
Kabut tebal memenuhi langit, menutupi jarak pandang. Pagi itu, udara terasa sangat dingin. Tidak langit yang cerah. Tidak ada yang matahari yang mengintip. Yang tersisa hanyalah awan hitam mendung nan menutupi hangatnya sinar matahari.
Di sebuah tenda besar, Rose bersama dengan beberapa komandan lain yang menjadi bawahannya sedang berdiri mengelilingi sebuah peta dengan gambar yang kasar.
"Kita sedang berada di titik ini. Berdasarkan laporan dari unit pengintai, musuh sudah menempatkan kavaleri mereka di hutan sebelah timur dan barat yang mengapit jalan sempit ke kamp utama musuh."
Bawahan tersebut meletakan dua pion kuda catur ke sebuah gambar aneh dengan warna hijau. Pion tersebut menandakan musuh.
"Selain itu, kelihatannya musuh menempatkan pasukan utama tidak jauh dari kamp mereka. Mereka dalam posisi bertahan dan siap untuk menerima serangan."
Bawahannya yang lain meletakan pion untuk menandakan pasukan utama musuh. Tidak ada informasi yang pasti mengenai jumlah mereka. Menurut perkiraan mata-mata, keseluruhan dari mereka kurang lebih mencapai angka 30.000 pasukan.
Jumlah musuh tiga kali lipat lebih banyak daripada yang Rose bawa. Tapi dia yakin itu sudah semua. Alih-alih berusaha melemahkan pasukan Rose dengan gesekan kecil namun berkelanjutan, sepertinya mereka memutuskan untuk menjadikan perang ini sebagai perang yang menentukan.
__ADS_1
Sederhananya, jika Rose berhasil menghancurkan pasukan utama musuh di sini, maka musuh akan kehilangan kapabilitas militernya. Menaklukan jantung lawan bukan hal yang sulit jadinya.
"Bawa kavaleri menuju ke dalam hutan dan hancurkan pasukan berkuda lawan yang sudah menunggu di sana. Selagi pasukan berkuda bergerak, tembakan meriam dan panah balistik ke kemah musuh."
Meski kalah jumlah, Rose percaya diri dengan kemampuan tentaranya. Mereka adalah veteran yang telah bertempur di banyak Medan perang. Mereka adalah sekelompok prajurit yang tangguh, tekun, dan setia. Mereka siap mengunakan diri mereka untuk kerajaan. Itulah yang membuat mereka begitu istimewa.
Namun Rose juga bukan idiot yang ceroboh. Fakta bahwa ia terus mengirim unit pengintai ke garis depan untuk memahami kekuatan lawan se-komperhensif mungkin dan tidak membiarkan pasukannya maju secara gegabah adalah buktinya.
Berdiri di atas sebuah panggung, Rose mengamati pergerakan tentaranya dengan sebuah sihir pengamatan jarak jauh. Meriam-meriam dan balistik yang diangkat menggunakan gerobak telah digerakan ke jangkauan tembaknya.
Rose membawa 10 meriam dalam kampanye kali ini. Di antara 10.000 pasukannya, 1000 orang terdiri dari regu penembak yang dipersenjatai oleh senapan musket.
Dia juga membawa 20 balistik 'peluncur seribu panah'. Yah, mengatakan 1000 itu berlebihan. Pada faktanya, itu adalah sebuah kotak besar yang berisi 100 anak panah di dalamnya. Ketika sumbu yang tersambung dengan tempat mesiu terbakar, apinya akan memantik mesiu lalu meledak ledakan tersebut akan menghasilkan gaya dorong yang membuat 100 anak panah dimuntahkan secara bersamaan.
__ADS_1
Memang tidak begitu akurat. Namun jika barisan musuh terkena serangan tersebut, korban jiwa yang cukup besar akan timbul di pihak mereka. Itu baru satu balistik. Dan kali ini Rose membawa 20.
Meriam dan balistik mulai ditembakan. Dari kejauhan, Rose bisa melihat bola-bola meriam yang ditembakan menghantam barisan musuh, membuat manusia yang terkena bola tersebut hancur seketika.
Panah-panah yang ditembakan dengan balistik juga berhasil mengenai barisan infanteri dan kavaleri lawan. Seperti yang telah dia duga, kebanyakan prajurit musuh adalah milisi yang direkrut dari rakyat jelata yang tidak memiliki pengalaman sama sekali.
Sejujurnya, serangan dengan meriam tidak begitu efektif karena jarak tembaknya yang terbatas. Namun barisan lawan dilanda kepanikan yang sangat hebat. Jika mereka profesional, para prajurit musuh pasti akan mengatur kembali formasi mereka dan menyadari bahwa serangan meriam tidak begitu efektif.
Selain itu, nampaknya pemimpin musuh juga tidak begitu kompeten. Alih-alih menenangkan pasukannya, ia juga ikut panik dan ketakutan.
"Yang jadi masalah sekarang adalah kavaleri yang bersembunyi di hutan. Mereka pasti dikomandoi oleh seorang komandan yang cukup jenius."
Rose berharap kavaleri miliknya bisa menghancurkan unit kavaleri lawan sebelum mereka maju ke barisan utama musuh.
__ADS_1
Perang yang sebenarnya baru akan dimulai.