Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Bandits Slaughter


__ADS_3

"Jean... apa-apaan dengan pakaianmu itu!? Kenapa banyak darah!? Tu-tunggu dulu! Apakah kamu terluka!?"


Pertanyaan Charlotte terlalu bertubi-tubi! Yah, itu wajar saja ketika gadis itu melihat pakaian Jean yang penuh darah. Tapi dia sendiri terlihat baik-baik saja.


"Tenang saja nona. Saya hanya berurusan dengan beberapa hewan liar tadi malam. Saya membawa baju ganti. Setelah ini saya akan menggantikan pakaian saya."


Sebenarnya ketika anak-anak bangun, mereka disambut dengan pemandangan yang sangat tidak menyenangkan. Tiga Ksatria terbaring di tanah dengan kain lusuh yang menutupi tubuh mereka. Ada bekas darah di bagian wajah dan perut. Beberapa anak bangsawan dengan angkuh membuka kain itu, tapi mereka muntah ketika melihat kondisi salah satu dari tiga ksatria yang berbaring.


Semua bangkai babi hutan yang telah Jean bunuh telah dikubur agar tidak menimbulkan penyakit dan memancing hewan buas lainnya. Kakak Natasha, Joan, bertanya kepada ksatria yang ia bawa mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Dia sangat sumringah begitu sang ksatria mengatakan kalau dirinya telah membunuh semua babi liar yang akan menyerang mereka.


Jean hanya menggeleng. Anak bodoh. Mudah sekali dia ditipu oleh ksatrianya sendiri. Dan ksatrianya tidak kalah bodoh. Kenapa dia berani menipu anak dari tuannya sendiri?


Pada akhirnya, Jean menyimpulkan bahwa Joan adalah anak yang naif. Dia hanya asal percaya dan tidak berusaha memverifikasi kebenaran dari yang orang lain katakan. Jika Jean naif seperti itu, dia yakin ayahnya akan mengutuk dirinya dari dalam kubur.


Jean tersenyum pahit. Dia menghampiri tiga mayat ksatria yang tergeletak. Satu Ksatria adalah ksatria pribadi milik keluarga Lostov dan dua sisanya adalah ksatria milik keluarga bangsawan setingkat count. Nama keluarga ini adalah Baldric.


Jika kedua keluarga mendengar kejadian ini, kehebohan pasti akan terjadi. Para ksatria yang lain pasti akan melakukan sesuatu untuk menyembunyikan kecerobohan mereka dari keluarga Lostov dan Baldric.


Well, terserah mereka. Itu bukan urusan dia.


Semuanya bersiap untuk pulang. Jean merobohkan shelter yang dia bangun dan menghapus jejak-jejak api unggun. Dia juga mengubur botol-botol bekas alkohol dan memastikan tidak ada barang bawaan milik ketiga gadis yang tertinggal.


"Jean....apakah yang kakak katakan benar? Dia bilang tiga ksatria itu tewas karena melindungimu! Apa benar seperti itu!?"


Natasha berdiri di belakang Jean. Saat Jean menoleh, Jean bisa melihat wajah menuntut jawaban yang jelas darinya. Hahhh....kemana wajah cantik dan nakalnya yang selama ini dia pasang?


"Kalau aku mengatakan yang sebenarnya, apakah nona Natasha akan percaya padaku?"


Natasha mengangguk dengan penuh keyakinan.


"Faktanya tidak seperti itu. Mereka bertiga mati karena kecerobohan mereka sendiri. Semalam aku ikut berjaga dan para ksatria itu malah bermabuk-mabukan. Mereka lengah. Bahkan tidak ada yang mendengar suara ringikan babi hutan yang mendekat.


"Alhasil, ketiganya yang pada saat itu ada di bagian yang paling dekat dengan para babi langsung terinjak-injak mereka. Semuanya menjadi kalang kabut dan pada akhirnya, akulah yang membunuh semua hewan buas itu."

__ADS_1


Mata Natasha berbinar penuh kekaguman! Di mata Jean, Natasha terlihat sangat menggemaskan. Tanpa mempedulikan situasi, Jean menarik Natasha ke dalam pelukannya. Ah, dada Natasha yang besar dan lembut menyentuh dirinya!


"Jean! Apa yang sedang kamu lakukan!? Ce-cepat, lepaskan aku!"


"Ehh....apakah nona Natasha keberatan? Oke, aku akan melepaskannya."


Jean merenggangkan pelukannya tapi Natasha melakukan hal yang sebaliknya. Dia memeluk Jean dengan erat seolah tidak akan melepaskan dirinya. Jean mengelus punggung Natasha dan mendekatkan mulutnya ke telinga gadis itu.


"Natasha, kau adalah milikku dan selalu seperti itu. Tidak ada satupun yang bisa mengambil dirimu dari diriku."


Tubuh Natasha bergetar. Ada rasa takut tetapi mayoritas perasaannya dipenuhi oleh kebahagiaan. Kesenangan untuk di dominasi oleh pria yang dia cintai. Memikirkan hal itu, tubuh Natasha menjadi lemas.


