Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Terjebak Di Alam Lain (1)


__ADS_3

Saya ingin membuat Jean menjadi lebih kuat tanpa cheat. Jadi saya memutuskan untuk membuat episode spesial tentang Jean yang terjebak di alam lain dan melawan musuh yang sangat kuat di sana.


Selamat membaca semuanya 🙂


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jean tidak menyangka akan semudah ini untuk membuat anggota lain tunduk padanya. Yah, ide untuk memenggal kepala para Kombatan yang tidak mau tunduk adalah ide dirinya dan Mar. Jean memperkirakan akan ada gesekan yang lebih besar karena teman seperjuangan mereka dihinakan. Tetapi rasa takut lebih mendominasi mereka.


Untuk sekarang urusan dengan Serigala Putih telah selesai. Dia menyerahkan kepemimpinan organisasi kepada Mar. Mar juga bergerak dengan cepat. Dia langsung menata ulang struktur organisasi dan mengamankan aset yang dimiliki oleh Serigala Putih.


Sekarang, perhatian Jean beralih pada perusahaan milik paman Hull, HuCas. Dia sedang dalam usaha untuk menyingkirkan Samuel dan menjadikan Charlotte sebagai penerus berikutnya.


Menyingkirkan Samuel adalah hal yang mudah. Tetapi menjadikan Cahrlotte sebagai pewaris adalah hal yang sulit. Paman Hull tentu tidak keberatan dengan hal itu, tetapi menjadi cerita yang berbeda ketika berkaitan dengan rekan dagangnya.


Jean memahami satu hal. Ada banyak potensi pengkhianatan di dalam perusahaan paman Hull. Satu-satunya alasan kenapa mereka belum bergerak adalah keberadaan paman Hull itu sendiri. Selama dia masih hidup, tidak ada yang berani mengkhianatinya atau mereka akan merasakan konsekuensinya.


Yah, Jean tidak bisa membiarkan para benalu ikut menghalangi jalannya. Jadi yang harus dia lakukan sangat sederhana. Singkirkan saja mereka.


Paman Hull sendiri tidak naif. Sebagaimana pedagang lainnya, dia adalah orang yang tajam. Paman Hull ingin menyingkirkan mereka secepat mungkin tetapi tidak ada bukti yang kuat untuk membuat untuk membuatnya bergerak.


Dia tidak mau menerima keluhan seperti, "kenapa kau membunuh pegawaimu sendiri!?" Atau "Bagaimana bisa kau tidak mempercayai orang-orang yang berada di sekitarmu!?"


Tapi hei, Jean tidak perlu memikirkan hal seperti itu kan? Dia bukan paman Hull dan tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan HuCas.


Memang, dia membantu paman Hull dalam banyak hal. Tapi selama ini, pekerjaan utamanya adalah menjadi pelayan bagi Charlotte. Jadi, dia bisa melakukan sesuka hatinya!


Tapi mari singkirkan pemikiran itu terlebih dahulu. Sekarang, Jean perlu fokus pada hal yang lain. Pagi ini dia meminta izin kepada Charlotte dan paman Hull untuk keluar dari rumah mereka.

__ADS_1


Dia memutuskan untuk pergi ke sebuah bukit kecil yang terletak di hutan. Cukup dekat dengan spot untuk berburu waktu itu. Dia ingin bermeditasi sejenak. Kebetulan di bukit ini ada sungai kecil dan batu besar yang terletak di tengahnya.


Semenjak dirinya disibukan dengan banyak kegiatan, Jean lupa untuk melakukan meditasi. Ini adalah hal yang berbahaya. Latihan ini harus dijalankan dengan rutin. tidak masalah jika hanya sebentar, yang penting konsisten. Jika tidak, aliran energi internal yang ada di tubuh bisa rusak.


Tempat yang tenang dan sunyi bisa menjadi titik yang bagus untuk bermeditasi. Begitulah ibunya pernah bilang. Setidaknya, luangkan waktu tiga kali dalam seminggu untuk bermeditasi dan meningkatkan kekuatan. Ini juga nasihat dari ibunya.


Jean menghirup nafas dalam-dalam. Kakinya menyila dan tangannya tertelungkup. Badannya tegap dan matanya terpejam. Perlahan, Jean mulai tenggelam dalam meditasinya.


Kali ini, Jean merasakan dirinya berada di sebuah tempat yang sangat luas. Begitu dia membuka matanya, Jean menyadari bahwa dia berada di sebuah hutan yang sangat luas.


'Tunggu, apakah ini ruh diriku? Tidak, ini adalah raga. Apa artinya aku berteleportasi ke tempat ini? Kalau iya bagaimana caranya?'


Jean mulai panik. Tetapi dia tidak membiarkan pikiran itu menguasainya dirinya. Dia memenangkan dirinya kembali dan menilai situasi di sekitarnya.


