Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Battle, Begin! (1)


__ADS_3

Bagaikan tornado, pasukan Duke Cetner merangsek ke wilayah-wilayah di sekitarnya dan menduduki tempat tersebut. Hal itu tidak sulit bagi Duke Cetner mengingat wilayah-wilayah yang ada di sekitarnya bukan wilayah yang dibentengi dengan baik. Selain itu, Duke Cetner juga memiliki keunggulan Kualitatif dan kuantitatif mengingat betapa besarnya sumber daya yang dia miliki.


Setelah memastikan bahwa tuan tanah yang awalnya berpihak pada duke Ankwicz dan keluarga kerajaan beralih mendukung dirinya, Duke Cetner dengan cepat mengalihkan pasukannya menuju timur, ibukota kerajaan Warsawa, Krakov.


Selama perjalanan, tidak ada satupun tentara lawan yang diutus untuk mencegat pasukan duke Cetner. Itu berkat orang-orang count Krzys yang menyabotase dan menyergap ksatria elit dan tentara kerajaan Warsawa di ibukota.


Tidak masalah bahkan jika penyergapan tersebut gagal. Yang sebenarnya Duke Cetner butuhkan adalah waktu. Dari Cetner dukedom menuju Krakov membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Yang terpenting adalah bagaimana caranya membuat kerajaan dan duke Ankwicz tidak memiliki waktu dan sumber daya untuk memobilisasi pasukannya.


Duke Cetner beserta fraksinya berhasil mengumpulkan 300.000 pasukan. belum termasuk dengan 20.000 tentara bayaran dari bagian barat benua Akkadia dan milisi yang direkrut. Ini adalah jumlah terbesar yang bisa duke Cetner mobilisasi.


"Count Krzys, kita akan mengisi suplai di kota selanjutnya. Pimpin satu detasemen kavaleri untuk membuat tuan tanah di sana berlutut dan menyerahkan suplainya pada dirimu. Jika melawan, habisi seluruh keluarga dan penduduk yang ada di dalamnya hingga tidak tersisa."


"baik yang mulia!"


count Krzys membawa satu detasemen kavaleri untuk mengamankan kota yang berada tidak jauh dari perjalanan mereka. Kota ini adalah salah satu kota terpenting di kerajaan Warsawa. Duke Cetner harus bisa memastikan lebih dari 300.000 perut prajurit harus terisi. Jika tidak, kedisiplinan akan hancur dan barisannya akan dilanda kekacauan.


...*****...

__ADS_1


Count Krzys dan pasukan kavalerinya melesat menuju ke kota terdekat. Kota ini adalah salah satu kota yang terdampak paling parah dari hujan darah yang terjadi beberapa waktu lalu. nyaris dua pertiga dari populasinya tewas. Tidak heran kota ini sangat sunyi ketika count Krzys dan detasemen kavalerinya tiba.


Bersama dengan para ksatrianya, bangsawan yang memerintah kota ini pergi menghampiri count Krzys dan memberikannya salam hormat.


"Aku count Krzys. Berdasarkan perintah dari yang mulia duke Cetner, anda diwajibkan untuk menyerahkan 95 persen pasokan makanan yang anda miliki. Juga kuda beserta pakannya dan gerobak-gerobak bersama dengan binatang penariknya."


Di bawah kilatan pedang count Krzys, bangsawan dengan tubuh kurus dan wajah tirus tersebut tidak bisa berbuat banyak. Ksatria miliknya juga sudah dikepung oleh kavaleri. Jika dia menunjukan sedikit saja perlawanan, dapat dipastikan kalau kepalanya akan melayang dal sekejap.


Dengan wajah panik dan keringat dingin, bangsawan itu mengangguk.


Count Krzys mengangguk puas. Dia menyarungkan kembali pedangnya yang terhunus. Sejujurnya, ini tidak seperti yang dia duga. Bangsawan adalah sosok yang licik dan penuh tipu daya. Tetapi begitu terdesak, mereka akan mematok lawannya seperti ular. Biasanya dengan alasan kemuliaan dan kehormatan.


Dia membayangkan setidaknya orang ini akan melakukan sedikit perlawanan. Tapi ternyata tidak. Situasinya lebih putus asa dari yang terlihat. Yah, itu lebih baik. Setidaknya dirinya tidak kerepotan.


"Sore ini seharusnya mereka sudah tiba. Sampaikan pesanku pada duke Cetner. Mereka bisa memasuki kota ini dengan aman."


Count Krzys memberikan perintah pada salah satu prajuritnya, yang segera dia laksanakan. Untuk pengamanan lebih, count Krzys juga mengirimkan 20 orang untuk berpatroli di desa-desa sekitar kota tersebut.

__ADS_1


Entah mengapa count Krzys merasakan sesuatu yang janggal. Dengan cepat, dia menyingkirkan pemikiran itu. Semuanya sudah berjalan sesuai rencana. Yang harus ia lakukan adalah memastikan bahwa rencana ini berjalan dengan baik, hingga selesai.


...****...


Sementara itu, tidak jauh dari posisi count Krzys, di sebuah rumah bertingkat dua, seorang pemuda sedang mengamati kegiatan count Krzys dan pasukannya. Wajahnya terlihat sangat tenang. Gerak-geriknya tidak terlihat kalau dia sedang mematai-matai. Jika seorang prajurit menengok ke arah rumah tersebut, seharusnya dia bisa melihat pemuda itu. Anehnya, tidak ada yang menyadari kehadirannya.


Sembari menikmati minuman dan roti isi selai berry merah yang lezat, dia terus mengamati count Krzys. Maid di sebelahnya juga melakukan hal yang sama.


"Apa anda ingin menghabisi mereka sekarang, tuan?"


Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut pelayannya, pemuda itu tersenyum sembari menggeleng pelan.


"Tidak perlu. Dan tidak usah terburu-buru. Kalau count Krzys dan pasukannya menghilang sekarang, Itu akan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di pihak Duke Cetner. Selain itu....."


Pemuda itu berhenti sejenak. Dia meneguk minumannya dan memasukan secuil roti ke dalam mulutnya.


"Itu tidak akan seru. Lagipula, aku sudah mempersiapkan sesuatu untuk mereka. Mari kita tonton pertunjukannya malam ini."

__ADS_1


__ADS_2