Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Hanna Otylia


__ADS_3

Perjalanan selama 14 hari mereka berakhir sia-sia. Itu benar. Ketika Jeanne, Hanna, dan yang lainnya sampai ke tujuan mereka, para ksatria tidak menemukan apapun kecuali tubuh-tubuh mati yang telah rusak. Saking rusaknya sampai-sampai beberapa ksatria tidak tahan dan muntah.


Tidak hanya rusak karena proses pembuatan, semua mayat di sini sama sekali tidak dapat dikenali. Wajah mereka rusak parah. Rasanya seperti ada seseorang yang telah menggores wajah mereka di bebatuan yang kasar hingga benar-benar hancur.


Jeanne yang melihat ini hanya bisa memijat dahinya sendiri. Dia tidak tahu harus mengkategorikan misi mereka sebagai apa. Berhasil? Atau gagal?


"Jeanne! Aku sudah berkeliling. Ada 500 bajak laut yang ada di sini. Sayangnya, tidak ada satupun yang hidup. Kita tidak bisa mendapat informasi dari mereka."


"Alih-alih gagal, aku menganggap kalau misi ini berhasil. Kita tidak bisa mendapatkan informasi apapun. Tetapi para bajak laut telah dihabisi, entah oleh siapa. Tujuan kita yang sebenarnya telah tercapai. Meskipun dengan cara yang tak pernah kita duga sama sekali."


Hanna dan Jeanne menghembus nafas berbarengan. Mereka benar-benar buntu.

__ADS_1


"Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan mayat-mayat ini? Tidak mungkin kita membawa mereka sebagai bukti kan?"


Jeanne menggeleng. Bahkan membawa satu dari mereka saja sudah sangat merepotkan. Pilihan terbaik adalah menguburkan mereka. Untuk masalah bukti, mereka hanya akan membawa beberapa barang berharga milik para bajak laut dan memberikannya pada atasan mereka.


"Baiklah, aku akan meminta bawahan Szymon untuk menggali tanah dan membuat kuburan massal. Pecundang itu sedang muntah karena melihat mayat-mayat ini."


Keduanya hanya menggeleng. Pada awalnya mereka juga jijik. Tapi hanya sebentar. Keduanya paham bahwa ini adalah resiko pekerjaan mereka. Sebagai orang yang cukup berpengalaman, bukan satu atau dua kali Hanna dan Jeanne menemukan mayat dengan kondisi seperti ini.


Berbeda dengan Szymon. Kemampuannya memang cukup hebat. Tetapi sebagai seorang anak dari keluarga yang terkenal dan berpengaruh, Syzmon tidak pernah diturunkan untuk misi investigasi atau berbahaya lainnya.


"Kamu sangat senang ketika melihat Szymon yang menderita ya, Hanna."

__ADS_1


Mendengar perkataan Jeanne, Hanna hanya mendengus kesal. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan aristokrat dan kelompok berpengaruh lainnya bahwa keluarga Szymon, Krzys, memiliki hubungan yang buruk dengan keluarga Hanna, Otylia.


Sama seperti keluarga Krzys, keluarga Otylia juga merupakan salah satu Count yang ada di kerajaan Warsawa. Tentu saja, marga Otylia adalah keluarga yang berpengaruh dalam militer.


Seperti yang bisa ditebak, penyebab utama hubungan yang buruk antara kedua marga itu disebabkan oleh perebutan pengaruh di tubuh militer kerajaan Warsawa. Pada dasarnya, Hanna dan Szymon yang mewakili masing-masing fraksi berusaha menanamkan pengaruh mereka di salah satu institusi paling penting di kerajaan Warsawa, squad ksatria.


Sejujurnya, Hanna tidak suka dengan permainan politik seperti ini. Pada akhirnya, dia tidak lebih dari pion yang dimainkan oleh ayahnya. Namun, Hanna menganggap bahwa ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi olehnya sebagai bukti bahwa ia adalah bagian dari keluarga Otylia.


"Jeanne, tolong jangan bahas itu saat bersamaku. Itu bukan topik yang menyenangkan untuk dibicarakan."


Jeanne menyesal. Dia tidak tahu kalau masalah ini sensitif bagi Hanna. Adapun Hanna, dia hanya tidak ingin Jeanne terlibat dalam masalahnya. Jeanne adalah sahabat baik Hanna. Karena itu meyakini bahwa konflik tak kasat mata ini sama sekali tidak baik untuk Jeanne.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyuruh anak buah Szymon untuk membereskan semuanya. Bagaimana kalau kau pergi mencari barang bukti untuk diserahkan pada atasan kita, Jeanne?"


Sudah diputuskan, Hanna dan Jeanne membagi dua tugas mereka. Pada akhirnya, butuh waktu tiga hari penuh untuk membereskan semuanya.


__ADS_2