Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Tragedy In Nebelhorn


__ADS_3

Paginya, ketika malam tersibak oleh cahaya mentari yang menyembul dari ufuk timur, pemandangan yang tragis memenuhi kota Nebelhorn.


Jenazah-jenazah yang dipenuhi oleh cabikan, wajah terkoyak-koyak, dan organ tubuh bertebaran kemana-mana dapat terlihat dengan jelas.


Malam tadi, puluhan serigala lapar yang lepas dari kastil Duke Eisen yang biasanya digunakan untuk menyiksa orang lain, dilepas begitu saja. Alhasil, sekelompok serigala yang kelaparan itu menerkam siapapun yang mereka temui di luar kastil. Tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan status.


Tercatat, lebih dari 100 orang tewas dalam tragedi tersebut. Bersama dengan puluhan lainnya yang terluka. Sayang bagi penduduk, kelompok serigala itu telah berlari ke dalam hutan tanpa berhasil membunuh satupun di antara mereka.


Di saat yang sama, malapetaka menimpa Duke Eisen. Begitu dia terbangun dari tidurnya, pemandangan yang menyakitkan memenuhi dirinya. Kastil yang menjadi tempat tinggal dia telah terbakar. Harta yang ia simpan juga telah dikuras. Banyak dari Ksatria yang setia padanya terbunuh.


Hari itu juga, sambil meraung-raung dan meratapi bencana yang menimpa dirinya, Duke Eisen memerintahkan Ksatria yang tersisa untuk menangkap siapapun yang terlibat dalam aksi penyerangan ke kastilnya.


Dia juga memanggil Goln yang tinggal di penginapan terbaik Nebelhorn untuk dimintai nasihat. Adapun nasihat yang ia berikan pada Duke Brandon Eisen kira-kira seperti ini;


"Saya turut berduka cita atas apa yang telah terjadi pada anda, yang mulia Duke Eisen. Untuk memancing orang-orang yang terlibat dalam aksi penyerangan kastil, tunjukan kekuatan yang anda miliki. Tangkap dan siksa beberapa orang secara acak secara terbuka.


"Dengan begitu, anda akan menimbulkan rasa takut kepada para pelaku. Namun, katakan pada khayalak luas kalau anda akan memberikan ampunan kepada mereka yang terlibat jika menyerahkan diri. Saya yakin, orang-orang itu pasti akan muncul. Apakah yang mulia Duke akan memberikan ampunan atau tidak, itu suka-suka anda."


Duke Brandon Eisen menelan saran Goln mentah-mentah. Saat itu juga, sang Duke memerintahkan anak buahnya untuk menangkap orang secara random di Nebelhorn dan menyiksa mereka di depan umum.

__ADS_1


Para penduduk malang itu dicambuk tanpa pernah tahu apa salah mereka. Kebanyakan yang disiksa adalah orang tua dan dewasa. Bahkan, sampai ada yang meninggal karena luka yang dideritanya cukup parah.


Sambil menyiksa, Duke Brandon Eisen memberikan ancaman pada orang-orang yang berani menyerang teritorialnya. Dia akan akan terus melakukan ini sampai para pelaku menyerahkan diri mereka. Dia juga mengatakan akan memberi keringanan jika mereka ingin menyerahkan diri.


Terlepas dari itu semua, Duke Brandon Eisen sangat menikmati ini. Dia gemar menyiksa orang lain untuk memuaskan dirinya sendiri. Karena itu, setiap kali ia melihat ekspresi kesakitan yang muncul, dia akan terbahak karenanya.


Sementara itu, Goln hanya melihat tubuh tak bernyawa milik seorang kakek tua yang diseret oleh ksatria dengan tatapan dingin tanpa senyum.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Satu malam setelah perampokan (?) Di kastil Duke Eisen terjadi, Jean sedang berada di sebuah rumah terbengkalai yang ada di Nebelhorn. Di depannya, puluhan peti yang berisi masing-masing ratusan koin emas tertumpuk.


Idealnya, ada 20 orang yang seharusnya berkumpul di sini. Namun, hanya ada satu orang. Dia adalah pria berusia pertengahan 20 tahun yang pada saat itu mengikuti Jean.


Jean memberikan sindiran kepada pria itu, yang ia balas dengan santai.


"Begitulah. Aku tidak tertarik untuk mengeluarkan omong kosong belaka."


Dia benar-benar membunuh 19 orang lainnya setelah aksi tersebut. Begitu mereka berhasil memindahkan semua peti harta ke tempat ini, dia langsung membunuh mereka semua tanpa ampun. Jean sudah tahu kalau orang ini berniat untuk menguasai semua harta ini sendirian.

__ADS_1


"Baiklah. Seperti yang aku katakan, lakukan sesukamu. Selagi hanya kita berdua yang tersisa, kau boleh mengambil setengahnya dan aku mengambil setengah yang lain."


Jean memutuskan hal itu. Dan lawan bicaranya nampak tidak keberatan. Begitu dia ingin pergi sembari meminta anak buahnya untuk mengangkut peti-peti ini, secara tiba-tiba sebuah pisau tertancap di tengkuknya. Membuat Jean roboh seketika.


"Dasar bodoh. Kau bahkan tidak ingin mengotori tanganmu sama sekali. Bagaimana bisa kau mengklaim kalau setengah dari ini adalah milikmu? Benar-benar omong kosong."


Dia mengambil pisaunya yang telah berlumuran darah Jean lalu mengelapnya dengan sebuah kain kering. Warna merah segar mewarnai kain tersebut. Ia mengembalikan pisaunya ke dalam saku dan mulai berpikir bagaimana caranya dia membawa semua peti ini tanpa ketahuan.


"Apakah aku harus menyewa beberapa porter (tukang angkut) untuk membawa semua harta ini? Ah, kalau begitu, aku pasti akan ketahuan. Haruskah aku membunuh mereka untuk menutup mulut?"


Di saat dia menggumamkan seperti itu, tiba-tiba dia merasakan sakit di dada belakangnya, yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Darah segar mengalir deras dari mulutnya dan jantungnya serasa di tembus sesuatu. Begitu ia melihat ke bawah, sepotong tangan telah menembus bagian dadanya.


"Saranku, bagaimana kalau kau mati sekalian agar tidak ada yang dapat membuka mulutnya. Ah, tentu saja, aku telah menunaikan janji yang seharusnya kau lakukan. 'membunuh semua yang terlibat' fufufu."


Dengan perasaan takut dan benci yang amat sangat, orang itu terjatuh ke bumi. Tidak ada lagi harapan hidup untuknya ketika jantung yang ia miliki telah dihancurkan oleh Jean yang bangkit dari kematian. Meskipun begitu, Jean tetap menginjak kepala dia hingga hancur.


'Kalau hanya ditusuk di leher bisa membunuhku, aku sudah lama mati di alam lain.'


Dia menendang mayat yang menghalangi jalannya.

__ADS_1


"Well, teritorial baruku membutuhkan banyak uang untuk melakukan pembangunan. Aku akan mengirimkan semua koin emas ini pada mereka."


Semua harta yang ada di depannya siap dikirim.


__ADS_2