Jean melepaskan pelukannya dan Natasha kabur dari pandangannya. Wajahnya sangat merah. Pelukan tadi membuatnya sangat malu.


Baiklah, saatnya kembali ke pekerjaan. Jean menaikan barang miliknya dan Selena ke atas kuda. Hari ini mereka akan kembali ke kota. Untuk urusan kelalaian para ksatria, Well, itu bukan urusan Jean.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ketika semuanya sedang sibuk bersiap untuk meninggalkan kemah, tanpa disadari siapapun, seratus orang sedang mengintai mereka dari dalam hutan.


"Bagaimana dengan kondisi yang lain? Apakah semuanya sudah siap?"


Di belakang mereka, seorang pria, mungkin berusia 40 tahun-an, menjadi pemimpin dari gerombolan ini. Matanya yang tajam memandang area perkemahan anak-anak bangsawan dan pedagang kaya. Dia menjilat bibirnya, seolah siap untuk mendapatkan banyak hadiah.


"Ya pak! Semuanya telah siap! Sekaranglah saatnya untuk berpesta ria!"


Pemimpin itu menyeringai. Dia mengangkat pedangnya dan berteriak untuk memberikan instruksi kepada seratus anak buahnya.


"Semuanya! Hari ini kita akan bersenang-senang lebih daripada biasanya! Kalian bebas melakukan apapun dan mengambil semua yang kalian sukai! Jangan menahan diri dan selamat berpesta!"


Mereka semua bersorak. Sesaat kemudian, bagaikan angin topan, mereka berlari menuju area perkemahan. Ada 50 ksatria yang menjaga area itu. Namun tiga sudah mati. Sisa 43. Mereka kalah jumlah.


Seketika, area perkemahan para bangsawan dipenuhi oleh kekacauan. Beberapa Ksatria berusaha mengevakuasi anak-anak dari sana. Tetapi jumlah anak-anak ini cukup banyak dan mereka sulit diatur. Situasi semakin chaos.

__ADS_1


Bentrok antara para ksatria dan bandit pecah. Tidak seperti tadi malam, mereka melakukan yang terbaik kali ini. Tetapi secara kualitas dan kuantitas, para bandit lebih unggul. Keseimbangan mulai berubah dan posisi bandit berada dalam keuntungan.


"Bunuh mereka semua!"


"Hancurkan para ksatria!"


"Jangan biarkan satupun lolos!"


Para bandit yang tidak bertarung dengan para ksatria mengejar anak-anak yang melarikan diri. Ada dua gadis yang terjatuh. Mereka sudah pasrah dengan nasib yang akan mereka terima. Tetapi ketika ada tiga bandit yang mendekati mereka, ketiga bandit itu langsung terbakar seketika.


"Cepat! Kita tidak punya banyak waktu!"


Mendengar teriakan itu, kedua gadis yang terjatuh tadi langsung bangkit dan berlari lagi. Melihat ketiga rekannya tewas karena terbakar secara tiba-tiba, bandit yang lain langsung mencari sumber serangan tersebut.


Mereka melihat seorang gadis berambut ungu dari arah kejauhan. Dialah dalang dibalik ketiga teman mereka yang terbakar. Semuanya maju untuk menghabisi gadis berambut ungu itu, tetapi mereka terbakar saat itu juga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dari atas pohon, Jean mengawasi pergerakan para bandit. Dia masih punya dua puluh anak panah. Setiap kali ada bandit yang berusaha keluar dari area perkemahan dan mengejar anak-anak yang berlari menuju ibukota, Jean akan langsung menembak bandit-bandit itu dengan panah miliknya.


Sejauh ini dia telah membunuh setidaknya lima belas bandit. Dari sudut pengelihatannya, ia menangkap ada dua gadis yang terpeleset. Dengan sigap Jean segera mengincar ketiga bandit yang mengejar keduanya.


Namun betapa terkejutnya Jean ketika melihat ketiga bandit itu terbakar habis. Dan semakin terkejut ketika melihat kalau orang yang menyebabkan itu adalah Natasha.


'Begitu, Natasha bisa menggunakan sihir.'


Sihir adalah sesuatu yang dihasilkan dari memanipulasi mana. Keberadaan mana di dunia ini hanya bisa dirasakan oleh sedikit orang. Itulah yang ibunya pernah katakan. Berarti, Natasha adalah satu dari kelangkaan itu.


Baiklah, tidak ada waktu main-main lagi. Performa Natasha telah memburuk. Jean meloncat dari pohon dan mendaratkan kedua kakinya di leher seorang bandit.


Setelah memastikan bahwa bandit yang lehernya dia injak telah tewas, Jean mengeluarkan pedangnya dan langsung melesat ke arah yang lain. Dia membunuh setiap bandit yang dia temui. Kepala-kepala berterbangan dan isi perut berceceran.


Melihat Jean yang ganas, para bandit ketakutan dan melarikan diri. Tapi Jean tidak membiarkan mereka. Dia mengejar sebanyak yang ia bisa dan membunuh mereka.

__ADS_1


Dari seratus bandit yang menyerang area perkemahan, hanya lima orang yang dapat kabur hidup-hidup. Sisanya, Jean membantai mereka semua.


__ADS_2