Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
The Next Plan


__ADS_3

Jean sudah menduga kalau sesuatu akan terjadi. Selama ini, dunia malam di Saint Georgia City dikendalikan oleh tiga kelompoknya besar. Pertama kelompok beruang merah. yang kedua adalah kelompok kuda hitam. Dan yang terakhir adalah kelompok Serigala putih.


Masing-masing mereka menguasai bagian barat ibukota, timur, dan selatan. Bagian Utara dibiarkan kosong karena disana adalah tempat dimana kastil kerajaan dan tempat tinggal keluarga raja serta bangsawan tingkat tinggi tinggal.


Ketiga kelompok ini setidaknya memiliki kekuatan yang seimbang. Mereka sama-sama kuat dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Hubungan yang berlangsung di antara mereka jelas bukan kawan atau sekutu. Tapi mereka juga menghindari permusuhan terbuka.


Tiga kelompok ini tidak mau saling mengganggu satu sama lain. Setidaknya itu yang terlihat di permukaan. Tetapi dengan berbagai cara, ketiganya berusaha untuk berebut pengaruh.


Entah itu dengan berusaha mengambil hati para bangsawan, meneror satu sama lain, terkadang saling melancarkan aksi pembunuhan kepada beberapa anggota mereka.


Dan kelompok yang Jean buat pernah mendapatkan permintaan ini. Salah satu dari anggota beruang merah memintanya untuk membunuh beberapa anggota serigala putih.


Well, orang yang menjadi clientnya tidak mengatakan kalau dirinya adalah anggota dari kelompok tertentu. Jean mengetahuinya ketika dia melihat baju yang digunakan oleh orang itu. Ada bordir yang bergambar beruang sedang membuka mulutnya lebar-lebar.


Lupakan soal kliennya yang satu itu. Yang jelas, dengan kondisi yang saat ini sedang berlangsung, potensi adanya bentrokan dari ketiga kelompok itu akan semakin tinggi.


Sejujurnya ini adalah kesempatan manis bagi Jean dan dia tidak bisa melewatkan hal ini. Ketiga kelompok itu memang memiliki pasukan mereka sendiri. Tetapi jumlah itu tidak akan mencukupi. Biasanya mereka akan membayar pihak lain untuk menyokong mereka.


'Ada kemungkinan mereka akan menyiapkan uang untuk membayar tentara bayaran dan banyak tukang pukul. Ini adalah kesempatan bagiku.'


Tapi Jean juga tidak arogan dan naif untuk berpikir bahwa salah satu dari ketiganya akan memakai jasa dirinya. Mau bagaimanapun, Jean dan dan yang lainnya adalah pendatang yang relatif baru. Dia telah menjalani beberapa misi tetapi skalanya kecil dan tidak berdampak besar. Paling-paling hanya 'menyelasaikan' dendam pribadi.


Karena itu dia harus meningkatkan reputasinya lagi. Jean memegang dagunya. Banyak pilihan untuk menaikan reputasi dan harga, tetapi dengan sumber daya yang dia milikku sekarang, pilihan menjadi begitu terbatas.


Selain itu, setidaknya untuk sekarang dan beberapa waktu dekat, dia harus menghindari berurusan dengan ketiga kelompok dunia bawah itu. Jean akhirnya memutuskan bahwa untuk sementara waktu, Jean tidak akan menerima permintaan dari mereka.

__ADS_1


Pada akhirnya, dirinya masih memiliki jaringan dan koneksi yang dia bangun dengan beberapa bangsawan dan rekan dagang paman Hull. Tanpa dia sadari, Jean tersenyum licik.


Iklim di antara para bangsawan maupun pedagang yang kaya sangat tidak bisa dibilang baik. Mereka saling berkonflik satu sama lain. Mereka memang saling tersenyum dan berjabat tangan di luar. Tetapi di dalam, mereka akan berusaha menyingkirkan musuh dan lawan mereka bahkan dengan cara kotor sekalipun. Dan paman Hull bahkan bukan pengecualian.


Jean telah menemukan target pasarnya. Malam itu, setelah menghabiskan waktunya untuk berpikir di dapur tempat anak-anak yang dia selamatkan tinggal, Jean kembali ke kediaman Paman Hull.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Halo Jean, lama tidak bertemu ya? Bagaimana dengan keadaanmu?"


