
Semuanya di mulai ketika tengah malam. Mayoritas ksatria sedang beristirahat dan hanya sepuluh ksatria yang masih terjaga. Api unggun menyala di tengah perkemahan, di kelilingi oleh para ksatria yang kedinginan.
Lima di antara mereka berkeliling untuk memastikan tidak ada sesuatu yang membahayakan mereka. Namun mereka tidak patroli begitu jauh dari tempat perkemahan.
"Semuanya aman pak! Tidak ada yang mencurigakan sama sekali!"
"Semuanya aman? Ah, ya.... Baguslah kalau begitu."
Ksatria yang barusan melapor terlihat bingung dengan respon seniornya. Bukankah kalau semua aman itu artinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan?
"Ah, maaf membuatmu bingung. Kau tahu, aku hanya sedikit..... Tidak menduga ini. Aku berpikir dari awal akan ada setidaknya monster kita karena mau bagaimana pun ,ini adalah tempat yang berbahaya. Aku sudah siap untuk itu."
Ksatria junior tadi mengangguk. Dia paham apa yang seniornya pikirkan.
"Itu artinya ketenangan ini tidak wajar, kan?"
Ksatria senior mengangguk. Alih-alih tenang, ia justru semakin waspada. Kewaspadaannya semakin tinggi ketika ia mendengar gemerisik dari dalam hutan.
"Hei nak, kau dengar itu?"
"Hah? Dengar apa pak? Saya tidak mendengar suara apapun."
"Ck, dasar bodoh! Coba fokus. Ada suara dari dalam hutan!"
Benar saja, ksatria junior mendengar suara yang juga di dengar oleh seniornya. Awalnya dia hanya menganggap itu adalah angin. Namun instingnya mengatakan kalau dia harus menghindar dari tempat ia berdiri sekarang!
"Kalian semua, AWAS!!"
__ADS_1
Tentu saja ksatria lain yang juga sedang berjaga kebingungan. Untuk apa kedua senior dan junior itu melompat ke arah yang berlawanan dan tiarap di tanah?
Tetapi keputusan mereka sudah tepat. Itu karena secara mendadak, hembusan angin yang sangat kuat datang ke arah mereka! Hembusan angin itu sangat tajam, cukup untuk membuat para ksatria yang sedang berdiri terpenggal ataupun kehilangan anggota tubuhnya yang lain!
"NAK, BANGUNKAN SEMUA KSATRIA DAN KAPTEN YANG TERTIDUR! KITA HARUS PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA!!"
Ksatria junior mengangguk. Sang senior berusaha untuk mengevakuasi Ksatria yang selamat dari gelombang serangan tadi. Dia harus segera bergegas membangunkan kapten dan rekan-rekannya!
"Buruk.... Ini buruk! Luka mereka terlalu parah!"
Bahkan Ksatria senior itu yakin rekannya yang selamat tidak memiliki kesempatan untuk hidup. Cedera yang mereka alami terlalu berat. Ada yang kedua kakinya putus, perutnya memiliki lubang yang menganga, dan tubuh yang terbelah dua secara horizontal.
Ksatria itu menelan ludahnya. Dia tidak memiliki sihir penyembuh. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain melihat rekannya menghembuskan ajal. Atau Itulah yang ia pikirkan sebelum sang penyelamat datang.
"Kenapa kau hanya diam di sana!?"
Hanna datang mendatangi ksatria yang terluka dan mulai memberikan sihirnya ke tubuh mereka. Itu hanya sihir penyembuh tingkat dasar tetapi cukup untuk menghentikan pendarahan dan meregenerasi luka ringan.
Karina yang juga ada di sana memberi perintah kepada ksatria senior dan junior. Ada empat orang yang selamat dari serangan tadi. Masing-masing dari mereka harus membawa dua orang. Keduanya mengangguk. Mereka siap menerima tugas ini!
"Bagus! Begitu kalian sampai di kota, kabarkan ini pada ksatria lokal milik viscount Konarski. Seharusnya dia bisa memberikan bantuan untuk kita!"
Tanpa mengatakan apapun lagi, keduanya berlari sambil membopong masing-masing dua ksatria yang terluka.
***
"Jeanne, mereka terlalu banyak! Apa yang harus kita lakukan!?"
__ADS_1
Sejujurnya, ketika Hanna melihat sosok musuh yang akan ia hadapi kakinya bergetar. Tidak hanya Hanna, Karina juga panik.
Hanya Jeanne yang tenang. Dia telah mengokohkan kuda-kudanya dan mempersiapkan pedangnya. Meski begitu, Jeanne juga gugup.
Musuh yang mereka hadapi adalah makhluk humanoid setinggi lima meter. Jumlah mereka ada 20-an. Meski tubuh mereka manusia, kepala merek berbentuk anjing dan babi.
Mereka bertiga belum pernah mendengar monster seperti ini sebelumnya. Mereka jelas bukan Orc ataupun kobold. Aura yang mereka keluarkan sangat berbeda!
Tapi mereka tidak boleh ragu. Jeanne segera melesat k monster yang berada di posisi paling depan. Pedangnya telah berkobar oleh api yang menyala-nyala. Aura berwarna merah memenuhi dirinya.
SLASH!
Jeanne berhasil memenggal seekor monster yang memiliki kepala anjing hanya dengan satu tebasan.
"Keras! Hati-hati! Kulit mereka sangat keras!"
Karina mengangkat pedangnya dan melesat ke arah monster yang lain. Berbeda dengan Jeanne yang tubuhnya diselimuti oleh api, Karina menyelimuti dirinya dengan petir berwarna biru.
BAMMM!
Pedang milik Karina berbenturan dengan senjata monster yang ia lawan. Meski badannya lebih kecil, serangan Karina menimbulkan dampak yang besar pada monster yang ia lawan, membuat makhluk itu mundur bener langkah.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Karina dengan cepat melompat ke leher monster itu dan menancapkan pedangnya di sana. Monster itu melenguh panjang dan mati setelahnya.
Hanna juga tidak ketinggalan. Sinar yang sangat silau keluar dari dalam dirinya, membuat beberapa monster terganggu dengan dirinya. Dengan gesit, dia menggunakan pedang ganda miliknya untuk menebas monster yang paling dekat dengannya.
CLASSHH!!
__ADS_1
Leher monster itu terbuka karena sayatan Hanna, membuat darahnya keluar dalam jumlah besar dan mati begitu saja.
Tiga monster sudah mati. Sisa 17. Pertarungan yang sesungguhnya baru saja akan dimulai.