Jean tidak tahu ancaman apa yang ada di tempat ini. Dia tidak membawa senjata apapun. Satu-satunya alat yang bisa dia gunakan untuk bertarung adalah anggota tubuhnya.


Tetapi insting Jean mengatakan kalau dia berada dalam bahaya. Dan benar saja, dari balik pepohonan, muncul makhluk humanoid yang belum pernah Jean lihat sebelumnya.


Tubuh mereka sangat besar. Tingginya sekitar tiga meter. Memiliki mata, hidung, dan telinga layaknya manusia. Tetapi yang menjadi pembeda adalah mata mereka yang berjumlah tiga. Seluruh tubuh mereka berwarna abu-abu tanpa memakai sehelai pakaian pun. Mulut mereka selalu mengeluarkan air liur. Jean sangat paham kalau kelimanya melihat dia sebagai mangsa.


Tidak ada tempat untuk kabur. Jean memasang kuda-kudanya dan tertuju ke arah mereka. Sebisa mungkin dia memperkuat tubuhnya dengan energi internal.


Salah satu monster itu berteriak dan melesat ke arah Jean. Cepat! Meskipun tubuhnya besar, gerakan monster itu sangat cepat dan gesit!


Jean memang berhasil menghindar, tetapi serangan juga datang dari monster yang lain. Begitu Jean berhasil menghindari satu monster, satu lagi datang untuk menghabisinya. Monster itu mengayunkan cakarnya yang sangat besar dan tajam.


Untunglah Jean berhasil meliukan tubuhnya dan lolos dari serangan monster itu. Nafasnya tersengal-sengal. Bahkan jika itu hanya mengenainya sedikit, nyawanya bisa melayang.

__ADS_1


Pada akhirnya Jean memilih untuk mengambil posisi ofensif. Dia mengepalkan tinjunya dan memusatkan semua energi internalnya ke dalam tinju itu. Dia mengincar monster bermata tiga yang paling dekat dengannya. Dengan kecepatan yang juga sama dengan monster-monster itu, Jean berhasil menumbangkan satu dari mereka.


Satu mati! Tapi muncul masalah lain. Tubuh monster itu sangat tebal! Sama tebalnya dengan seratus baju zirah yang dijadikan satu. Alhasil, itu membuat tangan Jean cedera.


Tetapi dia dengan cepat memulihkan kondisi tangannya. Tinggal empat. Kini Jean benar-benar fokus. Dia memusatkan energi internalnya di mata untuk melihat pergerakan keempat monster itu. Dia juga mengalokasikan energinya pada tinju serta kakinya.


Berkat hal itu, Jean bisa memprediksi pergerakan mereka. Dia juga berhasil melihat bagian dalam tubuh monster itu beserta aliran-aliran darah dan energinya. Termasuk titik lemah mereka.


Jean maju. Salah satu monster itu juga maju. Mereka berdua hampir bertabrakan. Tetapi tidak seperti yang monster itu perkirakan, Jean ternyata melompati dirinya, menjadikan kepalanya sebagai pijakan, dan melayangkan tendangan pada monster yang ada di belakangnya.


Monster itu tidak sempat bereaksi. Seketika itu juga kepalanya terpenggal karena tendangan Jean.


Dua sudah mati. Sisanya tinggal tiga. Jean kembali melesat ke arah monster yang lain. Tetapi kali ini dia dikejar oleh monster yang ada di belakangnya. Tapi dia terus berlari dan berlari hingga benar-benar dekat dengan monster yang dia incar. Tinggal sejengkal lagi!


Sayangnya, monster yang tadi mengejarnya juga sejengkal di belakangnya. Entah monster yang ada di belakangnya maupun di depannya sama-sama ingin meninju Jean.


Namun memang inilah yang dia incar. Dengan gerakan secepat mungkin, Jean menghindari keduanya. Dan terjadilah, Monster itu saling beradu tinju. Kepala mereka hancur ketika terkena tinju dari sesamanya.


Jean menelan ludahnya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau dia terkena serangan tadi.


Kini sisa satu. Dan berdasarkan insting Jean, monster inilah yang paling kuat. Dia dengan tajam memandangi monster itu. Jean memutuskan untuk maju duluan. Dia meninju monster itu dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada yang tadi.


Kena! Monster itu melenguh kencang. Tetapi tinju monster itu juga mengenai bahu Jean. Berkat penguatan yang ia pakai cederanya memang tidak parah, tapi tetap saja efeknya sangat menyakitkan.


Jean tidak menghabiskan waktu. Begitu monster itu kehilangan posturnya, dia menusuk leher monster itu dengan tangannya sekuat mungkin dan mencabut kerongkongannya. Darah hijau bermuncratan ke wajah dan pakaiannya.


Jean menghembuskan nafas lega. Tetapi tidak lama kemudian, dia menyadari bahwa dia sudah dikepung oleh monster yang sama namun berjumlah lebih dari 50.

__ADS_1


'Ah Sial. Apakah aku akan mati di sini?'


__ADS_2