
Sementara itu, di bagian barat benua Akkadia....
Atas perintah Natasha, semua aktivitas militer yang dianggap mengganggu [League of Salzburg] dihentikan. Meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, kedua belah pihak sepakat untuk tidak membuat konfrontasi yang tidak perlu.
Natasha, Charlotte, Priscilla, dan Rose telah mengonsolidasikan kekuatan mereka untuk membentuk sebuah kekaisaran baru. Sebuah kekaisaran yang kelak tidak hanya akan menguasai kawasan barat benua Akkadia melainkan juga belahan dunia lainnya.
Namun itu adalah cerita untuk lain waktu. Sekarang, mari kembali kepada mereka.
Kekaisaran yang baru mereka bangun diberi nama Eisengrund. Charlotte dan yang lainnya telah sepakat untuk menjadikannya Natasha sebagai permaisurinya pertama. Dalam sejarahnya, ini adalah pertama kalinya seorang wanita menciptakan sebuah kerajaan maupun kekaisaran.
Pembangunan besar-besaran juga dimulai. Natasha berniat memindahkan pusat pemerintahan dari bekas kerajaan Dublin ke ibukota kekaisaran yang baru.
Tidak hanya ibukota baru, Natasha, Charlotte, dan Priscilla untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur besar-besaran. Termasuk jalan raya yang menghubungkan seluruh wilayah kekaisaran Eisengrund, pemukiman, sentra industri, pelabuhan besar untuk akses perdagangan, dan yang lainnya.
Biaya yang dikeluarkan untuk memperluas wilayah kekaisaran memang tidak sedikit. Bahkan sangat besar. Namun hasil yang didapatkan cukup sepadan. Natasha berhasil menyita seluruh perbendaharaan dari kerajaan maupun kebangsawanan yang ia taklukan.
__ADS_1
Dia juga mendapatkan banyak tawanan yang bisa digunakan sebagai buruh kasar untuk membantu konstruksi besar-besaran yang ia rencanakan. Mereka tidak akan dibayar, namun kebutuhan sehari-hari mereka seperti makan dan tempat tinggal akan tetap diberikan. Natasha dan yang lainnya tidak berniat untuk memperlakukan mereka dengan kejam.
Perekonomian dalam negeri juga meningkat pesat. Hasil panen dan peternakan semakin bertambah di setiap tahunnya. Begitu juga produksi mineral seperti bijih besi, timah, dan jenis logam lainnya semakin produktif berkat naiknya produktivitas para pekerja di tambang dan eksplorasi sumber tambang lainnya.
Surplus dari peningkatan tersebut diperdagangkan lewat HuCass, perusahaan dagang milik Charlotte yang kini dipegang secara penuh oleh ibunya, Cassie. Beliau sudah lama sembuh dari rasa sedih dan trauma akibat kematian suaminya. Kini, dia bangkit dan bekerja keras untuk memasukkan peninggalan suaminya tidak sia-sia.
Selain barang yang diproduksi dalam negeri, HuCass dibawah komando Cassie juga mendistribusikan barang-barang impor mewah yang dibawa oleh para pedagang dari kawasan timur dan tengah benua Akkadia serta para pedagang dari benua lain. Seperti permadani, senjata, peralatan sihir, peralatan Alkemis, baju besi, dan banyak ornamen berkualitas lainnya.
Dengan menarik upeti dari kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan, perusahaan dagang yang membukan kantor cabang resmi di wilayah kekaisaran, pajak yang dibayarkan oleh HuCas, serta produksi dalam negeri yang semakin produktif membuat pemasukan negara menjadi berlipat ganda.
Rose ditugaskan oleh Natasha di perbatasan antara batas terluar wilayah kekaisaran dengan kerajaan dan kepangeranan yang tergabung dalam [League of Salzburg]. Wilayah itu adalah bekas kerajaan Silesia.
Sebuah konstruksi benteng yang besar terlihat sedang berada dalam proses pembangunan. Benteng tersebut memiliki kapasitas untuk menampung lebih dari 5000 prajurit. Di dalamnya juga dibangun pemukiman, toko, dan beberapa fasilitas penting lainnya.
Selain di darat, Rose juga mulai membangun armada angkatan laut kekaisaran. Sangat sedikit veteran kekaisaran yang mengerti soal angkatan laut ataupun peperangan di atas laut. Tapi berkat hadiah yang Jean berikan kepadanya berupa beberapa jilid buku mengenai seni dan strategi perang, Rose memiliki pemahaman teoritis mengenai pentingnya armada angkatan laut.
__ADS_1
"Semua laporan dan dokumen ini menyebalkan!! Bisakah kita berhenti di sini lalu beristirahat!?"
Natasha bersandar di kursinya setelah selesai membaca seluruh laporan yang diberikan oleh bawahannya. Selena yang menemaninya tertawa kecil. Dia memijat pundak Natasha sekaligus menghiburnya.
"Kamu tidak boleh menyerah, Natasha. Bukankah kamu sudah bertekad untuk membuktikan bahwa dirimu layak untuk berada di samping Jean?"
Natasha menghela nafas lelah.
"Hehhh.... Memang benar sih. Tapi tetap saja kan! Lihat, sementara kita bekerja di sini, Jean malah asyik bermain-main di luar sana!"
Selena tertawa kecil. Meski Natasha bilang begitu, nyatanya ia memberikan kepercayaan penuh pada Jean.
Meski tidak secara langsung, Jean juga telah membawa perubahan. Setidaknya setiap satu bulan sekali, Jean selalu mengirimkan hadiah berupa buku dan catatan Kultivasi yang dikhususkan untuk masing-masing wanitanya.
Sekarang, mereka semua sudah jauh lebih kuat dan ahli dalam bidangnya. Meskipun tidak berada di titik dimana mereka berada di puncak dunia, tapi setidaknya cukup kuat untuk melindungi diri mereka sendiri dari orang-orang yang lebih kuat daripada mereka.
__ADS_1
Keduanya diam-diam tersenyum. Apa pun yang terjadi, mereka tidak akan meninggalkan dan mengkhianati Jean, tidak pedulikan seburuk apapun situasinya.