Siangnya, Jean disapa oleh Natasha yang berdiri di depannya. Jean sendiri baru selesai menemani nonanya, Charlotte, belajar. Belakangan ini tugasnya bertambah. Selain menjadi tangan kanan paman Hull, Jean juga diminta untuk menjadi mentor bagi Charlotte.


"Selamat siang nona Natasha. Sudah lama tidak bertemu. Sebuah kehormatan untuk melihat anda lagi. Mari kita masuk, nona Charlotte sudah menunggu anda di kamar beliau."


Natasha tersenyum dan mengikuti Jean dari belakang. Natasha semakin cantik. Tubunya bertambah tinggi. Tidak gemuk namun juga tidak kurus. Dengan kata lain, Natasha memiliki tubuh langsing yang sangat indah.


"Ngomong-ngomong Jean, kamu terlihat sangat nyaman bekerja di sini ya? Apakah melayani keluarga ini menyenangkan untukmu?"


Jean tersenyum kecil. Dia tidak menghentikan langkahnya, tetap berjalan.


"Alih-alih Menyenangkan, saya menganggap ini adalah balas Budi untuk apa yang mereka telah berikan pada saya."


"Balas Budi?"


"Benar. Nona Natasha, tidak ada makan siang yang gratis di dunia ini. Bahkan ketika paman Hull dengan tulus ingin menolong, saya masih memiliki beban moral untuk membayar hutang itu. Karena itu saya belajar dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi paman Hull dan keluarganya yang telah menerima saya."

__ADS_1


Natasha memiringkan kepalanya. Menolong? Apakah Jean memiliki masalah tertentu sehingga Hull harus turun tangan untuk membantunya?


"Kalau boleh tahu, masalah apa yang menimpamu?"


Jean berhenti. Dia memutar tubuhnya ke arah Natasha. Mulutnya mengeluarkan senyum kecil tetapi Natasha merasakan sesuatu yang tidak nyaman dari tingkah Jean.


"Apakah ini pertanyaan yang harus jawab, nona Natasha?"


Natasha menggeleng. Gadis itu tidak cukup bodoh untuk berpikir bahwa ini adalah masalah yang sensitif untuk Jean.


"Terimakasih atas pengertian anda, nona Natasha. Selain itu, tolong maafkan saya atas tingkah saya barusan. Saya sudah berlaku tidak sopan kepada anda."


Kali ini giliran Natasha yang tersenyum.


"Tidak perlu. Seharusnya akulah yang meminta maaf karena telah menyentuh sesuatu yang sehari tidak aku sentuh. Ayo kita pergi ke Charlotte sekarang."


Mereka berdua melanjutkan perjalanan dan sampai ke kamar Charlotte. Ternyata gadis itu sedang bercermin sambil mengobrol dengan Selena. Dengan telaten, maid pribadi Charlotte itu menyisir rambut nonanya sambil tertawa kecil beberapa kali, merespon candaan dari Charlotte.


"Nona Charlotte, maaf menganggu waktu anda. Nona Natasha sudah datang."


Pandangan Charlotte langsung beralih ke Natasha. Dia terlihat gembira dengan kehadiran temannya. Natasha masuk dan memeluk Charlotte. Charlotte juga memperkenalkan Selena pada Natasha. Fakta bahwa mereka seumuran membuat keduanya yang baru mengenal menjadi begitu dekat dalam waktu singkat.


Jean lalu menutup pintu kamar dan menunggu di luar. Itu adalah pembicaraan para gadis jadi tidak ada sesuatu yang benar-benar penting untuk di dengar. Seperti hobi mereka misalnya. Atau keterikatan pada lawan jenis.


Namun di akhir obrolan, Jean yang mendengar dari luar menyimpulkan ada dua poin penting. Pertama, besok mereka akan berburu ke hutan terdekat. Samuel dan Joan, kedua kakak mereka, akan ikut.

__ADS_1


Dan yang paling penting, Natasha mengatakan bahwa keluarganya sedang memiliki masalah dengan keluarga Baron tertentu. Sudut mulut Jean terangkat. Sepertinya keberuntungan sedikit berpihak pada dirinya, ya?


__ADS_2