
Pangeran Hans kembali dengan tangan kosong. Begitu juga dengan para pengikutnya. Dalam pertaruhan ini, kerajaan Dublin telah kalah. Dia nyaris kehilangan segalanya.
Pamornya di mata kerajaan lain yang ada di bagian barat benua Akkadia telah hancur. Perekonomiannya terluka. Pasukannya juga hampir dimusnahkan. Sungguh, pertaruhan yang sia-sia.
Pangeran Hans mungkin akan mendapatkan hukuman dari ayahnya. Dengan kata lain, raja. Para bangsawan juga kehilangan kekuatan mereka. Banyak ksatria mereka yang pergi namun tidak kembali. Uang yang telah mereka keluarkan terbuang begitu saja, tanpa pernah masuk lagi ke kantung mereka.
Saudagar kaya yang ikut berpartisipasi dalam peperangan juga telah hancur lebur. Uang yang mereka habiskan untuk membiayai perang tidak sedikit. Tapi sekali lagi, investasi yang mereka keluarkan ternyata tidak begitu menghasilkan. Mereka terlilit hutang yang besar.
Terlepas dari prahara itu, ada satu orang yang justru mendapatkan keuntungan terbesar. Dan kita tahu siapa orangnya.
__ADS_1
Ketika pangeran Hans memutuskan untuk kembali menuju kerajaan Dublin sembari menelan pil pahit berupa kekalahan, sepucuk surat datang kepada Jean.
Raja melarang dia untuk mundur. Sebaliknya, Jean diminta untuk mempertahankan tiga desa yang telah jatuh ke tangannya dan membangun perbentengan di sana. Raja Dublin jelas belum menyerah untuk menaklukan Kerajaan Bucharest dan kerajaan Vilnius.
Jean segera mengeksekusi perintah raja. Dia mengirimkan surat kepada Charlotte yang ada di Saint Georgia City untuk mengirimkan berbagai material yang dibutuhkan untuk membangun perbentengan. Semua bahan terbaik itu ditambang dari pegunungan Ural yang ada di sebelah Utara kerajaan Dublin.
Dia juga menggabungkan tiga desa yang berada di bawah kekuasaannya menjadi sebuah kota berukuran sedang. Untuk memastikan stok makanan tetap terjaga seiring dengan pertambahan penduduk, Jean memutuskan untuk menjadikan hutan yang ada di sekitarnya sebagai lahan pertanian yang baru.
Segera, Jean mendapatkan gelar Baron dengan nama De Ruhr di belakangnya. Dia adalah satu-satunya Baron yang memiliki wilayah yang dikelola sendiri, berbeda dengan Baron dan Viscount lainnya. Jean juga menjadi bangsawan termuda di kerajaan Dublin.
__ADS_1
Tapi tidak ada waktu untuk merayakannya. Dia tidak begitu tertarik dengan gelar kebangsawanan yang baru saja dia dapatkan.
Jean lebih memilih untuk mengokohkan kekuasaannya. Dia mendapatkan izin untuk membangun tentaranya sendiri dan mengatur wilayah barunya sesuka hati selama Jean membayar upeti kepada raja.
Tentu hal itu membawa rasa iri dan dengki dari bangsawan lain. Apa hak Jean untuk mendapatkan gelar Baron? Kenapa orang rendahan sepertinya bisa mendapatkan apa yang mereka tidak dapatkan?
Keretakan muncul antara para bangsawan dengan keluarga kerajaan. Sedikit demi sedikit, keretakan itu makin menyebar dan melebar, konflik antara kedua belah pihak tidak lagi terelakan.
Terlepas dari konflik yang terjadi, Jean tidak begitu peduli. Dia akan memanfaatkan setiap konflik yang ada untuk menanamkan pengaruhnya, menggunakan semua kartu yang ia miliki untuk mencapai tujuannya, dan menghancurkan semua rintangan yang menghalangi jalannya.
__ADS_1
Pertama adalah kerajaan Dublin, lalu kerajaan Bucharest dan kerajaan Vilnius, sementara target selanjutnya adalah bagian barat benua Akkadia.
Dengan ini, dimulailah debut Jean sebagai seorang bangsawan, lebih tepatnya Baron Jean De Ruhr, yang akan membawa namanya tersebar ke seluruh bagian barat benua Akkadia.