Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Akhir Duke Eisen


__ADS_3

Goln adalah Jean dan Jean adalah Goln. Teknik mengubah konfigurasi tubuh. Inilah teknik yang Jean pelajari dalam waktu yang cukup lama. Setidaknya, dia telah berusaha melakukan ini di usianya yang ke-10 tahun. Dulu, ia hanya bisa mengubah warna rambut dan sedikit corak wajahnya saja. Sekarang, ia bisa berubah menjadi orang yang sangat berbeda.


Pada saat pertama kali tiba di Nebelhorn City, Jean menyadari kalau ia tidak akan bisa mendapatkan banyak informasi penting jika tidak memiliki akses secara langsung kepada Duke Eisen.


Dengan sedikit rekayasa, ia membuat sebuah identitas baru bernama Goln. Seorang pria berusia 40 tahun-an yang memiliki kesetiaan sangat tinggi pada tuannya, Duke Cassilas. Dia berhasil selamat dari prahara yang menimpa tuannya dan melarikan diri ke Principality of Eisen demi mengumpulkan kekuatan untuk menghancurkan Baron De Ruhr.


Faktanya, sosok yang bernama Goln tidak pernah ada. Duke Cassilas sama sekali tidak memiliki bawahan bernama Goln. Namun agen rahasia yang berada di bawah Jean membuat Goln seolah-olah eksis.


Jean merekayasa masa lalu Duke Cassilas. Dia mengubah beberapa catatan sejarah dan memanipulasi semua catatan yang tertinggal di buku harian milik duke Cassilas. Dia bahkan menulis percakapan palsu antara Goln dan Duke Cassilas seolah-olah percakapan itu ditulis oleh sekretaris resmi mereka.


Setelahnya, Jean membocorkan berita tersebut pada Duke Eisen, yang dengan senang hati dan tangan terbuka menerima keberadaan Goln untuk merebut bekas kerajaan Dublin dan kerajaan Bucharest.


Dan sekarang, di sinilah Jean. Berdiri di hadapan Duke Eisen dan Count Feldberg yang masih dalam keadaan linglung. Mulutnya mengeluarkan senyum tipis namun matanya tidak tersenyum. Sebaliknya, ia memandang mereka layaknya serigala yang bersiap untuk menyantap domba nan lemah.


"De-de Ruhr!? Penjaga! Cepat bunuh dia! Orang ini sangat berbahaya!"

__ADS_1


Ksatria milik Count Feldberg yang berada di luar segera masuk. Tentu saja ini aneh. Kenapa dari awal mereka tidak masuk ke dalam ruang studi Duke Eisen begitu bahaya menimpa tuannya? Yah, Jean telah membuat ruangan ini terisolir dari dunia luar sehingga semua aktivitas yang terjadi di dalamnya tidak diketahui oleh yang ada di luar. Hanya barusan ia membatalkan teknik itu.


"Bunuh orang itu!"


Begitu teriakannya terdengar, seluruh Ksatria bergerak untuk menyerang Jean. Dia hanya menghela nafas ringan. Dengan santai, dia mengeluarkan pedangnya dan mengayunkannya ke ruang kosong.


Meskipun hanya ayunan biasa, gelombang yang dihasilkan dari sana mampu membelah tiga tubuh Ksatria yang ada di depannya menjadi dua.


Setelah membunuh mereka bertiga, Jean melakukan manuver untuk mengincar ksatria lain. Gerakannya yang sangat cepat membuat para ksatria tidak bisa bereaksi. Jean menusuk leher mereka menggunakan senjatanya dan melemparkan kepala yang telah putus itu ke arah Count Feldberg dan Duke Eisen.


Lima mati, sisa 15. Jean dengan cepat menilai situasinya. Tanpa menghabiskan banyak waktu, ia mengalahkan sisanya. Dengan sekali tebasan, Jean membunuh 15 orang lainnya, memenggal kepala mereka dan anggota tubuh lainnya.


Sementara Duke Eisen memasang ekspresi yang sulit dijelaskan Dengan kata-kata. Rasa marah, sedih, muak, terkhianati, kebencian, dan semua energi negatif tercampur aduk di wajahnya. Jean yang melihat itu, menyeringai.


"Kenapa...KENAPA KAU MENGKHIANATIKU!? BAJINGAN! SIALAN! AKU BERSUMPAH AKAN MENCABIK-CABIK DIRIMU DAN SELURUH KELUARGAMU! AKU AKAN MENELANJANGIMU LALU MELEMPARKANMU KE TARING ANJING-ANJING LAPAR!!"

__ADS_1


Jean tidak bisa menahan tawanya. Reaksi yang diberikan Duke Eisen luar biasa! Energi negatif mengalir darinya, menjadikan kekuatan bagi Jean. Alih-alih marah, Jean justru menikmatinya.


"Bekerja denganmu? Ah, entah kenapa sepertinya aku tidak pernah mengatakan itu. Apapun itu. Yang jelas, aku berterima kasih padamu, Duke Eisen.


"Berkat kebijakan yang selama ini kau buat, aku bisa mendapatkan catatan penting mengenai bagaimana reaksi manusia ketika mereka dipimpin atas dasar rasa takut yang kau berikan pada mereka.


"Mereka marah, takut, sedih, dan tidak bisa melakukan apapun. Apa yang selama ini memenuhi Nebelhorn hanyalah aura negatif. Tapi itu hanya sementara. Mereka menyimpan dendam yang mendalam atas dirimu.


"Tadinya aku ingin menikmati semua ini lebih lama lagi. Setidaknya sampai pemberontakan dari rakyatmu sendiri meletus dan kepalamu dipenggal oleh mereka lalu dipajang di tengah kota. Sayangnya, aku tidak punya banyak waktu."


Jean berjalan ke arah Duke Eisen. Dia mengambil belati dari salah satu mayat Ksatria lalu berlutut di hadapan Duke Eisen yang terduduk.


"Sebagai hadiah, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Bagimu, mati di tangan rakyat jelata pasti sebuah kehinaan kan? Kalau begitu, mati di tangan seorang bangsawan pastilah hal yang mulia. Yah, anggap saja ini adalah sebuah kehormatan terakhir yang bisa kau terima."


CRASHHH!!

__ADS_1


Jean menusuk perut Duke Eisen. Dia yang tadinya terus mengutuk Jean, kini memuntahkan darah dari mulutnya. Tentu saja hanya tusukan di perut tak akan membuatnya mati. Karena itu, Jean menekan semakin dalam dan memutar belatinya, menghancurkan usus dan lambung milik Duke Eisen.


Begitu Jean mencabut belatinya, isi perut Duke Eisen keluar. Dia masih sekarat. Sebagai finsihing, Jean menendang leher Duke Eisen hingga patah, mengakhiri riwayat hidupnya.


__ADS_2