususnya di kamar dan tempat tinggal raja dan keluarganya. Ksatria dikerahkan untuk berpatroli, memastikan agar tidak ada satu celah pun yang bahkan membuat lalat tidak bisa lolos.
Alasan kematian mereka tidak diketahui. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik. Tidak pula dengan jejak makanan atau minuman mereka diracun.
Diduga, penyebab kematian mereka adalah karena serangan jantung. Namun kematian secara bersamaan tersebut tetap mencurigakan.
Otoritas istana telah berusaha untuk menyembunyikan fakta ini agar berita kematian tersebut tidak tersebar keluar. Namun sia-sia. Rumor bahwa beberapa eselon tingkat tinggi telah tewas tetap tersebar keluar.
Tentu saja, berita tersebut dibumbui dengan detail-detail kebohongan. Tetapi yang paling banyak tersebar adalah rumor bahwa raja yang membunuh para menteri dan saudaranya karena khawatir kekuasaannya akan diambil.
Tidak hanya itu, rumor yang tersebar juga mengatakan bahwa raja adalah manusia yang haus darah. Dia membunuh orang secara acak untuk diminum darahnya agar proses kultivasinya menjadi cepat.
Semuanya menjadi masuk akal. Ternyata selama ini, raja adalah dalang di balik kematian penduduk kota.
Pada dasarnya, kekuasaan raja tidak hanya terguncang hanya karena penduduk yang tidak puas. Toh, mereka tidak memiliki kekuatan apapun.
__ADS_1
Tapi tidak masalah. Semua rumor tersebut adalah bagian dari rencana Duke Cetner dan fraksinya. Begitu juga dengan kematian misterius yang menimpa keluarga Mietzsko. Bagi mereka, respon masyarakat tidak begitu penting.
Yang mereka incar adalah reaksi di antara keluarga Mietzsko itu sendiri. Perpecahan internal dalam tubuh mereka akan menciptakan ketidakstabilan. Itulah tujuan Duke Cetner sebenarnya.
"Baguslah kalau semuanya berjalan lancar. Tapi.... Siapa yang menyebarkan rumor kalau raja adalah orang yang haus darah?"
Duke Cetner sumringah ketika fase pertama dari rencananya berhasil. Bahkan kalau Duke Ankwicz dan keluarga Mietzsko mencurigainya, tidak ada bukti untuk mengklaim kecurigaan tersebut.
"Entahlah tuan. Tapi jika anda menginginkannya, saya bisa mencari penyebar rumor tersebut untuk anda."
Tetua yang melaporkan kepada Duke Cetner menawarkan bantuannya. Tapi Duke Cetner menggeleng. Tidak perlu. Toh, rumor tersebut tidak akan mengganggu rencana mereka.
Tetua mengangguk. Campur tangan dan keberhasilannya di hutan perbatasan membuat Duke Cetner benar-benar mengandalkannya. Lebih dari itu, ia mempercayainya.
"Yang mulia, apakah saya harus tetap di sini? Ataukah saya harus kembali ke domain saya untuk menjaga perbatasan kembali?"
Duke Cetner berpikir sejenak. Dia lalu menyimpulkan bahwa walaupun Principality of Danzig tidak melakukan hal yang kelihatannya mencurigakan, viscount Konarski harus tetap mengawasi gerak-gerik mereka di perbatasan.
__ADS_1
"Kembalilah Konarski. Pastikan agar Principality of Danzig tidak melakukan pergerakan yang aneh. Laporkan situasinya tiap saat padaku. Mengerti?"
Viscount Konarski mengangguk. Duke Cetner juga menjanjikan kalau Konarski mendapatkan prestasi yang cukup, ia akan mempertimbangkan memberikannya gelar Count, yang membiarkan viscount Konarski bahagia.
***
Count Lesko baru saja keluar dari markas ksatria. Wajahnya menampakan kebencian dan amarah. Meski kepalanya tertunduk, aura kebenciannya bocor kemana-mana sehingga orang-orang memperhatikannya.
Bahkan para pengawalnya tidak berani mengajaknya berbicara. Mereka hanya berjalan di belakang count Lesko sambiloto menjaga sedikit jarak dan mengawalnya hingga ke kereta kuda milik count Lesko.
Count Lesko menaiki kereta kudanya dan bersandar di kursi setelah ia duduk. Kematian Karina membuatnya sangat murka. Dia memang tidak begitu memperhatikan anak-anak perempuannya, tetapi mau bagaimana pun, ia adalah seorang ayah. Wajar kalau ia bersedih atas kematian anaknya.
Namun, ada hal lain yang membuatnya jauh lebih marah. Kematian Karina, sejujurnya, akan membuat posisi count Lesko melemah di hadapan tuannya, Duke Ankwicz. Kebetulan, penerus keluarga Ankwicz adalah seorang pria yang sehat dan dalam banyak hal, luar biasa. Dia berencana untuk menikahkan Karina dengan penerus keluarga Ankwicz untuk memperkuat posisinya di sisi Duke Ankwicz.
Bahkan, ia telah membuka pembicaraan tersebut dengan Duke Ankwicz dan disambut dengan baik olehnya. Namun kematian Karina membuat semuanya berubah menjadi kacau. Rencananya menjadi berantakan.
Saat itulah, Count Lesko menyadari kehadiran yang tidak biasa di dalam kereta kudanya. Seluruh tubuhnya membeku. Seseorang dengan jubah hitam entah bagaimana sudah duduk di depannya.
__ADS_1
"Count Lesko, kenapa kita tidak berbicara sejenak?"
Mau tidak mau, count Lesko harus diam dan mendengarkan pembicaraan.