Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Aftermath


__ADS_3

Suara pedang beradu memenuhi halaman rumah nenek Alija. Anehnya, tidak ada satupun orang yang terganggu dengan hal itu. Tidak, bahkan tidak ada yang menyadari kalau pertarungan antara Haroon dan maid misterius sedang berlangsung.


Haroon terdesak. Terlepas dari kekuatannya, ia tidak menyangka bahwa maid misterius itu bisa mengunggulinya dalam pertarungan jarak dekat. Sejauh ini, satu-satunya orang yang bisa selamat ketika Haroon bertarung dengan serius hanyalah Hendryk.


Haroon tidaklah lemah sama sekali. Sebaliknya, dia adalah salah satu yang terkuat di bagian tengah benua Akkadia. Jika Henryk dan Alija adalah tipikal prajurit dan Mage yang mengalahkan musuh mereka di medan perang, Haroon adalah orang yang bekerja jauh di garis belakang musuh.


Dia menyusup ke kamp lawan, membuat kekacauan, membunuh musuh yang lengah sebanyak mungkin, menghancurkan pasokan logistik yang musuh miliki, lalu menghilang.


Dia juga telah banyak mengalahkan petarung hebat lainnya. Tapi ia tidak menyangka kalau dirinya dapat terdesak oleh maid ini!


Haroon menggunakan sihirnya untuk mengacaukan maid tersebut dan menggunakan kemampuan fisiknya yang di atas rata-rata untuk melakukan serangan balasan. Namun maid itu sama sekali tidak terinterupsi. Bahkan serangan yang Haroon terima semakin sengit.


Baut petir muncul di tangan Haroon. Ia melemparkan baut tersebut ke arah sang maid dengan daya akurat yang luar biasa. Namun sang maid dengan santai menepis baut listrik tersebut dengan tangan kosong, membuat baut tersebut berubah arah dan meledak ketika menyentuh pohon dan tanah.

__ADS_1


Maid misterius itu membalas serangan Haroon dengan teknik yang sama. Sayangnya, mana yang ia tuangkan jauh lebih banyak. Baut listrik yang ia hasilkan jauh lebih kuat daripada milik Haroon. Alhasil, Haroon yang berusaha menghindar masih terkena serangan tersebut, membuat luka yang cukup parah pada tubuhnya.


'Aku harus mundur dan melaporkan ini pada Count Lesko!'


Membulatkan tekadnya, Haroon menciptakan peluang untuk melarikan diri. Ini adalah pertarungan yang tidak bisa ia menangkan. Memperpanjang hal ini tidak akan membawa keuntungan apapun bagi dirinya.


Sayangnya, kesempatan itu tidak akan pernah muncul. Dalam upayanya untuk mencari celah dan melarikan diri, Haroon merasakan sakit yang menusuk dadanya.


Begitu Haroon menyadarinya, sebilah pedang telah menembus dadanya dan merobek jantungnya. Darah dengan deras mengalir dari dadanya. Tidak lama kemudian, Haroon kehilangan kesadarannya. Untuk selamanya.


Jean tertawa kecil melihat tubuh tanpa nyawa Haroon. Dia menendangi tubuh itu dengan ringan sebelum membakarnya tanpa sisa. Ia juga melakukan hal itu pada mayat yang lain.


"Ah, tapi ketika kau membunuh Haroon, itu artinya kau mengurangi kapasitas bertempur milik kerajaan ini. Apa tidak masalah?"

__ADS_1


Jean memandangi gadis maid tersebut. Dia tidak memperlihatkan ekspresi apapun karena wajahnya tertutup oleh topeng. Jean hanya tertawa kecil dan melanjutkan pekerjaannya.


"Besok, count Lesko pasti akan mengamuk dan mendesak pihak kerajaan serta keluarga Duke Cetner untuk melakukan penyelidikan mengenai Haroon dan anak buahnya yang menghilang. Nah, masa bodoh, itu resiko dia."


Setelah membakar semua mayatnya, Jean membersihkan sisa-sisa pertempuran. Tidak jejak-jejak pertempuran. Tidak ada bekas sihir, bercak darah, dan yang lainnya. Tidak ada keributan apapun yang terjadi di sini.


Jean kembali ke dalam rumah nenek Alija sementara gadis maid misterius menghilang dari pandangan. Besok hari akan cerah, Jean tidak sabar menunggu keributan yang akan terjadi esok hari. Dia suka keributan!


***


Tebakan Jean tidak meleset. Saat count Lesko menyadari bahwa Haroon belum kembali, dia naik pitam. Ia menyuruh anak buahnya yang lain untuk mencari keberadaan Haroon dan semua bawahannya.


Gagal menemukan jejak Haroon, Count Lesko meminta bantuan kepada Duke Cetner serta mendesak keluarga kerajaan untuk menyelidiki keberadaan Haroon. Entah itu Duke Cetner maupun keluarga kerajaan tidak bisa meremehkan hal ini. Haroon adalah salah satu aset militer terbaik yang dimilikinya oleh kerajaan.

__ADS_1


Menghilangnya Haroon akan membuat kemampuan militer kerajaan Warsawa menurun. Selain itu, jika kerajaan dan entitas kekuasaan lainnya mengetahui hal ini, mereka pasti akan memanfaatkan celah ini habis-habisan untuk melemahkan pengaruh kerajaan Warsawa di kawasan tengah benua Akkadia.


Kerajaan Warsawa dan seluruh kawasan bagian tengah benua Akkadia berada di pinggir pergolakan.


__ADS_2